
Ditengah kegiatan memasak nya, bisa Alessia rasakan Langit menggelap dan cuaca terlihat mendung diiringi angin yang berhembus kencang.
Perempuan itu secepat kilat mulai menutup jendela dan menyalakan beberapa lampu lainnya.
Dia fikir malam ini akan turun hujan deras, seketika rasa khawatir menghantam Dirinya, Alessia menebak Mama Yash dan Pinkan mungkin akan pulang dalam kondisi cuaca yang cukup buruk.
Perempuan itu menarik pelan nafasnya, melanjutkan kegiatan memasak nya.
Ketika Alessia Tengah Sibuk menata meja makan, Pinkan tampak sibuk menata menu ke atas meja, sedang kan Mama Yash hanya menjadi penikmat dalam memandangi dua sosok yang ada dihadapan nya itu.
Sejak tadi wanita tua itu terus memperhatikan handphone miliknya.
"Mama dan Pinkan fikir akan menginap disini malam ini"
Suara sang mertua sejenak memecah keheningan.
Alessia menghentikan gerakan tangannya.
"Tapi tempat nya cukup tidak layak Ma, Alessia takut Mama merasa tidak nyaman tinggal di sini"
Ucap Alessia pelan.
Tempat tinggal nya hanya kontrakan sederhana berukuran tidak lebih 5*6, hanya punya 2 kamar tidur kecil yang ukurannya jelas tidak bisa di katakan layak dipadu dengan bola lampu temaram.
Alessia sengaja menyewa kontrakan 2 kamar, berharap saat Agnes bangun, Perempuan itu, Ara dan bibi muda nya akan tinggal bersama dirinya.
Dan saat ini Dia hanya memiliki satu kipas angin di rumah kontrakan tersebut.
Tempat itu jelas jauh berbeda dengan tempat tinggal keluarga besar Yash yang memiliki bangunan mewah dan segala fasilitas nya.
Saat mendatangi surat perceraian, Alessia memang tidak meminta hak nya sama sekali, dia tidak mengambil sepeserpun uang yang di berikan Yash, bahkan meskipun dia punya uang didalam rekening nya yang sering diberikan oleh Yash tiap bulan nya, dia fikir akan menggunakan nya bersama Agnes untuk membuka usaha nanti nya.
"Mama dan Pinkan bisa bersosialisasi dengan keadaan, itu bukan masalah"
Mama Yash menjawab cepat, dia mulai meraih sebuah piring, membiarkan Pinkan memasukkan nasi ke dalam piring nya.
Alessia tampak diam, Perempuan itu terlihat sedikit bingung dengan keadaan.
Saat dia sibuk dengan perasaan nya, tiba-tiba bisa dia dengar suara pintu depan di ketuk oleh seseorang.
Bola matanya seketika menoleh ke arah depan, Perempuan itu mengerutkan keningnya, Dia fikir siapa yang bertamu ke rumah nya di malam hari?!.
"Alessia akan melihat kedepan"
Mama Yash mengangguk kan kepalanya.
Alessia mulai melangkah kedepan, dengan gerakan perlahan dia mulai membuka pintu depan.
Begitu pintu terbuka, seketika bola mata mata perempuan itu membulat saat dia sadar siapa sosok yang ada di depannya.
Langit benar-benar semakin menggelap, hujan gerimis mulai membasahi bumi, sosok didepannya terlihat mengibas-ngibaskan pakaian nya yang terkena air hujan gerimis.
Tubuh Alessia bergetar saat bola mata elang laki-laki itu mulai bertemu dengan bola mata nya.
Seulas senyuman mengambang dibalik wajah tampan itu.
Ini kali pertama laki-laki itu mengembangkan senyuman nya kepada dirinya selama 5 tahun pernikahan mereka kemarin.
"Aku dengar Mama dan Pinkan ada disini?"
Tanya Yash pelan.
"Ya?"
Alessia balik bertanya.
Dia fikir dia terlalu ge er, mungkin laki-laki itu ingin menjemput Mama nya dan Pinkan malam ini.
"Mereka baru akan menikmati makan malam nya"
Jawab Alessia cepat, Perempuan itu buru-buru menyingkir dari hadapan Yash, membiarkan laki-laki itu lewat dan masuk kedalam.
Setelah Yash masuk, dengan cepat Alessia menutup pintu rumah nya dan berjalan dibelakang Yash Secara perlahan.
"Apa aku bisa ikut bergabung untuk makan? aku fikir aku tiba-tiba lapar mencium aroma masakan nya"
Tiba-tiba Yash bertanya sambil membalikkan tubuhnya dan..
Bug...
"Akhhh"
Alessia seketika Terkejut saat dia secara spontan menabrak dada bidang laki-laki tersebut.
Wajahnya seketika memerah karena malu.
Tanpa dia duga Yash menyentuh lembut kepalanya, lantas jemari-jemari panjang laki-laki itu turun ke keningnya.
"Sakit?"
Satu pertanyaan lolos dari bibir Laki-laki itu.
Seketika bola mata mereka bertemu.
Alessia menggelengkan pelan kepalanya.
"Kamu tidak menyambut suami mu seperti biasanya, aku merasa aneh ketika kamu yang menjadi canggung menghadapi ku"
"Ya?"
Mendengar ucapan Yash hang tiba-tiba, membuat Alessia bertanya dengan keterkejutan nya.
"Su..Ami?"
Alessia bertanya dengan jutaan kebingungan nya.
"Aku tidak menerima surat cerai nya"
Setelah berkata begitu, tiba-tiba laki-laki membalikkan tubuhnya, dia berjalan mendahului Alessia yang berdiri dengan keterkejutan nya.
Bagaimana maksudnya tadi?!.
Perempuan itu mencoba untuk menyusun kembali maksud ucapan Yash Barusan.