
Kembali ke malam sebelum nya
Ketika Mama Helen
Memergoki Kalan terlihat bermesraan
bersama Meisya
"Apa ada yang Mama tidak ketahui?"
Saat wanita cantik itu bertanya soal sesuatu yang sedikit Janggal soal kedekatan putri nya dan laki-laki yang sering menyerupai perempuan itu sambil mengerutkan keningnya bisa dia lihat seketika senyuman di wajah putri nya itu berubah.
Meisya nya terlihat gelagapan.
Mama Helen semakin menaikkan ujung alisnya.
"Ma.."
"Tante?"
Dia fikir apa makhluk sakral yang bisa berubah-ubah persis seperti bunglon itu tengah mengencani putri cantik nya?.
"Mama kapan sampai?"
Meisya buru-buru berjalan mendekati Mama nya.
"Kami tidak melihat mobil Mama"
Ucap Meisya pelan.
"Kalau melihat nya pasti Mama tidak bakal memergoki kalian berdua seperti tadi bukan, misca?"
Ucap Mama Helen sambil menatap tajam bola mata misca.
"Ah tidak, siapa nama kamu kalau sedang tidak menjadi manusia jadi-jadian itu? kafan...?"
Omel Mama Helen cepat.
Seketika Kalan menaikkan sebelah alisnya saat mendengar ucapan Mama Meisya.
Seolah-olah ada music jrang jreng jrong di kepalanya.
Manusia jadi-jadian?.
Busyet kain kafan kali Tante, mati diri ku.
Batin Kalan.
"Bukan kafan Tante"
"Kolam..."
Oh Shi..t kolam ikan difikir nya.
Umpat kalan dalam hati nya.
"Bukan kafan atau kolam Tante tapi Ka....."
Dia baru mau menjawab tapi buru-buru dipotong oleh Mama Helen.
"Karam....kilan.. yah sembarang lah siapa saja nama kamu waktu tidak jadi manusia setengah bengkok biasanya"
Oceh Mama Helen panjang lebar.
"Kalan Mama"
Jawan Meisya cepat.
"Ah iya Kalan itu"
"Berhenti membahas nama, Mama tidak peduli siapa nama makhluk ini, sekarang katakan pada Mama ada apa di antara kalian?"
Oh my god, Kalan fikir bagaimana bisa Mama Helen mengatai nya makhluk? bukankah kata makhluk sarat akan dengan kata gaib? di fikirnya Kalan saat berubah menjadi misca merupakan makhluk gaib atau astral?.
Dimana Makhluk gaib di definisikan sebagai makhluk halus, makhluk yang tak kasat mata, atau makhluk astral dimana istilah yang digunakan untuk menyebut makhluk hidup yang keberadaannya tidak dapat dijangkau oleh indra manusia.
Tega sekali!.
Batin Kalan pelan.
"Ma...kami..."
Belum pula Meisya bisa menjelaskan apa yang terjadi pada mereka, sang Mama langsung menarik nafasnya dengan satu kali tarikan kemudian dia mulai bicara panjang x lebar x tinggi tanpa jeda sedikit pun.
"Kamu pacaran dengan manusia dua gender ini? apa yang terjadi sampai-sampai kamu tertarik pada makhluk jadi-jadian ini? dia ini sebenarnya Laki-laki atau perempuan?! benar-benar membuat bingung semua orang, apa rudal pukguksong milik nya menyala dan bisa di gunakan? jangan hanya didalam keadaan darurat saja, sebab Mama butuh kebahagiaan kamu dan juga cucu, tidak butuh rayuan gombal dari Laki-laki yang berkata cinta pada diri kamu"
Bayangkan ketika kecepatan kata-kata Mama Helen seperti kecepatan motor dengan speed diatas 160 kilo meter.
Membuat bola mata Semua orang menatap wanita itu untuk beberapa waktu.
"Tenang saja ma, jangan khawatir soal yang satu itu, rudal pukguksong milik nya berfungsi dan menyala kencang tidak hanya didalam keadaan darurat"
Tiba-tiba Meisya bicara dengan cepat ke arah sang Mama nya.
Mendengar ucapan putri nya seketika Mama Helen menjadi lega.
"Syukurlah kalau berfungsi dan bisa menyala dengan kencang"
Ucap wanita itu pelan sambil menghembuskan nafasnya untuk beberapa waktu.
Namun tiba-tiba seketika sebuah musik memenuhi kepala Mama Helen, wanita itu seolah-olah menyadari akan sesuatu.
Dia langsung menoleh ke arah Meisya.
"Apa? menyala? apa kau sudah mencoba nya? kalian sudah melakukan nya?"
Seketika Mama Helen bertanya dengan keterkejutan yang luar biasa.
"Ya?"
"Apa?"
Meisya dan Kalan seketika ikut terkejut.
"Kau...kau...."
Mama Helen langsung mengarahkan jadi telunjuk nya ke arah Kalan dan Meisya secara bergantian, wajah nya memerah karena malu dengan ucapan putri nya, tapi dia terkejut dan marah juga dengan apa yang barusan dia dengar dari gadis kecil nya itu.
Oh Tuhan, apa yang barusan aku katakan.
Pekik Meisya didalam hatinya.
Mama Helen langsung mencari alat penggorengan, dia menarik alat bergagang besi tersebut dan siap memukul Kalan.
"What? Tante...no... dengarkan penjelasan Kami lebih dulu"
Seketika keadaan dapur menjadi begitu heboh, aksi kejar-kejaran antar Tom and Jerry terjadi di sana malam ini.
Semua orang jelas terkejut setengah mati.
"Kau....sialan.... manusia gaib ..nikahi putri ku secepat nya ..."
Pekik Mama Helen sambil memukul Kalan dengan sabetan bertubi-tubi dari tangan nya.
"Aww.... Tante... ampun...Awww..."
"Mama...."