Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Takdir yang kita pilih


Masih Kembali ke beberapa hari kemarin


Setelah Yash dan Alessia bertemu


Saat seseorang mengganti pakaian Alessia


Setelah Alessia dan Kallan bertemu


Begitu tiba di restoran xxxxxxxx Hana turun dari mobil nya dibantu oleh bibi Tori secara perlahan, Erlan secepat kilat melesat masuk kedalam restoran tersebut dan mencari sosok Alessia.


karena takut bergerak terlalu banyak pada akhirnya Hana memilih untuk menunggu di sisi mobil mereka dengan menggunakan kursi roda yang telah dipersiapkan oleh bibi Tori dan Erlan.


entah berapa lama mereka menunggu, hingga akhirnya dari ujung sana Erlan tampak berlarian dengan keadaan tergesa-gesa.


"Bagaimana?"


Hana bertanya dengan tidak sabaran.


"Mereka telah pulang"


Ucap laki-laki tersebut cepat.


Mendengar ucapan laki-laki tersebut buru-buru Hana meraih handphone nya yang ada didalam tas tangan nya, sejenak perempuan tersebut membeku saat dia sadar terdapat sebuah pesan yang masuk sejak tadi.


Aku benci mengatakan nya, tapi apakah kamu yakin dia anak baik-baik? dia persis seperti seorang pelacur, Hana. Pakaian nya sangat mengganggu ku begitu juga penampilan nya.


Hana sejenak terdiam, dia menatap layar handphone nya untuk beberapa waktu.


dia cukup bingung harus menjawab apa pada akhirnya secara perlahan jemarinya mulai mengetik sesuatu di dalam handphone-nya.


Aku bukan tipe orang yang suka membela diri tapi ada sedikit kesalahan yang kulakukan malam ini pada Alessia.


kamu mengenalku untuk waktu yang sangat lama Yash, Hampir 25 tahun sejak kita pacaran hingga menikah bukan waktu yang sejenak untuk tahu bagaimana seleraku dalam memilih sesuatu, jika ada seorang istri yang dirumuskan suaminya pada lembah kehancuran maka dia tidak akan bertahan bersamamu dalam suka dan duka selama waktunya yang tidak bisa ditentukan.


jangan menilai seseorang dari penampilannya, kamu sendiri yang bilang bukan? yang tertutup belum tentu baik isinya, dan yang terbuka belum tentu buruk pula isinya. kamu belum mencobanya Yash, jangan terlalu cepat untuk menyimpulkan.


Sending✔️.


Hana menarik pelan nafasnya kemudian dia menyimpan kembali handphonenya ke dalam tasnya, setelah itu perempuan tersebut menatap ke arah Erlan.


"bisa melacak keberadaannya melalui gps-nya?"


Ana bertanya pada laki-laki itu sembari menatap dalam bola mata Erlan, dia berharap jawabannya bisa jangan sampai tidak sama sekali, bahkan dia berharap handphone Alessia menyala dan tidak dimatikan.


mendengar ucapan nyonya nya, Erlan langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Aku akan melacak keberadaan nya"


dia menjawab dengan mantap, sejak awal Erlan jelas sudah menduga hal-hal seperti ini akan terjadi karena itu dia telah mengantisipasi banyak hal dan mencoba untuk bergerak lebih lugas dan juga lebih cekatan.


dia tahu cepat atau lambat setelah nyonya nya pergi, kehadiran dan keberadaan Nona Alessia akan menjadi ancaman banyak orang dan gadis itu benar-benar harus dijaga dengan baik dan tidak bisa tidak diawasi secara hati-hati.


dan itu artinya saat nyonya Hana pergi, dia sendiri harus menapak pada kakinya sendiri untuk melindungi Nona Alessia dengan segenap tenaganya dan juga segenap hatinya, menganggap gadis itu tidak lain sama seperti nyonya Hana nya dan mematuhi Ucapan gadis tersebut seperti dia mematuhi ucapan nyonya nya.


Erlan ingat betul saat nyonya Hana mendapatkan dirinya dan merekomendasikan kehadiran nya sebagai asisten tuan Yash, perempuan tersebut telah mengantisipasi banyak hal dan sudah memberitahukan kepada Erlan apa yang akan terjadi dalam hidup nya kedepan nya.


apa yang akan dia lalui dan dia lewati tidak akan semudah yang dibayangkan dan diharapkan, karena menjadi orang terpercaya dan juga pilihan dari nyonya Hana serta memiliki masa lalu yang terlibat dalam kisah keluarga nyonya nya jelas memiliki resiko yang besar dan menempah dirinya harus memasang mata awas dan tindakan Penuh kewaspadaan.


Laki-laki tersebut pada akhirnya mencoba untuk melacak keberadaan Alessia dengan mengambil sebuah laptop dari dalam mobil tepat di mana dia duduk kemudian membukanya dengan cepat.


Erlan berusaha untuk bersikap senang mungkin dan mencari di mana keberadaan gadis tersebut, cukup lama hingga akhirnya dia menemukan keberadaan Alessia.


"aku pikir dia pergi menuju ke rumah sakit, nyonya"


ucap Erlan sembari melirik ke arah sang nyonya nya.


mendengar ucapan Erlan buru-buru Hana meminta bibi Tory untuk membantunya naik atas mobil, kemudian perempuan itu berkata.


"Mari kita pergi menemui dirinya".


Setelah berkata seperti itu secara perlahan bibi Tory membawa Hana untuk naik atas mobil tersebut dibantu oleh Erlan, setelah memastikan jika sang nyonya telah naik ke dalam mobil dan memposisikannya dalam keadaan yang baik juga, erlan secepat kilat langsung bergerak menuju ke arah depan dan memutar menuju ke arah kursi sopir.


setelah itu laki-laki tersebut dengan cepat langsung naik ke bangku kemudi lantas langsung melajukan mobilnya menuju ke arah rumah sakit di mana Alessia diyakini berada saat ini.


cukup lama mereka saling diam di dalam mobil tersebut di mana erlan fokus mengendarai mobilnya, hingga akhirnya mereka mendekati posisi rumah sakit di mana Alessia kini berada.


tiba-tiba erlan memperlambat laju mobilnya, dia mencoba menajamkan penglihatannya untuk beberapa waktu dan meyakinkan dirinya jika dia tidak salah melihat orang.


"Nyonya aku pikir itu adalah tuan muda Kallan?!"


Erlan bicara dengan cepat kemudian dia menghentikan laju mobilnya, laki-laki itu menoleh ke arah belakang menatap sang nyonya nya, dia meyakini matanya jika yang dia lihat adalah benar-benar putra nyonya nya.


Hana tanpa mencoba menatap ke arah depan yang dimaksud oleh erlan di mana terlihat dua sosok anak manusia yang saling berhadapan antara satu dengan yang lainnya, meskipun dia tidak bisa mendengarkan percakapan di antara kedua orang tersebut tapi bisa dilihat itu benar-benar adalah Kallan dan juga Alessia di mana putranya tampak terlihat marah dan mencoba untuk mengajak gadis tersebut terus bicara.


seolah-olah tahu percakapan apa yang akan terjadi kepada kedua orang tersebut, Hana berkata.


"tetap menepi di sini dan jangan bergerak lebih dulu, biarkan mereka menyelesaikan pembicaraan mereka"


ucap perempuan itu cepat sembari bola matanya sama sekali tidak lepas menatap ke arah depannya.


Bibi Tori terlihat sedikit cemas, dia kemudian menggenggam erat telapak tangan nyonya Hana, ekspresi wajahnya terlihat begitu sedih bahkan seolah-olah dia menatap iba ke arah tuan mudanya yang ada di ujung sana.


"aku pikir tuan Kallan pasti sangat kecewa"


ucap perempuan itu nyaris tidak terdengar.


Hana tidak menjawab, perempuan itu menghela nafasnya untuk beberapa waktu, dia juga sebenarnya menatap cemas ke arah putra nya saat ini, tapi alih-alih mencemaskan putranya dia lebih mencemaskan semua orang saat ini.


"bukankah Bibi tahu hubungan mereka tidak mungkin bisa diteruskan?"


tiba-tiba Hana bicara lantas menoleh ke arah sisi kirinya di mana bibi Tory duduk di sampingnya, bola mata perempuan itu menatap sembari berkaca-kaca ke arah bibi Tory, dia tidak dapat mengulas senyumannya sama sekali karena dia tahu semua orang saat ini sedang terluka tanpa terkecuali.


"mungkin aku terlihat begitu kejam, realitanya apa yang aku lakukan hari ini pasti akan membuat semua orang merasa berterima kasih"


ucap Hana sembari berusaha mengembang kan senyumannya.


"Lamban laut Kallan akan mendapatkan kebahagiaannya, dan aku percaya Yash akan mencintai Alessia"


setelah berkata begitu air mata perempuan itu seketika jatuh dan tumpah, dia tidak bisa menahan sesak di hatinya saat ini, tidak dipungkiri seperti katanya semua orang tengah terluka, tapi dia percaya apa yang menjadi keputusannya adalah keputusan yang paling terbaik untuk semua orang.


mendengar ucapan nyonya di bibi Tori terlihat ikut menangis, dia sama tidak bisa membendung air matanya, tanpa menjawab apapun ucapan dari nyonya Hana, wanita itu buru-buru mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Kallan satu hari akan memahaminya"


lanjut Hana lagi lantas dia berusaha membuang pandangannya.


******


di antara langit yang nyaris tidak berbintang bahkan tanpa dihiasi rembulan, dikala Kallan meninggal kan dirinya dalam keadaan begitu marah, Alicia masih berusaha untuk berpijak pada kakinya, menampilkan kesan betapa kuat dan kokohnya dia saat ini, juga menampilkan kesan betapa sombongnya dia saat membuang laki-laki tersebut.


laki-laki itu meninggalkan Alessia dengan memunggungi dirinya, bisa dia lihat punggung Kokoh laki-laki tersebut ya semakin lama semakin menjauhi dirinya, punggung beberapa waktu ini menjadi tempat bersandarnya, punggung Kokoh menjadi tempat dia menangis tanpa berani berkeluh kesah, satu-satunya juga punggung yang selalu mengisi hari-hari berat nya.


Kini punggung tersebut benar-benar pergi menjauh, meninggalkan dirinya didalam keheningan malam dimana sebenarnya dia butuh tempat untuk bersandar.


Begitu punggung tersebut benar-benar menghilang dari pandangan nya, Alessia seketika menjatuhkan tubuhnya ke lantai tanah tersebut, dia mencoba menahan Isak tangis nya yang sudah ingin pecah sejak tadi.


Pada akhirnya tangis gadis tersebut pecah, di antara deru angin dan hujan rintik-rintik yang mulai membasahi bumi, gadis itu mulai menangis memecah keheningan malam, dari isakan berakhir pada raungan menyayat hati yang tidak bisa dia tahan.


Apakah langit begitu kejam?!.


Siapa tahu rahasia Tuhan?!.


Bukan kah jalan takdir yang kita lewati sudah menjadi garisan yang kita diskusikan sebelum dilahirkan?!.


Jadi jangan menangis untuk hal yang menyakitkan dan anggaplah semua sekedar salah satu ujian.


Dibelakang sana Hana bergerak membawa payung mendominasi berwarna hitam, berdiri di belakang Alessia dengan jarak yang tidak begitu jauh, mendengar kan tangisan gadis itu untuk waktu yang cukup lama.


Dia ikut terisak dalam diam sembari berkata.


"Maafkan aku, maafkan aku, benar-benar maafkan aku"


******


Apa kau tahu Kallan? hal yang paling menyakitkan di dunia ini adalah kehilangan, aku melewati banyak masa dan kehilangan banyak orang-orang yang aku cintai, meskipun rasanya berat, aku selalu berkata kalian hanyalah salah satu sosok yang menemani hari-hari ku dalam dunia fana.


Dunia ini hanya naungan sementara, lamban laut masing-masing dari kita akan pergi tanpa membawa siapapun dan juga apapun.


Aku mencintaimu tapi Memilih bersama mu jelas pilihan paling berat dalam hidup ku, ada orang lain yang jauh lebih berarti untuk ku.


Alessia.