Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Tidak bisa menolaknya


Villa ke dua keluarga Abizard


Area Puncak


Bogor


Setelah melewati perjalanan Jakarta-puncak melewati tol Jagorawi, pada akhirnya mereka tiba di sebuah villa keluarga NAKHEL GROUP disana.


Abizard secara perlahan membuka pintu mobil dan mencoba membantu sang calon Mama mertua turun dari sana.


Diikuti sang Papa mertua yang juga turun dari dalam mobil tersebut.


Abizard fikir tempat ini adalah tempat terbaik untuk sementara waktu bagi Indri dan keluarga nya mengungsi hingga mereka benar-benar siap untuk tampil di muka publik dan siap untuk melakukan konferensi pers.


Dia masih butuh persetujuan Dimas terlebih dahulu, setelah itu bicara dengan Indri kemudian melakukan rembukan antara orang tua nya dan orang tua Indri untuk menentukan keputusan final soal hubungan mereka.


"Ya Allah Papa itu sandal kenapa?"


Terdengar pertanyaan bingung Mama Nur saat sadar sandal suami nya antara kiri dan kanan tidak sama.


Satu sandal yang cukup bagus, satu lagi sandal jepit bewarna biru.


Seketika Papa Indri menoleh ke arah kaki nya.


"Alamakkkk"



Laki-laki itu jelas terkejut setengah mati saat menyadari sandal yang dia gunakan saat ini.


Buru-buru Papa Indri mengangkat sebelah kakinya dengan perasaan malu-malu.


"Ini efek panik setengah mati, kalau di kata ini nama nya khilaf sementara"


Ucap laki-laki itu sambil cengar-cengir kuda, menatap sang menantu dengan malu-malu kucing.


Abizard mencoba untuk menahan tawanya, menampilkan wajah berwibawa miliknya.


Padahal jika di diizinkan dia ingin sekali tertawa, apalagi sang Calon mama mertua malah mencoba mengangkat kaki Papa Indri ke atas sambil menatap Abizard dengan gerakan malu-malu juga.


"Itu bukan masalah, nanti Abi akan minta seseorang membawa sandal yang baru untuk Papa"


Ucap Abizard sambil berusaha mengembang kan senyumannya.


"Coba lihat kaki Dimas, dia pakai sandal terbalik tidak?"


Sang Papa bicara cepat, berharap anak laki-laki nya menggunakan sandal terbalik juga, kalau dengan pasangan yang sama kan bisa langsung bertukar posisi fikir nya.


"Nggak Pa, yang Dimas pakai benar"


Dimas jelas menjawab cepat, dia fikir dia belum kehilangan kesadaran nya saat berlarian kocar-kacir dari rumah.


Kalau sampai salah juga menggunakan sandal, bisa diletakkan kemana muka nya di hadapan Syahnaz.


Sang Papa benar-benar menyimpan harapan buruk soal sandal milik nya.


"Ngomong-ngomong kita ini dimana?"


Tanya laki-laki paruh baya lebih itu pada Abizard, dia terlihat menaikkan ujung alisnya saat menatap bangunan Villa dihadapan nya.


"Di puncak Pa"


Jawab Indri cepat.


"Iya Ini puncak, maksud Papa ini kita ditempat siapa?"


"Di tempat Abizard pa, sementara hingga situasinya mendingin, Papa, Mama dan yang lain nya bisa tinggal di sini saja lebih dulu, saat semuanya sudah aman terkendali, Abizard pastikan kita kembali ke Jakarta"


Mendengar ucapan Abizard seketika laki-laki itu menjadi sedikit kebingungan.


"Tinggal di sini?"


Tanya papa Indri lagi.


"Ya Pa"


Tunggu dulu..


Seketika laki-laki itu mencoba untuk berfikir, pada akhirnya dia langsung bertanya dengan keadaan bingung.


"Kalau begitu bagaimana dengan dagangan Mama dan Papa? bagaimana pesanan beberapa pelanggan setia? terus bagaimana kita menitipkan mpempek lain nya ke toko-toko langganan? Indri dan Dimas kerjanya juga bagaimana?"


Jutaan pertanyaan menghantam laki-laki tersebut, agak khawatir dengan semua keadaan saat ini.


Melihat kepanikan sang calon mertua seketika Abizard mengulumkan senyuman nya.


"Abizard dan Dimas sudah membicarakan semua nya Pa"


Laki-laki itu bicara lantas memapah Laki-laki itu agar masuk ke dalam villa tersebut diikuti yang lainnya.


"Dimas bisa kerja dari sini menggunakan mobil Abizard, Indri akan Abizard bawa ke rumah Mama untuk sementara waktu, sebab akan menyulitkan Indri untuk pulang dan pergi bekerja dari sini, Indri akan jauh lebih aman di rumah mama, saat malam kami akan datang kemari, sedangkan disini yang akan membantu Mama dan Papa sementara Abizard serahkan pada Syahnaz"


Ucap Abizard sambil mengembangkan senyuman nya.


Mendengar ucapan Abizard, Syahnaz yang tengah membuka salah satu pintu kamar seketika langsung menoleh ke arah Abizard.


"Ya?"


Gadis itu langsung bertanya bingung.


"Kamu bisa tinggal disini untuk sementara waktu bukan? "


"Tapi.."


Dia ingin menolak tapi Abizard langsung memotong ucapan nya.


"Dimas bisa jadi butuh bantuan kamu untuk menjaga kedua orang tua nya saat dia pergi bekerja, untuk urusan makan dan lainnya ada pengurus villa yang akan membantu kamu"


Ucap Abizard lagi.


"Tapi kak"


"Hanya untuk beberapa waktu, tidak lama"


Pinta Abizard sambil menatap dalam bola mata adik sepupunya itu.


Gadis itu jelas kehilangan kata-kata nya, Syahnaz hanya bisa menelan salivanya.


Di sudut ruangan sisi kiri Dimas pura-pura tidak mendengar kan percakapan mereka, laki-laki itu terlihat menaikkan ujung bibirnya untuk beberapa waktu.


*******


Catatan \=


Kisah misca dan Meisya yang penasaran kok bisa mereka jadian padahal kisah nya kemarin Baru sampai di Palembang nanti di update bertahap yah makkkk.


Ada kisah gimana misca bisa ketahuan kalau dia laki trus pejalanan panjang kisah dia dan Meisya serta keluarga asli nya yahh bakal author tulis satu per satu.