
Cito keluar dari kamar wanita itu dengan perasaan tak menentu.Ia membiarkan Cinta lemas tak berdaya,karena ia menggempurnya terus menerus tanpa ada sedikit pun jeda.
Dia mengemasi barang-barang miliknya,sudah tidak sudi lagi tinggal di rumah ini,harga dirinya hancur sudah.Dengan mudahnya Cinta menjadikannya sebagai budaknya.
Sedangkan Cinta yang tengah terkapar di ranjang mulai membuka matanya perlahan.Padangannya sedikit kabur,padahal ia sudah mengkonsumsi vitamin sebelumnya,tapi kenapa ia bisa sampai tak sadarkan diri.
Di ambilnya handphone yang ada di atas meja.Mbak Sinta,ya tujuannya adalah wanita itu.
"Mbak aku teler nih,kerumahku ya sekalian bawain aku dokter,"ucap Cinta dalam telfon.
"Iya,"jawab Sinta yang baru bangun tidur.
Telephone pun mati.
Beberapa jam kemudian Sinta datang dengan dokter pribadinya.Dokter yang di bayar tidak hanya dengan memakai uang.Namun juga imbalan plus-plus,terdengar sangat menjijikkan.Tapi itulah kenyataannya.
Setelah dokter memeriksa Cinta,Sinta pamit pulang terlebih dahulu.Ia sudah tahu apa yang di lakukan oleh dokter itu.Dokter yang ternyata sudah di pecat dari pihak RS dan tidak bisa bekerja di RS manapun karena kesalahan fatalnya yang *** pasien sedang kritis.Dokter yang bertugas mengobati pasien,malah melakukan hal tak senonoh pada pasiennya hingga sekarat.Padahal di dalam ruangan tersedia kamera cctv.Setelahnya dokter itu pun di penjara hingga beberapa tahun lamanya.
Dan saat ini dokter itu membuka sendiri praktek kerjanya secara tertutup.Hanya beberapa kalangan saja yang mengetahuinya,termasuk Sinta.Anggap saja dokter ilegal.Dokter yang tanpa memiliki Surat Izin Praktik (SIP) membuka praktek tanpa izin dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/kota.
Dan di dalam kamar itu sang dokter menuntut imbalannya,meski pasiennya sedang dalam keadaan tidak sehat,ia tetap melakukan yang sudah jadi haknya sesuai perjanjian.
"Dasar dokter gila,"ucap Cinta dalam hati."Kenapa mbak Sinta tidak mengatakannya,"hingga kini ia harus melayani dokter gila itu.
Badannya rasanya remuk sekali."Kok ada dokter seperti itu sih?"batinnya.
******
Malam hari tepatnya pukul 23.00.Handphonenya berdering terus menerus.Sedangkan yang punya Hp sedang terlelap dalam tidurnya.Sebenarnya Cinta mendengar suara deringan itu,tapi matanya sangat sulit di ajak kompromi.
Di bukanya pintu kamar Cinta."Ya ampun gelap sekali,"teriaknya."Cinta,"Sinta berusaha membangunkan wanita itu.Dan yang di bangunkan pun tidak berkutik sama sekali.Tidak ingin ambil pusing,di ambil sedikit air di atas meja,kemudian di cipratkannya sedikit demi sedikit sampai empunya membuka mata.
"Mbak sinta,ada apa?"tanya Cinta yang mulai sadar.
"Ada pelanggan cin,nyari'in kamu terus tau.Sayang sekali jika di tolak kan,"ucap Sinta.
"Mbak aku sudah nggak kuat lagi.Dokter gila itu menggempurku habis-habisan,"jawab Cinta.
"Aaah,payah kamu Cin.Jika kamu terima pelanggan ini,kamu bisa jadi milyader tau,bahkan bisa jadi kamu di jadikan istri simpanannya,"ucap Sinta.
"Tapi mbak aku sudah tidak kuat,mbak Sinta saja deh yang melayaninya,"jawab Cinta.
"Tapi yang di cari itu kamu cin,dia tu cari yang muda-muda seperti kamu itu,"ucap Sinta.
Tidak ingin berdebat terus menerus karena bisa saja membuang-buang waktu,Sinta langsung menarik Cinta yang terlentang polos.
"Eeeh,bau sekali.Berapa orang yang ***mu tadi sampai bau***seperti ini,"oceh Sinta sambil menutup hidungnya.
Cinta tidak menjawab sama sekali.Ia hanya menatap pantulan dirinya di cermin.Sungguh sangat berantakan.Sedangkan Sinta mengobrak abrik lemari,mencari baju untuk Cinta kenakan.Ia mengelap badan Cinta dengan handuk basah,kemudian menyemprotkan minyak wangi sebanyak mungkin supaya bau tidak enak itu bisa hilang.
Tidak lupa ia memberikan satu butir vitamin kemulut Cinta dengan dorongan air putih supaya bisa masuk kedalam tenggorokkannya.
"Dah siap ayo berangkat,"Sinta langsung mengangkat tangan Cinta supaya berdiri.Meski jalan agak sempoyongan tapi Sinta tetap saja tak memperdulikannya.Sampai di mobil ternyata Sinta tidak menyetir sendiri.Ia sengaja menyewa sopir untuk saat ini.Di bukanya makanan yang Sinta ambil di meja makan tadi,kemudian ia mulai menyuapi Cinta sedikit demi sedikit sampai habis tak bersisa.
Butuh waktu satu setengah jam lebih untuk sampai ke tempat yang dituju.Setelah makan Cinta tertidur pulas setelah menghabiskan makanannya.Sedangkan Sinta asyik dengan handphonenya,ia membiarkan Cinta istirahat terlebih dahulu.
Bersambung...