
Wanita itu berdiri tepat di depan pintu,pandangannya lurus ke depan.Dengan baju panjang yang ia pakai hingga di atas mata kakinya.Di kepalanya terpasang kerudung panjang yang menutupi hingga bagian dadanya nan cantik,Wajahnya semakin terlihat cantik semakin ayu.Dialah Cinta,dengan dirinya yang mantap berhijab.Sesuatu yang baik,pasti akan selalu bersamanya meski dengan sebuah perjuangan.
Baru satu langkah ia menapakkan kakinya di halaman rumah,segerombol ibu-ibu yang lewat depan rumahnya berbisik-bisik dengan pandangan sinis."Eh Cinta, tumben di rumah? lagi libur tidur ma om-om ya?"ejek salah satu ibu itu.
Cinta hanya tersenyum menanggapinya,ia berusaha tenang dan tidak mudah terpancing dengan suasana.
"Pakek kerudung lagi,buat nutupi kamu yang kotor itu ya?"ejek salah satunya lagi.
"Penampilan religi,tapi pekerjaan jadi pela**r untuk apa? menjijikkan,"yang lain pun menimpali.
"Astagfirulloh,"gumam Cinta."Maaf ibu-ibu saya permisi ada perlu.Cinta pun berlalu meninggalkan para ibu itu yang masih saja terus membicarakannya.
Hari ini ia berniat mengurus semua surat-surat rumah yang akan ia jual,Alhamdulilah begitu ia mempostingnya di media sosial banyak sekali para jutawan yang ingin membelinya.
Entah karena benar-benar membutuhkan rumah itu atau ingin mendekati Cinta yang sudah terkenal sebagai bintangnya di club malam.
Setelah selesai dengan urusannya Cinta pergi membawa sekoper uang kes ke yayasan panti asuhan.Niatnya sudah bulat ingin memberikan semua harta yang di milikinya pada yang lebih membutuhkan.Tidak hanya rumah yang ia jual.Mobil,sepedha motor bahkan aset-aset perusahan yang ia dapat dari pekerjaan nya dulu ia jual semuanya tanpa sisa.
Sekarang hanya tinggal rumah peninggalan orang tuanya saja yang ia punya.Bahkan uang sepeserpun ia tak memilikinya.Niatnya sudah bulat,tidak ingin makan dari hasil pekerjaannya dulu.Semuanya ingin murni ia dapat dari pekerjaan yang halal.
Karena tidak mempunyai uang,Cinta berjalan kaki menyusuri trotoar mencari pekerjaan.Nasibnya yang beruntung,di seberang jalan sana tertulis sebuah lowongan pekerjaan di sebuah cafe terkenal.
Kendaraan berlalu lalang begitu ramai,butuh waktu 10 menit hingga akhirnya Cinta berhasil menyeberang ke cafe yang ia tuju.
"Assalamualaikum,"salamnya pada karyawan yang sedang meracik sebuah minuman.
"Waalaikumsalam,"jawabnya lemah lembut.
"Mbak maaf,saya mau melamar pekerjaan di sini,apakah bisa?"tanya Cinta.
Karyawan itu melihat penampilan Cinta dari atas sampai bawah."Mbak yakin mau melamar di sini?"
"Tentu,kenapa tidak?"jawab Cinta.
"Tapi atasan kami mencari karyawan yang memiliki penampilan seperti kami mbak,"ucapnya.
"Memangnya kalau saya berpenampilan seperti ini kenapa? apakah tidak akan di terima?"tanya Cinta.
Belum sempat sang karyawan menjawab datang seorang lelaki tampan berpakaian formal dari belakang Cinta.
Cinta pun menoleh ke arah belakang.Tepat di mana lelaki itu berdiri."Bukankah dia lelaki itu?"gumamnya dalam hati.
Dan laki-laki itu kaget setelah tahu wajah wanita di depannya."Bukannya kamu Cinta?"
Dan Cinta mengangguk.
"Aku merubah keputusanku,kamu saya terima kerja di sini,"ucapnya kemudian."Ayo,ikut keruanganku.Aku akan memberimu penjelasan tentang pekerjaan di sini."
Cinta mengikutinya menuju sebuah ruangan khusus,ruangan yang di dekorasi begitu mewah,tidak hanya ada meja dan kursi kerja saja,tetapi ada satu pintu yang mungkin di dalamnya terdapat ruang pribadi yang ia gunakan untuk beristirahat.
"Duduklah,"titahnya.Dan Cinta menurut,ia duduk di hadapan lelaki itu.Tertulis sebuah nama di papan kecil yang berada di meja.
"Raditya nugraha purnomo,"ucap Cinta membaca papan nama itu.
"Itu namaku,ucapnya.Kamu baru tahu namaku tapi aku yakin kamu masih ingat betul siapa aku kan Cinta?"ia mendudukan dirinya di atas meja.Tepat di hadapan Cinta."Dan tentu kau masih ingat setiap hari sabtu aku menyuruhmu datang kerumahku,"ia mengedipkan sebelah matanya.
"Maaf,saya datang kesini untuk melamar pekerjaan bukan untuk membahas hal yang lain,"ucap Cinta.
"Hahaha...bukankah tidur denganku waktu itu juga bagian dari pekerjaanmu?"tanyanya."Aku masih ingat betul bagaimana liarnya dirimu Cinta,bahkan aku sangat ketagihan,"bisiknya.
"Itu dulu,sekarang tidak lagi.Aku berhenti dari dunia malam.Aku ingin melamar perkerjaan di sini,"ucap Cinta.
"Aku hampir saja tidak mengenalimu yang sekarang ini Cin,kau sungguh berbeda semakin cantik,tapi satu yang masih tetap sama.Aroma tubuhmu yang menggoda,"ucapnya semakin mendekati Cinta.
"Berhenti,"Cinta pun berdiri."Permisi aku tidak jadi melamar kerja di sini."Ia mulai merasa muak dengan lelaki di hadapannya.Dia hanya ingin bekerja bukan untuk membahas masa lalu ataupun tentang dirinya.
"Hei,aku hanya bercanda.Okey aku tidak akan membahasnya.Kamu saya terima bekerja di sini.Mulai hari ini kamu bisa bekerja,"ucapnya kemudian.
"Aku tidak akan melepaskanmu Cin,mungkin penampilanmu saja yang berubah,tapi aku pastikan jiwa liarmu masih sama.Dan aku akan membangkitkannya kembali nanti jika tiba saatnya,"batinnya dalam hati.
Cinta benar-benar ingin menjadi lebih baik,ia bekerja sungguh-sungguh.Banyak pengunjung yang mengenalinya,godaan dan hinaan pun mulai keluar dari mulut mereka.
Dengan terang-terangan seorang om-om yang pernah tidur dengannya memberi Cinta cek milyaran di depan pengunjung lain,dan itu membuat harga dirinya seperti di injak-injak.Cibiran dari mereka yang melihat bahwa pelac*r menyamar jadi ibu nyai dan lain sebagainya.Semuanya tak lepas dari pengawasan atasannya lewat cctv yang tergantung di setiap sudut ruangan.
Begitu susahnya menata hati agar bisa tenang menghadapi kenyataan.Ingin rasanya ia marah dan berteriak.Tapi kembali lagi, biarlah..mereka tahu dengan apa yang mereka lihat.Tapi hati seseorang siapa yang tahu.Biar sesuka hati mereka mengatakan apa,belajar bersabar.Ia ingin seperti ibunya.Menjadi sosok yang penyabar dan ikhlas.
Bersambung...