Taubatnya Sang Pendosa

Taubatnya Sang Pendosa
Bimbang


"Aaaaaarg berantakan,ya semua berantakan.Kenapa dia bisa seceroboh itu,bisa hancur jika Rio tahu akulah yang bekerja sama dengan si penghianat itu.Dan Cinta,kenapa kau membohongiku Cin? dengan mudahnya kau mengelabuhiku,"Radit yang merasa semuanya kacau jadi uring-uringan sepanjang hari.Meski usahanya ingin menjatuhkan perusahaan Rio hampir saja berhasil tapi dengan mudahnya lawannya itu membalikkan keadaan.Terlepas dari pekerjaan ia berharap dengan bertemu dengan Cinta,sedikit bisa memperbaiki mood nya yang sedang buruk,namun yang ia dapat juga sebuah kekecewaan,wanita itu membodohinya.


Padahal jelas-jelas jika Cinta waktu itu menyewa salah satu kamar yang kosong dan saat ia mendatangi kamar itu hari ini ternyata bukan Cinta yang menepati,bahkan orangnya bilang ia sudah hampir 4 bulan tinggal di kamar itu.


****


Seperti yang kemarin Cinta katakan,pagi-pagi sekali ia harus berangkat memenuhi panggilan kerja,belum ada bemo yang terlihat tapi sebuah mobil berhenti tepat di depannya.Kaca mobil di buka,bisa di lihat seseorang yang memakai kacamata hitam dan masker sebagai penutup wajahnya.Sekilas terlihat seperti penculik atau orang jahat Cinta pun jadi takut.Ia turun kemudian membukakan pintu untuk Cinta,Sempat Cinta memberontak karena memang lelaki itu misterius sekali,namun saat kaca mata di buka dan masker di turunkan Cinta langsung memukuli bahu lelaki itu bertubi-tubi.


Buk buk buk...


"Aduh aduh ampun Cin,"rintihnya.


"Rio,kenapa kamu pakai masker segala? aku kira kamu penjahat,"mendengarnya Rio terkekeh geli.


"Maaf,ya sudah ayo masuk,"ajaknya.


"Kenapa pagi-pagi kamu sudah sampai di sini?"tanya Cinta setelah di dalam mobil.


"Kebetulan lewat saja,"jawabnya singkat.Padahal sengaja pagi ini Rio mendatangi panti untuk bertemu dengan Cinta,namun karena bu panti bilang Cinta mendapat panggilan kerja,ia pun memutuskan mengikuti Cinta akan bekerja di mana.


Sebenarnya setelah Cinta keluar dari perusahaannya,bagian yang kosong itu masih belum ada penggantinya.Tapi Rio enggan menawarkan pekerjaan lagi,karena ia tahu betul apa jawaban yang akan dia dapat.


Tepat di depan sebuah gedung yang bertuliskan SLB Cinta meminta Rio menghentikan laju mobilnya.


"Apa kamu akan bekerja di sini Cin?"tanyanya.


"Iya,tempat ini mengingatkanku pada almarhumah ibuku.Dulu beliau juga bekerja di sini,"tutur Cinta.Tidak ingin larut dalam masa lalu Cinta bergegas turun dari mobil.


"Terimakasih Rio,maaf saya harus masuk dulu."Rio mengangguk sebagai jawabannya.Tidak berlama-lama ia pun kemudian bergegas pergi meninggalkan tempat itu menuju perusahaannya.


Cinta kini berada dalam sebuah ruangan bersama dengan seorang wanita paruh baya yang merupakan ibu kepala dari SLB.Selain sebagai kepala sekolah beliau juga merupakan sahabat dari mendiang almarhumah ibunya.Jadi atas bantuan beliau akhirnya kini Cinta bisa bekerja di situ.


Waktu itu sempat ibu kepala ragu menerima Cinta,karena dari berita yang ia dengar Cinta merupakan wanita malam,dan itu di benarkan oleh Cinta sendiri.Ia sama sekali tidak menutupi kebenaran itu,semuanya ia perjelas di awal hingga ia pun harus menceritakan secara keseluruhan sampai saat ini.Butuh keberanian untuk mengakui betapa buruknya ia,namun lebih baik jujur dari pada menyembunyikan kebenarannya.


Dan inilah sekarang,ia sedang bersama dengan murid-muridnya dengan mereka yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing,Cinta harus mengerti satu persatu karakter masing-masing anak.Bukan hal yang mudah,namun ia yakin berkat bimbingan juga kesabarannya ia bisa melakukan tugasnya dengan baik.


"Sudah pasti menjemputmu,mau apa lagi memang?"jawab Rio.


"Iyaa,tapi kenapa kau menjemputku?kamu kan ada pekerjaan yang lebih penting dari pada ini,"tanya Cinta.


"Ingin saja,yuuuk aku mau mengajakmu ke suatu tempat,"Rio membuka pintu mobilnya.


Cinta pun menurut saja karena menolak pun percuma Rio akan tetap membawanya.Tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut keduanya,hening dan membuat sedikit canggung bagi Cinta."Kita mau kemana?"akhirnya Cinta membuka mulutnya untuk mengurangi rasa canggungnya.


Belum menjawab mobil sudah berhenti di tepi danau yang begitu indah pemandangannya.Cinta keluar tanpa menghiraukan panggilan Rio,ia berjalan dengan pandangan takjup."Sungguh indah ciptaan Tuhan,"lirihnya.Namun Rio masih bisa mendengar apa yang di katakan Cinta.


"Begitulah dirimu,kau ciptaan Tuhan yang begitu indah,dan sangat di sayangkan jika di biarkan begitu saja.Maka aku ulangi lagi penyataanku waktu itu,bahwa aku ingin kau menjadi bagian dari hidupku,bagian dari nafasku,"tiba-tiba Rio duduk berjongkok di depan Cinta dengan kedua tangannya memegang sebuah cincin bermata satu.


Cinta menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.Sungguh bukan pertama kalinya Rio mengucapkan itu,namun kali ini tidak tahu kenapa hatinya begitu tersentuh dengan apa yang laki-laki itu ucapkan.Namun jauh di lubuk hatinya masih ada sedikit rasa minder,rasa takut akan masa lalunya.


Cinta mundur satu langkah,ia berbalik membelakangi Rio yang hanya diam menunggu jawabannya."Saat kita melakukan hubungan itu,aku yakin kamu bisa merasakan jika aku sudah tidak virgin lagi,lalu kenapa kamu masih saja ingin menjadikanku bagian dari hidupmu?"ucapnya lirih.


"Lalu aku harus bagaimana? aku mencintaimu tanpa memandang masa lalumu,"jawab Rio.


Seketika Cinta membalikkan badan,ia menatap dua pasang mata yang tengah menatapnya dengan pandangan teduhnya."Kau tahu masa laluku?"


"Apapun masa lalu mu tidak penting bagiku Cin,aku hanya melihatmu yang sekarang.Kau cantik tapi bukan hanya parasmu,aku percaya pada mu Cin,hanya kau yang pantas untuk melengkapi kekuranganku."


"Aku sangat tidak pantas untukmu Rio,carilah wanita yang benar-benar baik dari hati,yang sepadan denganmu,"


"Dan itu hanya adalah kamu,"potong Rio."Aku tidak mencari yang sepadan atau yang sederajat,tak kan ada artinya bagiku,"tanpa aba-aba Rio langsung meraih jemari Cinta dan ia langsung memakaikan sebuah cincin itu di jari manis Cinta.


Hendak melepas cincin yang sudah melingkar di jemarinya,Rio memegang erat tangan sang pemilik."Jangan kau lepaskan,aku tidak ingin kau menyakiti dirimu sendiri.Perasaan kita sama,kenapa kau selalu menyangkalnya Cin?"


Cinta pun semakin bimbang,dengan menerima Rio itu artinya akan ada 2 hati yang tersakiti.dan itu tidak lain adalah orangtua Rio sendiri.


Bersambung..