
Para dokter yang akan melakukan otopsi pun terlonjak kaget setelah mengetahui pasiennya membuka matanya lebar.
Mereka kebingungan dengan kejadian ini,hingga salah satu dokter memberanikan diri memeriksanya.Semua dokter saling pandang,wanita ini hidup kembali.Jantungnya bekerja normal kembali.
Semua peralatan pun kembali tersimpan di tempatnya,setelah mengetahui pasiennya baik-baik saja para dokter pun meninggalkan ruang otopsi.Hanya tinggal satu dokter saja yang memberu perintah pada susternya untuk memindahkan pasien ke ruang rawat.
Sinta,wanita itu begitu kaget melihat Cinta yang keluar dari ruangan itu dalam keadaan baik-baik saja.Bukannya tidak suka tapi lebih tidak percaya dengan apa ia lihat.Ia pun mengikuti di belakang suster yang membawa Cinta.
"Coba anda katakan,siapa nama anda?"tanya dokter pada Cinta.
"Cinta,"jawab Cinta dengan lancar.
"Cintaaa,jadi benar kamu hidup lagi?"ceplos Sinta yang langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
Sang dokter pun langsung menoleh ke arah Sinta hanya sebentar,kemudian kembali berbicara dengan Cinta.
Karena kondisi sudah stabil maka Cinta di perbolehkan pulang.
"Mbak Sinta,aku ingin pulang ke rumah orang tuaku,"ucapnya saat di perjalanan menuju ke kediamannya.
"Eh yang bener aja Cin,rumah itu kan sudah lama tidak di huni,pasti sangat kotor,"jawab Sinta.
"Tidak mungkin mbak,meski tidak di huni aku menyuruh seorang membersihkannya setiap hari,"ucap Cinta.
Sinta pun mengerti.
"Lalu rumah yang ada di komplek itu aku jual mbak,minta tolong mbak Sinta bantu menjualnya,"ujar Cinta.
"Apa?"
ciiiitttt,Sinta langsung mengerem mendadak.
"Auuu,mbak Sinta kenapa sih? sakit tahu,"keluh Cinta.
"Aku gak salah dengar Cin? untuk apa kau jual,apa kamu sudah miskin sampai harus menjual rumah,"tanya Sinta.
"Hasil penjualan rumah itu akan aku sumbangkan pada yayasan panti asuhan seluruhnya,"ujar Cinta.
Sinta memegang kening Cinta."Nggak panas,tapi kenapa tiba-tiba begitu?"gumamnya.
Sinta menjalankan mobilnya lagi.Ia sudah tidak sabar ingin mengintrogasinya.
Sesampainya di halaman rumah orangtuanya,Cinta berdiam diri sejenak.Rumah ini tidak pernah berubah,masih sama seperti dulu.Ia melangkahkan kakinya mendekati pintu utama.
Ceklek,pintu terbuka.
Tampak isi ruangan yang masih terlihat bersih dan rapi.Ia menangis,mengingat apa yang ia alami sebelum ia kembali ke dunia.Sang ibunda,doa ibu yang paling mujarab.Di tengah-tengah ketakutannya keajaiban datang tepat di depan matanya.Masih ia ingat betul,tentang api yang berkobar,tentang duri,tentang nanah juga darah dan seberkas cahaya itu.Semuanya begitu jelas dan nyata.
*****
Sinta duduk di ruang tamu,menunggu Cinta yang sedang membersihkan diri.Betapa kagetnya dia melihat sosok Cinta yang baru keluar dengan penampilan yang berbeda.
"Cin,apa kamu sakit cin?"tanyanya.
"Tidak,"jawab Cinta singkat.
"Lalu yang kau pakai ini apa Cin?"tanya Sinta lagi.Masa habis kejadian kemaren kau langsung berubah gini cin,lalu gimana dengan pekerjaanmu Cin?"protesnya.
"Ya kejadian kemarin merubahku mbak,kematian yang aku alami telah membuka mata hatiku.Aku kembali lagi di beri nafas ini untuk merubah hidupku yang telah kelam,semoga mbak Sinta juga bisa memperbaiki diri jadi lebih baik,"ucap Cinta.
"Hah kamu itu Cin,udah di kasih enak malah seperti ini,mana ada pelanggan yang tertarik jika penampilanmu seperti itu?"cibirnya.
"Aku berhenti dari pekerjaanku,aku ingin mencari rezeki di jalan yang benar,aku tidak ingin Allah menghukumku kelak di akhirat,"ucap Cinta.
"Lama-lama omonganmu itu ngelantur,setelah kau bangun dari kematianmu yang hampir 1 hari itu,kau langsung berubah Cin,jadi malas kalau begini,"ucap Sinta.
"Sudahlah aku mau pulang saja,dari pada di sini g jelas mau ngapain,tadinya aku mau ngenalin kamu sama om-om tajir,tapi melihat penampilanmu sepertu ini,bisa jadi aku di tertawakan olehnya,"ucap Sinta.
"Iya,hati-hatilah di jalan,"ucap Cinta.
Mendengar Cinta yang malah berkata seperti itu,semakin jengkel saja Sinta.
Ada hikmahnya juga Cinta mengalami kematian yang biasa orang jawa sebut mati suri itu.Dengan kejadian yang di alaminya,tentu bisa mengantarkannya pada hal yang lebih baik.Memperbaiki diri agar tidak lebih masuk kedalam lubang hina.
Ya ,dia Cinta.Cinta yang sekarang,Cinta yang lahir kembali dengan tekat dan niatnya hanya untuk kebaikan dunia akhirat."Bantulah Cinta bu,setelah kembalinya Cinta sekarang ini,pasti akan banyak berbagai macam cobaan yang menghalangi langkah Cinta."