Taubatnya Sang Pendosa

Taubatnya Sang Pendosa
Rindu yang menyakitkan.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu,tangannya gemetaran saat mengingat jika esok ia akan resmi menjadi istri Rio.Apalagi di depan sana,di halaman rumahnya sudah ada beberapa orang yang memasang tenda dan mendekorasinya."Duuh kenapa jadi grogi begini sih."


Cinta *******-***** ke dua tanganya yang saling bertautan,menghilangkan keringat dingin yang tiba-tiba membasahi permukaan kulitnya.


Ting...


Bunyi pesan masuk ke handphonenya membuatnya melompat kaget.


"Astaghfirullah,"sambil mengelus dadanya.


Cinta membuka pesan itu dan ternyata dari Rio.


"Assalamualaikum calon istriku,yuk ke salon!"


"Waalaikumsalam,modus banget sih?"jawabnya melalui pesan di handphone.


"Lo kok modus?"


"Ya moduslah,kita kan gak boleh ketemu dulu.Lagian esok sudah acaranya kan."


"Yaaa maksudku kan baik,biar kamunya bisa perawatan,memanjakan diri."Terkekeh di rumahnya.


"Tetep aja modus."


"Iya deh iya,gimana itu persiapan di depan Cin apa sudah selesai?"


"Belum,masih pasang tendanya saja."


"Ya sudah kalau begitu,hati-hati yaa di rumah sendirian."


"Siaaappp."


Cinta meletakkan kembali handphonenya di atas meja.


Di hari bahagianya tidak banyak yang ia undang,hanya teman kerja,bu Ningsih dan anak-anak panti.Karena bagi Cinta, mereka juga harus ikut merasakan kebahagiaannya.


Bu Halimah yang kedatangan saudaranya baik yang dekat maupun jauh,terlihat senang sekali mendapat bantuan membuat kue-kue ataupun makanan kecil untuk hidangan kecil tamu undangannya besok.Beberapa loyang kue terlihat sudah berjejeran rapi di meja makannya.Belum lagi yang masih di dalam open super besarnya,terlihat ada beberapa loyang yang berjejeran.Dan masih ada lagi beberapa resep kue yang belum di jadikan adonan.Bu Halimah memang mahir dalam pembuatan makanan kecil dan berbagai macam kue.Namun untuk urusan konsumsi ia sudah memesan di catering ternama langganannya.


"Rio,ayo bantu ibu memotong kue-kue ini!"teriak sang ibu melihat Rio yang belum juga keluar dari kamar."Ah calon pengantin itu,besok juga sudah ketemu terus saja seperti anak perempuan ngurung diri di kamar."


"Rio dengar bu,lagian ibu ini Rio tu laki-laki masa di suruh bantu motong kue,kan malu,"tapi tetap melakukan perintah ibunya.Sedangkan saudaranya yang melihat hanya senyum-senyum saja melihat tingkah Rio.


"Aduh mbak,yang di katakan Rio itu bener looo,inikan kerjaan wanita sudah pasti dia malu,suruh saja dia itu bantu orang yang lagi masang tenda itu.Biar gak di kamar terus!"


"Kamu benar,Eh Yo sana ke depan sana.Bawakan kue-kue ini untuk mereka.Jangan lupa air minum kemasan di pojokan ruang tamu itu kamu bawa sekalian ya!"titah bu Halimah pada anaknya.


"Iya bu,"Rio mengambil satu piring besar berisikan kue basah dari tangan ibunya.Kemudian iya berjalan ke depan meninggalkan ibu dan saudara-saudaranya yang masih berkutat di dapur.


Sampai di depan,tepatnya di halaman rumahnya Rio meletakan kue itu di samping para pekerja.


Lalu ia masuk lagi dan kembali membawa minuman kemasan.


Jika duduk di teras begini terlihat dengan jelas rumah Cinta dari kejauhan.Di halaman rumahnya juga di pasang tenda namun berbeda dengan tenda yang berada di rumahnya.


Tenda yang terpasang di rumah Cinta merupakan tenda Kutup.Tenda yang berbentuk kerucut di setiap ruasnya.Tenda yang di pilih Cinta ini sangat cocok di gunakan saat-saat musim hujan dan berangin.Apalagi letak rumahnya yang terbuka dan banyak sekali pepohonan di sekitar.Ini sangat pas karena jenis tenda Kutup ini di sangga dengan tiang yang kuat juga pemasangannya yang tergolong lebih sulit.


Berbeda dengan tenda yang di pasang di rumahnya.Rio lebih memilih tenda Frame di karenakan tamunya yang sudah pasti membludak.Ia yang juga merupakan CEO perusahaan ternama,sudah pasti banyak kalangan pembisnis maupun rekan-rekan kerjanya yang turut hadir di acara sakralnya.Belum lagi teman-teman ibunya.Hadeeh...sudah jangan di tanya lagi.Bisa-bisa sekabupaten beliau undang.Mangkanya Rio memilih tenda jenis ini karena tenda yang satu ini sangatlah luas.Di tambah lagi dekorasi-dekorasi seperti bunga,lilin,lampu dan lain sebagainya yang tentu akan semakin mempercantik tampilannya.Tetapi untuk merancang tenda jenis ini tidaklah mudah untuk di lakukan.Tenda jenis ini biasanya kebanyakan di rancang langsung oleh pemilik penyedia jasa sewa langsung dengan harga yang agak tinggi.


"Melamun terus,"sang ibu menepuk pundak anaknya begitu keras hingga membuat Rio terlonjak kaget.


"Kamu itu di suruh bantuin malah ngelamun sih Yo? Cinta itu gak bakalan kemana-mana.Tahan dulu napa sih,baru gak ketemu seminggu saja sudah kayak begini."


Rio berdecak sebal,sang ibu selalu saja menggodanya."Ibukan juga pernah jatuh cinta,pasti juga tahu rasanya rindu yang tak kunjung terobati.Sudah pasti menyakitkan bukan."gumamnya melihat kepergian sang ibu masuk kembali ke dalam setelah beberapa kue kering dan es yang beliau bawa dalam wadah toples dan teko super besar yang di letakkan di sampingnya.


Coba saja jika waktu itu ia tidak mendiamkan Cinta lebih dari 2 minggu,pasti ia tak akan serindu ini.Paling tidak ia bisa menahannya untuk sementara waktu.


Bersambung....