Taubatnya Sang Pendosa

Taubatnya Sang Pendosa
Apa yang harus aku lakukan


Setelah menempuh perjalan hampir 1 jam,kini Cinta berada di depan cafe itu.Ia hanya ingin menyerahkan surat pengunduran dirinya.Setelahnya ia akan mengunjungi alamat yang di berikan oleh Rio tadi.Di lihatnya tidak ada mobil yang terparkir."Mudah-mudahan saja pak Radit benar-benar tidak ada.Jadi aku bisa lebih cepat keluae dari cafe ini,"harapnya.


Di bukanya pintu kaca utama cafe.Ia melihat sana sini mencari ibu senior.Karena tidak kunjung terlihat,Cinta pun menanyakannya pada salah satu teman kerjanya.Dan ternyata ibu Senior sedang ambil cuti.Di karenakan anaknya sedang sakit.


"Mbak saya titip ini ya kalau begitu,tolong amplop ini di serahkan pada pak Radit,"ucap Cinta.


"Loo,mbak Cinta emang gak masuk?"tanyanya.


Cintapun menggeleng sambil tersenyum."Tolong ya mbak di sampaikan dan saya mengucapkan terima kasih."


"Iya mbak Cinta,"jawabnya.


Baru saja Cinta mau keluar dari cafe itu,terlihat mobil Radit baru masuk parkiran.Cinta tidak ingin bertemu dengan lelaki itu.Ia pun berinisiatif ingin bersembunyi.Di raihnya buku menu besar yang berada di sampingnya.Ia pun duduk dengan pura-pura membaca membelakangi pintu masuk.Dan berhasil.Radit masuk tanpa melihat keberadaan Cinta.


Melihat Radit yang berjalan terus menuju ruangannya,Cinta pun bergegas keluar dari cafe.Lari secepat mungkin."Alhamdulilah,"ucapnya merasa lega.


Sedangkan di cafe seorang karyawan yang di titipi amplop oleh Cinta tadi terlihat mengetuk pintu ruangan atasannya.


"Masuk,"jawab sang atasan dari dalam ruangan.


Karyawannya itu pun masuk dengan sedikit ketakutan.


"Ada apa,"tanya Radit.


"Maaf pak,tadi mbak Cinta kesini menyerahkan ini,"ucap sang karyawan sambil menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat.


"Apa ini,"tanya atasannya.


"Kurang tahu pak,tapi barusan saja menyerahkannya.Apakah tidak bertemu dengan bapak waktu di depan.Karena yang saya lihat waktu mbak Cinta mau keluar bapak sedang memarkirkan mobil,"terangnya.


"Baiklah,kamu boleh keluar,"titah sang atasan.


Setelah karyawannya keluar,Radit dengan segera membuka rekaman cctv.Dan benar saja Cinta,wanita yang itu dengan pintarnya bersembunyi darinya."Bahkan dia ada di depanku,kenapa aku sampai tak melihatnya,"Radit pun kesal.Lalu ia pun melihat amplop dari Cinta yang ada di hadapannya itu.Di bukanya dengan cepat.


"Aaaaarg sialan,"murkanya setelah membaca isi amplop itu."Aku akan mencarimu,meski harus keujung dunia sekalipun Cinta."Radit pun merobek robek kertas yang ia baca dan membuangnya asal.Dia terus menerus uring-uringan,apalagi jika karyawan melakukan sedikit saja kesalahan,maka dia akan semakin memperbesar masalah.


*****


Cinta terlihat bingung dengan 2 bangunan besar di hadapannya."Yang mana ya tempat Rio bekerja? masa iya aku harus bertanya dulu ke dalam.Atau aku langsung melamar kerja ya?"tanyanya dalam hati.


Hari keberuntungannya,saat mau memasuki salah satu gedung ia bertemu dengan Rio.


"Hei Cinta kau datang juga akhirnya,"sapa Rio.


"Iya Yo,jadi aku harus menyerahkan lamaran ini ke mana ya?"tanya Cinta.


"Sini biar aku saja yang menyerahkan,sekarang kamu bisa langsung bekerja,mari aku antar ke bagianmu.Nanti di sana kamu akan di ajari oleh seniormu bgaimana cara kerjanya,"ujarnya.


Lamaran di bawa oleh Rio,setelah mengantar Cinta ke bagiannya,Rio masuk kedalam ruang kerjanya.


Dengan anggun ia duduk di kursi kebesarannya.Salah satu kaki bertumpu pada kaki satunya,ia membuka lamaran yang di bawa oleh Cinta.


Ya...siapa yang mengira bahwa pemilik perusahaan itu adalah dirinya.Setelah kedua orangtuanya memutuskan menetap di luar kota setelah menjalankan tugas dinas,perusahaan itu mereka serahkan pada anak semata wayangnnya.Dan di sinilah ia sekarang.Sebagai pemilik perusahan ternama yang berada di Indonesia.


Dengan apa yang di milikinya saat ini,tidaklah membuatnya jadi sosok yang arogan.Justru dengan segala kekayaan ini malah membuatnya semakin takut.Ya...ia takut akan pertanggung jawaban kelak di hadapan Allah atas harta yang di miliki.


Berbeda dengan kedua orangtuanya,mereka begitu mengutamakan kedudukan dan pandangan orang.Selalu ingin terlihat sempurna di mata mereka yang melihatnya.


Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi,hampir saja menabrak beberapa pengendara yang melintas dan penyebrang jalan lainnya jika saja ia tidak handal dalam mengendarainya.


Emosinya tak terkontrol setelah kehilangan wanita pujaan hatinya.Kenapa ia bisa seceroboh itu,belum memastikan kebenarannya,sudah main sosor aja.Apalagi jika bukan karena nafsunya yang sudah menggebu-gebu."Aaaaaarrgggg,"teriaknya sambil memukul setir mobilnya.


Mobil itu kemudian berhenti tepat di depan gedung besar,Kakinya yang besar dan panjang mulai memasuki gedung itu dengan angkuhnya.Semua karyawan yang melihat kedatangannya pun membungkukkan badan sebagai tanda hormat.Radit,selain pemilik cafe yang terkena itu ia juga merupakan CEO/ pemilik perusahan yang ia datangi saat ini.Sebenarnya masih ada beberapa lagi aset-aset kekayaan lainnya yang ia kelola.Tapi semua ia percayakan pada tangan kanannya di setiap perusahaan.Ia hanya akan datang saat keadaan penting saja,seperti saat ini.Perusahaan ini sedang mengadakan meeting yang di hadiri beberapa kolega,dan mereka menginginkan bertemu langsung dengan CEO mereka.


Di perusahaan Rio.


Lelaki itu kini tengah memperhatikan wanita yang tengah mendengarkan seniornya memberikan penjelasan tentang pekerjaannya."Sepertinya akan mudah mengajarinya,"ucapnya setelah melihat Cinta yang mudah mengerti.


Tanpa sengaja pandangan Cinta beralih keluar di mana Rio yang sedang memperhatikannya.Niatnya yang tadinya hanya ingin melihat kerja Cinta saja,kini ia malah merasa seperti sedang mengintip.


"Aaah malunya,"ucapnya kemudian bergegas pergi dari tempat itu.


"Maaf bu bolehkah saya ke toilet sebentar,saya kebelet pipis bu,"tanya Cinta.


Ibu senior itu pun sampai geleng-geleng kepala,ingin ketoilet saja kenapa sampai harus ijin


Cinta memang sedang kebelet pipis,ia kemudian berjalan keluar dari ruangan menuju toilet.Baru mau belok ke lorong toilet,tubuhnya menubruk seseorang yang hendak keluar dari tempat itu.


"Auu,"rintihnya saat terjatuh.


"Cinta,maaf- maaf aku tidak sengaja,"ucap Rio sambil memberikan salah satu tangannya untuk menolong Cinta.


"Tidak apa-apa Rio,saya bisa berdiri sendiri,"Tolak Cinta sambil berusaha berdiri tanpa melihat laki-laki di hadapannya.


Rio tersenyum,di perusahaannya sendiri apalagi dia yang sebagai atasannya Cinta masih memanggilnya dengan sebutan nama saja,itu artinya Cinta belum mengetahui statusnya."Baiklah,"ujarnya seraya tersenyum tulus.


"Maaf Rio saya permisi,"Cinta pun membungkukkan badan lalu pergi meninggalkan Rio.


Cinta pov.


Bertemu dengannya selalu membuat hatiku semakin tidak karuan,ada rasa gelisah dan tidak nyaman.Tapi di sisi lain,jika melihat matanya hatiku juga bergetar berbunga-bunga.Tapi kembali lagi.Akan ku kubur dalam-dalam,jika saja aku tidak mampu menguburnya,maka akan ku simpan.Ku mencintaimu dalam diam saja.Terasa sesak mungkin, tapi inilah yang seharusnya.


Rio pov.


Dan terus begini,hanya dengan melihatmu membuatku tenang.Setelah yakin akan hatiku,yakin akan perasaanku.Hatiku berkata akan selalu melindungimu, membuatmu nyaman.Meski aku tahu kau seperti selalu menghindariku."Bolehkan aku utarakan maksud hatiku ya Robb? meski aku tidak tahu perasaannya?"tanyanya dalam hati.


Autor pov.


Satu bulan telah berlalu,kini Cinta sudah ahli dalam bidangnya.Ia mampu menunjukkan bakatnya,meski hanya lulusan SMA,tapi itu tidak menjadi hambatan baginya.Banyak pujian yang di tujukan untuknya,tentu saja itu membuat iri beberapa karyawan lainnya.Apalagi ada salah satu di antara mereka yang baru saja mengatahui tentang kehidupan Cinta sebagai wanita malam,wanita yang selalu memuaskan hasrat para om hidung belang.


"Lihatlah setelah ini kau akan jatuh,akan aku tunjukkan dirimu yang sebenarnya pada mereka,"sinisnya.


Bersambung.


Assalamualaikum..


Mohon maaf lama gak up,kondisi lagi gak memungkinkan.πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ™πŸ™


jangan lupa tinggakan jejak kalian..


dukungan kalian sangatlah berarti buat othor yang recehan iniπŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


terimakasih sahabatku,kalian yang terbaik.πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ™πŸ™πŸ™