
Dan malam ini Cinta benar-benar pulang larut malam,ada teman lainnya juga sebenarnya."Huuft lelah sekali rasanya,"keluhnya sambil duduk di bangku kasir.Bagaimana tidak lelah,ia dari pagi di tempat kerja,melayani pengunjung cafe.Ingin rasanya mandi menyegarkan kulitnya yang lengket dan kemudian berbaring di kasur yang empuk.Cafe sudah tutup,tapi Cinta masih menunggu seniornya selesai dengan pekerjaannya.Tanpa sadar matanya terpejam karena begitu saking ngantuknya.
Di ruangan Radit atasannya,lelaki itu tengah memandang layar rekaman Cctv,di depannya ada karyawan kepercayaan yang sedang menyerahkan hasil laporan keuangan hari ini.Sudut bibirnya melengkung sempurna,dengan adanya Cinta bekerja di sini banyak para pembisnis yang singgah.Sedikit risih melihat mereka yang jelalatan melihati Cinta,Meski penampilan wanita itu kini telah tertutup,namun mereka yang sudah pernah merasakan tubuhnya,seperti ingin menelanjanginya saja,Bahkan mereka dengan beraninya memukul pantat Cinta saat berjalan.Dan itu membuat Cinta geram kemudian memukul seseorang yang sudah berani menyentuhnya.Radit yang melihat dari ruangannya,membiarkan saja.Sebab Cinta sudah berani melakukan pembalasan.
Semua sudah pulang,hanya tinggal Cinta yang tertidur di meja kasir dan Radit yang berada di ruangannya.Ia melarang karyawan lain membangunkan Cinta.
Di pandanginya wanita yang tengah tertidur itu,ingin rasanya ia menggendongnya dan membawanya ke kamar pribadinya.Tapi kembali lagi,wanita ini pasti akan berontak dan yang pasti akan keluar dari cafenya.Wajahnya tenang dan ayu meski tanpa polesan make up."Semakin cantik saja kamu Cinta,"pujinya sambil membelai pipi mulus itu tanpa sadar.
Cinta yang merasakan sentuhan di wajahnya mulai membuka matanya perlahan."Apa yang bapak lakukan?"kagetnya kemudian langsung berdiri.
"Ini sudah bukan jam kerja lagi cin,dan kamu masih memanggilku dengan sebutan bapak?"ucapnya sedikit kesal.
"Tetap saja,anda atasan saya.Dan saya menghormati anda.Jadi tolong bapak juga bersikap sopan pada saya,"jelas Cinta.
"Memangnya apa yang aku lakukan,aku hanya ingin membangunkanmu.Tidak salahkan? jika saja aku mau,sudah kubawa kau ke ruanganku dan kuhabiskan malam ini bersamamu.Tapi aku tidak melakukannya bukan?" ucap Radit membela diri.
"Baiklah pak,ini sudah waktunya pulang bukan? jadi saya permisi pulang,"ucap Cinta yang malas meladeni atasannya.Ia sebenarnya hanya ingin menjaga jarak dari lelaki dan itu demi kebaikannya.
"Kau tidak ingin pulang bersamaku? ini sudah sangat malam,dengan berjalan kaki di malam-malam begini akan berbahaya bagimu,banyak orang jahat di jalanan,"jelas Radit.
"Tidak terimakasih pak,saya bisa menjaga diri saya sendiri,"ucap Cinta kemudian membungkuk sedikit.Ia keluar dari cafe setelah berpamitan pada atasannya.
Benar saja apa yang di katakan atasannya,baru beberapa ia meninggalkan cafe,segerombolan preman mengikutinya.Cinta berlari dengan kecang.Tapi tenaganya tentu tidak sebanding dengan mereka yang mengejarnya.
Tin tin tin...
Bunyi klakson mobil."Pak Radit,"ucapnya dalam hati.
"Masuklah,mereka terlalu banyak.Aku tidak akan menang jika melawan mereka semua?"titah Radit.
Cinta pun kemudian masuk kedalam mobil lewat pintu yang sudah di bukakan Radit dari dalam.
"Selamat,"ucapnya pelan.
"Mangkanya aku bilang apa?"sindir Radit.
Cinta tak menjawab sepatah katapun.Ia hanya mengucapkan terima kasih saja pada lelaki yang ada di sampingnya itu.
"Jalan Anggek nomor 20,"jawab Cinta.
Radit tersenyum senang,akhirnya ia mendapatkan apa yang menjadi keinginannya.
Cinta turun dari mobil setelah sampai di depan pagar rumahnya."Terima kasih pak,"ucap Cinta sedikit membungkukkan badannya.
Tidak jauh dari rumah Cinta,Seorang lelaki yang tengah duduk-duduk di teras memperhatikan kedatangan mereka.Ia yang habis membeli makanan merasa begitu gerah.Duduk sebentar di teras untuk mengeringkan keringat terlebih dahulu.Baru saja akan beranjak,sebuah mobil mewah melintas dengan kaca yang terbuka.Dan terlihat wanita yang ia temui tadi pagi sedang ada di dalamnya.Niat ingin masuk akhirnya tidak jadi.Pandangannya fokus pada keduanya."Tidak ada yang istimewa,bahkan Cinta seperti memberi jarak pada lelaki itu,ya seperti itu harusnya seorang wanita,"ucapnya dalam hati."Tapi siapa lelaki itu? kenapa dia sepertinya begitu menyukai Cinta,"ucapnya lagi."Astagfirulloh,apa yang sudah aku pikirkan?"
Rio pun kemudian masuk ke dalam rumah karena tidak ingin memikirkan yang lebih lagi.
Baru saja ia menaruh makanannya di meja,ia kembali lagi ke depan.Tapi bukan ke teras lagi,ia berdiri di balik kaca besar rumahnya yang tertutup gorden.Di bukanya sedikit,lebih tepatnya mengintip."Sudah gak ada,mungkin hanya mengantar saja.Tapi kenapa pulang kok malam sekali?.
Astagfirulloh...aku ini kenapa? kenapa jadi kepo begini sih?"Rio memukul keningnya pelan.
Di rumah Cinta.
Lampu ruang utama masih menyala terang,ia masih membersihkan diri di kamar mandi."Alhamdulilah Segarnya,"ucapnya setelah selesai mandi.Di bukanya lemari pendingin,ada sayuran juga lauk lainnya.Tapi ia malas jika harus memanasinya terlebih dahulu.Apalagi nasi pun juga dingin,karena setelah sebagaian nasi ia ambil,nasi itu ia masukkan dalam kulkas,takut basi.
Di lihatnya ada 5 bungkus mie instan di atasnya.
Akhirnya Cinta buat mie kuah rasa soto.
"Heeem,sungguh nikmat di makan kala lapar begini.Alhamdulilah,"ucapnya setelah selesai makan.
Rasa lelah dan kantuk kembali menyerang,Cinta kemudian masuk kedalam kamarnya setelah meneguk segelas air hangat.Tidak butuh waktu lama,begitu tubuhnya bertemu dengan kasur,matanya langsung terpejam.Ia sudah terjun ke dunia mimpi yang indah.
"Ini bagian kalian,"lelaki itu memberikan amplop tebal pada salah satu preman suruhannya."Kerja bagus,"ucapnya kemudian.
"Waaah,banyak sekali ini bos,makasih banyak ya bos,"ucap salah satu preman.
"Itu bonus buat kalian,"ucapnya.
Setelah memberi uang pada preman-preman suruhannya,lelaki itu melenggang pergi dengan mobilnya yang mewah.
Bersambung...