Taubatnya Sang Pendosa

Taubatnya Sang Pendosa
Mengetahui Kebenaran


Suara author


Assalamualaikum sahabatku semua..maaf saya jarang/lama banget updatenya,banyak kejadian beruntun yang mengharuskan saya meninggalkan sejenak novel ini.Apalagi sekarang saya habiz melahirkan,sudah pasti akan membuat saya sibuk banget jadi ibu yang punya anak masih kecil-kecil.Terimakasih buat kalian yang masih setia menunggu cerita ini update.Yang pasti cerita ini tidak akan berhenti sampai di sini saja,masih akan tetap berlanjut meski saya tidak bisa menetapkan waktunya.Jadi terimakasih banyak bagi yang sudah sabar menunggu.Lop yuuu cemuaaa😘😘😘😘


*****


Tidak ada yang mustahil bagi siapa yang mau berusaha,sesulit dan serumit apapun itu jika usaha pasti ada jalan.Dan Rio yakin itu,sekuat dan sekeras apapun orangtuanya menentang hubungannya dengan Cinta,ia yakin suatu saat akan luluh juga.


"Sudah berkali-kali ayah bilang Rio,jangan lagi kau berhubungan dengan wanita hina itu,apalagi sekarang kau bilang akan menikah dengannya."Suara ayahnya sampai terdengar hingga luar rumah,karena tetangganya berbisik-bisik tepat di halaman rumah.


Sang ayah pun menghampiri mereka,"Mau apa kalian haaa? ingin tahu saja urusan orang,"hardiknya.Dan mereka pun pergi setelah mendapat teguran itu.


Rio hanya bisa geleng-geleng kepala,"Maaf yah,harusnya ayah mengecilkan sedikit suara ayah."


"Kamu mengajari ayah? Intinya ayah tidak akan pernah setuju dengan pernikahan kamu itu Rio."


"Yah,lihatlah dulu seperti apa Cinta janganlah ayah memandang masa lalunya terus,kita akan tersandung jika terus menoleh ke belakang yah,"jawab Rio berusaha meyakinkan ayahnya.


Tapi sepertinya batu itu masih begitu sangat keras hingga sulit untuk di hancurkan.


"Wanita itu hanya memanfaatkan kekuasaanmu,ia hanya mengincar hartamu Rio."


Mendengar ucapan sang ayah Rio menghela nafas kasar.


"Ayah tahu dari mana Cinta seperti itu,bahkan sepeserpun dia tidak pernah mengungkit tentang uang atau harta ini itu."


"Sudah jelas bukan,pekerjaannya sebagai pela*ur,untuk apa dia berprofesi seperti itu jika bukan karena uang,ingin uang yang banyak dengan cara yang instan."Sang ayah tetap bersikokoh dengan pandangannya.


Tidak tahu lagi bagamana meyakinkan orangtuanya,Ia tetap dengan keyakinannya.Niatnya sudah bulat,ia ingin menikahi Cinta ingin hubungan yang di halalkan.Apalagi ia sendiri juga pernah tidur dengan Cinta,hingga membuatnya terus terusik dengan perbuatan yang di haramkan itu.


"Maafkan aku yah,untuk kali ini Rio tetap dengan keinginan Rio,entah ayah setuju atau tidak.Aku akan tetap menikahi Cinta."


"Rio,"sang ayah berteriak memanggil anak semata wayangnya,karena setelah Rio mengatakannya ia melangkahkan kakinya menuju pintu meninggalkan sang ayah dengan amarahnya yang memuncak.


Di pegangnya dadanya sebelah kiri,karena rasa sakit yang teramat sangat.Ia berteriak memanggil-manggil sang istri yang entah kemana perginya dari pagi.Sudah tak kuat lagi menahan rasa sakitnya,ia jatuh ke lantai tidak sadarkan diri.


Dari halaman rumah terlihat seorang ibu paruh baya sedang berlari-lari kecil menuju rumahnya,niat hati ingin memberi berita penting pada suami ia malah di kejutkan dengan keadaan suaminya yang tergeletak di lantai tak sadarkan diri.


"Ayah..yah bangun yah tolong...siapa pun tolong saya,"teriaknya histeris di depan pintu.


Mereka yang mendengar pun berdatangan,dengan cepat sang suami di larikan ke rumah sakit terdekat.Dalam perjalanan ia sang istri berusaha menghubungi anaknya Rio,tapi sama sekali tak di angkat.Ia pun kemudian mengirim pesan,berharap nantinya akan di baca oleh Rio.


Beberapa menit kemudian mobil yang membawa mereka sampai di RS.Sang suami pun cepat mendapat penanganan dari dokter.


"Untung saja cepat di bawa ke sini bu,terlambat sedikit saja maka kami tidak bisa menjamin nyawanya bisa tertolong."


"Suami anda mengalami serangan jantung bu,jadi saya harap ibu dan keluarga bisa menjaga kondisinya,jangan sampai kejadian ini terulang lagi,"tutur sang dokter.


Di perusahaan Rio.


Lelaki itu kini baru saja sampai di kantornya.Sejenak ia berhenti sebelum sampai di pintu utama guna memeriksa ponselnya yang sedari tadi bergetar."Ibu,"gumamnya.Beberapa panggilan dari sang ibu tak terjawab,ia pun melihat ada satu pesan masuk dan itu pun juga dari ibunya.Segera Rio membuka pesan itu.


Dengan sepedha motor kesayangannya,Rio membelah jalanan yang begitu padat,ia berusaha menerobos jejeran kendaraan yang memenuhi jalanan setelah beberapa menit yang lalu membaca pesan dari sang ibu jika ayahnya masuk RS.


Dan di sinilah sekarang ia berada,duduk di sisi sang ayah dengan mata yang masih terpejam.


Ia tahu,semua ini terjadi karena perselisihannya tadi pagi dengan sang ayah,hingga berakhir seperti ini.


"Maafkan Rio yah,Rio tidak bermasuk membuat ayah jadi seperti ini,tapi aku harap ayah mengerti,kalau Rio ini sudah dewasa dan bisa menentukan pilihan pendamping hidup sendiri."


"Permisi...saya mau memeriksa sebentar kondisi pasien sekarang ini,"ucap sang dokter mengagetkan lelaki yang sedang berbicara dengan ayahnya.


Namun dokter begitu kaget melihat lelaki yang duduk di samping pasiennya itu."Bukankah anda mas Rio,yang waktu itu kecelakaan.


Rio pun kaget mendengar perkataan sang dokter.Ia pun menoleh kebelakang takut sang ibu datang dan mendengar.


"Ia dok,"jawabnya dengan memelankan suaranya.


"Bagaimana keadaan anda?tidak ada masalah kan?"tanya sang dokter lagi setelah memeriksa kondisi ayahnya Rio.


"Lebih baik kita bicarakan di tempat lain saja dok,"sang dokter pun mengerutkan kedua alisnya mendengar ucapan Rio.


Dan di luar sana,tepat di samping pintu.Sang ibu mendengar pembicaraan itu."Apa yang sudah kau sembunyikan dari ibu Rio,"gumamnya dalam hati.


Mendengar langkah kaki menuju pintu,ibu Rio pun bersembunyi di balik tembok pembatas.Beliau melihat Rio dan dokter pergi ke sebuah ruang dokter.Tapi tak lama kemudian Rio keluar lagi,ia tetlihat buru-buru.Dan ternyata toilet tujuannya.Sejenak beliau menunggu sambil bersembunyi,tapi dari kejauhan matanya menangkap sosok wanita yang ia benci.Cinta...wanita itu masuk ke ruangan dokter yang tadinya sempat Rio masuki."Ada perlu apa wanita itu datang kemari.Apa dia sakit? tapi wajahnya terlihat segar begitu?"gumamnya.


Sangat jelas beliau mendengar percakapan antara dokter dan Cinta.Seketika air matanya lolos tak tertahankan."Seseorang yang aku benci,seseorang telah aku hina,seseorang yang telah aku injak-injak,ternyata dia telah menyelamatkan nyawa anakku tanpa sepengetahuan Rio.Kenyataan yang membuatnya tersadar akan sikapnya selama ini pada perempuan itu.Kakinya terasa begitu lemas,namun beliau berusaha menguatkan agar tidak sampai terjatuh di tempat itu.


Beliau buru-buru pergi menjauh dari tempat itu,karena melihat Dokter dan Cinta tengah beranjak dari tempat duduknya.


"Tolong mbak Cinta,jaga kesehatannya,jangan terlalu lelah mbak,"pesan sang dokter.


"Baik dok,"ucap Cinta sambil tersenyum dan kemudian pergi dari hadapan sang dokter.


Tak lama setelah Cinta pergi,Rio datang saat sang dokter hendak masuk kembali ke ruangannya.


Ke duanya pun tersenyum,dan Rio mengikuti sang dokter masuk ke dalam ruangannya.


Bersambung...