Taubatnya Sang Pendosa

Taubatnya Sang Pendosa
Kau mempermainkanku.


Hampir 2 bulan Cito tinggal di rumah Cinta,dan selama itu pula ia jadi tahu apa pekerjaan Cinta sebenarnya.Dari mana ia mendapatkan uang sebanyak itu,rumah mewah,mobil mewah.


Bahkan secara terang-terangan Cinta membawa pelanggannya datang ke rumah,demi mendapatkan yang ia inginkan.Semuanya ia lakukan demi misinya,saat ini Cito sedang menunggu Cinta yang belum pulang juga.Dilihatnya sudah jm 01.00 dini hari.


"Ceklek,"pintu terbuka.Cinta masuk dengan seorang lelaki yang berbadan atletis.Ia langsung masuk kedalam kamar bersama pelanggannya tanpa menutup pintu.Mereka pun melakukan hal menjijikkan itu di depan Cito,bahkan Cinta rela berada di bawah lelaki itu.Sedangkan saat bersamanya,ia sama sekali tak di ijinkan memimpin di atas wanita itu.


****


Pagi hari Cinta yang habis mandi keluar dari kamar ingin memakan sarapannya.Namun langkahnya terhenti saat Cito menghadangnya tepat di pintu dapur.


"Minggirlah aku lapar,apa sepagi ini kau menginginkanku?"tanya Cinta.


"Cin,ayo kita menikah.Kau sudah berjanji bahwa aku akan memilikimu kan,"ucapnya.


"Bukannya kau sudah memilikiku? bahkan setiap hari kau merasakan setiap***ku,"ucap Cinta enteng.


"Aku hanya ingin kau milikku seorang Cinta,kau sudah berjanji padaku bukan?aku ingin menikahimu Cin,aku mau kau jadi milikku seorang.dan itu janjimu Cin,"ucap Cito.


"Menikah? tidak ada pernikahan di antara kita Cito,aku memang berjanji padamu aku akan menjadi milikmu.Tapi bukan pernikahan,aku sama sekali tidak mengatakanya padamu bukan.Aku hanya mengatakan kau bisa memilikiku saja.Dan bahkan saat ini kau sudah memilikiku?"ujarnya dengan penuh penegasan.


Cito mengeraskan rahangnya,ia telah menceraikan istrinya demi Cinta.Namun apa yang ia dapatkan.


"Lalu untuk apa kau menyuruhku menceraikan istriku? kalau bukan karena kau ingin jadi istriku ha?"


"Jadi kau hanya mempermainkanku Cin?"


"Ha ha ha,baru sadar.Bukannya kau juga sama?kau pun mempermainkanku dulu.Kau mencampakkan ku setelah semuanya aku berikan.Tapi kau malah berselingkuh dengan wanita itu,"ucap Cinta yang menggebu gebu.


"Pantas kau tak pernah mengijinkanku memimpin permainan,ternyata ini jawabanmu?"ucapnya penuh amarah.


"Ha ha ha,akhirnya kau sadar,bahkan kau sangat pantas menjadi budakku,"Ucap Cinta.


Amarahnya memuncak,tidak menyangka jika Cinta memiliki niat seperti itu.Dan bodohnya dia sama sekali tak menyadarinya.


Di seretnya Cinta masuk ke dalam kamarnya.Kamar yang sama sekali tidak pernah ia masuki.Ia melemparnya dengan kasar di atas ranjang.Tanpa ba bi bu,Cito membuka kancing *** yang ia kenakan.Ia pun menyobek *** tipis yang menghalangi bagian ***Cinta.


Tanpa persetujuan dari Cinta,lelaki itu langsung ***nya.Baru kali ini berada di ***wanita itu dan baru kali ini juga Cito melakukannya di kamar yang tidak pernah ia masuki.


"Kau hanya wanita lemah Cin,jangan kau menganggap kau akan menang dariku.Sekarang lihatlah kau tak berdaya di bawah pengaruhku,"ucapnya sambil terus *** goa itu.


Cinta hanya membuang mukanya.Ia begitu muak melihat lelaki yang ada di atasnya itu.Ia tak merasakan apapun kecuali rasa sakit dan perih karena Cito melalukannya dengan sangat kasar.Ingin berontak pun percuma,tenaganya tak sebanding dengan tenaga milik lelaki itu.


Ia hanya bisa memutar otaknya untuk membalaskan dendam."Tidak akan aku biarkan kau hidup tenang setelah ini Cito?"ucapnya dalam hati.


Bersambung....