Taubatnya Sang Pendosa

Taubatnya Sang Pendosa
Tolong saya Rio


Siang itu seorang wanita tengah berlari.


Seperti ada yang mengejarnya.Hingga panggilan berulang-ulang tak di dengarnya.Segitu takutnya ia,takut akan terjerumus ke lembah dosa itu lagi.Bayangan mengerikan itu kembali muncul."Ya Allah ampuni hambamu,ampuni,"gumamnya dalam hati.


"Jangan menangis Cinta,kuatkan dirimu.Jangan lemah,jangan pasrah dengan keadaan,"ucapnya menyemangati dirinya sendiri.Ia pun terus berlari menyusuri jalanan.Dan bruk,ia terjatuh.Salah satu kakinya terjepit di antara sela-sela saluran air.Sebenarnya mudah untuk mengeluarkannya.Tapi karena dirinya yang panik,takut dan gemetar menjadikan ia semakin sulit mengeluarkan kakinya.


Hingga sebuah tangan membantunya keluar dari sela-sela itu.


"Rio,"lirih Cinta.


"Kamu tidak apa-apa cinta?"tanyanya.


"Ya aku baik-baik saja,"jawab Cinta.


"Kakimu memerah,kau terlalu kencang menggerakannya,"ucap Rio sambil memegang kaki Cinta."Kau mau kemana? biar aku antar! "tawarnya.


Cintapun langsung menganggukkan kepalanya,"aku mau pulang."


"Naiklah,"titah Rio.


Cinta pun naik,duduk menyamping di boncengan sepedha motor.Salah satu tangannya berpegangan pada besi bagian yang ia duduki tepat di sebelahnya.Tenggorokan kering karena ia berlarian.


Cinta ingat di dalam tasnya ada botol minuman.Di minumnya air dalam kemasan itu.Rasa manis membasahi tenggorokannya."Alhamdulilah lebih baik,"ucapnya setelah Minum.


"Kenapa kau lari-lari cin? bahkan berulangkali aku memanggilmu kau tidak dengar sepertinya,"tanya Rio.


Mendapat pertanyaan semacam itu Cinta bingung mau jawab apa,apalagi sekarang ia merasakan tubuhnya begitu kepanasan,rasanya ingin melepas semua apa yang ia kenakan.


"Kau kenapa Cin?"tanya Rio yang melihat Cinta dari kaca spion tiba-tiba gelisah.


"Gak tau Yo,tiba-tiba saja jadi panas begini,"jawab Cinta.


"Panas,cuaca kan lagi mendung.Di tambah sekarang kan sedang naik motor,"batinnya.


Akhirnya mereka pun sampai di depan rumah Cinta.Cinta turun dari motor Rio,Karena kondisinya yang semakin menjadi,ia jadi kehilangan keseimbangan.Jatuhlah Cinta dengan ujuk roknya nyangkut di pijakan kaki sepedha motor.


"Astagfirulloh Cinta,"Rio pun turun hendak menolong Cinta.Ia mengulurkan kedua tangannya untuk mengangkat Cinta agar bisa berdiri dengan benar.


Cinta,seperti tersengat aliran listrik.aliran darahnya tiba-tiba seperti mengalir dengan cepat,degup jantungnya sudah tidak bisa terkontrol.Sentuhan tangan Rio di kedua lengannya membuatnya gairahnya semakin membara."Ada yang salah denganku,"batin Cinta.


Wajahnya merah padam,keringat membasahi sekujur tubuhnya."Kamu sakit Cin?"tanya Rio menempelkan punggung tangannya di dahi Cinta.


Sentuhan kulit yang menempel langsung pada bagian tubuhnya membuatnya semakin tak terkontrol.Ia dengan tak sadarnya mendesah di depan wajah Rio.


Cinta memundurkan langkahnya,berusaha menjauh dari lelaki yang ada di hadapannya."Pergilah dari sini Yo,menjauhlah dariku,"ucap Cinta sambil menahan gejolak itu mati matian.


Rio,lelaki itu kini mengerti apa yang sedang terjadi dengan Cinta.Ujur ekor matanya menangkap sebuah mobil yang mengantar Cinta malam itu."Kau dalam bahaya Cin,"batinnya."Tidak mungkin aku meninggalmu dalam keadaan begini.Apa yang harus aku lakukan?"


Sedangkan Radit yang mengikuti Cinta menggeram kesal,ia kalah start.Hasratnya sudah hampir meledak,tapi ia tidak bisa mendapatkan keinginannya.


Rio yang sudah masuk kedalam rumah Cinta mencari-cari keberadaan wanita itu.Di bukanya seluruh pintu yang ada,belum ketemu.Pandangannya beralih ke salah satu pintu dekat dapur."Cinta,"lirihnya.


Perlahan ia membuka handle pintu.Tidak di kunci.


Ceklek,


pintu terbuka,pemandangan yang tidak pernah ia lihat,dan selalu ia hindari.Ia selalu menjaga matanya dari hal yang di larang agama.Tetapi kali ini,dengan secara langsung matanya di suguhi seorang wanita yang sedang terbakar oleh ***.Pandangan mata wanita itu sayu,tubuhnya basah oleh air yang mengalir dari keran."Rio tolong aku,"ucapnya sambil mendekati lelaki yang ada di hadapannya.


Rio,lelaki itu diam membisu,ia masih terus berpikir.Ia tidak mungkin mengotori dirinya dengan mengambil kesempatan ini.Ini dosa,ia terus berpikir dengan akal sehat.Pasti ada cara lain selain *** dengan wanita itu.Ia tidak ingin melakukan hubungan *** dengan yang tidak di halalkan.


Tapi ia lelaki normal,tubuh dan akalnya merespon lain.Meski wanita di hadapannya masih terbalut pakaian,tapi terkena siraman air membuat tubuhnya tercetak dengan jelas.Kerudung yang di pakainya sudah tidak tahu kemana,gamis yang ia pakai sudah terlepas dari tubuhnya.Tinggal pakaian tipis yang ia gunakan kini sudah tidak berbentuk lagi.


Rio berusaha mengalihkan pandangannya.Matanya mencari cari kain besar yang bisa ia gunakan untuk menutupi tubuh Cinta.Ia berlari ke kamar yang ia buka tadi.Di tariknya seprei yang melapisi kasur Cinta.Dengan cepat seprei itu ia kenakan pada tubuh Cinta untuk membungkusnya.Dari kepala hingga kaki,wanita itu kini bagaikan mumi.Ia menggendong Cinta menuju pintu utama,matanya melirik kesana kemari memastikan bahwa tidak ada yang melihat.


Ia berlari dengan kesusahan menuju rumahnya.Berhasil,"untung tidak ada yang melihat,jika saja ada yang melihat sudah pasti akan terjadi kesalah pahaman.


Rio menutup pintu rumahnya,ia berpikir bagaimana caranya membantu Cinta.Sedangkan Cinta wanita itu semakin berontak,hingga tangannya bisa terlrpas dari kain yang membungkusnya.Cinta pun mengalungkan kedua tangannya di leher Rio.Ia *** dada bidang lelaki yang tengah menggendongnya.


Rio kaget,pandangannya tertuju pada Cinta yang terus ***dadanya.Dia lelaki normal,tentu saja ia merasakan aliran darahnya mengalir dengan cepatnya.Cinta memandangi wajah lelaki itu,matanya tertuju pada bibir di hadapannya.Dia pun langsung mel***nya.Rio lelaki itu kaget setengah mati.Matanya membelalak,ini pertama kali baginya.Apalagi wanita itu tidaklah halal baginya.


Rio berusaha melepaskan lum***bibir Cinta. Tapi bibirnya malah di *** oleh wanita itu hingga memerah.Ia membawa Cinta masuk kedalam kamar mandi,ia melepaskan sprei yang membungkus tubuhnya.


Merasa terbebas,tangannya langsung *** tubuh Rio.Tangannya dengan cepat *** sang adhik milik Rio,saat Rio menurunkannya dalam bath up.Lelaki itu menegang,tubuhnya bagai di sengat ribuan aliran listrik.Dinginnya air mengalir membasahi tubuh keduanya.Sampai ia tercebur kedalamnya.Sesaat ia menikmati apa yang tidak pernah ia rasakan.Namun sesaat kemudian ia sadar.


Ria mengikat tangan dan kaki Cinta dengan sprei ,air terus mengalir memenuhi bak mandi itu.Hingga air itu penuh sampai meluber,ia membiarkannya.Wanita itu kini sedikit tenang,dinginnya air mampu membuatnya lebih baik.


Rio beranjak meninggalkan Cinta yang berendam air dingin.Ia kemudian masuk ke dalam kamarnya.Masuk dalam kamar mandi untuk menyegarkan dan membersihkan tubuhnya.Sekilas ia teringat perlakuan Cinta."Astsgfirulloh,ampun ya Allah.Ampuni hamba,membawa wanita masuk ke dalam rumah ini.Ampuni kekhilafan hamba ya Allah,"ucapnya frustasi.


Bersambung...


Jangan lupa jejak kalian di sini.


like


comen


vote


hadiahnyaπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Biar othor makin semangat up nya.πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


Terimakasih sahabatku,kalian yang terbaik😘😘😘