
Setelah mobil Selo menyingkir, Bianca langsung memajukan mobilnya kemudian wanita itu langsung memarkirkan mobilnya di pekarangan dan dia pun turun lalu masuk ke dalam Mansion
“Bianca Dari mana saja kau!” tiba-tiba terdengar suara Maria dari arah samping, rupanya Maria belum tertidur karena menunggu Bianca
“Kau dari mana? ini udah malam, dari tadi kau menelepon tapi kau tidak mengangkatnya.”
“Aku tadi pergi ke restoran di pinggir pantai, jadi aku pulang sedikit telat," jawab Bianca, dia menghampiri Maria lalu mencium pipi istrinya.
“Kau pergi bersama siapa?" Tanya Maria.
“Aku pergi dengan Roland." Mendengar nama Roland Maria terdiam sejenak.
“Oh baiklah, sekarang kau istirahat dan jangan begadang!” titaH Maria.
“Ok, Mom.” Bianca mengangguk..
Setelah Bianca berbalik, Maria masih diam mematung melihat punggung putrinya.
“Kenapa kau?” tiba-tiba terdengar suara Ferhad dari arah samping, kakaknya memang masih berada di Rusia belum pergi ke Turki.
Maria tersadar. “Kau belum tidur, mana Stevia?”
“Stevia sudah tidur, kau Kenapa?” tanya Ferhad, karena dia merasa Maria sedang banyak pikiran.
“Tidak, aku tidak apa-apa.” Maria pun berjalan ke arah sofa, diikuti Ferhad di belakangnya hingga kini kedua adik dan kakak itu duduk saling berseberangan.
“Kau sedang banyak pikiran?” tanya Ferhad lagi dia mengenal Maria lebih dari siapapun.
“Aku hanya khawatir pada Bianca.”
“Khawatir kenapa?”
“Aku takut Rolan menyakitinya seperti Sello.”
“Bianca wanita yang cerdas dia tidak akan jatuh ke lubang yang sama. Jika dia berpikiran pendek dia pasti sudah menerima Rolan dari dulu!" balas Ferhad. “Tapi, buktinya sekarang dia masih berteman, karena dia tahu dinding Rolland begitu tinggi. Bianca masih berpikir rasional, dia tidak menukar agama dengan cinta bukankah kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Bianca sudah mempunyai rencana tersendiri untuk hidupnya jadi berhenti mengkhawatirkan Bianca.”
“kau berkata seperti itu karena kau ...” Tiba-tiba Maria terpikirkan sesuatu, wanita itu langsung melemparkan bantal karena pada Ferhad.
“Kenapa kau melempar bantal padaku?!" tanya Ferhad dengan kesal, walaupun mereka sudah berumur tapi yang namanya adik Kakak pasti selalu berdebat.
“Aku ingat kelakuanmu dulu, persis sama seperti mantan menantuku. Kau menghianati Stevia lalu kau gila dan mengubah wajah dari identitasmu dan kau bertaubat, sampai kau bisa bersama lagi dengan Stevia." Entah kenapa Maria mendadak kesal saat mengingat kejadian masa lalu,.dan kini malah putrinya yang bernasib sama seperti Stevia dulu.
Ferhad berdecak kesal. “Bagaimana jika nanti menantumu sama sepertiku, bertaubat dan minta bertemu lagi dengan Bianca. Aku mendapatkan Stevia karena aku berdoa, bahkan berpuasa selama 40 hari, dan bisa jadi taubat mantan menantumu lebih dahsyat dari taubatku, dan dia bisa bersama lagi dengan Bianca.”
“Aku tidak akan memaafkannya, memangnya aku mertuamu!” setelah mengatakan itu, Maria pun bangkit dari duduknya kemudian wanita itu langsung meninggalkan sang kakak
***
Sello masuk ke dalam apartemen, lelaki itu merasakan hampa dan pedih saat memasuki tempat yang selama 2 tahun ini menjadi tempatnya dan Aghia tinggal.
Saat Sello masuk, kebetulan Aghnia keluar dari kamarnya. “Kau dari mana?" tanya Agni
“Aku baru saja mencari angin segar. Bisakah buatkan aku kopi?’ tanya Selo, Agnia mengangguk dengan semangat.
“Baik, Tunggu sebentar. Aku akan membuatkanmu kopi. Aku akan mengambil ikat rambutku dulu!" Aghia kembali masuk ke dalam kamar, hingga Selo langsung terdiam, dia tidak pernah minum kopi, tapi barusan dia mengetes Agnia, terlihat jelas bahwa Aghnia begitu bahagia ketika ia menyuruhnya membuatkan kopi.
Padahal jelas-jelas Aghnia tahu bahwa dia tidak suka minum minuman yang berkafein.
Tak lama Aghnia kembali keluar. “Selllo, tunggulah di ruang tamu, aku akan mengantarkan kopimu ke sana," ucap Agnia. Sello menggangguk, kemudian lelaki itu pun berbalik dan setelah memastikan Sello berbalik Aghnia langsung pergi ke dapur untuk membuatkan Sello kopi
Tepat seperti dugaan Selo, Agnia kembali ke kamarnya, bulan untuk mengambil ikat rambut melainkan untuk mengambil serbuk obat yang akan ia campurkan bersama kopi yang akan dibuat untuk Selo.
15 menit berlalu, Aghnia datang ke ruang tamu sambil membawa nampan berisi kopi.
“Ini, Selo," ucap Aghnia.
Sello yang sedang ngutak ngetik ponselnya menggangguk. ”Terima kasih,” ucap Sello, saat Aghnia akan berbalik dan pergi meninggalkan ruang tamu. Sello kembali memanggil Aghnia.
“ Bisa kau cicipi kopiku. jika katamu enak aku akan minumnya.”
“Hah!” tiba-tiba tubuh Aghnia diam mematung saat mendengar ucapan Selo.
“Kenapa kau ingin aku mencobai kopimu?” tanya Aghnia, dia berbicara dengan sedikit terbata.
“Aku kan tidak suka minum kopi. Tapi, aku tiba-tiba ingin kopi. Jadi kau coba saja jika menurutmu enak aku akan mencobanya," balas Sello. “Kenapa kau takut, apa kau menaruh sesuatu dalam kopiku?” tanya Selo yang memberikan pertanyaan menjebak hingga Aghni langsung menormalkan ekspresinya.
Karena tidak ingin ketahuan, Aghnia pun maju wanita itu pun langsung mengambil kopi yang tadi ia sajikan dan setelah itu langsung meminumnya walaupun hanya sedikit.
“Ehm, enak. kopi ini enak," ucap Aghnia.
“Tapi kau belum menelannya!" kata Selo lagi karena memang Agnia hanya mencicipi sedikit saja. “Atau jangan-jangan ....” Sello menghentikan ucapannya saat Aghnia kembali menyeruput kopi itu.
“Sudah, tidak ada apapun kan, kopi ini rasanya juga enak," ucapannya dengan nada sedikit kesal.
”Kenapa kau kesal?” tanya Sello.
“Tidak, aku tidak kesal. Ini kopimu Ayo minum. Rasanya juga tidak buruk.”
“Baik, terima kasih. Kenapa kau masih di sini?” tanya Sello lagi pada Agnia. Tadinya Agnia ingin memastikan Selo minum kopi itu dengan habis Tapi ketika Sello bertanya Aghnia tidak punya pilihan lain.
Setelah Agnia berbalik, Sello menatap punggung Aghnia dengan getir, ternyata dugaannya benar tadi pun sebenarnya setelah Agnia pergi ke kamar Sello melihat Aghnia mengepalkan tangannya seperti sedang menggenggam sesuatu, dan ia tahu itu adalah serbuk obat.
Selo pun langsung pergi ke dapur kemudian ia membuang kopi itu Lalu setelah itu dia pun kembali ke kamarnya.
Agnia mondar-mandir di dalam kamar, sudah 2 Tumblr air minum dihabiskan, agar bisa menetralisir racun yang ia berikan tadi di kopi Selo. tiba-tiba akhirnya merasa kakinya sedikit melemas hingga ....