
Tubuh Darren masih diam mematung, bahkan dia sama sekali tidak mendengar suara Shelby yang terus berteriak meminta tolong. Tatapan mata Darren terus tertuju pada Theresia yang sedang berbaring di belakang.
"Dareen Kumohon, ayo suruh Theresia untuk bangun!" Shelby berteriak semakin kencang karena Darren tidak merespon permintaannya.
Pada saat Shelby akan menarik paksa tubuh Darren, tiba-tiba Shelby menghentikan langkahnya kala mendengar ucapan dokter yang mengatakan bahwa detak jantung Theresia sudah kembali normal.
Shelby langsung melepaskan tangan Daren, kemudian wanita itu berbalik lalu berlari ke arah brankar. Dia membungkuk, memeluk tubuh Theresia, begitu pun dengan para dokter. Mereka beristirahat sejenak karena mereka pun barusan mengalami kepanikan. Pada akhirnya, Tuhan masih berbaik hati membiarkan Theresia hidup lebih lama. Sementara Darren, masih terdiam di tempat. Lelaki itu mendadak seperti orang linglung.
Beberapa jam kemudian.
Semua Dokter sudah keluar dari ruang rawat Theresia dua jam lalu, dan setelah dokter keluar, Shelby tidak melepaskan genggaman Theresia. Dia terus menggenggam tangan putrinya. Dia juga tidak melepaskan tatapan matanya dari tubuh Theresia, memastikan bahwa Theresia masih bernapas.
Jangan ditanyakan setakut apa Shelby tadi, yang pasti dia benar-benar berada di titik takut tertingginya, karena untuk pertama kalinya juga Theresia mengalami seperti ini.
Tiba-Tiba, rasa haus mendera Shelby. Dia melihat ke arah nakas, tidak ada minuman di sana hingga wanita itu pun bangkit dari duduknya, berniat untuk membeli minum ke bawah.
Saat dia keluar, Shelby menghentikan langkahnya ketika melihat Darren duduk di kursi tunggu. Tiba-Tiba, tubuh Shelby terasa lemas saat mengingat apa yang dia lakukan pada Darren tadi, di mana tadi dia meminta Darren untuk berbicara pada Theresia di saat Theresia sedang berjuang untuk hidup.
Sementara Darren, sedari keluar dari ruangan perawatan Theresia, tubuh lelaki itu linglung, seperti ada yang aneh dengan dirinya. Tanpa sadar, dia mengkhawatirkan Theresia, dia penasaran kenapa Theresia bisa seperti ini. Dia juga ingin tahu apa yang terjadi dengan Theresia, hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk menunggu Shelbi untuk bertanya.
Ketika Shelby keluar, Darren menoleh ke arah istrinya kemudian dia pun langsung bangkit dari duduknya, kemudian menghampiri Shelby. Hingga Kedua pasangan suami istri itu saling berdiri berhadap-hadapan.
"Apa yang terjadi pada Theresia?" tanya Darren membuat Shelby tersenyum getir. Entah apa tujuan Darren bertanya, entah penasaran atau hanya ingin tertawa.
Shelby menguatkan dirinya, kemudian berkata, "Theresia hanya mengalami demam tinggi." Hanya itu yang Shelbi katakan, tak ada gunanya mengatakan apa yang terjadi pada Dareen. Tak ingin berbicara lagi dengan suaminya, Shelbi kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Dareen.
Setelah Selby pergi, Dareen juga memutuskan untuk berbalik dan pulanh. Seperti biasa, egonya kembali muncul apalagi barusan Selbie menjawabnya dengan angkuh.
Namun saat akan berbalik, tiba-tiba dia menghentikan gerakannya. Tatapan matanya seolah terhipnotis untuk masuk ke ruang rawat Theresia. Namun, lagi-lagi ego Dareen muncul hingga dia menggeleng, egonya seolah menyuruhnya untuk tidak perduli pada Theresia.
Perlahan lelaki itu pun langsung berbalik dan memutuskan untuk pulang. Tapi, baru beberapa langkah Dareen berjalan lelaki itu kembali menghentikan langkahnya. Dan pada akhirnya h
Dareen mampu mengalhkan egonya, hingga dia pun langsung kembali berbalik dan masuk kedalam ruangan Theresia.