Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Tak gentar


Gengs aku up 3 bab, biar up lancar tinggalin komen, vote sama like ya.


Saat melihat Mayra, Selo melotot galak pada adiknya, ia yang sedang duduk di anak tangga mendadak bangkit lalu menghampiri Mayra. Matanya menatap Mayra penuh amarah.


“Berani sekali kamu ikut campur urusan kaka!” Selo hampir saja berteriak di hadapan wajah adiknya, sedangkan Mayra bersidekap menatap Sello dengan santai.


“Kau yang bersalah, Kenapa kau menyalahkan aku?” tanya Mayra.


“Seharusnya kau tutup mulutmu. Aku bisa mengatasinya sendiri dan ....”


“Mengatasinya dengan cara apa? dengan cara akan terus berbohong?” Mayra sama sekali tidak gentar saat kakaknya menatapnya dengan penuh emosi, ia juga sama sekali tidak takut jika kakaknya melukainya.


Mayra memang terlihat kalem, seolah tidak perduli dengan sekitarnya. Tapi dia mempunyai pengalaman buruk tentang sebuah hubungan. Dua tahun yang lalu, ia berencana menikah. Tapi, ia harus menerima hal pahit ketika calon suaminya yang berbeda 10 tahun dengannya tiba-tiba membatalkan pernikahan mereka, karena menghamili wanita lain.


Dan itu sebabnya, Mayra akan maju dan akan membela Bianca, karena ia merasakan benar bagaimana di posisi kakak iparnya, dan sekarang, ia begitu puas melihat Sello seperti ini, ia seolah membayarkan dan rasa sakit hatinya yang juga pernah dikhianati oleh calon suaminya.


“Kau tahu, hal terbodoh apa yang pernah aku rasakan padamu?” ucap Mayra. “Aku begitu senang saat kau menghajar Anton habis-habisan, karena dia menghamili wanita lain dan bodohnya kau pun sudah berselingkuh dengan Aghnia. Lalu apa bedanya kau dengan dia, bukankah itu lucu?’ tanya Mayra.


“Tutup mulutmu, Mayra!” Bentak Selo, Mayra berdecih, ia melihat tangan kakaknya yang mengepal.


“Sekarang ... makanlah Apa yang kau perbuat. lihatlah Apa yang akan terjadi padamu dan pada wanita itu. Kau pasti akan didepak dari keluarga dan perusahaan!” Mayra mengakhiri ucapannya dengan tertawa, kemudian ia berbalik. Lalu setelah itu, ia keluar dari tangga darurat.


“Aaaaaa!” Selo menjerit kesal, ia menonjokan tangannya ke dinding, ia tidak merasakan sakit sama sekali, karena sekarang pikirannya dipenuhi dengan bagaimana cara ia menghadapi semuanya.


Gabriel terdiam di tempat, ia mengintip dan melihat istrinya sedang memeluk menantunya. Sekarang, Gabriel juga dihinggapi kebingungan. Bagaimana cara ia menjelaskannya pada Maira dan Lyodra. Sudah pasti hubungan mereka akan hancur.


Selain menjadi besan, Gabriel dan Maria juga terhubung dengan ikatan saudara, di mana Ayah Gabriel adalah paman dari ayah Maria. Dan sekarang, ia benar-benar bingung bagaimana cara menghadapi Maria dan Lyodra. Sudah dipastikan, akan terjadi perang besar di antara keluarga mereka.


Gabriel menghela nafas kemudian menghembuskannya, ia pun menggerakkan tangannya untuk membuka pintu. Lalu setelah itu, pintu terbuka hingga Amelia yang sedang memeluk Bianca menoleh.


Amelia melepaskan pelukannya dari Bianca, Bianca yang sedang menangis seraya memejamkan matanya langsung membuka mata, kemudian ia menghapus air matanya.


“Mommy!” Hanya itu yang bisa Bianca katakan, Ia tidak mampu berkata-kata. Ini semua selalu menyakitkan untuknya, ia teringat kenangan dulu saat pertama menikah sampai detik ini, di mana ia diabaikan oleh Selo dan ternyata alasannya adalah karena Selo memiliki wanita lain.


Gabriel maju ke arah Bianca, kemudian ia memeluk menantunya. “Maafkan Daddy, Bianca. Maafkan Daddy." hanya itu yang bisa Gabriel katakan.


•••••