Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Tidak akan Terkecoh


Jantung Selo berdetak dua kali lebih cepat saat melihat gambar di Instagram Bianca, walaupun gambar itu blur. Tapi Sello tahu, iitu adalah foto USG, tidak ada caption di gambar yang di unggah oleh Bianca di instagramnya, wanita itu hanya memberi caption emoticon hati yang retak.


Nafas Sello Mendadak tidak beraturan saat melihat gambar tersebut, tidak perlu dijelaskan lagi dia mengerti bahwa Bianca pernah mengandung anaknya, karena Bianca memposting foto itu beberapa bulan sebelum mereka bercerai


Sello menjatuhkan ponsel di tangannya, tangannya gemetar hebat Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. “Apa yang kau lakukan Sello." Sello bergumam lirih dengan rasa sesak yang luar biasa.


Sello kembali mengambil ponselnya dan setelah itu, dia langsung menelepon Bianca, berharap nomor Bianca masih nomor yang dulu dan ternyata tersambung Bianca masih belum mengganti nomor ponselnya.


“Halo dengan siapa ini?” tanya Bianca ketika mengangkat panggilannya, membuat hati Selo kian pedih, mungkin Bianca sudah menghapus nomor teleponnya hingga Bianca mengenali nomornya.


“Halo siapa ini?” tanya Bianca lagi.


“Bianca, Apa kau ingin memesan udang lagi, sepertinya makanan ini kurang untukmu.”


Selo langsung mematikan panggilannya saat mendengar suara lelaki di sekitar Bianca, ternyata Roland sedang menawarkan pesanan pada Bianca. Sello menurunkan ponselnya, kemudian lelaki itu langsung menyandarkan tubuhnya kebelakang, mengadahkan kepalanya ke atas kemudian menyimpan tangannya di kening dan Lelaki itu menangis tergugu dan menyesali semuanya.


Lalu, setelah ini, langkah apa yang akan Sello ambil, tidak ada ... Sello tidak akan mengambil langkah apapun, Ia juga tidak ingin mengganggu Bianca lagi, ia hanya ingin meminta maaf secara langsung pada Mantan istrinya.


Sello kembali mengutak-atik lagi ponselnya, lalu menelepon Bianca. kali ini Sello ingin berbicara dengan mantan istrinya


“Halo ini siapa? kenapa dari tadi tidak bicara?” tanya Bianca, nadanya sedikit kesal karena nomor yang menghubungi tidak berbicara.


“Bianca!” panggil Sello, tiba-tiba Bianca tidak bersuara saat mengetahui siapa yang meneleponnya. “Ada apa?” tanya Bianca dengan nada dingin dan acuh.


“Bolehkah aku berbicara denganmu sebentar saja?" Tanya Sello dengan hari-hati.


“ Aku sibuk, lain kali saja.” Bianca menutup panggilannya, hingga Sello kembali menurunkan ponselnya.


***


Sello terus melihat ke arah jalan, berharap mobil Bianca segera tiba. Saat ini, Selo sedang berada di depan Mansion Bianca dan ia tahu Bianca masih belum pulang, karena ia juga tahu Bianca sedang berada di restoran seafood favoritnya yang berada di sisi pantai.


Dulu mereka sering menghabiskan waktu di sana dan hanya tempat seafood itu yang Bianca selalu datangi. Jadi Sello yakin, Bianca zedang di sana sekarang.


Dua jam berlalu, Selo mengangkat tangannya menutupi matanya karena ada lampu yang menyala dan Selo yakin itu adalah mobil yang ditumpangi oleh Bianca dan benar saja, mobil itu milik Bianca.


Rupanya, Bianca pulang seorang diri karena Roland mengantarkannya ke rumah sakit sebab mobilnya ada di sana


Saat Bianca akan menekan klakson, Sello menjalankan mobilnya hingga menghadang mobil Bianca, membuat Bianca mengerutkan keningnya karena dia tidak mengenal mobil itu.


tak lama, Bianca menutup mulut saat Sello keluar dari mobil tersebut, karena selama ini Bianca hanya tahu Sello selalu memakai mobil mewah. Tapi sekarang, Sello malah memakai mobil yang biasa.


“Kenapa kau di sini, ada apa?” tanya Bianca,


“Bolehkah aku berbicara denganmu?”


“Sello kau tidak tahu waktu, ini kan sudah malam. Aku harus masuk!’


“ Bianca, berikan waktu 10 menit ini saja. setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi,” jawab Selo, jarinya menyilang di belakang tubuhnya, seolah mengisyaratkan sesuatu pada dirinya sendiri.


Bianca menghela nafas kemudian membuka pintu hingga Selo pun masuk ke dalam mobil.


“Katakan ada apa? jangan bertele-tele!" Titah Bianca.


“Bianca apa Kita pernah kehilangan anak kita?” tanya. Bianca tersenyum getir.


“Hmm, dan itu semua karena kau meninggalkan aku saat kita bulan madu, aku lelah mencarimu hingga aku keguguran. Tapi, tidak ada yang tidak perlu merasa bersalah karena semuanya sudah berlalu,” Bianca mendahului Sello untuk berbicara, agar saya tidak banyak berbasa-basi dan benar saja Sello hanya terdiam.


“Maafkan aku, Bi.”


“Aku memaafkanmu, Sello. Itu juga sudah lama sekali berlalu. Sudah kubilang, aku bahagia setelah bercerai darimu. Sekarang, aku tau bagaimana cara menghargai diriku sendiri hingga aku berada di tengah-tengah orang yang menyayangiku. jadi tolong jangan pernah membahas masa lalu lagi.”


“Aku benar-benar minta maaf, Bi.’


“Sudah aku bilang aku sudah memaafkanmu. Tidak perlu merasa bersalah tentang apapun lagi, aku juga sudah tidak membencimu ataupun tidak merasa sesak ketika melihatmu. Aku benar-benar sudah mengikhlaskan semuanya.”


“Baik kalau begitu, Terima kasih semoga kau bahagia dengan pilihanmu," ucap Sello.


“Semoga kau juga," jawab Bianca. saat mendengar ucapan Bianca, Sello tersenyum getir.


“Pilihanku salah, Bu,” batin Sello.


“Bianca!” panggil Selalu sebelum dia turun dia menoleh lagi ke arah Bianca..


“Kau cantik sekali,” ucap Sello.


“Hmm, aku tahu," jawab Bianca. Sello turun dari mobil, kemudian berjalan ke mobilnya.


“Dasar bodoh, memangnya dia pikir ini sinetron!" Umpat Bianca ketika Sello turun, dia tidak akan terkecoh dengan apapun yang dilakukan Selo Karena sekarang hidupnya benar-benar sudah bahagia.