Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Menguji


Dareen Masih tidak bisa menghentikan tawanya, tingkah Shelby benar-benar lucu. Rasanya dia tidak sabar untuk bertemu dengan wanita itu karena tentu saja dia akan menggoda Shelby lebih dari ini.


Tak lama ruangan pintu ruangan Dareen terbuka, hingga Dareen langsung menghentikan tawanya, dia membulatkan matanya ketika sang ayah masuk ke dalam ruangannya. Seketika tubuh Dareen mematung karena sedari kasusnya muncul bersama Mia, Dareen belum lagi bertemu ayahnya. Bahkan dia tidak berani mengangkat panggilan dari Tommy, karena dia terlalu malu.


“Kau sedang sibuk?” tanya Tommy, seketika Darren menegakkan kepalanya, kemudian bangkit dari duduknya. Dia berjalan ke arah sofa di mana ayahnya sudah duduk di sana. Jantung Dareen berdetak dua kali lebih cepat ketika akan menghampiri ayahnya, jujur dia malu karena kelakuannya.


Di masa lalu mungkin Dareen tidak akan peduli dengan hal seperti ini, karena dia pikir kekuasaan dan uang bisa mengatasi semuanya. Tapi sekarang tentu saja dia malu, apalagi dia mencoreng nama baik ayahnya


“Dad kau ingin memarahiku?” tanya Dareen. ”Aku tidak apa-apa di marahi, marahi saja aku Aku tidak apa-apa,” ucapnya lagi ketika dia duduk, lelaki itu langsung berbicara sebelum Tommy mengeluarkan suaranya membuat Tommy menggeleng.


“Katakan pada Daddy. Apa kau pernah melakukan hal macam-macan pada wanita itu?” Dareen menggeleng dengan cepat.


“Tidak ada. Aku bersumpah Aku tidak pernah melakukan hal lebih,.kami hanya sebatas melakukan ....” Dareen menghentikan ucapannya karena dia malu untuk membahasnya. Hingga Tommy mengangguk-anggukkan kepalanya.


“Baik Daddy mengerti."


“Lalu, bagaimana masalah perusahaan, Dad?” tanya Dareen


“Daddy sedang mengurusnya," jawab Tommy. “Sekarang jalankan saja perusahaan dengan benar perbaiki saja hubungan keluargamu, Jangan biarkan Shelby dan anak-anakmu terpengaruh dengan masalah ini, kau mengerti?”


Baru saja Dareen akan berbicara, tiba-tiba pintu ruang ruangan Dareen terbuka, muncul sosok Salsa membuat Dareen berdecak kesal.


“Salsa, kau di sini rupanya," ucap Tommy setelah Salsa masuk. Salsa berjalan ke arah sofa, kemudian, dia langsung menyandarkan tubuhnya pada bahu ayahnya membuat Dareen berkecak kesal.


“Apa ada sesuatu yang mengganggumu?' tanya Tommy lagi.


“Apa kau masih sering curiga pada suamimu?” kali ini Dareen berbicara. “Salsa sudah kubilang, jangan terlalu mengekang suamimu, suamimu bisa bosan dan malah menghianatimu!” ejek Darren lagi. Salsa terdiam dia tidak membalas ucapan adiknya, padahal biasanya dia sering berdebat dengan Dareen. “Liihat-lihat, apa yang aku katakan benar, kan suamimu pasti mengkhianatimu Karena Kau terlalu cerewet dan karena terlalu overprotektif," kata Dareen lagi, membuat Tommy menggeleng.


Salsa tersadar. “Sok tahu sekali kau!” jawab Salsa.


Tommy menoleh ke arah putrinya. “Apa Kevin menghianatimu?” tanya Tommy Salsa terdiam sejenak, kemudian menggeleng.


“Tidak mana mungkin Kevin seperti itu. Hubungan kami baik," jawab Salsa. Padahal ada rahasia yang disembunyikan oleh Salsa.


Salsa adalah orang yang terlalu protektif, dia selalu curiga pada Kevin dan Kevin terlalu friendly pada orang lain dan Salsa tidak menyukai itu hingga berujung dengan Salsa yang selalu mempermasalahkan apapun yang dilakukan oleh Kevin dan sepertinya suaminya mulai jengah dengan tingkah Salsa.


Dan pada akhirnya, pertengkaran itu pun terjadi untuk pertama kalinya Kevin memberontak pada Salsa, dia bahkan dengan lantang mengatakan sudah mempunyai wanita yang bisa menerimanya dan membuatnya nyaman.


jangan ditanyakan betapa hancurnya hati Salsa saat itu, tapi karena dia mencintai Kevin saat itu dia mulai meminta maaf pada Kevin dan berniat untuk memperbaiki semuanya, karena dia tidak mau Kevin meninggalkannya. Tapi, sepertinya Kevin sudah mulai jengkel pada Salsa hingga dia tidak memperdulikan istrinya dan malah sudah tidak pulang selama 1 bulan. Padahal saat ini Salsa membutuhkan dukungannya, karena dia sedang mengandung anak ketiga. Tapi sayangnya Kevin masih belum tahu dan asyik dengan dunianya.


Ini sudah sebulan berlalu Salsa berusaha untuk mengambil hati suaminya, tapi Kevin seperti memanas-manasi dengan selalu berduaan dengan wanita yang Salsa tidak tahu siapa wanita itu, hingga pada akhirnya Salsa menyerah, dia tidak lagi mengejar suaminya dan lebih memilih pasrah jika memang hubungan mereka harus berakhir.


Tapi belum ada yang tahu tentang hubungannya dan Kevin sekarang, dia juga tidak akan menggugat cerai suaminya, dia akan menunggu Kevin sendiri yang menggugatnya setidaknya dia masih menjaga nama baik Kevin, agar tidak jelek di mata keluarganya, karena saat ini Kevin masih bekerja di bawah naungan perusahan keluarganya.


“Dari raut wajahmu sepertinya apa yang aku ucapkan benar.” Dareen hanya berniat menggoda karena jika kakaknya dikhianati, tentu saja dia juga akan murka.


***


Waktu menunjukkan pukul 05.00 sore, sedari tadi Shelby berada di tangga darurat, ini sudah 3 jam berlalu dia diam di sana meratapi dan merenungi semuanya.


Setelah berada 3 jam di tangga darurat Shelby memutuskan untuk pulang, apalagi barusan pihak toko sudah menelpon dan mengatakan semua tas sudah dibawa ke apartemen, dan terpaksa sekarang Shelby harus pulang.


Dan sekarang, di sinilah Shelby berada. Dia baru saja sampai di basement apartemen, wanita itu turun dengan lesu kemudian berjalan ke arah lift untuk naik ke unit apartemennya. Saat masuk ke dalam apartemen, Shelby memejamkan matanya ketika melihat sepatu Dareen, sudah dipastikan Dareen sudah pulang.


Perlahan, Shelbi maju dan ternyata Daren beserta kedua anak mereka sedang ada di ruang tamu, dan di depan mereka berjejer paper bag yang sangat banyak bahkan memenuhi seluruh ruang tamu.


“Mommy apa mami ingin berjualan?” tanya Theresia, Shelby memegang jantungnya ketika Theresia berbicara, rupanya ketika Theresia melihat sang ibu datang dia langsung bertanya pada ibunya sedangkan Dareen langsung menutup mulut menahan tawa ketika melihat ekspresi Shelby yang seperti ini.


“Oh, iya Mommy akan berjualan," jawabnya dengan gugup.


“Mommy, apa Daddy tidak memberi uang sampai berjualan seperti ini?” tanya Tristan, membuat mata Dareen membulat. Sepertinya Tristan sedikit kesal saat mendengar sang ibu akan berjualan. Padahal mereka sangat kaya.


“Ini semua milik Mommy," kata Dareen yang langsung menjawab ucapan Theresia.


Shelby tidak mengubris percakapan Dareen dan juga kedua anak mereka, dia malah fokus ke bawah. saat melihat melihat paper bag tersebut. Dia juga mengingat bahwa ada harga satu tas umyang sangat fantastis..


Karena terlalu pusing memikirkan hal ini, Shelby pergi begitu saja ke kamar, meninggalkan suami dan anaknya. Setelah sampai di kamar, Shelbi langsung membanting tubuhnya di ranjang, dia tidak memikirkan apa pun lagi, wanita itu langsung memejamkan matanya.


“Bagaimana jika kalian malam ini menginap di rumah kakek dan nenek?” tanya Dareen, membuat kedua anak itu kebingungan..


“Maksud, Daddy apa?” tanya Tristan.


“Apa Daddy ingin berduaan dengan Mommy?” tanya Theresia


Daren dengan cepat mengangguk, ”Bagaimana apa kalian mau. Toh, besok hari sabtu, kalian libur sekolah. Jadi Daddy rasa tidak ada salahnya untuk menginap di rumah kakek nenek."


Thresia dan Tristan saling tatap, “Baiklah kalau begitu," balas Tristan. Tentu saja mereka mendukung apa yang akan di lakukan oleh sang ayah. Dan setelah kedua anaknya setuju, Dareen langsung menghubungi supir untuk menjemput kedua anaknya.


Setengah jam berlalu, tersengar suara bel berbunyi dan Dareen tau itu adalah supir yang akan menjemput Tristan dan Theresia.


Dareen menutup pintu, dia menghela nafas lega ketika putra-putrinya sudah keluar dari apartemen setelah. Setelah itu dia langsung berbalik kemudian dia berjalan ke arah kamar untuk melihat Selby.


Saat berada di depan kamar, Darren membuka pintunya sedikit. Dia mengintip sedang apa istrinya, dan ternyata Shelby sedang tertidur. perlahan Dareen masuk ke dalam kamar. Lalu setelah itu berjalan ke arah ranjang, dan berbaring di sebelah Shelby. Lalu, dia memeluk Shelby dari belakang, tangannya tidak henti-hentinya menjamah tubuh istrinya membuat Shelby melenguh, dan tak lama kesadaran wanita itu meningkat ketika tangan Dareen sudah semakin ganas menjelajahi tubuhnya.


Mata Shelby membulat saat ada yang menyentuhnya, dengan cepat dia langsung menyingkirkan tangan Dareen dari tubuhnya, lalu menoleh.


“Dareen!” Shelby berteriak ketika melihat Dareen yang melakukan itu padanya dan dengan cepat Dareen langsung mendidih tubuh istrinya.


“Dareen, kau gila!” teriak Shelby.


“Tidak, aku tidak gila. Aku hanya menuntut bayaranku, kau harus membayar tas itu.”


“Aku akan mencicilnya setiap bulan," kata Shelby, Dareen Menggulingkan tubuhnya, tapi dia langsung memeluk istrinya mengunci tubuh Shelby dengan kakinya, hingga Shelby tidak bisa bergerak.


“Dareen, lepaskan!” kata Shelby, dia meronta tapi tenaganya kalah jauh.


“No, aku tidak akan melepaskanmu sampai kau membayarnya.”


“Tristan ... Theresia!” teriak Shelby dia tahu Dareen akan melepaskannya jika Tristan dan Theresia masuk.


“Tristan dan Theresia tidak ada, mereka menginap di rumah Mommy dan Daddy!” mata Shelby membulat saat mendengar ucapan Dareen.


“Deren, apa kau sengaja mengungsikan mereka?” tanya Shelby.


“Hmm, aku sengaja karena aku ingin mengulang malam itu,” jawabnya. Shelby masih berusaha meronta. Namun, Dareen tetap menahan tubuh Shelby hingga pada akhirnya wanita itu lelah untuk bergerak dan setelah itu Shelby menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.


“Dareen lepas! Aku lelah seharian tadi aku bekerja!” dusta Shelby Padahal dia menghabiskan waktunya berjam-jam di mall untuk merenungi apa yang baru saja dia perbuat.


Dareen terkekeh. ”Aku ingin bayaranku, bayar saja dengan satu malam ini nanti hutangmu lunas,” kata Dareen. “Coba bayangkan Shelby, dalam satu malam hutangmu lunas dan kau tidak perlu mencicil tiap bulan, kau tahu tadi kau menghabiskan hampir 1 juta dolar untuk membeli tas itu.”


diingatkan soal nominal yang tadi dia keluarkan untuk membeli tas tersebut tubuh Shelby langsung melemas, membuat Daren mengatupkan bibirnya menahan tawa.


“Ta-tapi, kesannya aku seperti sedang menjual diriku," kata Shelby.


“Shelbyku, sayangku ... Aku ini suamimu. Kenapa kau mengatakan itu," ucap Dareen yang memberanikan diri menggombali Shelby.


Shelby berdecak kesal. “Dareen, kau membuat aku merinding dan ....” Belum sempat Shelby menjawab Dareen sudah terlebih dahulu kembali menindih tubuh istrinya dan ....


***


Angela melempar tasnya ke bawah, emosi wanita itu begitu menggebu-gebu ketika dia kalah dari kakaknya dan dia tidak berhasil mempermalukan Shelby.


“Angel ada apa?” tanya Andersom para putrinya.


“Dad, biarkan aku yang mengambil alih kerja sama dengan perusahaan tuan Daren," ucap Angel tiba-tiba.


“Angela, jangan ganggu Kakakmu lagi!” Anderson tau, Angela sedang ingin melakukan sesuatu pada Shelby.


“Tidak akan, aku hanya ingin belajar saja mengelola bisnis. Dan aku akan memulai mengambil alih untuk bekerja sama dengan Tuan Dareen.”


“Sayangnya, Tuan Dareen membatalkan kerja sama secara sepihak. Dan Daddy mengalami kerugian yang sangat besar!”


“Apa!” Angela berteriak, dia menatap tak percaya pada ayahnya.