Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
belajar melupakan


Setelah keluar dari restoran meninggalkan Adrian dan juga Saira, Maira berjalan dengan pelan ke arah mobilnya. Separuh jiwa Maira terasa hilang, ternyata banyak sekali godaan ketika ingin melupakan lelaki itu.


Maira ingin menjauh dari Adrian, tidak ingin berhubungan lagi dengan lelaki itu, tapi sekarang malah Saira yang berhubungan dengan lelaki itu dan otomatis pasti dia akan terbawa-bawa.


Mayra berusaha melupakan lelaki itu karena dia sadar, dirinya terlalu berarti untuk mengejar lelaki itu. Tapi, saat niat menjauh itu timbul, Adrian malah akrab dengan Saira membuat Maira hancur.


Mungkin sekarang, mereka hanya sebagai rekan bisnis, lalu bagaimana jika mereka berdua memutuskan untuk merajut kisah? Karena memang Maira tidak tahu bahwa Saira sudah memiliki kekasih. Saira selalu tertutup tentang kehidupan percintaannya padanya atau pada keluarga, hingga tidak ada yang tahu tentang kisah cintanya.


Maira masuk ke dalam mobil kemudian dia mulai menyalakannya dan menjalankannya. Saat masuk ke dalam mobil, Maira menyetir sambil melamun, pikirannya melanglang buana membayangkan jika Adrian dan Sayra merajut kisah.


Dan tak lama, Maira meringis dia merasakan perutnya nyeri, hingga wanita itu pun langsung memakirkan mobilnya di sisi dan memutuskan untuk beristirahat sejenak.


Maira memegang perutnya yang semakin terasa nyeri, dan mungkin juga asam lambung Maira kambuh hingga wanita itu merasa kesakitan.


Maira menyadarkan tubuhnya ke belakang, dan setelah beberapa saat, bukan hanya perutnya saja yang merasa sakit, kepalanya pun juga. Maira mengambil Tumbler yang ada di sebelahnya, kemudian menenggak isi Tumbler itu, tapi ketika dia sudah minum dari tumblr yang ada di mobil, rasa pusing Maira semakin menjadi-jadi, hingga sedetik kemudian Maira sudah menutup matanya. Wanita itu tidak sadarkan diri.


"Maira, Maira!" Selo dengan panik berteriak. Dia yang melihat mobil Maira, langsung menghentikan laju mobilnya kemudian menyeberang untuk melihat mobil sang adik, dan saat mengintip Selo dibuat terkejut ketika melihat Maira yang terkulai.


Selo sudah berteriak, tapi Maira tidak kunjung terbangun hingga pada akhirnya Selo menyebrang kembali ke mobil miliknya untuk mengambil sesuatu dan mobilnya Dia berniat memecahkan jendela.


Brak!


Kaca jendela mobil Maira langsung pecah ketika Selo memukul dengan benda tajam, kemudian lelaki itu langsung terpekik. Benar saja, ternyata Maira tidak sadarkan diri, hingga dengan cepat Selo langsung membawa Maira ke mobilnya.


Selo mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Kali ini dia berencana membawa Maira ke rumah sakit, tapi sepertinya dia tidak akan pergi ke rumah sakit milik keluarganya, sebab itu terlalu jauh hingga akhirnya Selo membawa Maira ke rumah sakit terdekat dan sekarang Maira sedang diperiksa oleh dokter, dan Selo menunggu di luar. Dia belum menelpon keluarganya, dia tidak ingin semua panik hingga dia memutuskan untuk menunggu Maira sadar.


"Bagaimana keadaan adik saya?" tanya Selo.


"Sepertinya adik Anda hanya mengalami dehidrasi ringan dan kelelahan. Sebentar lagi juga akan sembuh asam lambungnya," ucap dokter.


Lelaki itu langsung masuk ke dalam untuk melihat sang adik.


Lima belas menit kemudian, Maira mengerjap. Dia terbangun dari tidurnya lalu melihat ke sekelilingnya. Dia merasa bingung dengan apa yang terjadi, dia tidak ingat dia sedang di mana.


Tak lama dia yang merasa diperhatikan pun langsung berbalik, kemudian melihat ke arah samping dan ternyata ada Selo.


"Kak," panggil Maira.


Selo yang sudah mengutak-atik ponselnya, langsung menoleh.


"Kau sudah sadar ?" tanya Selo dengan helaan nafas lega hingga Maira mengangguk.


"Kak, kenapa aku ada di sini?" tanya Maira.


"Kau tadi tidak sadarkan diri di mobil. Beruntung ada Kakak. Jika tidak," ucap Selo hingga Maira menggigit bibirnya.


"Terima kasih, Kak," jawab Maira lagi, hanya itu yang bisa dia katakan. Dan ketika dia terbangun, rasa sakit kembali menghantamnya ketika mengingat tentang Adrian dan Sayra.