
“Roland!” Panggil Bianca, ia menatap Roland dengan tak percaya saat Roland ada di depannya. Ini sudah 5 tahun berlalu, semenjak pertemuan terakhir mereka, dan Ia tidak menyangka Setelah 5 tahun berlalu ia akan melihat Roland kembali.
“Hai, Bi," jawab Roland, ia menyapa Bianca dengan kikuk masih teringat jelas saat dulu Bianca berkata tegas padanya. Tadi, sebenarnya ia ragu untuk menyapa Bianca, hanya saja ia memberanikan diri untuk menyapa wanita ini.
“Hai, Roland,” jawab Bianca dengan gugup.
“Kau sedang sendiri?” tanya Roland, Bianca pun mengangguk.
“Baiklah kalau begitu sampai jumpa!” pada akhirnya, Roland pamit dari hadapan Bianca. hingga Bianca langsung tersadar.
“Roland!” Panggil Bianca, Rolland pun kembali berbalik kemudian menoleh ke arah Bianca..
“Ia, Bi,” jawab Roland.
” jika kau mau, kau oleh bergabung denganku,” ucap Bianca. Tubuh Roland diam mematung saat mendengar jawaban Bianca. Bagaimana tidak, 5 tahun lalu, setelah pernikahan Bianca dan Seo menginjak 3 bulan Roland pernah menyatakan perasaannya pada Bianca, saat itu Roland belum mengetahui bahwa Bianca sudah menikah, karena Bianca tidak pernah berbicara apalagi saat itu Bianca kerap menjauh darinya.
Dan saat itu, Roland berpikir untuk langsung mengutarakan perasaannya, apalagi Roland sudah menyukai Bianca saat mereka masih kuliah.Tapi sayang saat ia menyatakan perasaannya, Bianca menolak Roland mentah-mentah dan mengatakan yang sesungguhnya, bahwa ia sudah menikah. Bahkan, secara tegas Bianca menyuruh Roland untuk tidak mendekatinya lagi dan tentu itu pukulan berat bagi Roland .
“Benarkah aku bolehkah bergabung?" tanya Roland dengan ragu, jantungnya berdegup dengan sangat kencang saat Kembali melihat Bianca.
Bianca pun menggangguk. “Silahkan duduk!” kini kedua insan itu sama-sama duduk saling bersebrangan. Bianca mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan, lalu mempersilahkan Roland untuk memesan.
“Kau baru kembali lagi ke sini?" tanya Bianca wajahnya begitu gugup. Jujur saja, ia malu menatap Roland. Semenjak pertemuan mereka di depan gedung apartemen, Roland begitu gencar mendekatinya. Namun dia menghindar dan pada akhirnya Roland menyatakan perasaannya dan Bianca menolak karena tentu saja ia sudah menikah dengan Sello.
Tapi sekarang, setelah melihat Roland lagi, kenapa hati Bianca terasa aneh. Dulu, ia menjauhi Roland yang mencintainya karena sudah menikah dengan lelaki seperti Sello, lelaki yang sangat jauh dari kata layak dan sekarang Bianca menganggap hubungannya dengan Sello sudah berakhir. Jadi Bianca rasa, tidak ada salahnya untuk terus berteman dengan Roland.
“Hmm, Aku baru saja kembali ke negara ini karena ada pekerjaan yang harus aku tangani. mana suamimu Bianca?” tanya Roland, wajah Bianca meredup, membuat Roland tersadar.
“Tidak maksudku lupakan, jika kau tidak ingin menjawabnya!” rupanya Roland menyadari ekspresi Bianca membuat Bianca tersenyum.
“Tiidak apa-apa, Roland. Kami akan berpisah,” jawab Bianca, membuat mata Roland membulat. Seperti ada jutaan kupu-kupu mengelilingi Roland, saat mendengar Bianca akan berpisah dengan suaminya.
Bolehkah Roland berharap lebih jauh saat ini, karena walau bagaimanapun cinta itu masih ada, dia masih mencintai Bianca, bukan hanya dari lima tahun yang lalu, tapi dia juga mulai mencintai Bianca saat mereka berkuliah.