Tatap Aku, Lelakiku!

Tatap Aku, Lelakiku!
Darren


"Kau yakin kau tidak apa-apa?" tanya Adrian, sama seperti Alice, dia tidak percaya saat Salsa mengatakan bahwa luka di tangannya hanya karena terjatuh.


"Aku tidak apa-apa," jawab Salsa, "ini hanya terjatuh." Salsa tetap kekeh dengan jawabannya.


Alice mengerutkan keningnya, dia melihat melihat wajah Salsa lekat-lekat, ada yang aneh dengan Salsa ketika adiknya berbicara dengan sang ayah.


"Oh ya sudah, boleh Paman lihat tanganmu?" tanya Adrian lagi.


"Tidak boleh, aku tidak apa-apa," jawabnya, "Aku ingin tidur di kamar Kakak."


Gadis itu pun langsung bangkit dari duduknya kemudian pergi ke arah kamar Alice, membuat Alice menggeleng.


"Dad, kau dari mana?" tanya Alice.


"Daddy habis mengantarkan Hana ke kantor," jawabnya sambil mendudukan diri di samping putrinya.


Alice tampak terdiam.


“Dad, apa hubunganmu dan Hana baik- baik saja?”


"hmmm, Daddy tidak mungkin melakukan kesalahan yang sama dengan Hana, bahkan sekarang Hana sedang mengandung adikmu," kata Adrian.


Alice menutup mulut tak percaya.


"Benar Hana hamil?" tanya Alice dengan tatapan tak percaya


"Hana sedang mengandung, dan Daddy baru mengetahuinya. Tadi, dia pergi kantor untuk mengundurkan dirinya dari pekerjaan," jawabnya.


Pada akhirnya, setelah bertahun-tahun menduda, Adrian yang kini menginjak usia 52 tahun, menikah lagi dengan seorang wanita yang berbeda dua puluh tahun dengannya atau satu tahun lebih muda daripada Alice. Walaupun Hana sudah menjadi ibu tirinya, Alice tidak terlalu dekat dengan Hana. Sebab, tentu saja dia merasa canggung karena umur Hana di bawahnya. Tapi, walaupun begitu, dia tetap senang karena sang ayah tidak lagi kesepian.


Adrian dan Hana bertemu ketika Hana menjadi pasien di rumah sakit tempatnya bekerja. Kebetulan, saat itu Hana menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Dia dianiaya suaminya hingga mengalami perdarahan di otak, dan saat Hana sudah sadarkan diri, Hana meminta tolong pada Adrian agar Adrian membawanya pergi dari rumah sakit, karena dia yakin setelah dia sembuh, suaminya akan melakukan hal yang sama.


Pada akhirnya, keduanya dekat dan setelah dekat satu tahun, Adrian memutuskan untuk menikahi Hana walaupun saat itu dia belum mencintai wanita itu. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai mencintai Hana.


Akhirnya bertahun-tahun dia mencintai Mayra, posisi Mayra tergeser karena hadirnya Hana. Hal yang membuat Adrian bahagia adalah sekarang, Hana mengandung anak ketiganya. Alice dan Salsa akan segera mempunyai adik.


***


Waktu menunjukkan pukul dua belas malam.


Dareen mendorong motornya untuk masuk ke dalam garasi. Jantung Darren seakan berdegup dengan kencang ketika mendorong motornya. Seperti biasa, Tommy tidak memperbolehkan anak-anaknya pulang lebih dari jam dua belas malam kecuali ada alasan yang tepat, seperti menginap di rumah teman dan lain-lain.


Hari ini, Darren berbohong pada sang ayah, mengatakan akan pulang jam sepuluh, tapi dia malah pulang pukul dua belas malam. Itu sebabnya dia mendorong motor diam-diam agar tidak ketahuan oleh Tommy. Bisa habis dia dihukum oleh sang ayah. Tommy pasti akan memberikan sejuta pertanyaan untuknya.


Darren berhasil menyimpan motor di garasi. Lelaki itu berjalan mengendap-ngendap untuk ke pintu belakang. Dia berencana masuk lewat sana.


Sial.


Darren memejamkan matanya, menahan geram ketika pintu belakang terkunci rapat, dan pada akhirnya terpaksa harus melewati pintu depan.


Darren membuka pintu dengan pelan. Remaja itu melihat ke sana kemari, memastikan keadaan aman dan ketika melihat lampu sudah padam, Darren menghela napas, berarti sang ayah sudah tidur hingga pada akhirnya Darren berjalan dengan santai ke arah lift.


Namun tiba-tiba, Darren menghentikan langkahnya ketika lampu menyala. Jantung Darren berpacu dengan cepat ketika lampu menyala, hingga dia pun menoleh ke belakang.


"Dad," panggil Darren.


"Dari mana kau?" tanya Tommy. Raut wajahnya sudah mulai serius, tapi seperti biasa, Darren dengan wajah jenakanya hanya tersenyum santai meski tentu saja dia ketakutan.


"Duduk," kata Tommy hingga Darren pun langsung duduk. Dia tetap bersikap tenang karena jika dia panik, sang ayah akan semakin mencecarnya.


"Kau dari mana?" tanya Tommy.


"Aku baru saj—"


Tiba-Tiba, ponsel Tommy berdering, hingga Darren langsung menghentikan ucapannya. Dia menghela napas lega.


"Apa?" Tommy terpekik saat mendengar ucapan Alice di seberang sana yang mengatakan bahwa Salsa mengalami demam tinggi, hingga tanpa basa-basi, Tommy pun bangkit dari duduknya. Sementara Darren, langsung beruforia karena dia tidak jadi diinterogasi. Lelaki tampan itu pun langsung bangkit dari duduknya kemudian kembali ke kamar.


***


Satu minggu kemudian.


Salsa berdiri di depan rumahnya. Setelah bergulat dengan pikirannya sendiri, akhirnya Salsa memutuskan untuk pulang. Tentu saja setelah mendengar nasehat Mayra kemarin, bahwa tidak akan ada titik temu antara ia dan sang ayah, jika Salsa tidak mau pulang dan berbicara pada Tommy.


Setelah cukup lama terdiam, akhirnya Salsa pun menekan bel dan tak lama, pintu terbuka dan ternyata Tommy yang membuka pintu.


Mata Tommy membulat ketika melihat Salsa ada di depannya. Dia bahkan menjatuhkan gelas yang dia pegang, sedangkan Salsa tersenyum kikuk.


"Ha-Halo, Dad," sapa Salsa dengan terbata. Seketika, Tommy maju kemudian dia memeluk putrinya dengan erat. Akhirnya, putrinya mau juga pulang.


"Akhirnya kau pulang, Salsa," ucap Tommy. Dia melepaskan pelukannya kemudian menangkup pipi Salsa. Rasanya, Salsa ingin sekali menangis, tapi dia menahannya.


"Ayo bicara di ruang kerja Daddy," ucap Tommy. Dia merangkul bahu putrinya lalu setelah itu mereka berjalan ke arah lift untuk naik ke ruang kerja lelaki paruh baya tersebut, dan kini keduanya sudah duduk di sofa dengan posisi bersebelahan.


Tommy menggenggam tangan Salsa. "Maafkan Daddy, Salsa. Daddy menyesal telah melakukan itu padamu. Daddy menyesal telah membentakmu dan tidak bertanya terlebih dahulu," katanya.


Salsa menunduk kemudian mengangguk.


"Jangan seperti kemarin lagi. Aku tidak mungkin membohongi Mommy dan Daddy," jawabnya hingga Tommy langsung membawa Salsa ke dalam pelukannya.


"Daddy berjanji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi." Tiba-Tiba, Tommy teringat sesuatu. Lelaki itu pun langsung bangkit dari duduknya kemudian dia langsung berjalan ke arah meja, lalu membuka laci dan mengeluarkan satu kotak.


"Ini mungkin tidak terlalu mirip, tapi Daddy sudah meminta untuk desainer perhiasan mendesain gelang yang mirip dengan gelangmu yang patah. tapi Daddy berharap kau ...." Tommy menghentikan ucapannya ketika Salsa menarik gelang tersebut dari tangannya.


"Tidak apa-apa," kata Salsa.


***


Tiga tahun kemudian.


"Bangun kau!" Tommy berteriak ketika Darren tersungkur di lantai. Amarah lelaki itu membara ketika mengetahui apa yang Darren lalukan, di mana Darren membully seorang gadis dan menghamili gadis tersebut. Parahnya, Darren malah menyuruh Selbie ntuk menggugurkan kandungannya.


Kini, usia Darren sudah menginjak delapan belas tahun. Dia baru saja kuliah, tapi sifatnya tidak berubah. Dia tetap menjadi pembully dan juga pecicilan hingga dia membully Selbie yang dari keluarga sederhana dan berhasil masuk melalui jalur beasiswa dan . Bagi Darren, itu adalah mangsa yang empuk.


Pertama pertemuan mereka, Selbie sudah berani pada Darren yaitu menegur Darren karena Darren tidak mau mengantre ketika mengambil makanan di kantin, dan tentu saja Darren tidak terima karena dia berpikir kampus itu adalah yayasan milik keluarganya dan dia tidak harus mengantri.


Namun, Selbie begitu kuat. Dia tidak gentar walaupun dibully oleh Darren, hingga pada akhirnya Darren lepas kontrol dan melakukan apa yang tak seharusnya dia lakukan, hingga Selbi mengandung.


Satu minggu lalu, Selbi mengatakan bahwa dia hamil tapi Darren Selbi bertanggung jawab, hingga dia menyuruh Selbie untuk menggugurkan kandungannya. Tentu saja Selbie tidak terima, dan karena wanita itu begitu kuat walaupun sudah diancam oleh Darren, Selbie tetap datang ke rumah Tommy dan Mayra lalu mengatakan yang sebenarnya bahwa dia hamil anak Darren. Itu memicu kemurkaan di diri Tommy, itu sebabnya sekarang dia langsung menghajar sang putra secara habis-habisan.