
Gedung Andez Corporation.
Aula rapat yang biasanya hanya dipakai kalau sedang rapat umum. Hari ini tampak ramai, kursi-kursi yang sudah dipenuhi oleh para karyawan yang mendapatkan undangan untuk masuk ke dalam ruangan. Para arsitek yang bekerja di Andez Corporation.
Suara di dalam ruangan yang tadinya mendengung seperti kumbang, tiba-tiba senyap. Kicauan orang-orang langsung tertelan ketegangan.
Saat pintu terbuka, Sekretaris Serge masuk ke dalam ruangan, semua orang berdiri tanpa diberi instruksi. Di belakang Sekretaris Serge, sumber ketegangan semua orang, Rionald Fernandez, CEO Andez Corporation berjalan dengan gagah. Langkah kakinya tegap, sebentar dia menyapu ruangan dengan pandangannya, semua orang yang ada di dalam ruangan menundukkan kepala memberi salam.
Dengan satu gerakan tangan Serge, semua kembali duduk dengan tenang di tempatnya semula. Antusias dan rasa penasaran terlihat di wajah mereka.
Hari ini akan menjadi momen penting, bagi para arsitek yang berada di bawah naungan Andez Corporation.
Serge memulai dengan sambutan singkat tentang tujuan mereka di kumpulkan di ruangan ini. Setelahnya dia megucapan terimakasih atas kerja keras semua karyawan Andez Corporation terutama para arsitek yang sudah menjadi pondasi penting bagi Andez Corporation.
Proyek asrama karyawan Andalusia Mall dimulai.
Layar film di dalam ruangan menyala, semua mata tertuju ke layar. Profil perusahaan Andalusia Mall ditampilkan. Lalu, Serge memberikan informasi tentang proyek baru yang akan dijalankan bersama Andalusia Mall. Tepuk tangan menyambut ketika Serge menyudahi penjelasannya. Layar lebar yang menampilkan profil Andalusia Mall berganti menjadi asrama Gardenia Pasifik Mall. Sebuah asrama karyawan yang dibangun oleh Andez Corporation. Salah satu maha karya yang dibanggakan Andez Corporation.
"Tuan Rion yang akan menyampaikan langsung, perihal proyek baru ini."
Tepuk tangan mereda. Ketenangan langsung tercipta, saat Rion naik ke atas podium. Di tangannya ada map, penjelasan mengenai proyek yang akan dia bacakan sendiri.
Pandangan Rion menyapu para karyawannya. Mereka terlihat tegang, berbeda dengan saat Serge bicara tadi. Rion berdehem beberapa ketukan.
Mereka langsung membisu seperti mau aku marahi.
Karena biasanya kan memang begitu, tembok yang dibangun Rion di sekilingnya terlalu tinggi, hingga para karyawan memilih menjauh dan hanya menunjukkan hormat dari kejauhan.
"Selamat siang semuanya, selaku CEO Andez Corporation, aku mengucapkan terimakasih atas semua kerja keras kalian sampai hari bersama kami. Aku merasa senang melihat kalian bersemangat dengan proyek baru yang akan kita jalankan bersama Andalusia Mall." Rion berhenti sejenak. "Karena semangat dan kerja keras kalianlah, Andez Corporation bisa berjaya seperti sekarang ini."
Tepuk tangan langsung memenuhi ruangan, walaupun mereka ada yang saling pandang penuh keheranan, sejak kapan CEO mereka bicara tentang suasana hati, dia kan tidak perduli dengan suasana hati para karyawannya selama ini. Mau bersemangat atau tidak bersemangat, CEO tidak pernah ambil perduli. Yang penting mereka melakukan pekerjaan dengan baik.
CEO Rionald, bukan pimpinan kejam yang seenaknya pada karyawan. Tapi dia juga bukan pemimpin berhati hangat sampai perduli dengan suasana hati para karyawannya.
Deg. Ada yang langsung memegang dadanya sendiri berdebar-debar, bersamaan dengan melihat CEO Rionald tersenyum di atas podium. Peristiwa yang sangat langka sedang terjadi, gumam kubu para wanita yang tergabung dengan grup chat fans CEO. Bahkan ada yang masih sempat-sempatnya mengambil foto.
Sepertinya musim semi akan bermekaran di kantor.
Aku rela kerja bagai kuda untuk gaji dan mendapat senyum dari Tuan Rion.
Waktu tercipta sepertinya Tuhan memberinya dosis berlebih untuk wajah dan senyuman.
Dia belum menikah kan, apa aku punya kesempatan kalau mengejarnya.
Suara hati kelompok arsitek muda, yang masih jomblo dan berstatus perempuan.
Cih, karena selesai kalian setinggi CEO Rionald, itulah kenapa kalian masih pada jadi jomblo sekarang! Tim arsitek muda laki-laki, yang merasa kalah saing dengan semua hal yang dimiliki CEO Rion, ngedumel sendiri melihat reaksi para karyawan wanita.
Dari tadi saat baru datang laki-laki itu sudah terlihat lain di mata Serge, Serge bisa melihat suasana hati Rion sangat bagus.
Apa terjadi sesuatu dengannya dan Amerla semalam. Hah! Sialan! Serge terguncang sendiri jiwanya dengan kata-kata yang muncul di kepalanya. Itu tidak boleh terjadi, nama baiknya sebagai laki-laki, statusnya sebagai CEO Andez Corporation, akan tercoreng kalau sampai hubungan gelapnya dengan Amerla tercium publik.
Serge juga sedang memikirkan bagaimana nasib Merilin. Dalam kesepakatan pernikahan, kontrak mereka, jangka waktunya akan berlangsung selama dua tahun, kalau secepat ini disudahi lantas bagaimana dengan semua uang yang sudah di dapatkan Mei. Ah, tidak-tidak, Serge segera mengusir pikiran buruknya. Amerla kan sudah menikah, tidak mungkin Rion memaafkan gadis itu hanya karena dia bersikap imut kan.
Serge sedang terjun bebas dengan lamunannya sendiri.
Tapi, bisa saja mereka diam-diam bertemu setelah rapat kan. Tapi kenapa tadi pagi Mei izin bekerja sampai siang. Aaaaa! pusing sendiri kepala Serge sekarang. Rasanya mau pecah kalau dipikirkan. Karena semakin banyak kemungkinan yang bisa terjadi.
Serge yang cuma bisa menebak, benar-benar tidak tahu apa yang terjadi. Mei yang dia tanyai pesannya tidak di jawab, hanya dibaca saja. Saat dikirimi pesan lagi hpnya sudah tidak aktif.
Tidak..tidak, tidak mungkin Rion dan Amerla menghabiskan malam bersama kan. Hah! Apa sih yang kau pikirkan Ge. Memang Rion sudah gila.
Kasihan sekali kamu nak.ðŸ¤
Tapi, cinta kan kadang membutakan akal sehat dan pikiran. Serge masih over thinking, sampai tidak mendengarkan kata-kata Rion di atas podium. Setelah fokusnya kembali Rion sudah bicara masuk ke inti utamanya.
Ketukan tangan Rion di podium membuat semua menunggu, membangunkan Serge dari lamunan pikirannya yang kemana-mana.
"Aku akan memberikan kesempatan secara adil pada kalian semua. Tidak ada Senior dan junior di sini, kalian bisa menunjukkan hasil desain terbaik kalian tanpa ada batasan senioritas."
Artinya, semua orang memiliki kesempatan untuk terpilih, sesuai dengan kerja keras yang mereka lakukan.
"Ini tidak ada hubungannya dengan seberapa lama kalian bergabung dengan Andez Corporation. Aku memberikan peluang dan penilaian yang adil. Selama satu bulan, terhitung dari hari ini, siapkan desain 3D terbaik kalian."
Tepuk tangan bersemangat kembali memenuhi ruangan. Kesempatan yang adil bagi semua arsitek langsung menumbuhkan semangat dan persaingan diantara mereka.
"Lima desain terbaik setelah melewati penilaian dan seleksi, akan mendapat kesempatan mempresentasikan hasil desain kalian di depan Andalusia Mall. Desain utama yang terpilih akan menjadikannya arsitek utama, dan untuk empat besar yang lain, aku akan memberikan kalian kesempatan menjadi pendamping arsitek utama. Jadi, lakukan yang terbaik. Apa kalian siap melakukannya?"
Rion mengepalkan tangannya ke udara. Disambut pekikan suara dari para peserta rapat.
"Siap! Kami siap melakukan yang terbaik untuk Andez Corporation!" Suara semua orang mengguncang podium dan udara dengan teriakan semangat mereka, sekali lagi Rion tersenyum melihat antusias semua orang.
"Aku suka semangat kalian, aku menunggu hasil kerja keras kalian. Demi kejayaan Andez Corporation!"
Saat Rion turun dari podium semua orang bertepuk tangan lagi. Rion keluar dari ruangan setelah menyelesaikan menganggukkan kepala dan mengangkat tangannya, semua orang menundukkan kepala dan berdiri dari duduk bersamaan dengan menghilangnya dia di balik pintu.
Kesempatan yang sama, tanpa batasan senior dan junior. Adalah angin segar bagi semua arsitek yang ada di dalam ruangan. Semua orang juga tahu, bonus apa yang diberikan perusahaan pada arsitek yang menangani proyek asrama karyawan Gardenia Pasifik Mall. Andez Corporation memberikan bonus sesuai dengan kerja keras yang mereka lakukan. Bahkan diluar ekspektasi mereka. Bahkan, mereka juga diundang makan malam secara khusus oleh Presdir. Siapa yang tidak menginginkan kesempatan berharga itu. Yang mungkin hanya bisa mereka dapatkan sekali seumur hidup saat bekerja untuk Andez Corporation.
Dan persaingan para arsitek itu pun dimulai.
Bersambung