PUTRI AMERILYA

PUTRI AMERILYA
Keberhasilan Rencana Putri Amerilya


Kesatria Black Linox menunggu di dalam bangunan toko terbengkalai itu karna ia khawatir akan ada orang yang menyusup ke dalam jika bangunan tersebut tanpa penjagaan. Para prajurit dari Keluarga Marques Montiqu sedang menyusuri di sekitar area toko terbengkalai itu, beberapa diantara mereka ada yang mati setelah ditarik seseorang ke dalam gang gelap.


Putri Amerilya memberikan isyarat pada Kesatria Richal untuk memancing Kesatria Black Linox keluar dari markasnya, Kesatria Richal membalas dengan anggukan kepala. Sang kesatria melihat bagaimana situasi di sekitar dan setelah dirasa aman ia segera keluar dari persembunyian, Kesatria Richal berlari dengan kecepatan tinggi menuju bagian belakang bangunan toko terbengkalai itu. Kesatria Richal mengintip dari sebuah lubang kecil, ia melihat Kesatria Black Linox saat ini berada di ambang pintu masuk dengan wajah khawatir. Sepertinya Kesatria Black Linox khawatir jika penyusup itu beras dari Istana Kerajaan Meztano yang mencurigai pergerakannya selama beberapa hari terakhir ini.


Kesatria Richal secara perlahan berjalan menuju bagian depan bangunan terbengkalai itu, ia menyiapkan sebilah pedang untuk melakukan serangan kejutan. Saat jaraknya dengan Kesatria Black Linox tak jauh lagi ia langsung menyerang menggunakan pedang, karna insting Kesatria Black Linox cukup kuat pria itu berhasil mengeluarkan senjatanya di waktu yang tepat dan langsung menangkis serangan Kesatria Richal.


"Mengapa Anda tiba tiba menyerang saya seperti ini, kesalahan apa yang telah saya lakukan?." tanya Kesatria Black Linox dengan wajah polos seolah olah ia tak mengetahui apapun. Mungkin Kesatria Black Linox berfikir bahwa Kesatria Richal tak mengetahui rencana busuknya itu dan melakukan penyerangan di dasarkan rasa curiga tanpa alasan yang jelas.


"Anda terlihat sangat mencurigakan karna berada di tempat seperti ini sendirian, beberapa saat yang lalu saya juga melihat beberapa prajurit dari wilayah lain keluar dari tempat ini." jawab Kesatria Richal dengan tegas. Perkataannya membuat Kesatria Black Linox semakin yakin bahwa tak ada yang mengetahui rencananya itu.


"Saya datang kemari karna mendengar suara keributan beberapa saat yang lalu, kebetulan saya sedang berada di sebuah kedai yang tak jauh dari toko terbengkalai ini." jelas Kesatria Black Linox dengan alibinya yang sangat sempurna untuk menipu Kesatria Richal.


"Ah ternyata begitu, saya kira Anda bekerjasama dengan para penyusup itu. Lebih baik kita pergi dari tempat ini sekarang dan mencari beberapa penyusup yang masih berkeliaran." ucap Kesatria Richal, ia sengaja memberikan saran tersebut untuk menjauhkan Kesatria Black Linox dari toko terbengkalai.


"Apakah Anda datang sendirian? mengapa saya tidak melihat keberadaan Kesatria White Rose yang lain?." tanya Kesatria Black Linox yang perlu memastikan bahwa Kesatria Richal datang sendirian sehingga tak ada orang asing yang menyusup ke dalam bangunan toko terbengkalai itu saat ia pergi.


"Saya baru saja kembali setelah membelikan hadiah untuk ulang tahun Putri Amerilya besok malam." jawab Kesatria Richal sembari menunjukkan sebuah kantong belanjaan yang ia bawa.


Kesatria Black Linox menghela nafas lega karna Kesatria Richal datang sendirian, iapun tanpa ragu ragu pergi meninggalkan bangunan tua itu dan pergi bersama Kesatria Richal untuk mencari beberapa prajurit dari Kediaman Keluarga Marques Montiqu. Rencana akan diubah, mungkin Kesatria Black Linox akan berpura-pura berada di pihak Kerajaan Meztano namun ia dan Kesatria Richal gagal menangkap para penyusup itu malah mereka berdua yang tertangkap dan disekap nantinya. Kira kira seperti itu rencana yang saat ini berada di dalam otak Kesatria Black Linox, andai saja ia tau bahwa rencana milik Putri Amerilya jauh lebih sempurna dari miliknya itu.


"Kemana kita akan pergi, apakah Anda melihat arah para penyusup itu berlari?." tanya Kesatria Black Linox dengan raut wajah khawatir yang ia buat buat.


"Mereka pergi menuju pasar yang tak jauh dari tempat ini, sepertinya mereka ingin membaur dengan para penduduk yang masih menjalankan aktivitas di malam hari. Sebaiknya kita menangkap mereka semua sebelum hal tak diinginkan terjadi." ucap Kesatria Richal dengan sorot mata tajam dan nada bicara dingin.


"Baik mari kita pergi sekarang." jawab Kesatria Black Linox penuh dengan semangat.


Setelah kepergian Kesatria Richal dan Kesatria Black Linox kini saatnya Putri Amerilya bersama dua anggota Kesatria White Rose pergi menuju bangunan toko tua dengan langkah yang cepat sebelum ada prajurit Kediaman Marques Montiqu yang kembali. Setelah beberapa saat berlari akhirnya mereka bertiga sampai di depan bangunan toko terbengkalai itu, Putri Amerilya meminta Kesatria Albern dan Kesatria Lauret untuk berjaga di depan dan menghalangi siapapun yang ingin masuk ke dalam sedangkan Putri Amerilya berjala masuk ke dalam bangunan yang gelap dan sunyi itu sendirian.


Putri Amerilya memejamkan matanya beberapa saat kemudian membukanya kembali, mata sang putri mengeluarkan cahaya berwarna perak yang membantunya melihat dalam gelap. Mata Putri Amerilya membelalak dengan lebar setelah melihat puluhan ton bubuk peledak di dalam bangunan terbengkalai itu, jika semua bubuk peledak ini dinyalakan besar kemungkinan satu Kerajaan Meztano akan musnah.


"Keluarga Marquez Montiqu benar benar ingin mengibarkan bendera perang pada pihak Kerajaan Meztano. Apa yang terjadi pada Zidan Marquez beserta anggota keluarganya yang lain adalah kesalahan mereka sendiri, jadi mengapa mereka melimpahnya pada kami." gumam Putri Amerilya dengan tatapan kesal karna semua ini sudah di luar batas kewajaran.


"Terbukalah cincin dimensi, masukkan semua bubuk pedak ini tanpa ada sisa sedikitpun." ucap Putri Amerilya yang langsung membuka cincin dimensi miliknya dan memasukkan puluhan ton bubuk peledak ke dalam cincin tersebut. Karna jumlahnya yang sangat banyak dibutuhkan waktu beberapa saat untuk memasukkan semua itu ke dalam ruang cincin dimensi.


Saat Putri Amerilya sedang sibuk mengamankan semua bubuk peledak itu, beberapa prajurit dari Kediaman Marques Montiqu berjalan kembali menuju bangunan toko terbengkalai karna mereka tak menemukan siapapun yang menyusup ke area itu. Alangkah terkejutnya para prajurit Kediaman Marques Montiqu saat menemukan dua anggota Kesatria White Rose sedang berjaga di depan bangunan toko terbengkalai dan sedang menatap tajam ke arah mereka semua. Mungkinkah ini taktik yang dijalankan olah anggota Kerajaan Meztano untuk mengelabuhi mereka semua? lalu dimana Kesatria Black Linox berada? bukankah seharusnya ia tetap berjaga di sekitar bangunan toko terbengkalai saat mereka pergi?.


"Apa yang sedang kalian lakukan di tempat kami!." bentak beberapa prajurit Kediaman Keluarga Marques Montiqu, mereka mulai tak tau diri dan membuat Kesatria Albern dan Kesatria Lauret merasa marah.


"Tempat kalian? ini adalah wilayah Kerajaan Meztano bukan wilayah Kerajaan Belgize apakah kalian semua lupa dengan hal itu!." bentak Kesatria Albern dengan kemarahan meluap luap, ia sangat ingin menghabisi mereka semua namun dibutuhkan barang bukti untuk menangkap anggota Keluarga Marques Montiqu nanti.


Di sisi lain Kesatria Black Linox mulai merasa curiga karna Kesatria Richal hanya mengajaknya berkeliling di tempat yang sama, sepertinya Kesatria Richal sedang mengulur waktu agar ia tak segera kembali ke bangunan toko terbengkalai itu. Tanpa aba aba Kesatria Black Linox langsung berlari meninggalkan Kesatria Richal, melihat hal itu tentu Kesatria Richal tak tinggal diam dan langsung menyusul.


"Kemana Anda ingin pergi Kesatria Linox, mengapa Anda meninggalkan saya begitu saja!." triak Kesatria Richal dengan suara yang cukup kencang hingga terdengar oleh beberapa anggota Kesatria White Rose yang sedang bersembunyi.


"Jangan ikuti saya, pergilah dan carilah para penyusup itu di tempat lain." jawab Kesatria Black Linox yang ingin mengalihkan perhatian Kesatria Richal namun ia selalu gagal melakukan hal itu.


Setelah berlarian ke sana kemari dan berusaha memutar arah agar Kesatria Richal tak mengikutinya lagi, usaha Kesatria Black Linox tak pernah berhasil hingga ia sampai di depan toko terbengkalai dengan kondisi yang sangat mencengangkan. Kesatria Black Linox melihat para prajurit dari Kediaman Keluarga Marques Montiqu sedang bertarung dengan Kesatria Albern dan Kesatria Lauret, meskipun mereka hanya berdua namun nyatanya banyak prajurit dari Keluarga Marques Montiqu yang mati di tangan mereka. Kesatria Black Linox meremas tangannya dengan kasar, ternyata tebakannya benar Kesatria Richal sengaja mengalihkannya dan membiarkan anggota Kesatria White Rose yang lain menyusup ke dalam bangunan toko terbengkalai.


"Argh kalian semua sungguh menyebalkan!!!" bentak Kesatria Black Linox dengan kemarahan meluap luap.


"Mengapa Anda terlihat sangat marah seperti ini? seharusnya Anda merasa senang karna bala bantuan datang dan kita tak perlu melawan prajurit penyusup sebanyak itu hanya berdua saja." ucap Kesatria Richal dengan tatapan polos, ia sangat suka mempermainkan Kesatria Black Linox seperti orang bodoh.


"Siapa yang ingin Anda bodohi di sini! katakan saja jika sejak awal Anda sudah tau bahwa saya berada di pihak para penyusup itu." ucap Kesatria Black Linox dengan tatapan tajam yang ia arahkan ke Kesatria Richal.


Apa!! ternyata Anda adalah bagian dari para penyusup itu?. Mengapa Anda sangat tega mengkhianati Yang Mulia Raja Azvago, apakah upah yang ia berikan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari?." tanya Kesatria Richal dengan tatapan sedih yang dibuat buat.


"Cukup! jangan memainkan drama murahan seperti anak kecil Tuan Kesatria Richal. Saya sangat yakin bahwa sedari awal Anda sudah merencanakan semua ini, sangat disayanginya Anda tak memiliki cara untuk memindahkan bubuk peledak sebanyak itu dalam waktu singkat. Seberapa matang rencana yang Anda buat akan tetap sia sia saja." ucap Kesatria Black Linox yang menatap ke arah Kesatria Richal dengan tatapan meremehkan.


Saat situasi sedang sangat tegang tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang berjalan keluar dari bangunan toko terbengkalai itu, pandangan semua orang tertuju ke arah pintu depan toko. Putri Amerilya muncul dengan tatapan dingin serta senyuman tipis yang menghiasi wajah cantiknya itu, kemunculan sang putri tentu membuat pihak musuh merasa bingung.


"Mengapa kalian membawa anak kecil ini ke dalam rencana yang sangat berbahaya? apakah kalian semua ingin membunuh Putri Amerilya sebelum ulang tahunnya tiba?." tanya Kesatria Black Linox dengan tatapan bingung.


"Semua ini adalah rencana Tuan Putri Amerilya, tentu saja ia akan ikut untuk memastikan rencananya berhasil." jawab Kesatria Richal dengan senyuman miring.


"Bunuh sebagian prajurit dari Keluarga Marques Montiqu itu dan sisakan lima orang saja, kita tak perlu mengampuni mereka yang memiliki niat buruk pada Keluarga Kerajaan Meztano. Kesatria Richal, potong kedua tangan Kesatria Black Linox agar ia tak bisa memegang pedangnya lagi!!!." perintah Putri Amerilya pada seluruh anggota Kesatria White Rose yang ada di sana.


Suara dentingan pedang terdengar begitu nyaring, suara jeritan pilu para prajurit Keluarga Marques Montiqu yang ditebas oleh anggota Kesatria White Rose membuat suasana malam itu semakin mencekam. Beberapa penduduk yang tinggal di dekat bangunan toko terbengkalai hanya bisa menutup telinga mereka rapat rapat dan bersembunyi di balik selimut yang tebal, tak ada seorangpun yang berani keluar rumah untuk melihat apa yang sedang terjadi karna itu terlalu menakutkan.


Dua puluh menit berlalu dengan sangat cepat, kini hampir seluruh prajurit Keluarga Marques Montiqu mati di tangan para Kesatria White Rose dan yang tersisa hanya lima orang beserta Kesatria Black Linox yang kehilangan kedua tangannya.


"Sumpal mulut mereka semua sebelum kita kembali ke istana, sama seperti sebelumnya kita akan masuk melalui gerbang belakang dan langsung pergi menuju Istana Utama melalui pintu belakang. Pastikan taka ada pihak kerajaan lain yang mengetahui kejadian ini hingga pesta ulangtahun dilangsungkan nanti." ucap Putri Amerilya dengan tegas.


"Siap laksanakan!." jawab seluruh anggota Kesatria White Rose.


Mulut kelima prajurit Keluarga Marques Montiqu berserta Kesatria Black Linox disumpal kemudian diikat mengunakan kain agar mereka tak membuat suara berisik ketika masuk ke dalam istana nanti. Putri Amerilya dan Kesatria Richal berjalan di barisan depan, mereka bergegas kembali ke istana sebelum pagi tiba.


Hai hai semua author balik lagi nih dengan Novel Putri Amerilya. Gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.