
Raja Ruzel menatap ke arah sang istri dengan tatapan tajam, mengapa sang istri malah membela Putri Amerilya yang telah merusak semua rencananya. Raja Ruzel juga sangat yakin hilangnya Pangeran Nanzo dan Pangeran Argaf ada hubungannya dengan Putri Amerilya.
"Minggirlah!! jika dia tetap hidup akan menghancurkan segalanya yang kita miliki termasuk Kerajaan Belgize." bentak Raja Ruzel pada Ratu Luncia.
"Dia hanyalah seorang anak berusia tiga tahun yang tidak akan berniat jahat pada Anda jika bukan Anda sendiri yang memancingnya terlebih dahulu." jawab Ratu Luncia dengan tegas. Sudah cukup nama baik Kerajaan Belgize dirusak oleh sang suami dengan kelakuannya itu.
Raja Ruzel meremas tangannya dengan kuat, tangan kanannya memancarkan aura dingin yang luar biasa. Raja Ruzel nekat menyerang Ratu Luncia yang menghalangi rencananya untuk membunuh Putri Amerilya malam ini. Sang ratu terdorong mundur oleh serangan dari suaminya hingga terpental membentur dinding, Putri Amerilya membelalakkan mata melihat sikap Raja Ruzel terhadap istrinya sendiri. Putri Amerilya berlari ke arah Ratu Luncia dan melihat bagaimana sang ratu, untung saja Ratu Luncia hanya mengalami sedikit luka dalam akibat serangan itu.
"Anda baik baik saja Ratu Luncia? sepertinya suami Anda sudah di luar kendali. Biarkan saya yang menyelesaikan masalah ini sendiri, meski saya hanya seorang anak perempuan berusia tiga tahun namun saya adalah Tuan Putri dari Kerajaan Meztano." ucap Putri Amerilya dengan tersenyum tipis. Ia menyandarkan tubuh Ratu Luncia yang lemas di dinding kemudian Putri Amerilya berdiri dan menatap Raja Azvago dengan tatapan tajam.
"Kami akan membantu adik untuk melawan Raja jahat itu." ucap Pangeran Zico. Sang pangeran tidak ingin sesuatu terjadi pada adik perempuannya.
"Itu benar biarkan kami berdua membantu mu." tambah Pangeran Azxo penuh dengan semangat.
"Tidak perlu kak, saya bisa menanganinya sendiri. Kalian mundur lah ke jarak yang aman." jawab Putri Amerilya, ia bersikeras untuk melawan Raja Ruzel sendirian.
Pangeran Zico dan Pangeran Azxo menghela nafas pasrah, mereka akan mengawasi pertarungan itu jikalau ada hal yang diinginkan terjadi maka keduanya akan turun tangan.
"Red Mood datanglah." ucap Putri Amerilya, ia memanggil pedang Red Mood miliknya.
Sepertinya biasa langit malam yang tadinya cerah dengan cahaya bulan indah mulai berubah menjadi gelap. Sekumpulan awan hitam berkumpul di wilayah Kerajaan Meztano, dari langit terdengar suara gemuruh petir yang menyambar ke segala arah. Beberapa saat setelahnya kilatan berwarna merah darah melesat ke arah Putri Amerilya, sang putri menangkap pedang Red Mood miliknya itu.
Beberapa prajurit yang berjaga di area luar istana menatap ke arah langit dengan tatapan bingung, tidak biasanya cuaca berubah secepat ini. Sedangkan di tempat lain Pangeran Luxe dan Pangeran Mixo segera keluar dari ruang kerja mereka, keduanya ingat dengan jelas perubahan cuaca mendadak seperti ini biasanya disebabkan oleh adik perempuan mereka yang sedang memanggil pedang miliknya.
Raja Ruzel menatap ke arah Putri Amerilya dengan tatapan terkejut, anak yang masih berusia tiga tahun memiliki senjata sihirnya sendiri ditambah senjata itu berada di tingkat kaisar, sungguh hal yang luar biasa dan tak terduga.
"Darimana anak kecil seperti mu mendapatkan pedang sihir sekuat itu, kau pasti mencurinya dari seseorang." tuduh Raja Ruzel pada Putri Amerilya.
Sang putri menertawakan perkataan Raja Ruzel yang tidak didasarkan oleh fakta ataupun barang bukti. Yang ada di pikiran Putri Amerilya saat ini adalah Raja Ruzel sedang merasa iri padanya karna memiliki senjata sihir yang kuat.
"Mencuri? jangan bandingkan diri saya dengan Anda Yang Mulia Raja Ruzel. Sebuah senjata sihir dengan tingkat kaisar tidak bisa dicuri karena mereka akan memilih tuannya sendiri, saya rasa Anda hanya merasa iri." balas Putri Amerilya dengan senyuman puas.
"Sialan, mati saja kau!." umpat Raja Ruzel. Sang raja mulai mengumpulkan energi sihir miliknya kemudian menyerang Putri Amerilya menggunakan bongkahan es tajam yang terus menerus ia lempar ke arah sang putri.
Pedang Red Mood milik Putri Amerilya memancarkan hawa panas yang sangat luar biasa, meskipun begitu tubuh sang putri tetap terlindungi dan tidak merasa panas sedikitpun. Saat bongkahan es milik Raja Ruzel mulai mendekati Putri Amerilya bongkahan es itu langsung mencair.
"Seorang suami menyerang dan melukai istrinya sendiri, apakah mahkota yang Anda pakai membuat otak Anda tertekan?." tanya Putri Amerilya sembari menatap tajam ke arah Raja Ruzel.
"Wanita itu secara terang-terangan lebih memilih untuk menyelamatkan musuh dari suaminya sendiri daripada membantu kelancaran rencana sang suami. Bukankah itu tindakan yang tidak pantas dan saya berhak memberikannya pelajaran." jawab Raja Ruzel tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Anda dengar itu Ratu Luncia, permusuhan antara Kerajaan Meztano dan Kerajaan Belgize pasti disebabkan oleh kelicikan suami Anda ini. Lebih baik turunkan saja pria ini dari tahta Kerajaan Belgize sebelum semuanya berantakan." ucap Putri Amerilya, ia sedang memprovokasi sang ratu.
Perkataan Putri Amerilya membuat Raja Ruzel semakin marah, sang raja membuat sebuah pedang menggunakan elemen sihir es miliknya. Sebuah pedang berwarna biru cerah dengan aura dingin yang memancar dari segala sisi, pedang itu bertentangan dengan elemen pedang Red Mood milik Putri Amerilya.
Trang..........
Suara dentingan pedang yang sangat kencang, Putri Amerilya dan Raja Ruzel saling menyerang satu sama lain. Pedang mereka saling berbenturan dan bertabrakan energi.
"Perisai api." ucap Putri Amerilya sembari mengangkat tangan kirinya kedepan, beberapa saat setelah itu muncul sebuah perisai api yang melindungi tubuh Putri Amerilya dari benturan energi sihir.
Krak.....
Trang ...
Bruak.....
Putri Amerilya memberikan sebuah serangan yang membuat pedang es milik Raja Ruzel hancur dan sang raja jatuh membentur sebuah tiang penyangga. Raja Ruzel memuntahkan darah dalam jumlah banyak, ia mengalami luka dalam akibat pertarungan itu.
Meski telah kalah telak sang raja tidak menyerah, ia bangun kembali dan melempar beberapa jarum beracun ke arah Putri Amerilya.
"Awas adik!." triak Pangeran Zico yang melihat aksi tidak terpuji dari Raja Ruzel.
Setelah mendengar teriakan itu sang putri langsung berlari ke arah samping dan dapat menghindar jarum beracun itu, namun di waktu yang bersamaan Putri Arbel melintas di belakang Putri Amerilya dan keningnya tertancap jarum beracun dari ayahnya sendiri.
"Apa ini?." tanya Putri Arbel dengan tatapan terkejut, ia mencabut sesuatu yang menancap di keningnya.
Mata Putri Arbel membelalak dengan lebar saat menyadari ujung jarum itu mengandung racun yang cukup mematikan, berselang beberapa detik setelahnya tubuh Putri Arbel tumbang dan tergeletak di lantai.
"Putriku!!." triak Raja Ruzel dengan histeris, ia segera berlari ke arah Putri Abel hingga menabrak tubuh kecil Putri Amerilya.
Saat Putri Amerilya akan terjatuh ada sebuah tangan yang menahan tubuh bagian belakangnya, saat mendongakkan kepalanya ke atas Putri Amerilya melihat Pangeran Luxe sedang tersenyum padanya bersama Pangeran Mixo yang sedang menatap ke arah lain.
"Kau baik baik saja adik? apa raja gila itu kembali mengganggu mu." tanya Pangeran Luxe dengan tatapan cemas.
"Amerilya baik baik saja." jawab Putri Amerilya dengan senyuman cerah.
"Tidak bisakah Anda diam saja di dalam kamar dan tak menimbulkan keributan seperti ini Yang Mulia Raja Ruzel. Saya dan Pangeran Luxe sedang menyelidiki beberapa informasi yang diberikan mengenai hilangnya kedua putra Anda, sedangkan Anda sendiri malah sibuk menyiapkan rencana licik seperti ini." tegur Pangeran Mixo, ia tidak menyukai keberadaan Raja Ruzel di kerajaannya ini.
Raja Ruzel mengabaikan ucapan mereka semua, ia sangat panik dengan kondisi Putri Arbel saat ini. Tubuh sang putri mulai terasa dingin dengan beberapa bagian tubuh yang sudah berubah warna menjadi biru keunguan.
"Argh semua ini karna pembawa sial seperti mu!!. Seharusnya kau yang terkena racun bukannya putri saya." bentak Raja Ruzel sembari mengarahkan pandangannya pada Putri Amerilya.
"Salah Anda sendiri tidak menyadari keberadaan Putri Arbel yang berjalan dari belakang saya, padahal tangan Putri Arbel menegang sebuah pisau. Mungkin saja dia ingin menikam saya dari belakang namun takdir berkata lain." ucap Putri Amerilya.
"Awas saja kau!." ancam Raja Ruzel sembari membopong tubuh Putri Arbel pergi menuju ruang kesehatan untuk mendapat perawatan dari tabib istana.
"Sebaiknya kakak membantu dan membawa Ratu Luncia untuk mendapatkan perawatan. Dia terluka karna menyelamatkan Amerilya." ucap Putri Amerilya sembari melihat ke arah kedua kakak laki lakinya itu.
"Kami berdua akan membawa Ratu Luncia ke ruang kesehatan, dan kalian berdua segeralah antar Putri Amerilya menuju istana putri sebelum hari semakin larut." perintah Pangeran Mixo pada kedua adik laki-lakinya yaitu Pangeran Zico dan Pangeran Azxo.
"Kami akan pergi sekarang, sampai jumpa kakak." jawab Pangeran Zico.
Mereka bertiga kembali melanjutkan perjalanan menuju istana putri dengan langkah kaki yang lebih cepat daripada sebelumnya. Pangeran Zico sengaja mempercepat langkah mereka agar tidak terjadi penyerangan lagi yang dilakukan oleh pihak musuh. Setelah kepergian ketiga adik mereka, kini Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe membopong tubuh Ratu Luncia untuk dibawa menuju ruang kesehatan.
Di tempat lain tepatnya ruang kesehatan saat ini Putri Arbel sedang ditangani oleh beberapa tabib dan alkemis dari Istana Kerajaan Meztano, mereka berlarian dari ruang kesehatan menuju ruang penyimpanan tanaman herbal untuk mencari beberapa bahan obat penawar yang diperlukan untuk mengatasi racun di dalam tubuh Putri Arbel.
"Racun jenis apa ini, saya belum pernah melihat dan menandatangani pasien yang terkena racun ini." ucap salah seorang tabib, ia tidak tau bagaimana cara menangani kondisi Putri Arbel saat ini.
"Sepertinya racun ini berasal dari luar wilayah Kerajaan Meztano, coba tanyakan pada Raja Ruzel mungkin beliau mengetahui sesuatu." ucap seorang alkemis.
Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya guys, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.