
Setelah kedua mentri dan ketiga jenderal berhasil dikalahkan kini para prajurit dari istana utama yang sudah bersekongkol oleh dengan para pemberontak itu ditangkap oleh prajurit dari istana putri dan istana pangeran kemudian mereka dimasukkan ke dalam penjara. Semua tamu dalam pesta makan malam selamat meski sebagian dari mereka mengalami luka ringan, saat semua orang sudah bisa bernafas dengan lega di sisi lain Putri Amerilya masih memandang ke segala arah karna ia sedang mencari seseorang yang sempat ia lihat sedang bersembunyi di atas pohon.
Setelah mencari kesana kemari akhirnya mata Xiao Ziya bertemu dengan mata seorang penyusup dari Kediaman Duke Marques, dengan segera putri kecil itu mengambil sebuah pisau kecil yang masih tersembunyi di balik gaun yang ia gunakan. Putri Amerilya melemparkan pisau itu ke arah pohon kemudian terdengar suara sesuatu yang jatuh dari pohon tersebut, Putri Amerilya dan Raja Azvago berlari ke arah pohon itu.
"Selamat malam Nyonya Xielna Marques." ucap Putri Amerilya dengan senyuman lebar di wajah polosnya.
"Mengapa Anda ada di sini? apakah Anda juga ikut dalam pemberontakan kali ini." ucap Raja Azvago dengan tatapan penuh selidik, tak biasanya istri kedua dari mendiang Duke Zidan Marques keluar dari rumahnya untuk mengintip pesta yang diadakan oleh istana.
"Kebetulan saya hanya melintas dan mendengar suara ribut dari halaman belakang Istana Kerajaan Meztano, karna merasa penasaran akhirnya saya memanjat tembok dan bersembunyi di pohon itu." ucap Nyonya Xielna Marques dengan sebuah alasan yang tak masuk akal bagi Putri Amerilya dan Raja Azvago.
"Saya tau Anda sedang berbohong nyonya." ucap Raja Azvago dengan suara yang cukup kencang dan membentak Nyonya Xielna Marques.
Raja Azvago meminta pada beberapa Kesatria White Rose untuk menangkap nona Xielna dan dimasukkan kedalam penjara, semua orang yang terlibat dalam pemberontakan kali ini akan mendapatkan hukuman mati di dalam penjara, entah mereka akan disiksa sampai ajal menjemput atau mungkin langsung dipenggal sebagai hukuman teringan yang akan diberikan. Nyonya Xielna Marques berusaha memberontak dan melarikan diri, dengan segera Kesatria Richal memukul punggung wanita itu hingga pingsan.
"Sebaiknya ayah membawa beberapa pasukan dan Kesatria Black Night untuk pergi ke Kediaman Duke Marques, saya mendapatkan informasi bahwa kepala pengurus rumah juga terlibat dalam hal ini, kemungkinan besar ada beberapa menteri dan jenderal yang masih bersembunyi di sana." ucap Putri Amerilya dengan tatapan serius, putri kecil itu tak melihat semua mentri dan jenderal yang dikatakan oleh Liliana.
"Baiklah ayah akan pergi ke sana sesuai permintaan mu putriku." ucap Raja Azvago yang setuju dengan perkataan putrinya itu.
"Ayah tak perlu menangkap mereka satu persatu, bakar saja Kediaman Duke Marques agar mereka semua mati di dalam sana." ucap Putri Amerilya kemudian putri kecil itu langsung pergi meninggalkan sang ayah.
Raja Azvago melihat ke arah putrinya yang sudah cukup jauh darinya, dulu saat masih muda Raja Azvago juga seseorang dengan pemikiran kejam seperti Putri Amerilya namun bukankah ini terlalu awal? putri kecilnya itu belum memasuki usia remaja dan sudah memiliki pemikiran yang sangat tajam.
Akhirnya Raja Azvago meminta pada beberapa tamu untuk meninggalkan Istana Kerajaan Meztano karna saat ini istana sedang dalam kondisi yang tidak aman, tamu yang masih tinggal adalah pihak dari Duke Rigel Elister dan Duke Moren Rucixara keduanya tak pulang karna hari sudah malam dan jarak rumah mereka cukup jauh. Setelah beberapa tamunya pergi Raja Azvago langsung mengajak para prajurit dari istana putri dan istana pangeran beserta Kesatria Black Night untuk pergi menuju Kediaman Duke Marques.
Keempat pangeran menghampiri Putri Amerilya yang sedang duduk di sebuah kursi sembari meminum minuman yang masih tertata rapi di atas meja, anak perempuan itu sepertinya sedang merasa lelah karena pertarungan barusan. Tiba tiba saja Pangeran Mixo menggendong Putri Amerilya dan membawanya masuk ke dalam istana, angin malam sangat tak baik untuk adik kecilnya itu. Putri Amerilya hanya bisa pasrah saat dibawa pergi oleh sang kakak laki laki, rencananya untuk menghabiskan semua kue dan makanan manis yang masih tersisa pun gagal. Keenam anak duke ikut masuk ke dalam istana karna suasana di halaman belakang sangatlah sepi, beberapa pelayan datang untuk membereskan semua makanan dan minuman yang masih ada di sana.
"Mengapa kau cemberut adikku?." tanya Pangeran Mixo sembari menurunkan Putri Amerilya dari gendongannya setelah mereka berada di dalam istana utama.
"Amerilya ingin memakan kue kue yang ada di sana." ucap Putri Amerilya dengan wajah cemberut dan mata berkaca-kaca. Putri kecil itu ingin menangkis karna tak mendapat kue dan makanan manis yang ia inginkan.
Melihat sang adik kesayangannya yang hampir saja meneteskan air mata membuat Pangeran Mixo merasa bersalah, ia segera pergi ke dapur untuk memberitahukan pada pelayan agar kue dan makanan manis yang masih tersisa saat pesta tadi dihidangkan untuk Putri Amerilya. Setelah kepergian Pangeran Mixo secara mendadak kini Putri Amerilya sendirian berada di ruang tamu istana utama, putri kecil itu membaringkan tubuhnya di atas sofa kemudian menatap ke langit langit istana.
"Anda baik baik saja Tuan Putri Amerilya?." tanya Ersa Rucixara yang baru saja masuk ke dalam ruang tamu istana utama bersama anak duke yang lain dan tiga pangeran.
"Saya baik baik saja, hanya merasa sedikit lelah dan kelaparan." ucap Putri Amerilya dengan tubuh lemas, ia masih membayangkan betapa lembutnya kue kue itu saat masuk ke dalam mulutnya.
"Kemana Pangeran Mixo pergi? bukankah ia yang membawamu ke sini?." tanya Pangeran Luxe yang sedang mencari keberadaan kakak laki lakinya itu.
"Entahlah saya tak tau." jawab Putri Amerilya dengan nada datar kemudian ia memejamkan mata untuk beristirahat sejenak. Putri kecil itu perlu memulihkan tenaganya lagi meski ia tak bisa memakan beberapa potong kue.
"Wah kue." ucap Putri Amerilya dengan raut wajah bahagia dan mata dengan binar yang sangat terang. Putri kecil itu langsung memakan berbagai macam kue yang ada di hadapan, melihat sang adik kesayangannya senang membuat hari Pangeran Mixo terasa tenang.
Di sisi lain saat ini Yang Mulia Raja Azvago, para prajurit dari istana putri dan istana pangeran, serta Kesatria Black Night sudah sampai di luar gerbang masuk Kediaman Duke Marques. Raja Azvago sedang mempertimbangkan apa yang dikatakan putri kecilnya sebelum pergi ke tempat ini, membakar Kediaman Duke Marques secara langsung akan menimbulkan kerugian yang sangat besar namun jika mencoba untuk menangkap mereka satu persatu kemungkinan besar akan ada yang kabur.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang Yang Mulia Raja Azvago?." tanya Kesatria Black Nicko yang menunggu keputusan dari sang raja.
Raja Azvago terdiam cukup lama, ia sedang memikirkan mengapa putri kecilnya itu menyarankan agar ia membakar Kediaman Duke Marques? selain lebih mudah menangkap para pemberontak yang tersisa apakah ada alasan lain dibalik semua itu?.
"Mari lakukan sesuai saran dari Putri Amerilya." ucap Raja Azvago yang sudah membulatkan keputusannya.
"Saran apa yang diberikan oleh Tuan Putri Amerilya? kami tak mengetahui apapun mengenai hal itu." ucap Kesatria Black Rozel dengan tatapan bingung. Jangan bilang kedatangan Raja Azvago ke Kediaman Duke Marques adalah saran dari putri kecilnya itu.
"Bakar saja Kediaman Duke Marques, itulah yang dikatakan oleh putri saya sebelum saya datang ke sini." jawab Raja Azvago yang membuat anggota Kesatria Black Night dan para prajurit terkejut.
Tanpa menanyakan apapun lagi para prajurit bersiap untuk menuangkan bahan bakar ke berbagai sudut di bagian luar Kediaman Duke Marques, setelah semuanya beres Raja Azvago menyalakan sebuah api dari telapak tangannya kemudian melemparkan api itu hingga Kediaman Duke Marques terbakar dengan hebat. Pengurus rumah Kediaman Duke Marques yang masih berada di dalam bersama beberapa sekutunya terkejut dengan kemunculan nyala api yang sangat besar, beberapa orang berusaha untuk memadamkan api itu menggunakan sihir air dan sihir es yang mereka miliki.
"Sialan, siapa yang membakar kediaman ini!!." bentak pengurus rumah Kediaman Duke Marques yang berusaha untuk keluar dari sana.
"Sebaiknya kita pergi sekarang sebelum api semakin membesar." ucap salah seorang petinggi Kerajaan Meztano yang berada di dalam Kediaman Duke Marques.
"Tak ada celah untuk kita pergi secara hidup hidup dari tempat ini, api telah membakar semua sudut rumah!." triak beberapa pelayan yang berusaha untuk mencari jalan keluar dari Kediaman Duke Marques.
Semua orang yang ada di dalam sana hanya bisa pasrah dan tak bisa melakukan apapun, api menyala semakin besar dan membakar seluruh bagian di Rumah Duke Marques termasuk gerbang yang mengelilingi rumah tersebut. Semua orang yang ada di salam sana mati dalam kondisi yang mengenaskan, tubuh mereka hangus terbakar dengan wajah yang tak bisa dikenali lagi. Raja Azvago dan pasukan yang ia bawa tersenyum dengan puas saat menyaksikan proses terbakarnya Kediaman Duke Marques, dengan begini mereka tak perlu berlama lama menangkap para pemberontak itu satu persatu.
Di sisi lain saat ini Putri Amerilya susah selesai memakan semua kue yang ia inginkan, gadis itu menghabiskan enam potong kue, dua camilan manis, dan tiga cangkir minuman dingin.
"Anda sudah kenyang Tuan Putri Amerilya?." tanya Alxin Rucixara yang ingin mengajak Putri Amerilya untuk kembali ke istana putri dan beristirahat.
"Saya kekenyangan dan tak bisa berjalan lagi." ucap Putri Amerilya sembari mengusap perutnya yang sedikit membuncit karna terlalu banyak makan kue.
Keempat pangeran dan keenam anak duke tertawa saat melihat ekspresi Putri Amerilya, putri kecil itu terlihat sangat lucu ketika sedang mengusap perut.
"Mari kita kembali dan beristirahat Tuan Putri Amerilya." ucap Ersa Rucixara dengan senyuman tipis, ia tau saat ini sang putri kecil membutuhkan waktu untuk tidur dan memulihkan tenaganya.
"Baiklah mari kita pergi sekarang, sampai jumpa semuanya." ucap Putri Amerilya yang langsung berdiri dan berjalan keluar dari ruang tamu istana utama menuju istana putri.
Hai hai semua author balik lagi nih. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.