
Keenam anak Duke menatap ke arah Putri Amerilya dengan tatapan tak percaya, anak perempuan sekecil itu memiliki kemampuan berpedang yang sangat luar biasa? bukankah ini berkah bagi Kerajaan Meztano yang selama ini menantikan seorang pewaris tahta dengan bakat berpedang?. Di sisi lain Rossen Savalor merasa tak percaya dengan kematian Arges Savalor karna pria itu memiliki kemampuan berpedang yang sangat bagus, darimana Putri Amerilya mendapatkan kekuatan yang sangat mengerikan seperti tadi? bagaimana jadinya jika anak perempuan itu dibiarkan tumbuh dewasa, kemungkinan besar ia akan lebih menyeramkan dari Yang Mulia Raja Azvago.
"Saya merasa sangat lega karna Tuan Putri Amerilya baik baik saja, maaf karna kedua putra saya tak dapat membantu Anda dalam pertarungan." ucap Duke Rigel Elister, pria itu membungkukkan badannya di hadapan Putri Amerilya sebagai permintaan maaf atas ketidakmampuan kedua putranya itu.
"Ayah tolong lepaskan telapak tangan Anda." ucap Putri Amerilya. Kedua mata sang putri masih tertutup oleh telapak tangan Raja Azvago, sang raja sengaja melakukan hal itu agar putrinya tak perlu melihat mayat Kesatria Arges Savalor yang mati dalam keadaan mengenaskan.
Raja Azvago sempat ragu saat ingin melepaskan telapak tangannya yang sedang menutup mata Putri Amerilya, namun pada akhirnya Raja Azvago mengalah karna putrinya tetap meminta untuk dilepaskan. Setelah tak ada lagi yang menghalangi pandangannya, Putri Amerilya melihat ke arah Duke Rigel Elister yang masih membungkukkan badan sebagai permintaan maaf.
"Tegakkan bahu mu Duke Rigel Elister, saya sendiri yang meminta mereka untuk tak ikut campur dalam pertarungan. Di Istana Kerajaan Meztano hanya anggota keluarga kerajaan saja yang dapat melakukan apapun terhadap para kesatria." ucap Putri Amerilya dengan wajah dan senyuman polosnya. Duke Rigel Elister mengangkat kembali kepalanya dan menatap lurus ke arah Putri Amerilya, anak perempuan itu jauh lebih dewasa daripada usianya saat ini.
"Terimakasih karna Tuan Putri telah mengampuni kelalaian kedua putra saya." ucap Duke Rigel Elister.
Raja Azvago meminta anggota Kesatria White Rose untuk membawa sisa anggota Kesatria Savalor menuju penjara khusus, sepertinya sang raja akan memutuskan hubungan kerja sama antara Kerajaan Meztano dengan kelompok Kesatria Savalor karna mereka sudah melanggar beberapa peraturan yang ada, bahkan beberapa anggotanya secara terang terangan ingin membunuh Tuan Putri Amerilya. Beberapa anggota Kesatria Savalor memberontak ketika dibawa menuju penjara khusus Kerajaan Meztano karna mereka mengetahui siksaan kejam seperti apa yang telah menunggu mereka di sana.
"Suatu hari kami pasti akan membunuh putri terkutuk itu, Anda akan kehilangan putri yang Anda cintai lagi Yang Mulia Raja Azvago." ucap Kesatria Rossen Savalor dengan kemarahan yang meluap luap dari dalam dirinya.
"Kerajaan Meztano akan mengalami banyak kekalahan karna tak ada lagi kesatria setangguh kami." triak Kesatria Lordxu Savalor dengan sangat percaya diri. Saat ini kemampuan Kesatria White Rose sudah jauh di atas Kesatria Savalor sehingga Kerajaan Meztano akan tetap aman.
"Kami tak butuh penghianat seperti kalian." ucap Putri Amerilya dengan sorot mata tajam, untung saja ia bisa segera menyingkirkan Kesatria Savalor dari Kerajaan Meztano jika tidak mereka akan merencanakan hal yang lebih buruk lagi kedepannya.
Saat ini semua anggota Kesatria Savalor sedang dalam perjalanan menuju penjara khusus, Raja Azvago mengajak yang lain untuk pergi menuju tempat eksekusi Duke Zidan Marques. Karna Putri Amerilya masih kecil ia dilarang untuk menghadiri acara tersebut, Putri Amerilya tetap berada di istana putri bersama dengan keenam anak duke.
"Anda memiliki seorang putri yang sangat luar biasa, akan tetapi Anda harus merahasiakan kekuatan Tuan Putri Amerilya untuk saat ini Yang Mulia Raja Azvago." ucap Duke Moren Rucixara yang memberikan sedikit saran pada Raja Azvago ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju tempat eksekusi Zidan Marques.
"Apa yang dikatakan Tuan Duke Moren Rucixara ada benarnya, jika pihak luar mengetahui tentang kemampuan Tuan Putri Amerilya besar kemungkinan akan banyak musuh yang mengincar nyawa putri Anda. Ditambah lagi akan banyak akademi yang datang berkunjung ke Istana Meztano untuk merekrut Tuan Putri menjadi murid mereka." sambung Duke Rigel Elister.
Raja Azvago bukanlah seorang raja yang akan berbaik hati pada musuhnya, sudah banyak orang yang mati di tangan pria itu dan tentu sebagian besar keluarga mereka menyimpan dendam pada Raja Azvago. Saat mendengar tentang kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh putri tunggal sang raja tentu para musuh akan merasa posisi mereka tak diuntungkan dan harus segera menghabisi nyawa sang putri.
"Mungkin nanti saya akan melakukan uji bakat secara tertutup agar tak banyak orang yang mengetahui kekuatan putri kecilku itu." ucap Raja Azvago, ia merasa sangat cemas dengan lingkungan di sekitar Istana Putri. Bagaimana jika ada orang luar yang menyusup kemudian melukai putri kecilnya itu.
Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka bertiga sampai di tempat eksekusi hukuman penggal Zidan Marques yang dihadiri oleh beberapa tamu undangan, sebagian penduduk Kerajaan Meztano juga datang untuk melihat mantan Duke Marques dipenggal karna telah melakukan banyak kejahatan.
"Apakah semuanya sudah siap?." tanya Yang Mulia Raja Azvago pada semua orang yang ikut dalam proses penjatuhan hukuman.
"Semua sudah siap Yang Mulia Raja." ucap salah seorang Jenderal Kerajaan Meztano yang memberikan laporan pada Raja Azvago.
Beberapa orang duduk dan memposisikan diri mereka di tempat masing masing, saat ini Nyonya Riana Marques dan Tuan Muda Eren Marques sedang duduk di sebuah bangku yang berhadapan langsung dengan anggota Keluarga Meztano. Nyonya Riana Marques menatap ke arah Ratu Zivaya dengan tatapan tajam, ia sangat kecewa karna teman masa kecilnya itu tak bisa membantu sang suami terbebas dari hukuman penggal.
"Baiklah hari ini adalah hari dimana Zidan Marques atau yang lebih dikenal dengan sebutan Duke Zidan Marques akan mendapatkan hukuman atas semua kesalahan yang telah ia lakukan." ucap Raja Azvago yang membuka acara tersebut.
"Saya perwakilan dari dewan penyelidikan khusus Kerajaan Meztano akan membacakan beberapa kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh Duke Zidan Marques." ucap seorang anggota penyelidik khusus Kerajaan Meztano.
"Pertama Duke Zidan Marques terbukti telah melakukan korupsi atas anggaran yang diberikan oleh Kerajaan Meztano untuk kesejahteraan rakyat. Kedua, Duke Zidan Marques terbukti telah membunuh dua orang penduduk yang menanyakan tentang pembagian pangan saat musim kemarau, kedua penduduk itu sengaja dibunuh karna telah menemuka bukti atas penggelapan dana yang dilakukan Duke Zidan Marques. Ketiga, Duke Zidan Marques terbukti telah menghamili enam anak gadis di wilayahnya dan memaksa mereka untuk mengugurkan kandungan. Keempat, Duke Zidan Marques secara sengaja mencoba melakukan pembunuhan terhadap Tuan Putri Amerilya serta meracuni salah seorang anak dari Raja Azvago. Kelima, Duke Zidan Marques melakukan kekerasan terhadap istrinya sendiri dan memberikan obat penghilang ingatan pada sang istri. Atas semua kesalahan yang dengan sengaja dilakukan oleh Duke Zidan Marques, pihak Kerajaan Meztano memutuskan untuk memberikan hukuman penggal terhadap sang duke. Dipersilahkan untuk membawa tersangka masuk ke dalam tempat eksekusi." ucap salah seorang anggota penyelidik khusus Kerajaan Meztano.
"Dimana Tuan Putri Amerilya? mengapa ia tak melihat saya yang akan dipenggal ini?." tanya Duke Zidan Marques yang tak menemukan anak perempuan yang telah merusak hidupnya itu.
"Untuk apa kau mencari putriku, ia masih sangat kecil untuk melihat adegan seperti ini." Tegas Raja Azvago.
"Penggal saja pria itu sekarang, dasar pria tak bermoral." ucap salah seorang penduduk yang sudah tak sabar melihat sang duke kehilangan nyawanya.
"Jangan melibatkan Tuan Putri kami atas kesalahan yang telah kau lakukan. Tebus saja semua kesalahan mu itu dengan nyawamu sendiri." ucap penduduk lain.
Suasana di tempat itu semakin ramai karna para penduduk terus mendesak Raja Azvago untuk menyegerakan hukuman penggal terhadap Duke Zidan Marques. Akhirnya Raja Azvago meminta para Kesatria Black Night untuk memposisikan kepala Duke Zidan Marques tepat di sebuah papan kayu dengan besi tajam pada beberapakali bagian.
"Tolong hentikan hukuman ini Yang Mulia Raja Azvago. Saya tak siap untuk hidup sebagai seorang janda." ucap Nyonya Riana Marques yang sedang memohon ampunan untuk nyawa suaminya itu.
"Ini sudah keputusan mutlak dari semua orang, saya tak bisa membatalkan hukuman untuk suami Anda." ucap Raja Azvago dengan tegas, sebagai seorang raja ia memiliki tugas menghukum para penghianat yang telah merugikan orang banyak.
Nyonya Riana Marques langsung terdiam, akan sia dia saja jika ia terus memohon pada Raja Azvago untuk membebaskan sang suami dari hukuman penggal yang dapat ia lakukan sekarang hanyalah menunggu saja. Di tempat lain tepatnya Istana Putri saat ini Putri Amerilya dan keenam anak duke sedang berkumpul di dalam perpustakaan, mereka membicarakan banyak hal terutama kemampuan Putri Amerilya dalam berpedang.
"Darimana Anda berlatih kemampuan sehebat itu Tuan Putri Amerilya? apakah Anda berlatih dengan salah seorang kesatria?." tanya Nona Muda Ersa Rucixara dengan binar mata yang sangat terang. Gadis muda itu sedang membayangkan betapa kerennya nanti saat Putri Amerilya menggunakan seragam khusus untuk kesatria Kemudian sang putri memegang melakukan beberapa gerakan menggunakan pedangnya.
"Sebenarnya saya tak berlatih dengan siapapun, saya hanya sering melihat para Kesatria White Rose berlatih saja." jawab Putri Amerilya, ia tak bisa menceritakan segalanya pada mereka karna akan sangat aneh Jika Putri Amerilya mengatakan bahwa ia seorang ahli pedang di kehidupan sebelumnya.
"Bukankah sebentar lagi Tuan Putri akan berulang tahun? dan ulang tahun seperti apa yang Anda inginkan?." tanya Tuan Muda Rostow Elister dengan senyuman tipis yang menghiasi wajah tampannya itu.
"Entahlah, saya akan mengikuti kemauan ayah dan ibu." jawab Putri Amerilya dengan sangat jelas.
"Kami pasti akan datang dengan membawa banyak hadiah untuk Anda." ucap Nona Muda Alxin Rucixara. Alxin Rucixara adalah seorang gadis yang dingin, ia bahkan jarang melakukan interaksi dengan ketiga saudara kandungnya namun entah mengapa ia sangat nyaman jika melakukan interaksi dengan Putri Amerilya.
"Benarkah? kalau begitu saya akan menunggu kedatangan kalian nantinya." ucap Putri Amerilya dengan senyum yang sangat menggemaskan.
Sedangkan di tempat eksekusi, saat ini sang algojo sedang mempersiapkan kapaknya untuk memenggal kepala Duke Zidan Marques. Algojo yang akan menjatuhkan hukuman penggal pada Duke Zidan Marques adalah seorang Jenderal tingkat tinggi yang sengaja mencalonkan dirinya secara langsung pada Raja Azvago. Awalnya tak ada yang aneh dengan algojo itu, sang algojo mengangkat kapaknya dengan sangat tinggi kemudian mulai menebaskan nya ke bawah namun anehnya kepala Duke Zidan Marques tak jatuh menggelinding ke bawah melainkan tali sihir yang mengikat tangan serta kaki Duke Zidan Marques lepas. Menyadari bahwa si algojo telah berkhianat, Yang Mulia Raja Azvago meminta para kesatria untuk menutup jalur keluar dari tempat itu.
"Ahahaha masih banyak orang yang mau membantu saya, jadi bagiamana Yang Mulia Raja Azvago?." ucap Duke Zidan Marques dengan senyuman lebar. Ia merasa sangat puas karna rencananya berjalan dengan lancar.
"Sang Jenderal telah berkhianat pada Istana Kerajaan Meztano, tangkap dan lucuti senjatanya." triak jenderal lain dari bangku penonton.
Ratusan prajurit berdiri dari tempat duduk mereka, Raja Azvago telah menyiapkan berbagai rencana jika ada hal tak terduga seperti ini terjadi selama eksekusi terhadap Duke Zidan Marques berlangsung. Duke Zidan Marques dan jendral itu melihat kesekeliling mereka dan ternyata mereka sudah dikepung oleh banyak orang.
"Bukan hanya Anda yang telah menyiapkan segalanya, saya juga sudah menebak bahwa hal seperti ini akan terjadi." jawab Yang Mulia Raja Azvago dengan senyuman miring.
Hai semuanya novel Putri Amerilya akhirnya update lagi nih setelah sekian lama ga update. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.