PUTRI AMERILYA

PUTRI AMERILYA
Untung Saja


Yang Mulia Raja Azvago meminta maaf pada para penduduk yang menyaksikan kekacauan si ruang eksekusi lalu meminta mereka untuk kembali ke rumah masing masing. Akhirnya para penduduk mulai turun dari kursi penonton dan keluar dari ruang eksekusi menuju rumah masing masing, setelah kepergian mereka Raja Azvago segera menghampiri seorang jenderal yang berkhianat pada Kerajaan Meztano.


"Maafkan saya Yang Mulia Raja Azvago, saya dipaksa oleh Tuan Muda Eren Marques untuk melakukan semua itu." ucap sang jenderal yang meminta permohonan maaf pada Raja Azvago.


"Saya tak peduli dengan alasan busuk mu itu." ucap Yang Mulia Raja Azvago, pria itu terlihat sangat marah karna ia sudah mengenal jenderal itu cukup lama.


Ibu Suri Sinya segera menutup mata Putri Amerilya dengan kedua tepak tangannya karna ia tau apa yang akan dilakukan oleh putra pertamanya itu. Raja Azvago membuka mulut sang jenderal dengan paksa kemudian menghisap jiwanya hingga tertelan hanis oleh Raja Azvago. Apa yang dilakukan oleh sang raja adalah salah satu kemampuan khusus yang ia miliki sebagai penyihir dengan garis keturunan sihir kegelapan dari leluhurnya. Setelah semuanya selesai Raja Azvago berterimakasih pada semua orang yang telah membantu menyelesaikan masalah pemberontakan hari ini terutama mereka yang menghalangi prajurit khusus Kediaman Duke Marques masuk kedalam Istana Kerajaan Meztano.


"Terimakasih atas bantuan keenam anak duke karna telah menjaga Putri Amerilya dengan baik saat para prajurit Kediaman Duke Marques menyerang bagian luar istana." ucap Raja Azvago dengan tulus pada keempat tuan muda dan dua nona muda itu.


"Mohon maaf sebelumnya, orang pertama yang menyadari kehadiran mereka adalah Tuan Putri Amerilya, bahkan tuan putri yang telah mengalahkan setengah dari pasukan musuh." ucap Tuan Muda Edwig Elister yang menjelaskan kronologi kejadian itu pada Yang Mulia Raja Azvago. Keenam anak duke tak ingin mengambil kesempatan untuk mendapatkan nama dihadapan sang raja di saat Putri Amerilya berjuang dengan keras melawan banyak prajurit musuh dibandingkan mereka.


"Terimakasih telah membantu saya menahan mereka, tanpa bantuan kalian saya akan kesulitan melakukan." ucap Putri Amerilya sembari menundukkan kepala meski ia masih berada di kursi penonton.


"Itu sudah menjadi kewajiban kedua anak saya untuk menjaga keamanan Tuan Putri Amerilya." jawab Tuan Duke Rigel Elister mengenai ucapan Putri Amerilya.


"Jika putra putri saya hanya berdiam diri saat Anda sedang diserang oleh musuh saya akan merasa kecewa pada mereka, karna hal itu Tuan Putri Amerilya tak perlu berterimakasih." sahut Tuan Moren Rucixara. Kedua anak laki laki dan anak perempuan dididik agar biasa saling membantu satu sama lain, mereka juga diberi arahan oleh pria itu agar melindungi Tuan Putri Amerilya ketika sedang dalam bahaya.


"Karna hal itu saya perlu berterimakasih." ucap Putri Amerilya dengan keras kepala.


"Baiklah mari kita kembali ke istana, saya akan meminta para pelayan memasak makanan terbaik untuk kita semua." ucap Raja Azvago dengan perasaan lega yang menyelimuti hatinya. Ia sempat khawatir dengan keamanan putri kecil tercintanya itu, mungkin Raja Azvago lupa bahwa Putri Amerilya tak selemah yang ia bayangkan.


Semua orang berjalan kembali menuju istana utama Kerajaan Meztano begitupun dengan Putri Amerilya yang lebih memilih berjalan beriringan bersama dengan anggota Kesatria White Rose. Putri Amerilya menanyakan beberapa hal yang terjadi di tempat eksekusi Duke Zidan Marques dan bagaimana pria itu bisa melepaskan rantai yang mengikat tangan serta kedua kakinya, dengan senang hati Kesatria Richal menceritakan secara ringkas apa yang terjadi saat eksekusi penggal sedang berlangsung. Mendengar cerita itu membuat Putri Amerilya curiga masih ada beberapa orang dalam yang belum tertangkap karna tak mudah membawa masuk musuh ke dalam istana meski harus menyamar menjadi penduduk biasa.


"Apa yang sedang Tuan Putri Amerilya pikirkan hingga kening Anda berkerut seperti itu?." tanya Kesatria Albert yang melihat perubahan ekspresi dari Putri Amerilya saat mendengar cerita mengenai pemberontakan itu.


"Saya hanya tak menyangka seorang jenderal yang sudah bekerja cukup lama untuk Kerajaan Meztano memilih berkhianat dan memihak keluarga Duke Marques." ucap Putri Amerilya, anak itu sengaja tak menceritakannya kecemasannya pada anggota Kesatria White Rose. Lebih baik Putri Amerilya membuat rencana dengan para pelayan setianya untuk menangkap para pengkhianat yang masih bersembunyi.


"Kami sangat lega karna Tuan Putri Amerilya baik baik saja. Yang Mulia Raja Azvago langsung membunuh Zidan Marques setelah pria itu mengatakan ada sekelompok orang yang ditugaskan untuk membunuh Anda." ucap Kesatria Lauret yang masih mengingat ekspresi Raja Azvago saat memenggal kepala Zidan Marques.


"Yang Mulia Raja Azvago sangat menyayangi putri kecilnya ini, Tuan Putri Amerilya ibarat cahaya bagi Kerajaan Meztano." jawan Kesatria Richal dengan senyuman bangga.


Setelah berbincang cukup lama mereka tak sadar jika sudah sampai di dalam istana utama, anggota Kesatria White Rose berpamitan pada Putri Amerilya karna ada beberapa tugas yang harus mereka selesaikan sebelum ikut salam pesta makan malam yang diadakan oleh Yang Mulia Raja Azvago untuk merayakan kemenangan mereka melawan Keluarga Duke Marques.


"Kami permisi terlebih dahulu Tuan Putri Amerilya, sampai jumpa nanti malam." ucap anggota Kesatria White Rose secara bersamaan sembari membungkukkan badan mereka di hadapan putri kecil itu, mendapat pengakuan dari para kesatria bukanlah hal yang mudah namun Putri Amerilya dapat melakukannya.


"Saya akan mengusahakannya." jawab Kesatria Richal yang tak bisa menjanjikan apa apa pada Tuan Putri Amerilya karna ia takut tak sempat membeli pie ceri di pasar yang jaraknya tak terlaku jauh dari istana Kerajaan Meztano.


Para Kesatria White Rose pergi dari istana utama menuju markas mereka sedangkan Putri Amerilya berjalan menuju aula utama untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh sang ayah bersama dengan yang lain. Para prajurit membukakan pintu aula utama dengan lebar dan membiarkan Putri Amerilya masuk ke dalam karna yang lain sudah menunggunya.


"Salam hormat saya pada semua yang ada di sini." ucap Putri Amerilya sembari membungkukkan badannya, tak mungkin jika anak perempuan itu memberikan salam satu persatu pada semua orang yang berada di dalam aula.


"Kemarilah putriku." ucap Raja Azvago yang meminta Putri Amerilya untuk datang menemuinya yang sedang duduk di atas singgasana. Putri Amerilya berjalan dengan kaki kecilnya menuju sang ayah, saat Putri Amerilya sudah dekat Raja Azvago langsung memangku putri kecil itu.


"Maaf karna ayah tak datang untuk melindungi mu, ayah sangat bahagia karna kau baik baik saja." ucap Raja Azvago dengan rasa penyesalan yang ada di hati kecilnya, jika Putri Amerilya bukanlah anak yang tangguh dan kuat mungkin ia sudah kehilangan anak perempuannya lagi untuk yang kesekian kali.


"Ayah adalah seorang raja yang harus melindungi banyak orang, karna itu Amerilya akan berlatih agar bisa melindungi diri sendiri." jawab Putri Amerilya dengan sangat ringan, gadis kecil itu tak sadar apa yang ia katakan membuat banyak orang terkejut.


"Kau juga harus bermain seperti anak seumuran mu yang lain adikku." protes Pangeran Mixo dengan tatapan kesal, ia tak akan membiarkan adik kesayangannya itu kehilangan masa masa indah sebagai seorang anak kecil. Dulu saat Pangeran Mixo seumuran dengan Putri Amerilya ia kerap bermain dengan anak anak bangsawan yang lain.


"Ya, Amerilya akan bermain dengan kalian semua." jawab Putri Amerilya dengan senyuman lucunya.


"Lakukan apa yang membuatmu senang, sebisa mungkin ayah akan menjaga mu." ucap Raja Azvago, pria itu mencium pipi Putri Amerilya dari belakang hingga gadis kecil itu merasa geli.


"Ahahaha susah ayah, itu terasa sangat geli." ucap Putri Amerilya dengan suara tawanya yang membuat suasana di dalam aula utama menjadi lebih berwarna.


Setelah itu Yang Mulia Raja Azvago memberitahukan pada semua orang yang berada di dalam aula mengenai ulang tahun Putri Amerilya yang akan berlangsung dua hari lagi, kemungkinan besok Istana Utama akan sangat sibuk mempersiapkan dekorasi untuk acara ulang tahun putri kesayangan semua orang itu. Yang Mulia Raja Azvago meminta batuan pada Duke Rigel Elister untuk memasuk bahan bahan segar dari wilayahnya dan dikirim dengan cepat agar bisa diolah oleh para koki istana, sang raja juga meminta pada Duke Rucixara untuk mengirim beberapa prajurit tambahan untuk memperketat keamanan saat pesta berlangsung.


"Mengapa Yang Mulia Raja Azvago mengundang kami sangat mendadak seperti ini, bagaimana cara saya menemukan kado yang bagus untuk Tuan Putri Amerilya." ucap Tuan Muda Rostow Elister dengan wajah cemberut, ia ingin memberikan hadiah istimewa pada Tuan Putri Amerilya yang sangat ia kagumi itu. Untuk memilih sebuah hadiah bukanlah hal yang mudah, diperlukan banyak pertimbangan saat memilihnya.


"Tuan Muda tenang saja karna saya akan merasa senang atas semua hadiah yang kalian berikan." ucap Putri Amerilya, sang putri berusaha untuk menenangkan Tuan Muda Rostow yang sedang merajuk pada ayahnya.


"Maaf atas sikap kekanakan dari adik saya." ucap Tuan Muda Edwig Elister, ia menatap tajam ke arah adik laki lakinya itu. Entah mengapa Rostow Elister sangat aneh jika sudah menyangkut Tuan Putri Amerilya.


"Baiklah kalian bisa beristirahat sekarang, untuk Tuan Duke Rigel Elister dan Tuan Moren Rucixara saya akan mengantar kalian menuju kamar tamu yang ada di istana utama. Para tuan muda silahkan pergi ke Istana Pangeran bersama dengan para pangeran begitupun dengan para Nona Muda silahkan pergi ke Istana Putri bersama dengan Putri Amerilya." ucap Raja Azvago, ia mengarahkan semua tamunya untuk beristirahat karna banyak kejadian tak terduga hari ini.


Putri Amerilya turun dari pangkuan sang raja kemudian mengajak Nona Muda Ersa Rucixara dan Nona Muda Alxin Rucixara untuk pergi ke istana putri, melihat Putri Amerilya yang pergi membuat Rostow Elister ingin mengikutinya namun ditahan oleh sang kakak laki laki.


Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Hah akhirnya bisa update juga aku guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya, gift hadiah apapun, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.