
"Apakah masih terasa sakit Tuan Putri Amerilya? saya tak mengira bahwa Ratu Jeylena akan melakukan hal seperti ini pada Anda." ucap Raja Yunmixo yang masih sulit untuk mempercayai hal ini.
"Entahlah, sepertinya Ratu Jeylena terlalu berambisi untuk menikahkan Putrinya dengan Pangeran Mixo." jawab Putri Amerilya dengan senyuman tipis.
Saat Putri Amerilya dan Raja Yunmixo sedang membicarakan beberapa hal mengenai kejadian yang menimpa sang putri hari ini, tiba tiba Raja Azvago dan Ratu Zivaya masuk ke dalam ruang kesehatan dengan raut wajah khawatir. Mereka takut panah es itu menimbulkan efek samping yang akan membahayakan tubuh putri kesayangan mereka, sebagai seorang penyihir elemen es tentu Ratu Zivaya tau beberapa kemungkinan yang akan terjadi. Saat itu Putri Amerilya masih berusia dua tahun dan belum saatnya bagi anak perempuan itu untuk membangkitkan kekuatan sihir miliknya, karna itulah besar kemungkinan Putri Amerilya mengalami luka parah.
Setelah masuk ke dalam ruang kesehatan, Raja Azvago dan Ratu Zivaya menatap ke arah putri mereka dengan tatapan bingung. Sepertinya Putri Amerilya baik baik saja dan hanya mendapatkan luka kecil, bagaimana hal itu bisa terjadi?.
"Kau baik baik saja putriku? apakah ada yang terasa sakit? biarkan ibu memeriksa keadaan mu." ucap Ratu Zivaya yang langsung berlari ke arah Putri Amerilya kemudian melihat denyut nadi putri kecilnya itu.
Meskipun hal ini terasa sangat aneh namun Ratu Zivaya merasa sangat bersyukur karna putri kecilnya itu tak mendapatkan luka yang serius. Bagaimana sang raja dan ratu bisa lupa bahwa putri kecil mereka memang sangat luar biasa, Putri Amerilya sering melakukan banyak hal yang membuat orang orang dewasa merasa malu karna tak bisa berfikir dengan jernih seperti yang Putri Amerilya lakukan.
"Terimakasih karna Anda telah membawa putri saya ke ruang kesehatan dengan tepat waktu, jika terlambat sedikit saya saya tak tau apa yang akan terjadi padanya." ucap Yang Mulia Raja Azvago sembari menundukkan kepalanya sebagai tanda ketulusan hati.
"Ah ini hanya sebuah kebetulan, saat sedang dikejar oleh Ratu Jeylena sang putri berlari ke arah saya dan karna itulah saya bisa mengambil tindakan dengan cepat." jawab Raja Yunmixo, ia rasa Putri Amerilya memang sengaja mengarahkan Ratu Jeylena ke halaman depan Istana Kerajaan Meztano agar penyerang yang dilakukan sang ratu diketahui banyak orang.
"Anggota Keluarga Kerajaan Monzxo yang lain sudah beristirahat di kamar mereka, saat ini Ratu Jenya sedang menunggu kedatangan Anda. Jangan membuat Istri Anda menunggu lama Raja Yunmixo." ucap Ratu Zivaya yang menyarankan pada Raja Yunmixo untuk segera menemui istrinya yang masih menunggu di depan pintu masuk ruang kesehatan, Ratu Zivaya berusaha mengajak wanita itu masuk ke dalam sedari tadi namun Ratu Jenya selalu menolak.
"Baiklah saya permisi terlebih dahulu." ucap Raja Yunmixo yang langsung keluar dari ruang kesehatan. Ternyata benar saat baru saja menginjakkan kakinya ke luar ia langsung disambut oleh Ratu Jenya yang sedang menunggu sedari tadi.
Ratu Jenya tersenyum dengan senyuman yang sangat anggun kemudian dia menanyakan bagaimana kondisi putri kecil itu pada suaminya, Ratu Jenya merasa lega karna Putri Amerilya baik baik saja dan tak mendapatkan luka parah. Akhirnya pasang suami istri itu pergi menuju kamar mereka sedangkan Ratu Zivaya dan Raja Azvago masih berada di dalam ruang kesehatan untuk menjaga putri mereka.
"Tenang saya putriku, ibu akan membalaskan rasa sakit mu pada Ratu Jeylena. Siapapun yang berani menyakitimu akan berakhir dengan buruk." ucap Ratu Zivaya dengan emosi yang kembali meluap. Ini adalah wilayah kekuasaan Kerajaan Meztano namun wanita itu dengan berani menyakiti Sang Putri dari Kerajaan Meztano? apakah wanita itu mengira Ratu dari Kerajaan Meztano tak dapat melakukan apapun!.
"Apa yang akan ibu lakukan? Amerilya tak ingin ibu terluka." ucap Putri Amerilya dengan tatapan sedih, wanita jahat seperti Ratu Jeylena pasti memiliki banyak rencana di dalam kepalanya.
"Ibumu akan bertarung dengan Ratu Jeylena malam nanti, tenang saja putriku dan percayalah pada ibumu. Dia seorang wanita yang sangat tangguh, ayah saja tak bisaa mengalahkannya ketika ia sedang marah." jawab Yang Mulia Raja Azvago yang sedang menceritakan betapa mengerikannya Ratu Zivaya saat sedang dikuasai oleh kemarahan.
"Baiklah ibu harus memenangkan pertarungan ini, jangan biarkan wanita jahat itu menghirup udara segar." teriak Putri Amerilya dengan semangat ia tak sabar melihat kelelahan Ratu Jeylena sekaligus langkah pertama kehancuran Kerajaan Antez.
Setelah pembicaraan yang cukup panjang Putri Amerilya memutuskan untuk kembali ke Istana Putri karna kondisinya baik baik saja dan hanya mendapatkan luka ringan, Ratu Zivaya dan Raja Azvago berusaha menahan putri kecil mereka itu agar lebih lama beristirahat di ruang kesehatan namun sangat disayangkan sifat keras kepala keduanya menurun pada sang putri. Akhirnya Raja Azvago dan Ratu Zivaya memperbolehkan Putri Amerilya untuk kembali ke istana putri dengan syarat ia harus beristirahat penuh, untunglah Putri Amerilya menyetujui hal itu. Putri Amerilya berjalan keluar dari istana utama, saat berada di halaman depan istana utama ia bertemu dengan Pangeran Bilge dari Kerajaan Antez.
Putri Amerilya menatap datar ke arah Pangeran Bilge, apa yang ingin dilakukan oleh anak dari Ratu Jeylena itu. Mungkinkah Pangeran Bilge ingin membuat masalah seperti ibu dan kedua saudarinya?. Putri Amerilya sangat terkejut saat Pangeran Bilge tiba tiba membungkukkan badannya di hadapan Putri Amerilya, ia meminta maaf atas kekacauan yang dilakukan oleh anggota Keluarga Kerajaan Antez yang lain.
"Maaf atas semua hal buruk yang telah menimpa Tuan Putri Amerilya, saya mengerti permintaan maaf saja tidak akan cukup. Saya hanya ingin meminta satu hal, jika Keluarga Kerajaan Meztano ingin membalas perbuatan anggota Kerajaan Antez tolong jangan melibatkan penduduk kerajaan kami. Mereka sangat antusias mendengar pernikahan antara Putri Liene dengan Pangeran Mixo karna mereka menaruh harapan besar pada Pangeran Mixo, selama ini banyak bencana yang menimpa wilayah Kerajaan Antez dan mereka ingin Pangeran Mixo menggantikan posisi Raja Alenzie. Saya mengerti mengapa Anda dan anggota Keluarga Kerajaan Meztano yang lain tak menyetujui pernikahan ini, apapun yang terjadi nanti tolong jangan mencabut hubungan kerja sama dengan Kerajaan Antez." ucap Pangeran Bilge, ia tak menahan Putri Amerilya untuk membalas dendam pada anggota keluarga yang lain karna tindakan mereka memang sudah keterlaluan. Sang pangeran juga tak meminta Putri Amerilya untuk membujuk Pangeran Mixo untuk menyetujui pernikahan itu, yang Pangeran Bilge minta hanyalah jangan sampai ada pemutusan kerjasama antara Kerajaan Meztano dengan Kerajaan Antez.
Putri Amerilya menatap bingung ke arah pangeran Bilge, mengapa ia memiliki sikap yang jauh lebih dewasa dari Raja Alenzie? mungkin Kerajaan Antez akan merasakan masa kejayaannya nanti saat di pimpin oleh Pangeran Bilge.
"Mengapa saya harus mendengarkan perkataan Anda dan menyetujuinya?." tanya Putri Amerilya dengan wajah polos.
"Berusahalah untuk naik ke tahta Raja Kerajaan Antez, dengan begitu Anda bisa membangun relasi dan kerjasama dengan kerajaan lain. Saya bisa melihat kebijaksanaan, keadilan, dan ketegasan ada dalam diri Anda. Penduduk Kerajaan Antez tak perlu menunggu salah seorang Pangeran dari Kerajaan Meztano untuk memimpin mereka karna Anda juga bisa melakukannya." ucap Putri Amerilya dengan senyuman hangat.
"Ayah berencana untuk mewariskan tahta pada adik saya, bagaimana mungkin saya bisa menentang keinginan ayah saya sendiri." jawab Pangeran Bilge yang tak ingin menambah konflik internal di dalam Istana Kerajaan Antez.
"Anda pasti tau apa yang akan terjadi jika Pangeran Azie yang memimpin Kerajaan Antez di masa depan. Coba pikirkan baik baik hal yang baru saja saya katakan, saya yakin Anda mengenal sifat adik Anda itu dengan baik." ucap Putri Amerilya, sang putri bergegas pergi meninggalkan Pangeran Bilge yang masih diam mematung di tempatnya.
Putri Amerilya terus berjalan hingga ia masuk ke dalam istana putri, lagi dan lagi Putri Amerilya melihat sesuatu yang sangat menyebalkan. Putri Lena sedang dihadang oleh salah seorang putri dari Kerajaan Monzxo karna Putri Lena ingin masuk ke dalam kamar pribadi milik Putri Amerilya.
"Akhirnya Tuan Putri Amerilya datang, saya melihat Putri Lena ingin masuk ke dalam kamar pribadi Anda karna itu saya berusaha untuk menahannya." ucap Putri Xirel sembari memegang pipi kanannya yang di tampar oleh Putri Lena.
"Apa yang tejadi pada pipi sebelah kanan Anda?." tanya Putri Amerilya dengan tatapan tajam, istana putri adalah wilayah kekuasaannya di dalam Istana Kerajaan Meztano karna itu tak semua orang bisa melakukan apa yang mereka inginkan di dalam istana putri.
"Ini bukan apa apa, karna Tuan Putri Amerilya sudah datang saya permisi untuk kembali ke kamar." ucap Putri Xirel yang ingin menghindari kecurigaan dari Putri Amerilya. Saat Putri Xirel ingin pergi tangannya langsung di tahan oleh Putri Amerilya, sepertinya ia tak bisa menyembunyikan apapun dari putri kecil itu.
"Apakah Putri Lena menampar Anda, jawab dengan jujur Putri Xirel saya sangat yakin Raja Yunmixo selalu mengajari anak anaknya untuk berkata jujur." ucap Putri Amerilya dengan sedikit paksaan.
"Iya Anda benar, Putri Lena menampar pipi saya dengan sangat kencang karna saya melarangnya masuk. Sebelum saya dan saudari yang lain memilih kamar beberapa pelayan datang dan memberitahukan kamar mana saja yang bisa kami tempati. Saya ingat bahwa kamar yang ingin dimasuki oleh Putri Lena adalah kamar dari Tuan Putri Amerilya, namun Putri Lena membantah dan terus mengatakan bahwa kamar itu miliknya." jelas Putri Xirel dengan tatapan kesal. Semua kamar tamu yang ada di istana putri memiliki desain yang sangat bagus bahkan lebih mewah daripada kamarnya yang berada di Istana Monzxo. Lalu mengapa putri dari Kerajaan Antez tak merasa puas dengan semua kamar tamu yang ada di sana.
Putri Amerilya berjalan mendekat ke arah Putri Lena, tatapan tajam dari putri kecil itu membuat Putri Lena gemetaran dan mundur beberapa langkah.
"Saya hanya ingin masuk ke dalam dan memastikan tak ada barang saya yang ketinggalan." ucap Putri Lena yang sedang mencari sebuah alasan agar ia tak dilaporkan pada ayahnya lagi.
Plak....
Tamparan yang sangat kencang mendarat dengan tepat di pipi sebelah kanan Putri Lena, saat melakukannya Putri Amerilya sengaja menambahkan sedikit qi spiritual agar Putri Lena merasakan sakit yang lebih parah dari Putri Xirel. Apakah pelajaran yang di dapatkan oleh Putri Lena siang tadi masih kurang hingga ia ingin mengulang kesalahan yang sama?.
"Saya tak ingin mendengar alasan apapun, masuk ke dalam kamar seseorang tanpa izin tetaplah tindakan yang salah Putri Lena." jawab Putri Amerilya dengan tegas dan sorot mata tajam.
Putri Lena memegang pipinya yang berdenyut, ia berdecak kesal kemudian meninggalkan Putri Amerilya dan Putri Xirel di depan kamar pribadi Putri Amerilya. Putri Xirel sangat takjub dengan keberanian yang dimiliki oleh Putri Amerilya meski usianya saat ini masih sangat muda, Putri Amerilya dengan berani mengambil tindakan pada seseorang yang ingin berbuat sesuka hati di dalam istananya.
"Sebaiknya Putri Xirel beristirahat, terimakasih telah menjaga kamar saya agar tak dimasuki gadis tak tau malu itu." ucap Putri Amerilya dengan sangat ramah, mungkin ia bisa berteman dengan para putri dari Kerajaan Monzxo.
"Ahahaha Anda benar, saat ini saya merasa cukup lelah. Saya permisi Tuan Putri Amerilya, sampai jumpa." ucap Putri Xirel yang langsung berjalan menuju sebuah kamar tamu yang telah ia pilih.
Putri Amerilya tak jadi masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat, ia pergi untuk menemui Liana yang sedang berada di dapur bersama dengan pelayan setianya yang lain.
Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.