PUTRI AMERILYA

PUTRI AMERILYA
Rahasia Duke Zidan Marques


Akhirnya Raja Azvago dan Kesatria White Rose berangkat menuju Kediaman Duke Zidan Marques menggunakan kuda agar segera sampai. Di sisi lain Putri Amerilya sudah berada di dalam kamar kedua kakak laki lakinya, Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe menanyakan banyak hal pada adik mereka tentang pembunuh bayaran itu.


"Sebenarnya siapa yang melumpuhkan kedua pembunuh bayaran itu?." tanya Pangeran Mixo dengan rasa penasaran tinggi, dengan jelas ia melihat salah seorang pembunuh bayaran menunjuk ke arah mereka.


"Saya menyerang satu pembunuh bayaran, sedangkan Arges Marques menikam salah satu pembunuh itu dari belakang." jawab Putri Amerilya dengan logatnya yang sangat lucu.


Kedua pangeran itu tampak kebingungan, bagaimana cara Putri Amerilya melakukan semua itu? adik perempuan mereka jelas jelas masih berusia dua tahun. Mereka tau sang putri memiliki kecerdasan di atas rata rata anak lainnya, namun kemampuan berpegang se mahir itu hanya bisa didapatkan saat kita berlatih cukup lama.


"Kau menusuknya juga seperti Tuan Muda Arges Marques?." tanya Pangeran Mixo yang coba menebak bagaimana cara adiknya itu mengalahkan seorang pembunuh bayaran profesional seperti mereka berdua.


"Aku tak melakukan hal seperti itu." ucap Putri Amerilya dengan tatapan kesal yang ia arahkan pada Pangeran Mixo.


"Baiklah aku minta maaf jika tebakanku salah. Lantas apa yang kau lakukan untuk mengalahkannya?." tanya Pangeran Mixo, ia ingin mendapat jawaban yang jelas dari sang adik. Jika ayah mereka mengetahui hal ini pasti sang ayah akan sangat senang.


"Aku berlari mengelilingi kamar dan salah satu dari mereka mengejar ku, aku terus berlari hingga pembunuh bayaran itu kelelahan dan terjatuh di lantai. Setelah ia jatuh aku menyerang menggunakan pedang." jawab Putri Amerilya dengan jujur tanpa menutupi apapun. Setidaknya ia melakukan sedikit usaha untuk me jatuhkan pembunuh bayaran itu, tak seperti Arges Marques yang menusuknya dari belakang.


Di sisi lain Kesatria Richal masih bingung mengapa Putri Amerilya merasa tak aman saat berada di Kediaman Duke Marques, bukankah Duke Zidan Marques sangat dekat dengan keluarga Kerajaan Meztano. Dengan kata lain sang duke akan menjaga Putri Amerilya serta kedua pangeran dengan baik di sana, perasaan Kesatria Richal semakin tak karuan.


"Lebih cepat lagi." ucap Raja Azvago yang menunggangi kuda dengan kecepatan tinggi, sang raja meminta pada para Kesatria White Rose untuk mengimbangi kecepatannya.


"Jika saya boleh tau mengapa anda begitu khawatir pada sang putri? bukankah selama ini Keluarga Duke Marques dekat dengan keluarga kerajaan?." tanya Kesatria Richal yang berada di samping Raja Azvago.


Sembari mempercepat langkah kuda yang ia tunggangi, Raja Azvago mulai menceritakan penyebab ia sangat khawatir pada putri kecilnya saat ini. Empat tahun yang lalu sebelum Putri Amerilya lahir ke dunia, Duke Zidan Marques beserta keluarganya yang lain berkunjung ke Istana Kerajaan Meztano untuk menghadiri undangan dari sang raja.


Saat itu Duke Zidan Marques berkeliling di sekitar istana karna Raja Azvago masih memiliki urusan lain yang harus ia selesaikan sebelum bertemu dengan sang duke, saat berjalan ke tempat latihan para prajurit Kerajaan Meztano, Duke Zidan Marques melihat seorang gadis yang sedang berlatih pedang dengan sangat gigih. Meskipun sang duke terkenal sangat membenci perempuan lemah, dimata duke gadis itu terlihat kuat dan juga pemberani. Duke Zidan Marques mendekati gadis tersebut dan berkenalan dengannya, ternyata gadis itu adik perempuan dari Yang Mulia Raja Azvago tentu Duke Zidan Marques semakin senang bisa berkenalan dengannya. Akhirnya Putri Haru mengajak Duke Zidan Marques untuk bertaruh menggunakan pedang dan hasilnya seri.


Sejak pertemuan singkat itu Duke Zidan Marques sering pergi ke istana hanya untuk bertemu dengan Putri Haru, saat Raja Azvago bertanya apa yang sedang Duke Zidan Marques lakukan di istananya sang duke hanya mengatakan bahwa ia menjadi guru berperang Putri Haru untuk beberapa bulan kedepan. Tak ada yang curiga dengan kedekatan Putri Haru dan Duke Zidan Marques karna mereka terlihat seperti guru dan murid pada umumnya.


Suatu hari Raja Azvago ingin mengajak Putri Haru untuk berjalan jalan keluar, akan tetapi sang raja tak menemukan adik perempuannya itu dimanapun. Akhirnya Raja Azvago bertanya pada beberapa prajurit, salah seorang prajurit mengatakan bahwa Putri Haru berada di hutan dekat istana kerajaan. Raja Azvago pun langsung pergi menuju hutan itu, alangkah terkejutnya sang raja saat melihat Putri Haru sedang berciuman dengan Duke Zidan Marques di dalam hutan.


Duke Zidan Marques dan Putri Haru terkejut melihat kehadiran Raja Azvago, mereka berdua langsung saling menjauh. Raja Azvago memarahi mereka berdua karna melakukan hubungan terlanggar, saat itu Duke Zidan Marques mengutarakan niatnya untuk menikahi Putri Haru dan menjadikannya sebagai istri kedua. Tentu Raja Azvago tak mengizinkan hal itu karna usia Putri Haru yang masih sangat muda, lagipula bagaimana perasaan Nyonya Riana Marques nanti jika mengetahui hal ini.


Hari itu juga Raja Azvago meminta pada Duke Zidan Marques untuk menjauhi adik perempuannya, dengan begitu ia akan merahasiakan perselingkuhan yang mereka berdua lakukan. Setelah hari itu hubungan Kerajaan Meztano dan Keluarga Duke Marques menjadi renggang, sebenarnya Raja Azvago tak yakin hubungan antara Duke Zidan Marques dan Putri Haru sudah berakhir.


"Tolong rahasiakan hal ini dari orang lain." ucap Raja Azvago pada seluruh anggota Kesatria White Rose yang mendengarnya.


"Baiklah kami mengerti Yang Mulia Raja Azvago." ucap seluruh anggota Kesatria White Rose, mereka akan merahasiakan hal itu karna akan merusak reputasi Putri Haru.


"Anda khawatir Duke Zidan Marques melampiaskan dendamnya pada putri anda?." tanya Kesatria Richal, ia mulai memahami isi hati sang raja.


"Kurang lebih seperti itu." ucap Raja Azvago.


Di dalam ruang kerjanya sang duke sedang menggerutu dengan kesal, ia melempar beberapa berkas yang ada di meja hingga berjatuhan di lantai. Duke Zidan Marques menggenggam tangannya dengan sangat erat, ia sudah lelah untuk berpura pura seperti ini.


"Jika kedua pangeran itu tak ada di sini, aku pasti sudah menghabisi nyawa putri sialan itu." ucap Duke Zidan Marques, ada beberapa alasan mengapa pria itu membenci Putri Amerilya.


Alasan utama sang duke membenci anak berusia dua tahun itu karna sang putri telah memisahkan ia dengan kekasihnya. Entah berapa lama Putri Haru mendapat hukuman pengasingan, Duke Zidan Marques sudah beberapa kali mencari tau dimana Putri Haru diasingkan namun ia tak menadapat titik terang.


"Apa yang sedang ia lakukan saat ini? bagaimana jika Putri Haru merasa tersiksa di sana." gumang Duke Zidan Marques pelan agar tak terdengar para prajurit yang berjaga di depan ruang kerjanya.


"Anak itu sangat menyusahkan. Meskipun ia sangat menarik seperti Putri Haru, jarak usia kami terpaut sangat jauh. Anak anak perempuan yang terlahir dengan bakat luar biasa harus menjadi milik saja, mereka yang tak bisa saya miliki harus mati." ucap Duke Zidan Marques dengan sorot mata yang berubah menyeramkan, entah apa yang sedang terjadi pada pria itu. Mungkinkah Duke Zidan Marques terobsesi dengan gadis cantik yang berbakat?.


Sedangkan saat ini Putri Amerilya masih belum bisa memejamkan matanya, ia merasa sangat tak nyaman berada di Kediaman Duke Marques ini. Putri Amerilya ingin mencari tau penyebab dari sang duke begitu membencinya, akhirnya Putri kecil itu turun dari kasur. Sebelum pergi Putri Amerilya memastikan bahwa kedua kakak laki lakinya sudah tidur dengan pulas, perlahan lahan sang putri membuka pintu dan keluar dari kamar tanpa diketahui siapapun.


"Lebih baik aku menemui Nyonya Riana Marques, ia terlihat sangat ramah berbeda dengan suaminya." ucap Putri Amerilya yang pergi menuju ruang Kerja Nyonya Riana Marques, dalam perjalanan kesana ia melihat Arges Marques yang sedang mondar mandir di depan kamarnya.


"Jika aku melintas di depan anak laki laki itu akankah dia menikam ku dari belakang?." tanya Putri Amerilya pada dirinya sendiri. Untuk memastikan keamanan akhirnya sang putri mencari jalan lain untuk sampai ke ruang kerja Nyonya Riana Marques.


Setelah berkeliling cukup lama akhirnya sang putri sampai di depan ruang kerja Nyonya Riana Marques, Putri Amerilya mengetuk pelan pintu itu hingga Nyonya Riana Marques membukanya.


"Ada apa tuan putri?. Mengapa anda mencari saya larut malam seperti ini?." tanya Nyonya Riana Marques dengan tatapan bingung.


"Bisakah aku masuk kedalam terlebih dahulu." ucap Putri Amerilya yang takut jika tiba tiba Duke Zidan Marques muncul.


Riana Marques mempersilahkan putri kecil itu masuk kedalam ruang kerjanya, setelah itu ia meminta Putri Amerilya menjelaskan maksud kedatangannya di tengah malam seperti ini.


Bolehkan aku bertanya beberapa hal pada nyonya?." ucap Putri Amerilya sebelum menanyakan hal yang lebih serius.


"Saya akan menjawab semua pertanyaan anda jika saya memiliki jawabannya." ucap Nyonya Riana Marques dengan senyuman bahagia, ia sangat menginginkan anak perempuan seperti sang putri.


"Apakah tuan duke pernah dekat dengan salah satu anggota Kerajaan Meztano selain ayah saya?." tanya Putri Amerilya dengan tatapan polosnya, ia tak ingin wanita dihadapannya itu curiga.


"Mengapa anda menanyakan hal ini?." tanya Nyonya Riana Marques, mengapa anak sekecil ini ingin mengetahui hal yang tak seharusnya ia ketahui?.


"Aku hanya ingin tau siapa saja anggota kerajaan yang dekat dengan tuan duke." jawab Putri Amerilya dengan senyuman lucu, Nyonya Riana Marques tak bisa melakukan apapun selain menjawab pertanyaan sang putri kecil.


"Sebelum anda lahir, suami saya pernah dekat dengan adik perempuan Raja Azvago." ucap Nyonya Riana Marques dengan ekspresi biasa saja karna tak mengetahui perselingkuhan itu.


"Putri Haru?." ucap Putri Amerilya yang spontan menyebut nama itu. Perlahan lahan ia tau mengapa sang duke tak menyukainya.


"Suami saya pernah menjadi guru berperang Putri Haru selama dua atau tiga bulan." ucap Nyonya Riana Marques. Wanita itu merasa sang suami sedikit menjauhinya setelah menjadi guru Putri Haru.


"Mereka sangat dekat? apa anda pernah merasa tuan duke sedikit menjauhi anda saat itu?." tanya Putri Amerilya, ia sedang menebak nebak rahasia antara Duke Zidan Marques dengan Putri Haru.


"Ya saya merasakannya, itu hal yang wajar karna suami saya merasa lelah sepulang mengajar." jawab Nyonya Riana Marques tanpa rasa curiga pada sang suami. Dengan pemikiran gadis dewasa yang Putri Amerilya miliki meski tubuhnya adalah seorang anak dua tahun, sang putri tau kedua orang itu menjalin hubungan spesial.


"Ternyata seperti itu, baiklah saya akan kembali ke kamar. Maaf telah mengganggu waktu Nyonya Riana." ucap Putri Amerilya yang ingin pergi dari ruang kerja Nyonya Riana Marques, dari luar sang putri mendengar langkah kaki orang lain.


"Tolong jangan katakan pada siapapun jika saya datang mengunjungi anda, mereka akan sangat marah saat tau saya berkeliaran malam malam begini." ucap Putri Amerilya agar Nyonya Riana Marques tak mengatakan apapun pada Duke Zidan Marques nanti.


"Baiklah saya akan merahasiakannya, sepertinya ada orang yang sedang menuju ruangan saya. Sebaiknya anda pergi melalui jendela saja." ucap Nyonya Riana Marques, ia membukakan jendela samping ruang kerjanya dan meminta sang putri untuk segera keluar.


Setelah Putri Amerilya keluar melalui jendelanya, Nyonya Riana Marques membukakan pintu ruang kerja menyambut sang suami yang datang.


"Kau belum tidur sayang?." tanya Duke Zidan Marques sembari mencium kening sang istri.


"Masih banyak berkas berkas penting yang harus aku selesain." jawab Riana Marques pada sang suami dengan suara lembut.


"Jangan tidur terlalu larut, kau harus menjaga kesehatanmu juga." ucap Duke Zidan Marques yang mengajak istrinya untuk pergi ke kamar mereka.


Di isi lain Putri Amerilya sangat bersyukur karna ia sudah berada di dalam kamar kedua kakaknya sebelum sang duke menemukannya di ruangan Nyonya Riana Marques.


"Karna mereka tak bisa bertemu lagi, akhirnya tuan duke melimpahkan semua kekesalannya itu padaku." ucap Putri Amerilya dengan ekspresi datar, karna mengantuk sang putri pun naik ke atas kasur dan memejamkan matanya.


Hai semuanya aku update lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa support author dengan cara follow buat yang belum, vote ya guys, gift hadiah apapun makasih banget, like, komen di setiap chapternya, rate bintang lima, share ke temen temen kalian juga ya.