
Ratu Zivaya menghampiri Putri Amerilya kemudian meminta putri kecilnya itu untuk bersembunyi di belakang, meski Putri Amerilya sendiri bisa membalas perbuatan Ciela Marques namun sebagai seorang ibu Ratu Zivaya ingin melindungi putri kesayangannya. Ciela Marques menatap tak suka ke arah sang ratu, jika bukan karna kemunculan wanita itu mungkin saat itu Putri Amerilya sudah tak ada lagi di dunia dan ia bisa menikmati hidupnya dengan nyaman. Karna sudah terlanjur ketahuan akhirnya Ciela Marques memutuskan untuk menyerang Ratu Zivaya sampai ia mendapatkan kesempatan untuk kabur dari Istana Kerajaan Meztano.
Ciela Marques membuat ratusan anak panah menggunakan sihir apinya kemudian menyerang Ratu Zivaya menggunakan anak panah itu, sang ratu tak tinggal diam ia membuat puluhan dinding es yang melindunginya dan Putri Amerilya dari serangan itu. Panah panah api milik Ciela Marques menabrak dinding es milik Ratu Zivaya hingga panah tersebut hancur, setelah itu Ratu Zivaya menggerakkan dinding es tersebut dengan cepat dan langsung menabrak tubuh Ciela Marques dengan kencang hingga ia terpental beberapa meter.
"Jangan berharap kau bisa kabur dari tempat ini gadis sialan." ucap Ratu Zivaya saat melihat Ciela Marques sedang berlari menuju dinding samping halaman depan istana putri. Ciela Marques ingin memanjat dinding itu menggunakan sebuah tangga kayu yang tersandar di sebuah pohon, dengan segera Ratu Zivaya membuat sebuah lapisan es yang membumbung tinggi ke langit.
Yang Mulia Raja Azvago dan Pangeran Zingo saat itu sedang berada di halaman belakang istana utama, Pangeran Zingo terkejut saat melihat ada seseorang yang menggunakan sihirnya saat berada di sekitar Istana Kerajaan Meztano. Pangeran Zingo menarik tangan kakak laki lakinya dan membawa menuju lapisan es itu berada.
"Mengapa kau tiba tiba menarik saya seperti ini?." tanya Raja Azvago yang menatap ke arah adik laki lakinya itu dengan tatapan bingung sekaligus kesal.
"Sepertinya terjadi sesuatu di sekitar istana putri, lebih baik kita memastikan apa yang sedang terjadi. Jangan sampai ada penyusup yang masuk dan ingin melukai Tuan Putri Amerilya." jelas Pangeran Zingo pada Raja Azvago. Sang raja juga baru merasakan adanya mana sihir di sekitar istana putri, karna merasa cemas Raja Azvago langsung berlari sekuat tenaga dan meninggalkan Pangeran Zingo di belakangnya.
"Mengapa saya tertinggal seperti ini, tunggu saya Yang Mulia Raja Azvago!." triak Pangeran Zingo yang ikut berlari menyusul kakak laki lakinya itu.
Di sisi lain saat ini Ciela Marques sedang berusaha melelehkan lapisan es yang sedang menghalanginya untuk kabur, dari arah belakang salah satu pelayan setia Putri Amerilya berlari ke arah Ciela Marques dan langsung menarik kaki gadis itu hingga terjatuh ke tanah. Pelayan tersebut adalah Liliana, ia begitu kesal melihat tingkah Ciela Marques yang tak tau malu bukankah Raja Azvago sudah berbaik hati membiarkannya tetap hidup setelah semua yang telah ia lakukan.
"Beraninya Anda berfikir untuk menyakiti putri kecil kami, memangnya siapa Anda ini!." bentak Liliana dengan sorot mata tajam.
Dengan penuh emosi Liliana melayangkan beberapa pukulan pada Ciela Marques, Ratu Zivaya yang melihat itu semua hanya tersenyum puas. Kesepuluh pelayan yang selama ini merawat dan menjaga putrinya ternyata sangat menyayangi putrinya itu, dengan begitu Ratu Zivaya tak perlu merasa khawatir saat Putri Amerilya berada di dalam istana putri.
Ciela Marques berusaha untuk melawan pelayan rendahan yang sedang memukulinya itu, meskipun saat ini Keluarga Duke Marques sudah tak ada lagi di Wilayah Kerajaan Meztano setidaknya ia tetaplah seorang nona muda keturunan keluarga bangsawan karna itu ia tak boleh diperlakukan seperti ini oleh seorang pelayan. Satu hal yang membuat Ciela Marques bingung, mengapa kekuatan sihir apinya tak berfungsi saat akan menyerang pelayan tersebut.
"Apa yang sedang terjadi di sini!." triak Yang Mulia Raja Azvago yang baru saja datang. Ia menatap bingung ke arah Ratu Zivaya dan juga Putri Amerilya yang sedang bersembunyi di belakang sang ratu.
"Nona muda dari Keluarga Duke Marques itu ingin menyerang putrimu, sudah berapa kali saya katakan untuk membunuhnya. Jangan pernah memelihara ular berbisa di dalam keluarga Anda sendiri Yang Mulia Raja Azvago." ucap Ratu Zivaya dengan tatapan kesal yang ia arahkan pada Raja Azvago.
"Menyerang putriku! berani sekali dia!." bentak Yang Mulia Raja Azvago dengan ekspresi marah.
Raja Azvago mencari dimana keberadaan Ciela Marques namun saat menemukan gadis itu ia kembali dibuat terkejut, saat ini Ciela Marques sedang dipukuli oleh salah seorang pelayan dari istana putri. Pelayan itu terlihat sangat marah dan sedang melampiaskan semua kemarahan yang ia pendam selama ini, Yang Mulia Raja Azvago dan Pangeran Zingo berjalan mendekat ke arah Ciela Marques dan pelayan itu.
"Ciela Marques pasti akan mati setelah mendapatkan pukulan sebanyak itu." ucap Pangeran Zingo dengan semangat, akhirnya musuh dari keponakan kesayangannya bisa pergi meninggalkan dunia ini. Pelayan yang sedang memukul Ciela Marques juga terlihat sangat keren karna berani melakukan hal itu.
"Hust diamlah, akan terjadi masalah lain jika sampai Ciela Marques mati di tangan seorang pelayan." ucap Yang Mulia Raja Azvago dengan serius.
Raja Azvago cukup terkejut dengan kekuatan yang dimiliki oleh pelayan itu, Ciela Marques terlihat sangat tertekan dan tak dapat melakukan apapun untuk melawan balik si pelayan.
"Cukup hentikan, biarkan hukum Kerajaan Meztano yang akan menghakimi gadis itu." ucap Yang Mulia Raja Azvago, sang raja meminta Liliana untuk berhenti memukuli Ciela Marques karna kondisi gadis itu sudah sangat mengenaskan.
Setelah mendengar perkataan dari Yang Mulia Raja Azvago bukannya melepaskan Ciela Marques, Liliana malah menoleh ke samping dan menatap Raja Azvago dengan tatapan tajam. Ekspresi pelayan itu seperti mangsanya ingin direbut oleh predator lain, Liliana secara terang terangan membantah perintah dari Raja Azvago karna ia terus memukuli Ciela Marques hingga gadis itu pingsan karna tak sanggup menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
"Sudah cukup hentikan ini perintah!." bentak Yang Mulia Raja Azvago pada pelayan itu dengan tegas.
"Hukum yang Anda katakan hanyalah bualan semata, berapa kali gadis sialan ini mencoba untuk menyakiti Tuan Putri Amerilya!. Sebagai seorang ayah Anda telah mengabaikan keselamatan putri Anda sendiri dan sebagai seorang Raja Anda terlalu baik pada seorang pengkhianat sepertinya." ucap Liliana secara terang terangan pada Raja Azvago yang saat ini sedang melihat ke arahnya dengan tatapan terkejut.
Ini pertama kalinya Raja Azvago dibentak oleh seorang pelayan sampai ia merasa merinding seperti ini, perkataan Liliana memang benar adanya jika bukan karna Ratu Zivaya yang datang tepat waktu mungkin Putri Amerilya sudah terluka parah dan kemungkinan terburuknya putri kecil itu bisa mati.
"Sepertinya kali ini Anda melakukan kesalahan lagi." ucap Pangeran Zingo yang tak bisa memberikan pembelaan apapun untuk kakak laki lakinya itu.
Liliana tersenyum lebar kemudian ia berdiri seolah olah akan pergi meninggalkan Ciela Marques yang saat itu masih tergeletak tak berdaya di tanah, setelah maju beberapa langkah tiba tiba saja Liliana menginjak perut Ciela Marques hingga gadis itu terbangun dan memegangi perutnya.
"Lihatlah betapa liciknya gadis ini, Anda bisa menilainya sendiri Yang Mulia Raja Azvago." ucap Lilian kemudian berjalan ke arah Ratu Zivaya untuk membawa Putri Amerilya masuk kembali ke dalam istana putri.
Raja Azvago terdiam untuk beberapa saat, ia menatap ke arah Ciela Marques dengan tatapan penuh kebencian. Sepertinya ia gagal lagi menjadi seorang ayah yang baik untuk Putri Amerilya, entah ini sudah kejadian yang ke berapa sang putri hampir kehilangan nyawanya. Yang Mulia Raja Azvago menarik pedang miliknya kemudian berjalan mendekat ke arah Ciela Marques, ia tak perlu melakukan sidang apapun untuk menghukum gadis itu. Sejak awal pertarungannya sang raja adalah pemegang kekuasaan dan berhak melakukan apapun dengan otoritas yang ia milik, jika ada pihak luar yang mengecam tindakannya kali ini ia bisa langsung memenjarakan mereka.
Ciela Marques berusaha untuk mundur dengan cara menggerakkan tubuhnya kebelakang, saat ini tatapan mata Raja Azvago seperti benar benar ingin membunuhnya. Belum sempat gadis itu menjauh tiba tiba saja pedang milik Yang Mulia Raja Azvago sudah menebas kepalanya hingga kepala Ciela Marques menggelinding jatuh dari badan.
"Selesai sudah masalah satu ini, kalian benar gadis seperti Ciela Marques memang tak pantas diberikan kesempatan untuk hidup lebih lama." ucap Raja Azvago yang tersenyum puas.
"Dimana keponakan kesayangan ku kakak ipar?." tanya Pangeran Zingo sembari mencari Putri Amerilya yang tadinya bersembunyi di belakang Ratu Zivaya.
"Ia sudah dibawa masuk oleh beberapa pelayan ke dalam istana putri, biarkan ia beristirahat malam ini karna sebentar lagi adalah hari ulangtahunnya." ucap Ratu Zivaya yang mengerti maksud dari adik suaminya itu mencari Putri Amerilya.
"Baiklah baiklah saya tak akan menggangu putri kecil, bagaimana jika kita kembali ke istana utama dan meminta beberapa prajurit untuk mengurus jasad Ciela Marques." ucap Pangeran Zingo yang berusaha mengurangi ketegangan diantara Raja Azvago dengan Ratu Zivaya. Sepertinya sang ratu masih merasa kesal karna Raja Azvago terlambat melakukan tindakan yang seharusnya ia lakukan sejak lama.
"Mari kita kembali." ucap Ratu Zivaya yang langsung berjalan menuju istana utama.
Yang Mulia Raja Azvago dan Pangeran Zingo berjalan di belakang wanita itu, mereka tak berani mengatakan apapun lagi pada Ratu Zivaya karna saat ini suasana hati sang ratu sedang tidak baik. Setelah berada di depan pintu masuk istana utama Raja Azvago meminta beberapa prajurit untuk mengurus jasad Ciela Marques dengan cara membakarnya di tempat pembakaran khusus untuk para penjahat yang mendapat hukuman mati.
"Menginap lah di sini untuk malam ini, sepertinya saya juga akan tidur di luar kamar utama." ucap Raja Azvago dengan senyuman lebar, ia menyadari banyak kesalahan yang telah ia lakukan beberapa bulan belakangan ini.
"Lebih baik kakak bersikap lebih tegas seperti dulu." saran Pangeran Zingo pada Raja Azvago.
"Ya lebih baik jika begitu, semoga putriku tak merasa ketakutan nantinya." jawab Raja Azvago dengan ekspresi tenang. Ia menahan diri selama ini karna tak ingin menunjukkan sisi kejamnya pada Putri Amerilya.
"Sepertinya Putri Amerilya juga memiliki sisi kejam seperti mu, apakah kau tak tau beberapa hal yang terjadi akhir akhir ini?." tanya Pangeran Zingo yang sudah mendengar kabar mengenai hal yang terjadi pada Keluarga Hanz Kyne.
"Memangnya apa yang terjadi? bukankah hanya Ciela Marques yang selama ini membuat putriku tak nyaman?." tanya Raja Azvago dengan tatapan bingung, mungkinkah ia telah melewatkan sebuah berita penting?.
"Mari pergi ke ruang keluarga, saya akan menceritakan kejadian menarik pada Anda." ucap Pangeran Zingo yang langsung menggunakan bahasa formal saat ada beberapa pelayan istana utama yang melintas di samping mereka.
Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya. Gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.