PUTRI AMERILYA

PUTRI AMERILYA
Kepulangan Kedua Pangeran


Sejak Putri Amerilya tidak sadarkan diri suasana di Istana Kerajaan Meztano berubah menjadi sunyi dan lebih suram dari hari hari biasanya. Sudah terhitung tiga hari semenjak kejadian itu dan Putri Amerilya belum sadarkan diri juga. Para tabib dan alkemis yang bekerja untuk Kerajaan Meztano mulai kewalahan mengobati sang putri. Berbagai jenis penawar racun merek minumkan namun tak ada respon apapun dari Putri Amerilya.


Hari ini pasukan Kerajaan Meztano yang berhasil menduduki Kerajaan Belgize mulai melakukan perjalanan untuk kembali ke wilayah kerajaan mereka. Pangeran Mixo dan Pangeran Nicko berhasil membuat kesepakatan dengan seluruh penduduk Kerajaan Belgize termasuk para jenderal dan menteri yang ada di sana.


Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe tidak sabar untuk menyampaikan berita kemenangan mereka pada sang adik perempuan. Kedua pangeran tak bisa membayangkan bagaimana ekspresi Putri Amerilya nanti.


"Aku sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Putri Amerilya, dia pasti sangat senang hingga memuji keberhasilan kita berdua." ucap Pangeran Mixo yang sedang menunggangi kuda di sebelah Pangeran Luxe.


"Setelah kembali nanti kita akan meminta pada adik untuk memberikan hadiah berupa ciuman di kedua pipi." jawab Pangeran Luxe dengan senyuman lebar.


"Ahahaha itu ide yang sangat bagus, sebentar lagi kita akan sampai di wilayah perbatasan Kerajaan Meztano." ucap Pangeran Mixo.


Malam itu suasana hati seluruh pasukan Kerajaan Meztano yang ikut serta dalam peperangan dengan Kerajaan Belgize sangatlah senang, mereka tak menyangka peperangan itu berjalan dengan sangat singkat karna seluruh anggota kerajaan telah terbantai.


Setelah perjalanan kurang lebih selama tiga puluh menit akhirnya seluruh pasukan yang ikut dalam peperangan telah sampai di wilayah perbatasan Kerajaan Meztano. Namun ada hal aneh yang membuat Pangeran Mixo, Pangeran Luxe, dan beberapa anggota Kesatria White Rose merasa bingung. Mereka menemukan para prajurit perbatasan sedang menundukkan kepala dengan raut wajah lesuh seperti ada hal buruk yang terjadi selama mereka pergi.


"Ada apa ini? mengapa kalian semua terlihat sangat lesuh." tanya Pangeran Mixo.


Salah seorang prajurit perbaikan mengangkat kepalanya kemudian menatap ke arah Pangeran Mixo dan rombongan pasukan Kerajaan Meztano yang lain. Mata sang prajurit terlihat merah dengan air mata bercucuran, prajurit itu terasa berat ketika ingin menyampaikan bagaimana kondisi Putri Amerilya pada kedua pangeran yang ada di hadapannya itu.


"Cepat katakan, apa yang sedang terjadi selama kami pergi untuk meruntuhkan kekuasaan Raja Ruzel. Mengapa kalian hanya diam saja!!" bentak Pangeran Luxe.


"Tuan Putri Amerilya tak sadarkan diri selama tiga hari, menurut informasi yang kami dapatkan sang putri terkena racun ketika melawan orang orang yang berbuat kekacauan di Istana Kerajaan Meztano." ucap salah seorang prajurit.


Pangeran Mixo, Pangeran Luxe, dan anggota Kesatria White Rose terdiam mematung setelah mendengar kabar tersebut. Jadi selama mereka pergi menaklukkan Kerajaan Belgize, Putri Amerilya sedang berjuang melawan racun yang menjalar di dalam tubuhnya.


"Tidak...tidak mungkin. Bukankah sebelum kita pergi ke wilayah Kerajaan Belgize Tuan Putri Amerilya dalam kondisi baik baik saja. Mengapa semuanya menjadi seperti ini?!." tanya Pangeran Luxe dengan rasa tidak percaya.


"Sebaiknya kalian segera kembali ke istana untuk melihat kondisi Tuan Putri Amerilya kemudian menenangkan Raja dan Ratu yang sedang bersedih." tegur salah seorang prajurit perbatasan. Kemarin ia baru saja pergi ke istana utama untuk melaporkan beberapa pergerakan di area perbatasan pada Raja Azvago, namun sang prajurit langsung mengurungkan niatnya setelah melihat kondisi Raja Azvago.


"Terimakasih untuk informasinya, kami akan pergi sekarang. Tolong jaga wilayah perbatasan sebagai baik, jangan biarkan musuh datang menyerang di saat saat seperti ini." perintah Pangeran Mixo pada para prajurit penjaga perbatasan.


Setelah mengatakan hal itu Pangeran Mixo segera memacu kudanya dengan kecepatan tinggi menuju Istana Kerajaan Meztano di susul oleh Pangeran Luxe dan Anggota Kesatria White Rose yang khawatir dengan kondisi Putri Amerilya.


Derap suara telapak kaki kuda terdengar dimana-mana, penduduk yang sedang melakukan aktivitas mereka memilih untuk minggir dari jalan dan membiarkan pasukan yang dipimpin oleh pangeran pertama dan pangeran kedua melintas.


"Saya dengar saat ini Kerajaan Belgize berada di bawah kepemimpinan Kerajaan Meztano. Sepertinya kedua pangeran beserta pasukan yang mereka bawa berhasil mengalahkan pasukan musuh dan memenangkan hati penduduk Kerajaan Belgize." ucap salah seorang pedagang buah sembari menatap ke arah ribuan pasukan yang sedang melintas.


"Suasana di sekitar wilayah Kerajaan Meztano berubah drastis semenjak kabar mengenai jatuhnya Putri Amerilya tersebar. Banyak keluarga bangsawan yang datang dan pergi dari Istana Kerajaan Meztano dalam kondisi menangis, sepertinya mereka semua tak tega dengan Putri Amerilya." ucap seorang pembeli di toko buah itu.


"Semoga saja Tuan Putri Amerilya segera bangun dan membuat suasana di Kerajaan Meztano kembali ceria seperti sebelumnya." ucap penduduk lain.


Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe sampai terlebih dahulu di gerbang utama Kerajaan Meztano, mengetahui kepulangan kedua pangeran para prajurit yang berjaga di depan gerbang utama segera membukakan jalan.


"Selamat datang kembali Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe, kami semua menyambut kepulangan kalian berdua." ucap seluruh prajurit penjaga gerbang utama sembari membungkukkan badan mereka.


"Terimakasih untuk sambutanya, maaf kami tidak bisa berlama lama berbincang dengan kalian. Kami ingin melihat kondisi Tuan Putri Amerilya." ucap Pangeran Luxe.


"Kami bisa mengerti akan hal itu, kami harap kedua pangeran bisa bersabar dengan keadaan saat ini." ucap beberapa prajurit penjaga gerbang utama Kerajaan Meztano.


Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe memasuki halaman depan Istana Kerajaan Meztano, mereka berdua segera turun dari kuda masing masing kemudian berlari masuk ke dalam istana utama.


"Buka pintunya sekarang!." perintah Pangeran Luxe pada para prajurit yang sedang berjaga di depan pintu masuk istana utama.


Pintu langsung dibuka oleh para prajurit dan kedua pangeran berlari kembali menuju ruang kesehatan untuk melihat bagaimana kondisi Putri Amerilya saat ini.


Brak....


Pintu ruang perawatan dibuka paksa oleh Pangeran Mixo, semua tabib dan alkemis yang ada di dalam ruang kesehatan menolehkan kepala mereka ke arah pintu masuk.


"Adik!!." triak Pangeran Mixo, sang pangeran berjalan mendekat ke arah ranjang tempat sang putri dirawat.


"Apa yang kalian lakukan selama tiga hari terakhir, mengapa adik kecil kami tak kunjung bangun." bentak Pangeran Luxe pada para tabib dan alkemis yang ada di sana.


"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk merawat Putri Amerilya namun kondisi sang putri tak kunjung membaik. Racun yang ada di dalam tubuh sang putri perlahan lahan mulai menghilang dan detak jantungnya sudah stabil, anehnya kesadaran Putri Amerilya tak kunjung kembali." ucap salah seorang tabib yang mencoba menjelaskan kondisi saat ini pada kedua pangeran.


Para tabib dan alkemis tak tersinggung dengan bentakan dan protes dari Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe. Saat ini keduanya sedang lelah setelah menyelesaikan sebuah peperangan meskipun dalam waktu singkat.


"Apakah kondisi adik perempuan kami akan membaik seiring berjalannya waktu?." tanya Pangeran Mixo, ia mencoba menekan amarah yang hampir meluap.


"Kami akan terus berusaha untuk mengobati Tuan Putri Amerilya hingga kesadaran kembali. Sebaiknya Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe beristirahat terlebih dahulu, kami masih harus melakukan pemeriksaan." ucap seorang alkemis.


Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya guys, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.