
Putri Amerilya berlari secepat yang dia bisa menuju ruang kesehatan, ia ingin melihat apa yang sedang terjadi di sana. Sang putri khawatir jika Raja Ruzel ataupun Ratu Luncia sedang melakukan sebuah ritual untuk memanggil Pangeran Lich dan meminta bantuannya untu melakukan semua ini. Tak perlu waktu lama sang putri kecil sampai di ruang kesehatan, di sana ia melihat tubuh Putri Arbel dalam kondisi membeku sedangkan Ratu Luncia sedang di rawat di ranjang yang lain.
Setelah melihat lihat ke sekitar ruangan kesehatan sang putri tidak menemukan keberadaan Raja Ruzel, kemana sang raja pergi? mungkinkah dia dalang di balik kejadian ini.
"Ada keperluan apa hingga Tuan Putri Amerilya datang ke ruang kesehatan sendirian? apakah Anda merasa sakit?." tanya salah seorang tabib dengan tatapan bingung. Jarak antara ruang kesehatan yang ada di istana utama dan istana putri cukup jauh, terlebih lagi Putri Amerilya datang sendirian.
"Dimana Yang Mulia Raja Ruzel saat ini?." tanya Putri Amerilya.
"Beliau telah pergi sekitar empat puluh menit yang lalu dan belum kembali hingga sekarang, mungkin Raja Ruzel sedang berkeliling di sekitar Istana Kerajaan Meztano ataupun mencari keberadaan kedua putranya yang hilang." jawab sang tabib.
"Ah begitu rupanya, saya permisi Tuan tabib." ucap Putri Amerilya, ia langsung pergi meninggalkan ruang kesehatan dan mulai berkeliling di sekitar istana utama untuk mencari keberadaan Raja Ruzel.
Di sisi lain saat ini Lilian dan Juylin sedang menyerang sesosok iblis yang sedang merubah wujudnya menjadi Putri Haru. Sosok iblis itu terlihat sangat marah, matanya berubah menjadi hitam pekat dengan aura membunuh yang kental. Untung saja sihir pelindung milik Putri Amerilya dapat menahan ledakan kemarahan dari sang iblis dan melindungi semua orang yang masih berada di dalam ruangan itu.
Rati Zivaya melihat ke sekitar kamar putrinya dan menyadari bahwa putrinya sudah tidak ada di sana.
"Dimana putri kita?." bisik Ratu Zivaya pada Raja Azvago.
"Bukankah dia ada di belakang tadi, kemana dia sekarang?." ucap Raja Azvago dengan raut wajah panik.
"Husst.... Yang Mulia Raja dan Ratu Zivaya tidak perlu khawatir. Tuan Putri sedang pergi untuk mencari akar dari permasalahan ini, kita harus mengalihkan perhatian iblis itu agar tidak menyadari ketidakhadiran Putri Amerilya di sini." ucap Lilian dengan suara yang sangat pelan.
Raja Azvago dan Ratu Zivaya langsung menganggukkan kepala mereka sebagai pertanda keduanya memahami maksud perkataan Lilian. Akhirnya semua orang yang berada di dalam kamar sang putri bergantian menyerang sosok iblis itu untuk mengulur waktu.
Di tempat lain Putri Amerilya sedang berlarian kesana kemari, para prajurit yang sedang melihat tingkah putri kecil itu merasa heran. Sudah hampir seluruh penjuru Istana Kerajaan Meztano ia jelajahi namun tidak menemukan keberadaan Raja Ruzel dimanapun, Putri Amerilya berhenti saat dia berada di sebuah gudang dekat dengan istana putri.
"Dimana dia bersembunyi saat ini, jangan sampai semuanya menjadi kacau." gumam Putri Amerilya. Ia mengambil nafas sebentar untuk memulihkan tenaganya.
Tiba tiba sang putri mencium bau anyir darah dari dalam gudang yang ada di belakangnya. Karena penasaran dengan apa yang ada di dalam sana akhirnya sang putri mencoba mengintip dari sela sela pintu, dan seketika ekspresi Putri Amerilya berubah drastis.
"Putri Bilgiz? apa yang sedang dia lakukan di dalam sana." batin Putri Amerilya, ia terus melihat apa yang sedang dilakukan oleh putri bungsu Kerajaan Belgize.
Samar samar Putri Amerilya melihat Putri Bilgiz sedang mengelilingi sebuah lingkaran sihir dengan susunan gambar yang sangat rumit, Putri Bilgiz menebar bunga mawar hitam dan bunga melati saat mengelilingi lingkaran sihir yang sangat besar itu. Mata Putri Amerilya membelalakkan lebar, ia melihat tubuh Raja Ruzel dalam kondisi berlumuran darah diletakkan di tengah tengah lingkaran sihir itu.
"Atas nama kegelapan dan Pangeran Lich Yang Agung, saya persembahkan jiwa milik ayah saya sebagai bayaran atas bantuan yang Anda berikan. Saya ingin kehancuran bagi Istana Kerajaan Meztano terutama hidup Tuan Putri Amerilya. Saya Putri Bilgiz membayar lunas dengan jiwa ayah saya sendiri." ucap Putri Bilgiz, ia berhenti mengelilingi lingkaran sihir itu dan menempelkan beberapa kertas mantra berwarna hitam pekat pada tubuh Raja Ruzel.
"Atas nama kegelapan yang abadi silahkan ambil jiwa ayah saya!!." triak Putri Bilgiz dengan suara cukup kencang.
Putri Amerilya mundur beberapa langkah, ini sudah tidak benar dan dia harus menghentikan kegilaan Putri Bilgiz sebelum terlambat. Putri Amerilya mengambil dua bungkus garam dapur dari dalam cincin dimensi miliknya, sang putri kecil sudah menyiapkan banyak garam dapur dalam cincin penyimpanan setelah kejadian Raja Azvago dirasuki arwah Putri Haru, semua itu dilakukan untuk berjaga-jaga.
"Tuhan sang pencipta alam semesta, saya Putri Amerilya meminta perlindungan dari Anda untuk hal hal jahat yang ada di dunia ini. Kuasa Anda jauh lebih besar dari semua mahluk yang ada di dunia, karna itu tolong terimalah doa saya ini." setelah mengucapkan kalimat itu Putri Amerilya menaburkan garam di sekeliling bangunan luar gudang tanpa ada yang terlewatkan.
Putri Bilgiz yang sedang menjalankan ritualnya merasa ada yang tidak beres, ia sangat bingung mengapa tak ada seekor kelelawar yang masuk ke dalam untuk mengambil jiwa milik ayahnya itu.
"Sialan! siapa orang yang sedang mengganggu ritual saya ini." umpat Putri Bilgiz dengan tatapan kesal. Dengan penuh kemarahan ia berjalan ke arah pintu gudang kemudian membuka pintu tersebut, untung saja saat itu Putri Amerilya sedang berada di bagian belakang gudang.
"Tidak ada siapapun di sini, lalu mengapa utusan Pangeran Lich belum juga datang?." gumam Putri Bilgiz dengan wajah bingung. Sang putri segera masuk ke dalam gudang sebelum ada prajurit Kerajaan Meztano yang menyadari tingkah anehnya itu.
"Tidak mudah untuk menipu saya kakek tua. Jika sejak awal Raja Ruzel adalah pengikut Anda seharusnya dia sudah melibatkan Anda dalam rencana penghancur Istana Kerajaan Meztano yang dilakukan bersama dengan Keluarga Marques Montiqu." ucap Putri Amerilya. Ia mengencangkan cengkramannya itu kemudian kelelawar itu hancur.
Putri Amerilya berjalan menuju markas Kesatria White Rose, ada sesuatu yang ingin Putri Amerilya lakukan namun ia tidak bisa melakukannya sendirian karena itu ia membutuhkan bantuan anggota Kesatria White Rose.
Suasana di sekitar Istana Kerajaan Meztano semakin gelap dan suram, para prajurit dan beberapa pelayan menyadari hal itu namun mereka menganggapnya sebagai hal biasa dan mungkin saja akan ada hujan badai saat ini.
"Tuan Putri Amerilya!." panggil Kesatria Lauret saat menyadari sang putri sedang berjalan menuju markas mereka.
"Hust pelankan suara Anda dan jangan membuat keributan." tegur sang Putri pada Kesatria Lauret.
"Ah maafkan saya, mengapa Anda datang ke markas kami? apakah Anda juga merasa ada yang aneh dengan awan gelap yang sedang menutupi seluruh area Istana Kerajaan Meztano?." tanya Kesatria Lauret sembari menunjukkan ekspresi penasaran.
"Mari masuk ke dalam markas dan mendiskusikan masalah ini dengan yang lain, jujur saja saat ini saya membutuhkan bantuan kalian semua." ucap Putri Amerilya, sorot mata tajamnya membuat Kesatria Lauret semakin yakin ada hal yang tidak beres.
"Mari masuk ke dalam Tuan Putri, saat ini Kesatria Richal dan yang lain sedang berkumpul di ruang rapat." ucap Kesatria Lauret.
Kesatria Lauret dan Tuan Putri Amerilya berjalan masuk ke dalam markas Kesatria White Rose, aura yang dikeluarkan oleh tubuh sang putri memancar dengan sangat kuat hingga Kesatria Lauret yang ada di belakangnya dapat merasakan aura tersebut.
Tok tok tok...
Suara pintu ruang rapat Kesatria White Rose yang sedang diketuk oleh Tuan Putri Amerilya.
"Masuklah kami sedang menunggu mu Lauret." ucap Kesatria Albern dari dalam ruangan tersebut.
Pintu ruangan terbuka dengan lebar namun yang masuk ke dalam bukanlah Kesatria Lauret melainkan Tuan Putri Amerilya, semua anggota Kesatria White Rose berdiri dari tempat duduk mereka dan mengucapkan salam pada sang putri kecil.
"Salam hormat kami pada Tuan Putri Amerilya." ucap para Kesatria White Rose secara serempak.
"Saya terima salam kalian, silahkan kembali ke tempat duduk masing masing. Ada hal penting yang ingin saya sampaikan pada kalian semua terutama Tuan Kesatria Richal." ucap Putri Amerilya dengan tatapan serius.
"Kami siap untuk membantu rencana Tuan Putri Amerilya, apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?." jawab beberapa anggota Kesatria White Rose secara bersamaan.
"Siapkan pasukan tempur terbaik yang dimiliki oleh Kerajaan Meztano, malam ini juga kalian harus berangkat ke wilayah Kerajaan Belgize untuk melakukan serangan secara besar-besaran. Saat ini awan gelap yang menutup seluruh area istana adalah bentuk ritual yang sedang dilakukan oleh Putri Bilgiz, dia adalah pengikut Pangeran Lich yang menguasai para Iblis dan roh jahat yang ada di dunia ini. Saya raja bukan hanya Putri Bilgiz saja yang terlibat karna itu hancurkan wilayah Kerajaan Belgize untuk bentuk balasan dari pihak Kerajaan Meztano." jelas Putri Amerilya.
"Siapa yang akan memimpin peperangan kali ini?." tanya Kesatria Richal.
"Sampaikan pesan ini pada Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe. Merekalah yang akan memimpin garda depan pasukan Kerajaan Meztano. Bawalah para prajurit pergi secara diam-diam melewati gerbang belakang, saya mohon bantuannya pada kalian semua. Untuk masalah yang ada di sini biarlah menjadi tanggung jawab saya." ucap Putri Amerilya sembari membungkukkan badan di hadapan seluruh anggota Kesatria White Rose.
"Berdirilah dengan tegak Tuan Putri Amerilya, kami siap membantu dan memenangkan peperangan itu. Semua segeralah bersiap, kita harus sampai ke wilayah Kerajaan Belgize sebelum anggota Keluarga Kerajaan kembali ke sana!." perintah Kesatria Richal dengan tegas pada anggotanya yang lain.
"Terimakasih banyak, saya permisi terlebih dahulu karna ada hal lain yang harus saya lakukan." ucap sang putri kemudian ia pergi meninggalkan markas Kesatria White Rose.
Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya guys, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.