
Putri Amerilya berjalan dari markas Kesatria White Rose menuju bangunan belakang istana putri, ia harus segera kembali untuk memastikan bagaimana kondisi orang orang yang masih terjebak di dalam kamarnya itu. Sang putri berjalan secara mengendap endap membuka pintu belakang istana putri miliknya dan masuk ke dalam dapur, untunglah suasana di dapur sangat sepi.
Putri Amerilya mencoba untuk memanggil pedang Red Mood miliknya, mungkin kali ini usahanya akan berhasil.
"Red Mood datanglah saya membutuhkan bantuan mu, hancurkan saja semua yang menghalangi untuk datang kemari." ucap Putri Amerilya sembari menutup matanya. Ia fokus melakukan komunikasi dengan Red Mood.
Beberapa saat setelah itu tubuh sang putri dikelilingi oleh cahaya berwarna merah pekat, aura yang memancar sangat kuat hingga menarik perhatian iblis wanita yang saat ini sedang bertarung dengan Ratu Zivaya dan Juylin. Sang iblis tiba tiba menghentikan serangannya, ia membalikkan badan kemudian berlari menuju ke arah dapur. Semua orang yang berada di dalam kamar sang putri seketika merasa khawatir, mereka takut aura itu berasal dari Putri Amerilya.
"Ahahaha, makanan lezat." ucap iblis wanita itu dengan maya merah dan taring menyeramkan. Ia terus berjalan dengan cepat hingga akhirnya sampai di dapur.
Di saat yang bersamaan Pedang Red Mood milik Putri Amerilya sudah berada di dalam genggamannya, pedang itu berhasil menembus penghalang yang ada di sekitar Istana Kerajaan Meztano dan membuat lubang besar di area penghalang itu. Putri Amerilya membuka mata, ia langsung bertatap tatapan dengan sang iblis wanita dengan penampilan Putri Haru itu.
"Serahkan nyawamu padaku Tuan Putri Amerilya, akan ku lebur semua dendam yang ada dalam jiwaku ini." ucap sang iblis wanita. Ia tertawa dengan cukup kencang hingga mengganggu indra pendengaran Putri Amerilya, namun untunglah sang putri sudah melatih inderanya itu.
"Sejak awal kau bukanlah Putri Haru. Jiwa yang telah dilenyapkan tidak akan bisa dibentuk kembali meski yang melakukannya adalah Raja Iblis sekalipun. Kuasa Tuhan lebih tinggi daripada makhluk makhluk seperti kalian ini, bukankah malaikat, iblis, dan manusia diciptakan dengan tugas masing-masing. Kalian telah melanggar perjanjian yang telah dibuat, saya tidak akan mundur begitu saja." ucap Putri Amerilya dengan tatapan tajam.
Ia tau saat ini iblis wanita itu jauh lebih kuat darinya, di sisi lain sang putri juga sadar jika ia menyerah maka semua orang akan dalam masalah besar. Jika dunia membutuhkan pengorbanan untuk menciptakan kedamaian, maka Putri Amerilya bersedia berkorban untuk menyelamatkan keluarganya yang lain.
"Anak perempuan seperti mu telah dipilih oleh Pangeran Lich, namun dengan angkuhnya kau menolak tawaran dari sang pangeran. Dasar manusia tidak tau diuntung!!." bentak sang iblis wanita yang terlihat begitu marah.
Putri Amerilya menyalahkan api dari pedang Red Mood miliknya dan bersiap untuk melawan sang iblis. Pertarungan diantara mereka berdua sangatlah sengit hingga menciptakan suara dentuman beberapa kali. Raja Azvago dan Ratu Zivaya saling bertatapan satu sama lain, mereka menyatukan kekuatan untuk menghancurkan sihir pelindung yang dibuat oleh Putri Amerilya. Entah mengapa pasangan suami-istri itu merasa akan ada hal besar yang terjadi pada putri mereka.
"Kalian cepat bantu kami, jangan sampai ada hal Buruk yang terjadi pada Putri Amerilya!." perintah Raja Azvago pada kelima pelayan yang saat itu berada tepat di belakang mereka.
"Baik Yang Mulia Raja Azvago." jawab kelima pelayan lain secara serempak.
Disaat mereka bertujuh sibuk dengan memecahkan sihir pelindung milik sang putri, di sisi lain saat ini Kesatria Richal bersama Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe pergi secara diam diam dari istana kerajaan melewati gerbang belakang. Ada seratus ribu prajurit yang ikut dalam peperangan kali ini, awalnya kedua pangeran tidak mengerti mengapa Kesatria Richal menghampiri mereka dan ingin berperang dengan Kerajaan Belgize. Akan tetapi setelah mendengar bahwa semua itu permintaan dari Putri Amerilya merekapun tidak bisa menolaknya.
"Lalu apa yang sedang dilakukan oleh adik kami? bukankah sangat aneh tiba-tiba dia ingin merebut wilayah Kerajaan Belgize." tanya Pangeran Mixo dengan rasa penasaran yang menghantui hatinya.
"Sang putri sedang berusaha menyelamatkan beberapa orang yang terjebak di dalam istana putri, ia mengatakan beberapa anggota Kerajaan Belgize adalah pengikut dari Pangeran Iblis karna itulah Putri Amerilya meminta kita untuk melenyapkan wilayah itu." jelas Kesatria Richal secara singkat.
"Jangan bilang saat ini Putri Amerilya sedang berhadapan dengan sesosok iblis? bukankah itu sangat berbahaya, apalagi dia masih berusia tiga tahun." jawab Pangeran Luxe.
"Maaf Pangeran Luxe, ini adalah perintah langsung dari Putri Amerilya dan saya tidak bisa mengabaikannya. Kalian percaya saja dengan kemampuan sang putri, saya yakin dia bisa mengatasi masalah yang terjadi di dalam istana." ucap Kesatria Richal, ia berusaha untuk menenangkan kedua pangeran yang sedang merasa cemas dengan kondisi adik perempuan mereka.
"Kita harus segera sampai di wilayah Kerajaan Belgize dan menyelesaikan peperangan ini, kita harus meraih kemenangan sebagai hadiah untuk Tuan Putri Amerilya." ucap Pangeran Mixo dengan semangat membara.
Seluruh pasukan yang ikut dalam peperangan tersebut mulai mempercepat langkah mereka untuk segera sampai di wilayah yang dituju. Sedangkan di sisi lain Putri Amerilya masih sibuk bertarung dengan sang iblis wanita, ia telah mengeluarkan beberapa jurus namun tidak berhasil mengenai iblis tersebut.
"Serangan mu itu sia sia saja Putri Amerilya, sudahlah lebih baik kau menyerah dan memberikan jiwamu itu untuk disantap." ucap sang iblis wanita.
"Uhuk uhuk....saya tidak akan mati sebelum mengalahkan mu. Saya tidak akan membiarkan ayah dan ibu terluka oleh iblis seperti mu!!." triak sang putri dengan kemarahan meluap luap. Bara api yang memancar dari pedang Red Mood semakin panas, hal itu membuat iblis wanita sedikit merasa takut.
"Anak perempuan yang cukup menarik, sangat disayangkan waktu mu sudah tidak lama lagi. Raja Azvago dan Ratu Zivaya akan menangis di pemakaman mu nanti." ucap iblis itu, iapun kembali menyerang dengan sangat agresif bahkan tidak memberikan celah pada Putri Amerilya untuk menyerang balik.
Trang.....
Putri Amerilya mencoba mrnrna di diri, ia tau tombak milik iblis itu berada di level yang sama dengan pedang Red Mood yang dimiliki oleh sang putri.
"Presentase kemenangan saya kali ini hanya sepuluh persen saja, saya harus berhasil membunuhnya sebelum terbunuh." batin Putri Amerilya dengan cemas.
"Kau terkejut? bukan hanya Putri saja yang memiliki sebuah senjata di tingkat kaisar, kami para iblis juga memiliki benda benda semacam ini." ucap sang iblis wanita dengan senyuman bangga.
"Lalu kenapa? saya tidak merasa takut dengan senjata milik mu itu." jawab Putri Amerilya sembari menunjukkan ekspresi datar.
"Sialan kau, anak perempuan menyebalkan seperti mu memang tidak pantas untuk dibiarkan hidup terlalu lama." gerutu sang iblis wanita.
Duar.....
Suara ledakan dari arah kamar Tuan Putri Amerilya, sepertinya sihir pelindung yang dipasang oleh sang putri berhasil dihancurkan setelah semua orang menggabungkan kekuatan mereka. Raja Azvago dan Ratu Zivaya segera berlari menuju dapur disusul oleh kelima pelayan di belakang mereka.
"Ck para pengganggu akan segera datang, akan lebih baik jika kau mati sekarang." ucap sang iblis wanita. Sepertinya ia dapat merasakan kehadiran Raja Azvago dan yang lain.
Iblis wanita itu mengangkat tombaknya dengan tinggi dan seketika muncul awan berwarna hitam pekat di sekitarnya, iblis itu mengarahkan awan hitam tersebut ke arah Putri Amerilya. Sang putri kembali membuat sihir pelindung meski tak sekuat sebelumnya karna energi sihir di dalam tubuh Putri Amerilya mulai menipis.
"Setelah kau mati, giliran keluarga mu yang akan saya habisi. Hanya kalian saja yang menyadari pertarungan ini serta perubahan di sekitar karna yang lain sedang tertidur pulas." ucap iblis wanita.
"Saya akan mati setelah iblis jahat seperti mu berhasil dimusnahkan, bermimpi lah karena Kerajaan Meztano akan tetap untuk dan sampai ke puncak kejayaannya!." jawab putri kecil itu.
Awan hitam milik sang iblis wanita mulai mengeluarkan racun dan sialnya racun itu berhasil masuk ke dalam tubuh Putri Amerilya. Sang putri mulai merasakan pusing yang teramat sangat serta jantung yang berdetak lebih kencang dari biasanya.
"Ayolah jangan mati dalam kondisi seperti ini, selesaikan dulu masalah yang ada di sini." gumam Putri Amerilya yang sedang menyemangati dirinya sendiri.
"Apa yang telah kau lakukan pada putriku!!!." bentak Raja Azvago dengan kemarahan meluap luap, aura hitam pekat menyelimuti tubuh sang raja saat melihat putri kecil kesayangannya dalam kondisi tidak berdaya.
Raja Azvago menyerang iblis wanita itu, ia mencekik leher sang iblis kemudian membanting tubuh iblis itu ke dinding. Siapa sangka sihir hitam milik Raja Azvago dapat menekan aura milik sang iblis yang sangat kuat.
"Uhuk uhuk.....ayah tolong bunuh seluruh anggota Kerajaan Belgize untuk Amerilya. Banyak diantara mereka yang menjadi pengikut Pangeran Iblis, habisi mereka semua dan jangan sisakan satupun." ucap sang putri kecil sembari memuntahkan darah dalam jumlah yang sangat banyak.
"Apa yang telah kau lakukan pada putriku!! cepat jawab!." bentak Raja Azvago.
"Dia akan mati, sebentar lagi dia akan mati seperti anak perempuan Anda yang lain. Sangat tidak adil jika hanya Putri Amerilya yang bertahan hidup hingga sekarang, karna itu saya datang untuk mengambil nyawanya ahahaha." jawab iblis wanita itu. Suaranya masih terdengar jelas meski dalam kondisi tercekik.
"Berikan penawaran racunnya pada saya! tidak akan saya biarkan dia mati dengan cara seperti ini." ucap Raja Azvago sembari mengetatkan cengkramannya pada sang iblis wanita.
"Bunuh saya iblis itu ayah, racun ini dibuat oleh Pangeran Lich jadi dia tidak memiliki penawar yang ayah inginkan. Amerilya sangat mengantuk." ucap Putri Amerilya sembari menjatuhkan pedang Red Mood miliknya.
Tubuh Putri Amerilya terasa sangat lemas, iapun hampir jatuh ke lantai namun langsung ditangkap oleh Ratu Zivaya. Sang Ratu sudah menangis sedari tadi, ia tidak bisa membayangkan jika putri kesayangannya itu benar-benar pergi.
"Bertahanlah putriku, ibu akan melakukan apapun untuk menyembuhkan mu. Tolong bertahanlah sebentar lagi." ucap Ratu Zivaya dengan tangan gemetar.
Hai hai semua author balik lagi dengan Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya guys, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.