
Setelah menunggu cukup lama akhirnya para pelayan dapur menyajikan makanan untuk Putri Amerilya, ada daging asam manis, roti, dan juga jus mangga. Putri Amerilya menikmati makanannya dengan perlahan, ia merasa tak masalah bila datang terlambat ke pengadilan Kerajaan Meztano pagi ini. Saat sang putri sibuk dengan makanannya yang lain sudah berada di aula utama Kerajaan Meztano, pengadilan hari ini akan segera dilaksanakan.
"Terimakasih untuk kalian yang telah bersedia menghadiri pengadilan Duke Zidan Marques atas beberapa tindak kriminal yang telah dia lakukan, untuk anggota Keluarga Duke Marques silahkan duduk di barisan paling depan." ucap Raja Azvago yang sedang mengatur para tamu undangan dan beberapa orang penting yang akan ikut dalam persidangan ini.
"Prajurit silahkan bawa masuk tersangka Duke Zidan Marques kedalam ruang pengadilan." ucap Raja Azvago yang meminta beberapa prajurit untuk menjemput Duke Zidan Marques di penjara ruang bawah tanah, para prajurit itu tak sendirian karna mereka ditemani Kesatria White Rose untuk berjaga jaga jika Duke Zidan Marques berusaha melarikan diri.
Sembari menunggu tersangka datang ke ruang pengadilan, Raja Azvago terus melihat ke berbagai arah namun ia tak menemukan Putri Amerilya. Dimanakah putri kecilnya itu? saat ini sang putri adalah korban sekaligus saksi dalam pengadilan tersebut.
"Dimana adikmu?." tanya Raja Azvago pada Pangeran Luxe yang berada tepat di sampingnya.
"Mungkin ia sedang kesal dan tak ingin menghadiri pengadilan kali ini." jawab Pangeran Luxe dengan santai, wajar saja jik adik perempuannya begitu kesal karna tingkah Arges Marques benar benar menyebalkan.
"Pengadilan ini tak akan berlangsung tanpa kehadiran Putri Amerilya." ucap Raja Azvago dengan raut wajah cemas, apa yang harus ia katakan pada semua tamu yang datang?.
"Tak akan ada yang menyalahkan putri kecilmu itu ayah, semua orang juga tau dia baru berusia dua tahun." jawab Pangeran Luxe, orang bodoh mana yang akan menyalahkan anak berusia dua tahun. Sangat wajar anak sekecil itu memiliki emosi yang tak stabil, dan Putri Amerilya memiliki hak untuk melakukan apa yang ia mau.
"Carilah dia sekarang sebelum orang orang berkomentar yang tak baik tentangnya." ucap Raja Azvago.
"Baiklah ayah." jawab Pangeran Luxe yang langsung pergi dari ruang rapat untuk mencari keberadaan adik kecilnya itu.
Pangeran Luxe pergi ke Istana Putri untuk melihat apakah Putri Amerilya ada di sana, setelah sampai di Istana Putri beberapa pelayan mengatakan bahwa Putri Amerilya belum kembali sejak sarapan tadi. Pangeran Luxe mencari adiknya lagi ke beberapa tempat yang ada di sekitar Istana Putri namun tak kunjung menemukannya, sang pangeran sampai mencari ke tempat latihan para kesatria akan tetapi tak ada siapapun di sana.
Pangeran Luxe beralih mencari Putri Amerilya kesekitar Istana Utama, tak mungkin adiknya itu keluar dari Istana Kerajaan Meztano sendirian. Di sisi lain Duke Zidan Marques sudah datang dengan dikawal oleh beberapa prajurit dan Kesatria White Rose, terlihat wajah kesal dari sang duke. Duke Zidan Marques melihat ke arah kursi para tamu, saat menemukan keberadaan Arges Marques ia tersenyum.
"Baiklah tersangka Tuan Duke Zidan Marques sudah berada di dalam ruang pengadilan, kita tinggal menunggu korban sekaligus saksi." ucap Raja Azvago yang berharap Pangeran Luxe segera menemukan keberadaan Putri Amerilya.
"Putri Anda belum datang Yang Mulia Raja Azvago? dia memiliki peran penting dalam berjalannya pengadilan hari ini. Mengapa Putri Amerilya sangat tak tepat waktu seperti ini." ucap Arges Marques yang ingin menjatuhkan nama Putri Amerilya dihadapan semua tamu undangan.
"Tuan Putri masih sangat kecil, wajar jika ia belum memahami beberapa hal seperti ini." jawab Kesatria Richal dengan tatapan kesal, Arges Marques memang suka mencari masalah dengan Putri Amerilya.
"Walaupun dia masih sangat kecil tak akan menghapus fakta bahwa Putri Amerilya adalah satu satunya putri di Kerajaan Meztano ini. Dengan demikian ia harus memiliki etika yang baik untuk menjaga nama Keluarga Kerajaan Meztano." ucap Arges Marques lagi dengan senyum miringnya.
"Seorang Tuan Muda yang akan diangkat menjadi Duke mengambil makanan milik orang lain, apakah itu cerminan etika yang baik?." ucap Putri Amerilya yang baru masuk kedalam ruang pengadilan dengan di gendong oleh Pangeran Luxe. Terlihat sang Putri sedang memegang semangkuk kue kering, Putri Amerilya belum menghabiskan makanannya dan Pangeran Luxe sudah datang menjemput.
"Seorang tamu seharusnya bersiap seperti seorang tamu, saat ini Tuan Muda Arges Marques sudah berusia empat belas tahun mungkinkah Anda tak bisa mengalah pada anak berusia dua tahun?. Lagipula Anda selalu mengambil apa yang ingin saya ambil, itu terlihat sangat sengaja." ucap Putri Amerilya dengan senyuman polosnya.
Kini semua tamu undangan membicarakan betapa buruknya etika yang dimiliki oleh Arges Marques, bahkan beberapa diantara mereka berpendapat pemegang kekuasaan di Keluarga Duke Marques harus dipindahkan ke tangan yang tepat. Putri Amerilya dan Pangeran Luxe duduk di kursi yang telah di sediakan untuk para korban dan saksi mata atas semua perbuatan Duke Zidan Marques.
"Baiklah tolong tenang semuanya, pengadilan hari ini resmi saya buka." ucap Raja Azvago dengan mengetuk palu yang ia genggam sejak tadi.
Akhirnya pengadilan Kerajaan Meztano resmi di buka oleh sang raja, kini semua orang yang ada di ruangan itu merasa tegang kecuali Putri Amerilya yang sedang sibuk memakan kue kering yang bawa. Raja Azvago akan membacakan semua tindak kejahatan yang telah dilakukan oleh Duke Zidan Marques.
"Baiklah saya akan membacakan tuntutan untuk Duke Zidan Marques. Pertama Duke Zidan Marques dengan sengaja meminta para bandit hutan untuk mencegat rombongan Kerajaan Meztano yang baru kembali dari Wilayah Duke Elister, dan dalam kejadian itu ada sepuluh prajurit terluka parah, dua orang anggota Kesatria Black Night yang mengalami luka ringan, serta Tuan Putri Amerilya yang sempat menjadi sandera oleh para bandit itu. Kedua, Anda dengan sengaja membantu rombongan Kerajaan Meztano setelah Tuan Putri Amerilya menyalakan kembang api tanda bahwa agar bisa menahan mereka di Kediaman Duke Marques. Ketiga, Anda dengan sengaja menyewa dua pembunuh bayaran untuk mencelakai Tuan Putri Amerilya namun rencana anda gagal karna sang putri terlebih dahulu menyadari keberadaan dua pembunuh bayaran itu. Keempat, Anda dengan sengaja menaruh obat tidur di semua makanan rombongan Kerajaan Meztano dan beberapa anggota Keluarga Duke Marques kecuali Putri Amerilya, setelah semua orang tertidur dengan pulas anda membawa Putri Amerilya pergi dan ingin mengambil nyawa sang putri. Apakah semua itu benar Tuan Duke Zidan Marques, apakah anda melakukannya atas kemauan anda sendiri?." tanya Raja Azvago setelah membacakan tindakan tindakan yang telah dilakukan oleh Duke Zidan Marques.
"Semuanya benar, saya melakukannya atas kemauan saya sendiri tanpa melibatkan orang lain." ucap Duke Zidan Marques yang akan melindungi Arges Marques agar tak terlibat dalam masalah ini karna hanya Arges Marques satu satunya harapan sang duke untuk keluar dari hukuman.
"Tersangka telah mengakui kejahatannya, apakah ada tambahan dari pihak korban?." tanya Raja Azvago pada Putri Amerilya, Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe.
Pangeran Mixo dan Pangeran Luxe tak memberikan tambahan apapun karna hanya itu yang mereka ketahui, tiba tiba Putri Amerilya mengangkat tangan kemudian berdiri untuk menyampaikan sesuatu pada semua orang.
"Saya meminta izin pada Yang Mulia Raja Azvago untuk menyampaikan beberapa kejahatan lain yang telah Duke Zidan Marques lakukan meski tak berhubungan dengan saya." ucap Putri Amerilya dengan raut wajah tenang sedangkan Duke Zidan Marques terkejut mendengar perkataan dari sang putri. Apalagi yang diketahui oleh putri kecil itu? semoga saja kekhawatiran Duke Zidan Marques tak menjadi kenyataan.
"Saya memberikan izin pada Putri Amerilya." ucap Raja Azvago.
"Pertama saya menemukan bukti bahwa Duke Zidan Marques melakukan korupsi pada anggaran bulanan yang diberikan oleh Kerajaan Meztano, seharusnya anggaran itu digunakan untuk membangun infrastruktur baru di wilayah Duke Zidan Marques namun sang duke menyimpannya untuk kepentingan pribadi. Yang kedua saya juga menemukan fakta yang sangat mengejutkan, Duke Zidan Marques pernah membunuh dua orang penduduk di wilayahnya sendiri hanya karna mereka menanyakan tentang pembagian pangan saat musim kemarau. Yang ketiga Tuan Duke Zidan Marques telah menghamili enam gadis di wilayah kekuasaannya dan meminta mereka untuk menggugurkan kandungan. Yang keempat, Tuan Duke Zidan Marques lima tahun lalu datang ke Istana Putri untuk meracuni seorang putri saat putri itu akan berusia dua tahun, tak ada yang menyadari hal ini karna setiap anak perempuan yang lahir sebagai keturunan Raja Azvago akan meninggal saat mereka berusia dua tahun. Yang keenam, Tuan Duke Zidan Marques selalu memasukkan obat pelumpuh ingatan agar Nyonya Riana Marques melupakan semua kekerasan yang telah dilakukan oleh suaminya. Kesimpulannya Tuan Duke Zidan Marques melakukan banyak kejahatan dan telah menyalahgunakan kuasanya sebagai seorang Duke. Anda bukan keturunan dari Keluarga Marques dan Anda telah mencoreng nama naik Keluarga Marques." ucap Putri Amerilya dengan tegas pada setiap kalimat yang ia ucapkan.
Duke Zidan Marques tak bisa memberi respon apapun lagi karna semua kejatahan yang telah ia lakukan selama ini dibongkar dengan mudah oleh Putri Amerilya. Sedangkan semua orang yang menghadiri pengadilan itu sangat sulit mempercayai apa yang Putri Amerilya katakan, bagaimana seorang anak kecil bisa menyelidiki lebih baik dari tim penyelidikan khusus Kerajaan Meztano.
"Apakah Tuan Putri Amerilya memiliki bukti atas semua tuduhan yang Anda berikan pada ayah saya?. tanya Arges Marques, ia akan membela sang ayah karna Putri Amerilya berkata sembarangan mengenai ayahnya itu.
Putri Amerilya meminta seorang prajurit untuk masuk kedalam ruang pengadilan, prajurit itu membawa beberapa gulungan kertas yang berisi anggaran Kerajaan Meztano untuk wilayah Duke Marques serta satu gulungan lainnya yang berisi pengeluaran dan uang pribadi milik Duke Zidan Marques. Putri Amerilya memberikan dua gulungan kertas itu pada tim penyelidik khusus Kerajaan Meztano untuk dilihat keasliannya. Sembari menunggu tim penyelidik selesai menilai dua gulungan itu, Putri Amerilya meminta delapan orang korban dari kejahatan Duke Zidan Marques masuk ke ruang persidangan.
Hai hai semua author up lagi Novel Putri Amerilya, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya, gift hadiah apapun makasih banget, like di setiap chapternya, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.