Jodoh Pilihan Abah

Jodoh Pilihan Abah
SMACKDOWN : Oh, InI Alasannya


"Jangan cerita Benar dan salah, kepada orang yang sedang di mabuk cinta. Yang mereka tahu bahwa cinta itu manis, sama seperti anak kecil yang sedang asyik dengan mainan barunya."


Dimabuk cinta, inilah kondisi dan situasi yang dirasakan Onci, hari-harinya sedang berbunga-bunga, kalau dilustrasikan sama seperti film India, yang artisnya tengah menari di taman penuh bunga aneka warna, sambil berlari dan bersandar di bawah rimbunanya pohon.


Yah, orang yang sedang dimabuk cinta akan menutup mata dan telinganya. Cintalah yang membuat si pecundang menjadi pemberani, si pemalas menjadi rajin, yang jarang mandi jadi sering menghabiskan air dan sabun, semata-mata demi memberikan pelayanan terbaik untuk dia yang dicintai.


Cintalah, yang mampu membuat kawan dekat, terasa menjauh, senyam-senyum sendiri, dan lebih banyak berimajinasi. Ketika cinta itu datang dan memanggil, bersiaplah kamu akan dibutakan pada kebenaran, pesakitan, dan harus terbiasa dengan yang namanya cemburu, serta menutup logika untuk berpikir jernih.


Onci sudah terlihat jarang berlama-lamaan di basecamp, tempat dimana para crew berkelakar, melepas lelah dan sering kali dijadikan rumah peristirahatan ketika letih menyelesaikan event. Dan Onci sendiri tinggal di tempat tersebut. Tetapi kali ini, Onci hanya kembali ke basecamp ketika malam hari, atau jika memang benar-benar ada pembahasan yang bersifat urgent.


Waktunya kini dihabiskan untuk menemani Thea jalan, anter ke kampus, menemani gadis itu latihan dan ngajar dance dibeberapa sekolah ternama, atau sesekali Onci pun menemani Dhea performance, mengisi diberbagai event.


Tetapi seperti biasa, Onci hanya mengantar dan menjemput Dhea di tempat pertama mereka bertemu, jalan utama atau main road perumahan berkelas, namun hari ini entah ada angin apa, Dhea akhirnya membawa Onci kediamannya.


"Sepulang aku ngajar dance, anter aku balik sampai rumah yah? Biar aku kenalkan kamu dengan orang tuaku." Ucap Dhea.


( Cieeeee...akhirnya aku kamu, yang tadinya kakak, ada apa kah?)


Ternyata eh nyatater, Dhea sudah lama jadian dengan Onci, hubungan mereka sudah memasuki usia satu bulan.


( Waaah, Onci curang nggak kasih tahu kita, mungkin takut dikenakan PJ, Pajak Jadian )


Singkat cerita, setelah usai ngajar di sekolah menengah swasta, mereka pun kembali ke rumah Dhea, Onci pun merasa menjadi orang yang istimewa ketika Dhea memintanya dan mau memperkenalkan ia dengan ortu-nya.


Sampailah mereka di kediaman keluarga Dhea, yang begitu nyaman dan hening. Yah maklum Dhea terlahir dalam keadaan keluarga berada. Mulailah Dhea memperkenalkan Onci kepada kedua adiknya, Intan dan Tama.


"Hi Koko, pacar baru Cici yaah?" siindir Intan dengan canda.


".........." Onci hanya melempar senyum.


"Koko, yang sabar yaah kalo jadi pacar cici. Ci Dhea sedikit kepala batu alias tukang ngambek," ucap Tama tanpa melihat wajah Onci, karena ia asik dengan gadget-nya.


"Aaah bisa-bisaan kalian saja.." Potong Dhea menanggapi ucapan adik-adiknya.


"Yaank, sekarang aku kenalin ke Mamah dan Papah." Tawar Dhea.


( Wadidaaaaw...Ayaaank...whats??)


Terlihat Mamah dan Papah-nya begitu asik sedang menonton Televisi di ruang keluarga.


"Paah..Maah...kenalin ini Onci."


Onci menjulurkan tangan dan melempar senyum, "Om..Tante...Aku Onci, temennya Dhea."


"Yakiin temeeen??!" sindir Mamahnya


Onci hanya tertawa kecil dan meninggalkan keduanya.


"Kita di Saung aja yuk?" ucap Dhea


Thea menuntun Onci menujuh sebuah tempat yang biasa gadis itu membawa teman-teman lainnya ke rumah, sebuah gazebo yang nyaman dikelilingi taman serta suara gemercik air dari kolam ikan yang tak jauh dari tempat mereka menikmati masa-masa baru jadian.


Baru saja duduk, belum sempat berbincang dan memadu manja. Tiba-tiba Intan datang, dengan wajah agak panik, seakan menyimpan sebuah kabar buruk.


"Ci, ada Gadro." Bisik Intan


Gadro itu mantan pacarnya Dhea, dan entah apa yang membuatnya datang ke rumah. Dhea dan Intan terlihat panik, akhirnya Dhea pun menemui Dendi.


Pinta Dhea.


"Oh, silahkan aja laah Ayy...namanya temen harus ditemui." Jawab Onci dengan panggilan 'Ayy'.


Pamitnya sih sebentar, tetapi hampir setengah jam Dhea tak kunjung datang, membut Onci penasaran dan ingin tahu siapa sih temannya itu?!


Onci melihat dari kejauhan, Dhea dan seorang pria nampak berbicara serius, mulailah hati Onci mendidih, darah naik ke kepala, dan jantung berdetup kencang.


"Siapaa sih tuh cowok?!" bisik Onci


Semakin lama, semakin membuat Onci memberanikan diri untuk menghampiri cowok itu.


Memei hanya melihat dari ruang tamu, dengan rasa cemas. Setiap langkah Onci menjadi harapan baginya.


"Semoga tak terjadi apa-apa Tuhan." Ucap Memei dalam hati.


Dhea pun terkejut, melihat Onci yang kini berdiri di hadapan mereka, dengan gugupnya Thea memperkenalkan Onci kepada temannya itu.


"Den, kenalkan Onci." Ucap Dhea.


Dan Onci pun menjulurkan tangannya.


"Onci..." Sambil bersalaman.


"Oh ini cowok yang merebut pacar gw, dan membuat Dhea cari-cari alesan untuk minta putus. Kenalin gw Dandi, anak Seroja!"


Dengan wajah beringas dan menunjukan nama tempat yang bagi Onci itu tidak penting.


"Bro, bisa keluar sebentar nggak?! Ada yang gw mau omongin sama lu..!" pinta Dandi dengan tidak sopan.


Onci dan Dandi pun melangkah keluar rumah, tak jauh dari kediaman Dhea, ada lapangan Bulutangkis serta Basket yang menjadi Fasilitas umum di komplek perumahanya.


Disitulah dan ditempat itu terjadi keributan dan baku hantam.


"Dandii elu apa-apaaan sih, jangan sok jagoanlah..!!" teriak Thea histeris. Onci pun melakukan manuver penyerangan dan memukul habis Dandi, tanpa jurus apa pun, karena memang tidak Onci tidak ada basic bela diri, yang ia tahu hanya smackdown saja, sebuah bagian dari World Wrestling Entertainment. Di Amerika Serikat, Smackdown lazim dikenal dengan nama WWE SmackDown Live. Smackdown! kini tidak hanya ditayangkan di AS, tetapi juga berbagai negara lainnya seperti Kanada, Australia, Britania Raya, dan Indonesia.


Hingga akhirnya membuat Dandi babak belur, namun ada sedikit yang aneh, Cowok bertubuh kurus tinggi itu mengambil rambut Onci.


"Gw pinta rambut loh, dan loh akan rasakan pembelasan gw bukan fisik tapi ghoib." Ancam Dandi yang akhirnya berlalu pergi.


Gila, hari gini kalah perang mainnya dukun, dan entah ilmu hitam apa yang akan menyerang Onci.


"Kamu nggak apa-apa yaank?!" tanya Dhea penuh ke khawatiran.


"Luka kecil aja Ayy.."


Terlihat memar di bagian pelipis mata Onci dan Dhea pun membawa Onci ke dalam rumah, serta mengobati luka Onci.


( Bro...bro..bagus elo menang kalo sampe kalah, gw pencat loh jadi Leaders EO. )


Terjawab sudah, alasan Dhea mecari waktu yang tepat untuk mengenalkan Onci kepada adik dan orang tuanya, ternyata Dhea dan Dandi baru saja putus, hadirnya Onci menjadi pihak ke tiga bagi hubungan mereka.


( Feeling gw jelek nih....Entah apa lagi yang akan elo alami Ci.....gw hanya bisa mentau dari Novel inu aja yaaah...?)


Bersambung...