Jodoh Pilihan Abah

Jodoh Pilihan Abah
Harap-Harap Cemas


Beberapa peserta sudah di follow up, dan yang hot prospek pun tak lepas dari incaran Thea dan Onci, minimal pada hari H mencapai target jumlah yang ditentukan. Pastinya, sikologis Onci terganggu dan harus berpikir kerjas.


Profesi Event Organizer sekalipun hanya bemodal ide kreatif, haruslah sesuai dengan apa yang sudah ditulis dalam proposal pengajuan, terlebih estimasi anggaran dan jumlah peserta yang hadir perlu dipertanggung jawabkan.


Belum lagi menjelang hari H, bukan saja fisik tetapi pikiran pun terasa lelah. Mengatur round down acara, menyiapkan peralatan atau property, mengatur peserta dan mempersiapkan kemungkinan terburuk terjadi, semua harus dipikirkan dengan matang, karena mempertaruhkan kepercayaan dan nama baik.


Bukan saja masalah konten atau gimmick event tetapi ada hal yang perlu dipikirkan juga, yakni persiapan modal diawal, karena penyelenggaran event biasanya dibayar 14 hari setelah penyelenggaraan, itu pun cara bayar giro mundur. Untuk itulah, harus mempersiapkan dengan matang baik pengemasan acara dan pembiayaan.


Seperti apa yang dialami Onci saat ini, ia harus menyiapkan biaya untuk hari H. Sudah resah dengan keadaan, ditambah lagi ia pun harus mencari pinjaman untuk pelaksanaan event ini. Untungnya, Dhea dan Orang Tuanya mauembantu Onci untuk meminjamkan bebeberap juta, untuk keprluan hari H.


"Yaank, dipanggil Mamah." Ucap Dhea setelah berdiskusi dengam orang tua gadis tersebut, untuk membantu Onci.


"Sudah kamu bicarakan?"


"............"Dhea hanya menganggukan kepala


Dengan terpaksa Onci menghampiri Mamah Dhea.


"Baru saja Dhea bicara ke Tante, kalo kamu butuh uang untuk acara besok yah?"


"Iya Tante, karena sudah habis-habisan, tinggal biaya hari H saja belum dapat." Ucap Onci


"Ini tante kasih pinjam kamu, gunakan sebaik-baiknya dan jangan salah hitung. Yang namanya usaha harus teliti dan hati-hati."


Tante Phey pun memberikan seikat uang yang masih tersegel dari Bank, jumlahnya kurang lebih 10 juta.


"Aduh, Onci tidak enak jadinya Tante. Nanti Onci lebihkan yah?"


"Tidak usah dilebihkan, ajak Dhea makan dan sabar temani dia, itu saja yang tante pinta."


( Aaaah, banyak basa-basi ente Onci, udeh sikat aja...)


"Siaap Tante, nanti jika ada pencairan dari pihak mall, Onci langsung kasih tante."


"Yasudah, hati-hati gunakan uangnya."


"Siaap Tan..."


Onci pun tidak menyangka, betapa baiknya keluarga Dhea, padahal hanya beberapa bulan saja Onci mengenalnya.


"Mudah-mudahan Tante bisa bantu kalo benar-benar kamu tekuni usaha EO kamu."


"Terimakasih Tante, atas kepercayaan dan dukungannya."


"Titip Thea yah." Ucap Tante


'Titip Dhea,' kata-kata itu singkat tetapi dalam maknanya. Onci harus benar-benar menjaga amanah atau kepercayaan tersebut.


_________________¤¤¤________________


@Hallcenter


Hari H


Beberapa crew freelance sudah datang, ada kurang lebih 6 orang, mereka Sisil, Nency, Intan, Ipong, Cindy dan Topa. Dhea lah yang mengatur mereka semua dan menggantikan posisi Ale.


"Yank, untuk peserta yang benar-benar fix ikut berapa orang?" Tanya Onci.


"Masih sama seperti kemarin, dan belum ada penambahan lagi." Ucap Dhea


"Aduuh..."


Wajah Onci menjadi panik seketika, ia pun terus merayu peserta dan orang tua murid untuk bersedia ikut acara, ia pun menyebarkan iklan ke sejumlah orang yang menjadi database nya di handphone.


Sedangkan acara satu jam lagi akan dimulai, tetapi hanya beberapa peserta saja yang terlihat.


"Yank, beberapa peserta mengundurkan diri." Ucap Dhea, semakin membuat Onci bertambah cemas.


"Ya Allah."Gumam Onci yang tak tahu lagi harus bicara apa lagi.


Dan tiba-tiba saja, ada yang menepuk pundak Onci.


"Bagaimana Mas, sudah berapa peserta yang mendaftar?" Ucap Pria dari balik pundak Onci, dan membuatnya terkejut.


"Ini lagi menunggu beberapa orang lagi yangmau daftar ulang."


"Ok, kami keliling dulu. Nanti kita balik lagi untuk melihat persiapan dan seberapa semaraknya acara ini, kalo berhasil dan mencapai target kita lanjutkan ke acara berikutnya. Tapi kalau tidak sesuai dengan ekpektasi, terpaksa EO Mas Onci kami evaluasi." Ucap Pak Eko.


"Si..siaap Pak Eko, insyallah sampai target."


Mereka pun keliling mengawasi beberapa lokasi di dalam mall tersebut, dan tidak seperti biasanya, meraka tiba-tiba hadir saat acara seperti ini.


Kegelisahan Onci menjadi-jadi, setelah berusaha kini saatnya ia pasrahkan semua urusannya kepada Tuhan pemilik rencana manusia.


"Ya Allah, aku pasrah." Ucap Onci dalam hati.


Thea dan beberapa teman kampusnya, terlihat sedang breafing dan mempersiapkan acara. Dua orang sedari tadi sudah duduk di meja registrasi, tetapi hanya beberapa saja yang baru mendaftarkan diri.


"Belum ada perubahan peserta yaank?" tanya Onci menghampiri Dhea yang terlihat sibuk mempersiapkan acara.


"Iih kamu masih tanya-tanya terus! Nanti juga keliatan kalo peserta hadir!!" jawab Dhea Kesal


"Pak Ali dan Pak Eko mau liat acara dan aku khawatir kena finalti andai tidak sesuai dengan Surat Perjanjian Kerjasama."


"Mereka juga pasti tahu kok, kamu sudah berusaha semaksimal mungkin, pasrahkan saja sama Tuhan. Yang penting kita sudah berusaha dan tidak tinggal diam itu saja."


"Yah." Jawab Onci singkat


"Kamu tenang saja, istighfar yang banyak dan berdoa."


Thea berusaha menenangkan Onci yang sudah tiga hari lalu terlihat begitu khawatirnya dengan peserta.


"Sudah mau masuk waktu solat, mendingan kamu ambil air wudhu dan pergi ke sembahyang, doakan kita yang sedang berusaha."


Onci pun menuruti apa yang disarankan gadis yang tetap menemaninya, dalam keadaan panik setelah timnya pecah, dan acara ini terbilang dipaksakan, karena ulah Dhea yang nekat berucap siap untuk melaksanakan acara tersebut, dan kini Onci harus mempertanggungjawabkan semua.


Dan acara sudah sedikit meleset setengah jam dari jadwal yang sudah disusun, Onci pun terus berdoa, pasrah dengan apa yang akan terjadi.


Sekembalinya Onci setelah menunaikan sholat Zuhur, keadaan pun masih sama saja tidak nampak ada penambahan peserta, dan pengunjung Mall pun sudah terlihat lalu-lalang memperhatikan pangung acara yang sudah terpasang backdroop begitu besarnya.


"Nggak tahu apa yang akan terjadi, sudah maksimal rasanya kami berusaha, segitu semaraknya persiapan pihal mall untuk acara ini, tapi belum juga ada peserta." Gumam Onci dalam hati, sambil menatap ke arah panggung yang begitu megahnya.


Design Interior dan beberapa materi promo sudah dipasang, mulai dari dekorasi istana anak, umbul-umbul menggantung, serta roll benner yang terlihat di ujung eskalator serta poster di dalam lift.


Baru saja Onci memalingkan wajahnya dari panggung, muncul beberapa anak-anak kecil berseragam biru dan mengenakan rompi keluar dari lift dan eskalator, suara mereka terdengar ramai, diikuti oleh guru pendamping, bertulis nama sekolah di seragam mereka.


Onci pun tersentak kaget dengan apa yang ia lihat, dan menyimpan tanya,"dari mana mereka hadir? Dan siapa yang mengundang mereka?" Ucap Onci, ia pun menghampiri Thea yang sedang menyambut guru-guru dari PAUD dan Taman Kanak-Kanak.


"Terimakasih Bu Dian, sudah berkenan hadir dan membawa murid-muridnya." Sapa Dhea.


"Oh Sama-sama Cici." Jawab guru tersebut.


Onci hanya tertegun melihat keajaiban itu, diam-diam Dhea menyiapkan ini semua, dan membawa harapan baru bagi Onci dan usahanya.


"Sungguh nggak nyangka dan Dhea benar-benar patner kerja yang baik."


Setelah penyelenggaraan acara tersebut selesai, berbagai ucapan terimakasih pun berdatangan dari pihal mall akan suskesnya penyelenggaraan acara tersebut.


"Terimakasih Mas Onci dan Cici Dhea." Ucap Pak Ali, selaku staf promosi dan event mall tersebut.


Onci dan Dhea saling beradu pandang, serta tersenyum bangga.


_______oOo______


Terimakasih untuk para pembaca, dan ikuti terus keseruan ceritanya, bagaimana akhir dari perjalanan cinta dalam Jodoh Pilihan Abah ini.


Terimakasih untuk kamu yang sudah bersedia bergabung di group chat saya, untuk kamu yang juga yang sudah mendonasikan Like, Komen dan Vote serta Give atau hadiah untuk penulis.


Dan dapatkan Give away bagi kamu yang ikuti terus cerita ini sampai akhir. Insyallah penulis akan bagi-bagi hadiah ratusan ribu, t-shirt dan merchendise menarik lainnya.


Salam Hormat,


@emhaalbana