
Hari yang sudah ditunggu, di mana dua keluarga besar menyatu dalam resepsi pernikahan mereka. Syukuran besar ini sekaligus mengumumkan kehamilan Rania sebagai generasi penerus mereka. Kebetulan pas di bulan keempat kehamilan, jadi perut Rania yang sedikit berisi sekaligus mematahkan asumsi atau desas desus di belakang tentang putra putri mereka yang sejatinya sudah menikah beberapa bulan lalu.
Baik dari keluarga besar Pak Wirawan dan Albiru Rasdan mengundang kolega mereka. Teman, sahabat, saudara, rekan bisnis, dan juga rekan kerja diundang dalam acara besar itu.
Ada yang menarik saat acara itu, kompak semua tamu undangan yang bekerja di rumah sakit Medika yang diundang datang rombongan dengan baju kebanggaan mereka. Senada dengan jas dinas yang tersemat name tag masing-masing orang.
"Eh, berasa mau rapat nggak sih," seloroh Dokter Raka menginterupsi kawan-kaean sejawatnya. Mereka sengaja seru-seruan di tengah acara sembari membawa kado yang disinyalir nyleneh-nyleneh tapi nyata. Tentu saja kekonyolan para dokter itu mengundang semua atensi tamu yang lainnya. Tak jarang banyak tamu undangan yang mengabadikan tingkah absurd kondangan versi staf, jajaran dan dokter Medika di media sosial. Hingga acara tersebut tranding di berita.
"Selamat ya bestie, doaku menyertaimu. Semoga langgeng, sehat selalu dan nanti lahirannya lancar." Doa tulus Jeje dan Asa terkhusus untuk sahabat mereka.
Terharu pastinya, bahagia luar biasa. Tama dan Kenzo juga turut hadir di sana memberikan doa. Acara sengaja dibagi dua sesi dengan esok hari terkhusus tamu undangan sahabat-sahabat mereka. Walaupun capek, tetapi bahagia itu terpancar nyata di wajah Ray dan Rania. Beserta para orang tua pastinya.
Sky Disya, Gerald Kania, Bara dan Flora, ketiga sahabat Rayyan yang paling solid sengaja datang bebarengan untuk memberikan selamat.
"Wah ... berasa kaya reuni beneran keren ini mah, nanti ketemu semua di sini."
Jelas terasa sekali uforianya. Apalagi saat pasangan Disya dan Sky tampil di atas panggung menyumbangkan sebuah lagu untuk kedua mempelai dan menghibur tamu undangan. Semua merapat dalam alunan kemeriahan.
Pasangan paling fenomenal di jamannya itu duet khusus membawakan lagu 'Akad' kepunyaan Payung Teduh yang begitu pas dinyanyikan oleh Disky dengan jemari lincahnya memainkan piano.
"Mas, suara Mbak Disya bagus juga ya? Aku jadi penasaran sama kisah mereka," bisik Rania sembari menikmati alunan musiknya.
"Lebih bagus kamu, Kok, nggak usah penasaran tapi kalau mau baca kisah mereka bisa dilihat di novel 'One Night Stand With Dosen' seru pastinya."
"Wah ... nanti kalau lagi nyantai, aku kepoin deh. Hehe"
Sepasang netra bening itu menyorot dengan binar bahagia. Kalau mantan Ray diundang, tak lupa mantan Rania juga diundang. Selepas mereka pernah berseteru ataupun berkongsi rasa tetap saja pernah singgah dan dianggap teman untuk sesama.
Jovan dengan berbesar hati datang bersama Yumna, mereka juga memberikan kabar bahagia dan akan segera melangsungkan pernikahan yang digadang-gadang menyusulnya bulan depan. Sungguh kabar yang membahagiakan.
Kalaupun masih ada rasa sakit yang terselip itu hanya sebuah kenangan yang sama sekali tidak untuk diingat. Semua telah melebur, berharap bahagia dengan pasangan masing-masing.
Rania menyambut uluran tangan Jo, tak disangka pria itu membalas dengan pelukan. Seketika Ray mendelik dibuatnya, namun segera menormalkan posisinya saat banyaknya tamu yang antri memberikan doa.
"Semoga bahagia selalu Ra," ucap Jo tersenyum.
"Terima kasih sudah datang, kamu juga harus bahagia bersama pasangan kamu, Jo," balas Rania memeluk memberi selamat.
Ray sampai berdehem resah untuk menginterupsi keduanya. Hingga membuat Jo segera melepas pelukan itu dan turun menggandeng Yumna.
Ray seketika mrengut, entahlah mendadak kurang sreg melihat pemandangan itu.
"Dek," tegur Ray melirik tak senang.
"Maaf Mas, tadi tuh cuma respon sebagai teman, nggak lebih," bisik Rania seakan tahu dengan keberatan muka Ray.
"Pelukan rasa mantan, meresahkan!" sindir Ray melirik sengit. Kalau saja tidak sedang acara penting mereka, sudah pasti pria itu menyeret istrinya dan terdeteksi ngamuk jilid lima.
"Biasa aja," jawab Rania datar.
"Kamu biasa akunya enggak! Ada konsekuensinya setiap cerita."
"Hmm ... terjerat pesona dokter tampan kan? Tapi pada kenyataannya, terjerat pesona dokter pundungan," jawab Rania asal.
"Eh, jangan suka mengganti judul sembarangan. Pesta kita tidak diendorse."
"Astaga! Kita ngomongin apa sebenarnya. Sambut tamunya Mas, sepertinya yang datang terlalu banyak." Rania menyapu ke seluruh ruangan yang begitu besar dan megah itu.
"Ini karena seluruh penghuni bumi dan isinya ingin memberikan selamat untuk pernikahan kita."