Terjerat Pesona Dokter Tampan

Terjerat Pesona Dokter Tampan
Part 148


Hari ini adalah hari spesial untuk Dokter Rania. Perempuan itu sudah terjaga semenjak pagi dengan semangat empat lima.


"Sayang, bangun aku udah siapin air buat mandi!"


Rania menggelitik tubuh Ray karena dengan tepukan halus tak mempan.


"Hmm ... bentaran Dek, lima menit lagi," gumam Ray dengan malas. Pria itu mempunyai kebiasaan baru akan tidur kembali setelah sholat subuh bila tidak harus berangkat ke rumah sakit pagi-pagi.


Rania pun menurut, dari pada capek menunggu suaminya lebih baik ia gunakan untuk mengerjakan hal lain. Rania menyibukkan diri di dapur untuk membuat sarapan. Kehamilannya sudah tidak begitu rewel, walau kadang masih mual muntah, namun sudah banyak berkurang.


Perempuan itu akan membuat menu sehat ala Rania. Ia meneliti kulkas lalu mengeluarkan beberapa butir telur, dan sayuran hijau.


"Hmm ... omelet bayam kayaknya enak juga," gumam Rania sembari menyiangi sayur.


Saat tengah sibuk di dapur, tiba-tiba sebuah tangan melingkar indah di perutnya yang sedikit membuncit. Siapa lagi pelakunya pasti Ray. Pria itu sudah bangun dan langsung menyusul ke dapur.


"Masak apa, Sayang?" tanya Ray sembari mengusak tengkuknya. Mencium lembut penuh penghayatan hingga tanpa sadar membuat kulit Rania meremang seketika.


"Mas, mandi! Jangan gini, geli!" tolak Rania bergerak menghindari.


"Hmm ... mandi bareng ayo sayang!" ajak pria itu masih merusuh di belakangnya. Terus menempel membuat pekerjaan Rania cukup terusik.


"Mas!" tegur Rania saat tangan kedua pria itu berpindah tempat menyentuh bagian depannya.


"Kenapa? Nggak tahan ya? Pengen?" goda Ray sukses membuat Rania merah padam.


"Jangan, kita kan mau ada acara nggak nyaman nantinya. Semalam bukannya udah ya?"


"Masih mau lagi dan pengen lagi."


"Nggak boleh, ini bukan waktu yang tepat untuk naninu Mas, nanti acara kita bisa terbengkelai," tolak Rania cepat.


"Cepet mandi sana! Aku buatin sarapannya, Mas mandi!" Rania memberi jarak. Akhirnya Ray nurut, mundur teratur dengan langkah gontai.


Sembari sarapan menunggu MUA yang Rania undang untuk mendandani dirinya. Hari ini adalah hari di mana Rania akan diambil sumpahnya untuk menjadi dokter, tentu saja perempuan itu harus menyiapkan diri dengan penampilan yang sempurna.


"Mas, habisin sarapannya, aku make up dulu," pamit Rania yang sudah siap dari pagi.


Pilihan Rania jatuh pada dress kebaya dengan potongan bahan tile corneli dipercantik dengan susunan payet berwarna gold sehingga menampilkan kesan mewah. Dikerjakan tangan-tangan trampil butik langganannya. Menyusun satu per satu payet dengan penuh imaginasi sehingga menghasilkan dress kebaya yang bernilai tinggi dengan harga yang pantas berbanding dengan kwalitas produk yang dihasilkan. Kebaya dengan payet dipadu dengan rok satin berlist menambah aura kecantikan alami Rania semakin terpancar. Perempuan itu tampil berseri di acara resmi Sumpah Dokter.


"Masya Allah ... cantik banget Dek," puji Ray terpesona melihat akhir istrinya. Pria itu menuntun sampai ke mobil, tak lupa jas kebanggaannya Ray bawakan.


Tiba di kampus langsung menuju Aula yang letaknya di lantai tujuh gedung kuliah. Nampak dokter muda yang lainnya juga sudah hadir di dampingi orang-orang dekat mereka.


Sumpah Dokter dilakukan dengan khidmad bagi dokter baru yang telah sukses melewati seluruh fase Pendidikan kedokteran, termasuk Uji Kompetensi Program Profesi Dokter (UKMPPD) baik Computer Based Test (CBT) maupun Objective Structured Clinical Examination (OSCE).


Pada kesempatan ini, juga diberikan penghargaan kepada dokter-dokter terbaik dalam tiga kategori. Yang pertama adalah dokter dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Program Studi Profesi Dokter terbaik, yaitu dr. Rania Isyana Rasdan dan dr. Rahmat, dengan IPK 3.70. Kedua, dokter dengan nilai UKMPPD CBT terbaik, yaitu dr. Fahmi dan dr. Kenzo dengan nilai 91.00. Ketiga, dokter dengan nilai UKMPPD OSCE terbaik, yaitu dr. Anggita Indah dan dr. Wiratama dengan nilai 95. 37.


Selain Pelantikan dan Sumpah Dokter, acara yang dihadiri oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. Arifin, M.Si, ini dibarengi dengan Memorandum of Understanding (MoU) Tripartit antara FK dengan RSUD. Slamet sebagai rumah sakit pendidikan dan RS Medika sebagai rumah sakit jejaring.


Dalam sambutannya, Dekan FK, menyampaikan rasa bangganya terhadap para dokter baru. Beliau berpesan agar para dokter baru menjadi dokter yang amanah dalam mengamalkan sumpah, selalu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, serta senantiasa meningkatkan ilmu dan ketrampilan kedokteran karena sejatinya menjadi seorang dokter harus belajar sepanjang hayat. Beliau juga menyampaikan harapan atas kemajuan FK dengan adanya penambahan rumah sakit jejaring dan kerjasama dengan Direktorat K3.


"Selamat dan sukses bagi para dokter baru atas kelulusan yang telah diraih, selamat bagi para orang tua dan dosen pendidik yang telah berhasil menghantarkan dan mencetak lulusan dokter baru, sebagai kontribusi untuk kemajuan kesehatan Bangsa Indonesia. Selamat dan sukses pula untuk FK atas kerjasama deng RS Medika dan Direktorat K3 Kemenakertrans RI."


Acara berlangsung lancar penuh syukur. Kedua orang tua Rania dan juga kedua orang tua Rayyan juga hadir di sana menyambut anak mereka.


"Selamat sayang, kamu luar biasa, semoga dengan mengemban tugas baru nantinya dapat bermanfaat untuk orang banyak dan ilmu yang barokah," ucap Ray bangga.


Berkat kerja kerasnya Rania termasuk dari tiga di antara dokter muda yang berhasil mendapat penghargaan.


"Terima kasih Mas," jawab Rania haru. Tidak menyangka bisa di titik ini yang pastinya dengan perjuangan yang luar biasa. Dari awal sampai di titik sekarang. Doa dan support orang tua, suami, serta orang-orang yang menyayangi Rania.


Air mata bahagia di siang itu menjadi saksi dengan rasa syukur yang dalam. Ray memeluknya dengan bangga dan bahagia. Tak lupa kebahagiaan itu diabadikan dengan kamera yang siap mengambil gambarnya.


Setelah acara selesai, mereka tak lantas pulang. Selain foto-foto bersama, keluarga besar itu sengaja menyempatkan untuk merayakan kelulusan Rania dengan menjamunya di sebuah restoran yang sudah dipesan Pak Wira. Tak lupa Ray juga mengundang Axel untuk bergabung di sana.