Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~93


Nathan keluar dari ruang kerja nya, setelah selesai mengecek beberapa hal mengenai pekerjaan nya. Dia melangkah menyusuri lorong, sembari ia memanggil-manggil istrinya itu dengan sebutan sayang....


" Sayang..... "


" Sayang .... "


" Sayang..... "


Nathan sedikit panik saat tidak mendapat jawaban dari Rens. Dia pun semakin cepat melangkah menyusuri dapur, kamar, dan ruang santai.


Langkah nya terhenti saat melihat sosok yang membuatnya panik itu. Sedang tertidur dengan lelap nya diatas sofa depan tv.


" Ternyata dia tertidur.....mungkin dia kelelahan " ucap Nathan tersenyum.


Nathan mendekati Rens yang sedang pulas nya bermimpi. Dia membungkuk sedikit didepan wajah Rens. Diusap nya lembut pucuk kepala dan pipi chuby milik istrinya itu.....


Rens pun menggeliat karna sentuhan tangan Nathan di pipinya. Perlahan ia membuka kedua matanya yang masih terasa berat itu....


" Nathan..... " ucap Rens sembari mengerjapkan mata sayu nya beberapa kali.


" Tidur lah lagi sayang....aku akan memindah kan mu kekamar... " ucap Nathan yang masih membelai rambut Rens.


Setelah Rens mengangguk setuju, Nathan pun langsung menggendong tubuh mungil Rens. Dengan erat Rens melingkarkan satu tangan nya dileher Nathan. Dia semakin menyandarkan kepalanya didada bidang Nathan....


Nathan berjalan memasuki kamar mereka. Lalu dia mendekati ranjang dan merebahkan tubuh istrinya itu diatas ranjang.....


" Kamu mau kemana? " tanya Rens, saat melihat suami nya itu hendak beranjak.


Nathan tersenyum dan menyelimuti tubuh Rens menggunakan selimut nya.


" Aku harus menemui mamih ....seperti nya ada yang ingin dibicarakan nya " jawab Nathan, menjelaskan.


" hmm baiklah.... " ucap Rens mengalah.


" Aku pergi dulu yah....muach "


Tak lupa Nathan mengecup kening istrinya sebelum melangkah meninggalkan nya. Sedangkan Rens hanya diam menatap kepergian bahu tegap Nathan yang menghilang dibalik pintu....


" Maafkan aku Nathan, sampai sekarang aku belum bisa memberikan mu hak sepenuhnya atas diriku....tetapi aku akan menebusnya segera.... " Bathin Rens.


" Aaaaa.....ucapan Sheila terus saja merasuki kepala ku!! " Teriak Rens.


Fikiran nya masih tidak tenang, dia selalu terbayang ucapan Sheila tadi pagi. Yang mengatakan jika dia harus bisa membuka hati dan menjalankan kewajiban nya sebagai seorang istri....


" Tapi bagaimana caranya.... " Rens menggeliat-geliat diatas ranjang nya. Hingga membuatnya berantakan.


" ....Aaaakkhh aku bingung...aku bingung " ia mengacak-acak rambut nya.


" ..... Ponsel ku!! Mana ponsel ku, mana ponselku, oh ini dia " Rens menyibak selimut serta bantal-bantal yang berantakan mencari ponsel nya. Dan akhirnya ketemu dibalik salah satu bantal.


Dia berniat ingin mencari tahu melalui internet. Dia membuka ponselnya dan mengklik ikon google. Masih sedikit ragu dan canggung dirasa nya....


" Cari ngga yah.... " Ucap Rens, dengan wajah ragu-ragu nya.


" ....aku tidak boleh mengecewakan Nathan " lanjutnya dengan gigih sembari mengepalkan tangan nya untuk semangat.


Dia pun mulai menelusuri pencarian digoogle, lalu mengetik "Proses Malam Pertama". Dengan tangan nya yang bergetar dan berkeringat dingin Rens akhir nya berani mengklik nya.


Tak menunggu lama google telah memberikan beberapa hasil pencarian nya...


Rens pun mengklik salah satu pilihan yang paling atas..


Deg...deg...deg


Jantungnya berdebar dengan hebat. Matanya terbelalak saat melihat isi dari situs yang dibukanya itu.....


Sempat ia melempar ponselnya tersebut diatas ranjang lalu mengambilnya kembali. Untuk pertama kali baginya mengunjungi dan membaca situs seperti itu. Jika Nathan mengetahui nya pasti akan sangat memalukan baginya, begitulah fikir Rens...


Dengan dada yang berdebar, serta keringat dingin ditangan dan kaki nya. Rens membaca satu persatu kata demi kata yang tertulis disitus itu. Sesekali ia bergidik sendiri saat membaca nya. Wajahnya juga memerah selama proses membaca...


Setelah selesai membaca situs tersebut Rens meletakan ponselnya diatas desk samping ranjang nya. Lalu dia beranjak dari sana dan berjalan menghampiri lemari pakaian.


" Huh..... "


Rens menarik nafas dalam-dalam dan membuka lemari tersebut. Dia membuka laci tempat penyimpanan baju dalaman miliknya...


Dia menyibak kan beberapa helai, namun yang dicari nya tidak ada satu pun. Dia baru teringat jika dia tidak pernah memiliki lingerie sexy satu pun. Dia pun memutuskan untuk menutup kembali laci tersebut...


Rens pun menarik dan mengeluarkan nya. Semakin penasaran Rens merentangkan nya tepat didepan wajah nya...


Mata nya melotot dan wajah nya memerah seketika. Dia langsung melempar kembali celana dalam tersebut kedalam laci dan langsung menutup nya rapat...


Betapa terkejut dirinya, ternyata yang dilihatnya adalah celana dalam model sports milik Nathan.....


" Bagaimana bisa milik nya ada didalam laciku..... " ucap nya terheran-heran.


Rens terdiam sejenak, dia kembali mengingat saat dia membuka kan pakaian basah Nathan waktu itu. Dan juga terlintas tiba-tiba difikiran nya sosok Nathan yang berjalan menghampirinya tanpa mengenakan pakaian hanya mengenakan celana dalam tadi yang dilihatnya...


Tubuh tinggi, tangan dan kaki yang mengeluarkan urat-urat pekerja keras serta dada bidang, perut sispack nya, tak lupa wajah tampan karismatik Nathan. Sangat jelas tergambar difikiran nya, tanpa sadar dia menelan salivanya sendiri memikirkan hal tersebut.....


Sesaat kemudian dia tersadar dan mengibas tangan nya didepan wajah nya. Dia memegangi kepalanya yang baru saja memikirkan hal kotor tersebut 😅.


" Rens.....sadarlah!! Bagaimana bisa kamu punya fikiran kotor seperti itu, hahaha seperti nya aku sudah kehilangan akal " ucap nya terkekeh.


" .....tapi jujur saja Nathan adalah pria yang sangat sempurna bagiku huh..... " lanjutnya membayang kan sosok Nathan, dan menghela nafas berat.


Tiba-tiba saja dia dikejutkan dengan ponselnya yang berdering.....


Kring...kring...kring


Rens berlari kecil menghampiri letak ponselnya tersebut. Lalu ia langsung mengangkat panggilan tersebut, yang ternyata dari Mia....


" Hallo Mi...kebetulan kamu nelpon " Rens langsung saja menyambar dengan semangat sebelum Mia berbicara.


" Ada apa? Baru saja aku mau nanya kabar mu, tapi ngga jadi sudah terdengar jelas dari suara mu kalau saat ini kamu baik-baik saja " Sahut Mia yang berada disebrang sana, dengan nada sedikit males.


" Kok kamu gitu sih.... " ucap Rens.


" ....yasudah terserah deh!! Kamu mau temenin aku ngga? Mau yah pliss " lanjut Rens dengan nada melas nya.


" Hmm...yaudah deh!! Lagian part time ku sudah selesai "


" Kamu dimana sekarang? Sudah makan siang ngga....kalau belum.... "


" Su-sudah kok.....aku sudah makan siang tadi hehehe "


Belum selesai Rens bicara Mia langsung memotongnya, dengan nada sedikit gugup dia mengatakan jika dia sudah makan siang....


Dahi Rens mengkerut mendengar nya, seperti ada sesuatu yang disembunyikan nya begitu fikir Rens.


" Kenapa kamu jadi gugup? Aku kan hanya bertanya saja " ucap Rens heran.


" hmm...engga kok perasaan mu aja hehehe " sahut Mia


" .....jadi gimana? Kamu jemput aku atau aku yang kesana? " lanjut Mia yang mencoba menghindari pertanyaan-pertanyaan Rens.


" Oh iya...aku aja yang jemput kamu!! Siap-siap yah 15 menit aku sampai bye " ucap Rens bersemangat sebelum memutuskan panggilan.


Setelah memutuskan panggilan Mia, Rens hendak beranjak mencari tas selempang milik nya. Dia pun teringat pada Nathan...


" Sebaiknya aku mengabarinya jika aku akan keluar bersama Mia....jika tidak dia pasti akan marah " ucap Rens sembari menghubungi nomer Nathan.


Tut...tut...tut


" Yah sayang ada apa? " ucap Nathan diseberang sana.


" Sayang aku izin keluar bareng Mia....boleh yah " ucal Rens sedikit ragu.


" Hmm baiklah......tapi jangan lama-lama " ucap Nathan memberikan izin nya.


" Makasih sayang " ucap Rens senang.


" Hati-hati dijalan .... " ucap Nathan sebelum memutuskan panggilan.


.


.


.


15 menit kemudian Rens menggunakan taxi menuju rumah Mia. Taxi yang ditumpanginya berhenti tepat didepan gang daerah rumah Mia.


Mia yang sedari tadi sudah menunggu dipinggir jalan, saat melihat Rens keluar dari Taxi langsung mendekat.....