
*****
Sorenya....
" Nathan sayang....bagaimana perasaan mu? apa ada yang masih sakit? dimana? dimana? "
Barbara langsung menghambur mendekati Nathan, dia mebombambir Nathan dengan pertanyaan-pertanyaan cemas nya.
Rens yang melihatnya hanya tersenyum, dan menggelengkan kepala nya.
" Anak Mamih sayang..... "
Cups.....
Kecupan hangat mendarat dikening Nathan, air mata keduanya telah menetes.
Air mata bahagia dan rindu sangat jelas nampak dimata mereka.
" Mamih sangat merindukan mu Sayang "
ucap Barbara sembari mengelus pucuk kepala Nathan beberapa kali.
" Nathan juga Mih.... "
Sahut Nathan, tersenyum.
" Apa kata Dokter Daniel Sayang....bagaimana kondisi Nathan? apa masih ada yang perlu dikhawatirkan? "
Barbara menoleh pada Rens, dan bertanya tentang kondisi Nathan saat ini. Kecemasan begitu nampak diwajah wanita paruh baya itu.
" Sebenarnya Nathan masih..... "
" Nathan sudah baik-baik saja Mih, tinggal nunggu pulih secepatnya "
Nathan menyela omongan Rens, dia tak mau jika Mamih nya itu terlalu khawatir. Akan masalah pundak kanan nya yang masih jauh dari kata pulih.
Rens menatap Nathan dengan tatapan penuh tanya, Nathan pun mengedipkan mata dan mengangguk. Rens pun diam dan mengikuti saja apa yang ingin dilakukan suaminya itu.
Rens pun berlalu keluar dari dalam kamar itu, meninggal kan kedua nya. Rens mengerti jika saat ini Barbara pasti ingin melepas rindunya pada anak semata wayang nya itu. Rens tak ingin mengganggu nya dia lebih memilih keluar....
*****
Diluar Rens menghampiri Nina dan juga Viera yang mengobrol dibalkon ruang santai.
" Nin... "
Rens menepuk bahu Nina dari belakang, membuatnya terkejut langsung menoleh.
" Eh....Nona Renesmee, ada apa Nona? apa ada yang bisa saya bantu? "
Ucap Nina sedikit menunduk.
Sedangkan Viera hanya diam menatap kedua nya, menyimak pembicaraan nya.
" Tidak ada Nin, aku hanya ingin berterima kasih padamu!! "
ucap Rens tersenyum manis.
" Terima kasih untuk apa Nona? "
" Terima kasih kamu sudah membantuku menjaga Nathan, "
" Itu sudah menjadi tanggung jawab saya dalam bekerja Nona... "
" Mulai besok aku akan menjaga dan mengurus Nathan sendiri saja.... "
" ....aku akan mengurus semua keperluan suamiku, aku juga akan cuti dari kantor untuk beberapa waktu "
Rens menatap kearah langit biru, lalu tersenyum.
" Baiklah Nona, itu adalah keputusan Nona "
" ....kalau begitu saya permisi pamit sekarang juga "
" Sekali lagi terima kasih yah Nin, Viera akan mengantarmu pulang "
Rens menggenggam kedua tangan Nina, dan kembali berterima kasih sebanyak-banyak nya. Dia pun memerintahkan Viera untuk mengantar Nina pulang.
Viera pun mengiyakan perintah Rens, lalu berlalu mengajak Nina pergi.
" Oh iya Vie, kamu juga boleh langsung pulang aja ngga usah balik "
Rens kembali berucap, sebelum keduanya menghilang dari pandangan nya.
.
.
Dia kembali berbalik menatap kearah langit biru dan indah nya kota kala itu. Cuaca begitu cerah hari ini, secerah hati nya....
Sunggingan senyuman pun terbentuk dari sudut bibir nya. Perasaan nya saat ini begitu bahagia, sampai-sampai tak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi.
Beberapa saat kemudian, dari belakang ada seseorang menepuk bahu Rens. Tak lain adalah Barbara....
Rens menoleh dan tersenyum begitu pun Barabara, mereka langsung berpelukan.
" Mamih benar-benar bangga padamu sayang, ini srmua karna semangat dari kamu yang bisa membuat Nathan kembali bangkit "
" Tidak Mih, ini juga berkat doa dari kalian semua "
" Makasih yah Sayang.....cups "
Barbara mengecup kening Rens, lalu kembali memeluknya erat. Rens membalas pelukan Barbara.
Barbara pun berpamitan pada Rens, dia harus kembali kep Paris saat itu juga. Karna baru saja dia mendapat telepon dari sekertarisnya disana.....
" Mamih pergi dulu yah sayang, jagain Nathan yah "
" Mamih akan segera kembali kok, Mamih udah ngomong juga ke Nathan didalam tadi "
" Baiklah terserah Mamih.... "
" Pertemuan berikut nya Mamih akan mengajak kalian makan malam bersama "
" Baik Mih.... "
" Mamih pergi dulu yah Sayang...bye "
" Hati-hati Mih .... "
Rens melambai pada Barbara yang berlalu meninggalkan dirinya.
Sore itu Rens kembali ke kamarnya, dan kembali bermanja-manja pada suaminya itu. Mereka menghabiskan waktu bersama. Dengan mengobrol, bercanda, tertawa bersama, dan hal-hal yang sudah lama tidak dilakukan mereka bersama.
****
Tiga hari telah berlalu...
Kini Nathan telah bisa duduk dan berdiri berjalan perlahan dengan dibopong. Sungguh kemajuan yang sangat pesat, semangat dari Rens serta yang lain nya. Membuat Nathan semakin ingin lekas sembuh dan pulih sepenuhnya...
Selama tiga hari ini Rens selalu memesan makanan dari restauran langganan mereka. Yang letak nya juga ada digedung itu. Kenapa? Karna dia masih harus fokus pada Nathan, jadi tak ada waktu untuknya memasak makanan sehat untuk Nathan.
Sore ini Rens berencana untuk memandikan Nathan didalam kamar mandi. Mengingat Nathan sudah bisa berjalan meskipun masih harus dibopong.
Dengan perlahan Rens menggandeng Nathan berjalan kedalam kamar mandi. Awalnya Nathan menolak, karna dia takut jika Rens merasa terbebani. Jika harus membopong tubuhnya yang berat, mengingat Baby yang dikandung Rens.
Namun, dengan perdebatan panjang. Mau tidak mau Nathan harus mengalah, dari sikap keras kepala istrinya itu.
Entah kenapa selama hamil ini, Rens begitu keras kepala dan tak ingin ucapan nya itu dibantah siapa pun. Dia sendiri saja sadar akan perubahan sikapnya itu.
Apa ini karna bawaan Baby? mungkin saja, baby nya begitu mirip dengan ayah nya yang memiliki sifat keras kepala dan egois juga....
Didalam kamar mandi Nathan masih berdiri sembari berpegangan di ujung wastafel. Sedangkan Rens dia mulai membuka satu persatu pakaian yang dikenakan Nathan.
Wajah Nathan seketika memerah karna malu. Rens yang melihatnya pun malah tersenyum kecil. Dan malah meledek suaminya itu.
" Kenapa wajah mu merah Sayang? "
Tanya nya dengan senyum licik.
" Engga kok, lagian seharusnya kamu yang malu!! Bagaimana bisa dengan setenang itu membuka pakaian seorang pria hingga polos seperti ini "
Jawab Nathan, menatap sinis Rens lalu tersenyum tipis.
" Untuk apa aku malu? setiap hari aku selalu melihat nya jika membersihkan tubuh mu "
Sahut Rens kembali dengan polosnya.
" Benarkah? "
Tanya Nathan menatap Rens dengan tatapan menyelidiki.
" Benar...bahkan jika harus memeluk mu saat ini aku tak ragu "
Rens langsung mendekat dan memeluk tubuh polos Nathan.
Nathan tersentak kaget, dan mengerang kesakitan sedikit dibagian tulang rusuk kanan nya. Rens pun langsung melepaskan pelukan nya, saking semangatnya dia tak sadar jika Nathan belum pulih sepenuhnya....
Dia tertunduk, raut wajah nya berubah menjadi merasa bersalah. Nathan pun kembali menarik Rens kedalam pelukan nya.
Agar istri nya tersebut tidak sedih kembali. Walaupun sakit, Nathan dengan ikhlas menahan nya demi ingin memeluk Rens.
" Maafkan aku Sayang.... "
ucap Rens lirih.
" Engga sayang....kamu boleh memeluk ku, asalkan pelan-pelan "
Nathan menggeleng, meyakinkan Rens. Kemudian....
Cups....
Kecupan hangat dan lembut dari bibir manis Nathan mendarat dikening Rens. Membuat wanita yang ada dipelukan nya itu, tersenyum bahagia mendapat perlakuan manis dari suaminya.
Setelah itu Rens pun menuntun Nathan untuk duduk didalam Bak mandi mewah, dengan ukuran dapat menampung dua orang sekaligus.
Terlintas dibenak kedua nya, kenangan mereka dulu saat berada didalam kamar mandi ini. Hal yang mereka lakukan bersama. Membuat wajah kedua nya kembali memerah.....
Namun saat ini mereka tidak melakukan hal itu, melainkan hanya sekedar membersihkan tubuh Nathan saja....
Pertama Rens mulai menggosok-gosok punggung belakang, dada Nathan, tangan dan kaki nya. Menyabuni nya dengan lembut. Tak lepas setiap lekuk tubuh Nathan dari sentuhan lembut tangan nya.
Nathan hanya diam, sunggingan senyuman terbentuk jelas di wajah tampan nya. Tanpa sadar air matanya menetes, memandang wanita. Yang selama ini dengan ikhlas menunggu dan merawatnya disaat dia koma.
Bahkan wanita itu saat ini sedang mengandung anak nya. Tak sanggup ia memikirkan bagaimana perasaan nya , jika menjadi Rens saat itu.
Sungguh wanita yang tangguh dan kuat, membuat Nathan semakin mencintai nya. Semangat nya untuk kembali pulih semakin besar.
Nathan mengelus pucuk kepala Rens yang kini sedang sibuk menggosok kaki nya. Rens pun menengadahkan pandangan nya menatap Nathan. Dia tersenyum manis nya....
Dari matanya tak nampak, rasa lelah atau beban yang dirasanya. Nathan tersenyum lalu mengecup kening istrinya itu.
" Aku janji akan cepat pulih, dan membayar semua rasa sakit yang kamu rasakan selama ini menunggu ku, dengan kebahagiaan yang akan kuberikan seumur hidup kita bersama " gumam Nathan didalam hatinya.
Bersambung🖤🖤
.
.
.
Happy Reading😊😊