
*****
POV Renesmee~
Pagi ini begitu membosankan bagiku. Bagaimana tidak, jika suamiku tidak mengantarkan diriku kekampus pagi ini.
Dia harus pergi kedaerah yang sedikit jauh dari kota, karna tuntutan pekerjaan selama 2 hari.
Sebenarnya hatiku sedikit ragu untuk membiarkan dia pergi. Seperti ada sesuatu yang salah aja difikiranku.
Tetapi aku membuah jauh-jauh fikiran negatif tentang Nathan, aku lebih memilih untuk percaya padanya....
Jika berbicara mengenai Sheila itu Stephanie, aku sudah memutuskan untuk jujur pada Nathan. Saat dia pulang nanti....
Aku mempercayakan semuanya kepada tuhan, tentang apapun keputusan yang akan dipilih oleh Nathan.
Aku akan menghargai keputusan diri nya, walaupun itu akan menyakitkan ku. Tapi aku yakin tuhan sudah merencanakan suatu hal baik dikehidupan ku.
Dan untuk Sheila/Stephanie aku tidak pernah membenci dirinya, terlebih aku sangat takjub melihat wanita sekuat dirinya.
Jika aku berada diposisi nya mungkin aku tidak akan sanggup menghadapi dunia yang tidak aku kenali. Tetapi dirinya tidak, dia mampu bangkit dan bertahan hingga menjadi wanita hebat seperti sekarang. Walaupun aku tahu didalam hati nya, pasti dia juga merasakan pedih akan rindu masa lalu yang tak bisa diingat nya.
.
.
.
Aku sedang duduk melamun dikafe biasa tempat aku bersama kedua sahabat ku berkumpul, tak lain adalah Mia dan Tara.
Namun saat ini Mia tak bisa menemaniku, dia harus menghadiri kelas. Sedangkan Tara tak tahu dimana?
Aku pun memutuskan untuk menghubungi Tara, dan memintanya untuk menemani diriku disini.
Setelah selesai menghubungi Tara, aku kembali berjalan menghampiri meja kasir. Aku memesan beberapa cemilan ringan untuk menemaniku menunggu kedatangan Tara.
.
.
.
Tak berselang lama sekitar 15 menit, aku melihat sosok yang sangat familiar masuk kedalam kafe itu. Lalu sosok itu melambai dan menghampiri diriku. Sosok itu tak lain adalah Tara.
Aku melambai balik kearah nya dan tak lupa tersenyum. Tara pun duduk disampingku, ditatap nya aku dengan tatapan sendu.
Aku bingung dan sedikit gugup ditatap oleh nya seperti ini.
" Hai.... " Sapa Tara.
" Eh hai.... " jawab ku.
" Kok wajah mu kaya ditekuk gitu ? lama yah nunggu aku datang ? " Ucap Tara sembari meminum jus milik ku.
" Ihhh apaan sih...ini kan punya ku, kamu pesan aja lagi sana... " ucap ku kesal, lalu aku merampas kembali jus milikku.
Tara hanya tersenyum melihat ku kesal sendiri. Dia pun berjalan kekasir untuk memesan minuman untuk nya lalu kembali ketempat duduk nya saat ini.
Tak lama kemudian pelayan membawa kan pesanan Tara.
Kami hanya diam sejenak, tak berkata atau membicarakan apapun. Semenjak aku mengetahui perasaan nya kepadaku seperti apa. Hubungan kami sedikit renggang, aku memilih sedikit menjauh darinya.
Aku tak mau memberikan dirinya sebuah harapan yang tak akan terkabul kan. Aku hanya menganggap dia sebagai sahabat dan tak bisa lebih, aku pun tak tahu mengapa.
Mengingat dia selalu ada disaat aku susah, dia juga selalu menjadi pundak tempat aku bersandar, dan perhatian lebih nya kepadaku seharusnya bisa membuat ku jatuh cinta padanya. Namun aku tak pernah merasakan sesuatu yang lebih kepadanya.
Maafkan aku Tar, aku yakin kamu akan mendapatkan yang lebih baik dari aku.....
" Rens....gimana kalau malam ini kita dinner? " tanya Tara tiba-tiba, pertanyaan nya membuat ku terkejut dan sontak menatap nya.
Aku menatap nya dengan tatapan terkejut. Aku tak tahu harus menjawab apa....
" Kenapa diam ? maksud aku tuh bukan hanya kita berdua tapi juga bersama Mia.... " Tara menatap ku dengan tatapan aneh.
Aku pun langsung merasa lega setelah mendengar perkataan nya lagi. Aku mengira jika Tara mengajak ku kencan, mengingat diriku sekarang adalah istri Nathan. Namun ternyata salah😅
" Jangan-jangan kamu kira aku ngajak kamu kencan yah hahaha " ucap Tara, sembari ia mendekat kan wajah nya kearah ku.
Wajahku yang kini merona merah seperti tidak bisa berbohong jika omongan nya itu benar. Saat ini aku sangat malu jadinya....
" Engga kok.....siapa bilang yeee " elak ku.
" ....males agh ngomong sama kamu " lanjut ku sembari memalingkan wajah.
" hmm yawdah ok ok, ngga usah ngambek!! " Tara memutar kembali tubuhku kearah nya.
Aku ragu untuk menjawab nya, tetapi tentu saja aku menolak ajakan nya. Karna aku sudah berjanji pada Nathan jika dia pergi aku harus tetap dirumah dan tidak berpergian kemana-mana selain kampus.
" Aku tidak bisa deh Tar, karna aku sudah janji pada Nathan tidak akan keluar rumah selain kampus.... " tolak ku.
" oh yasudah....its okay " ucap Tara, aku bisa melihat ke kecewaan dimatanya.
" Im sorry....tapi jika Nathan sudah pulang dari perjalanan nya, aku janji akan mengajak kalian berdua dinner bareng!! Im promise " ucap ku dengan mata merayu.
" Iya Renesmee....terserah apa katamj saja " jawab Tara, sembari ia mengacak-acak rambut ku.
" Ihh kamu itu memang ngeselin yah.... "
" Hahahaha ...."
" Hahahaha.... "
Sudah lama sekali rasanya kami tertawa seperti ini semenjak aku menikah dengan Nathan.
" Memang nya Nathan kemana? kamu ngga ikut ? " Tara bertanya mengenai Nathan, aku heran melihat tatapan nya yang berubah sedikit dingin.
" Ohh... Nathan sedang ada perjalanan bisnis!! dia bilang akan pulang 2hari lagi... " jelas ku.
" Benarkah? terus dia tidak mengajak mu? keterlaluan memang " Tara seolah sedang memprovokasi Nathan.
" bukan dia tidak mengajak ku, tapi aku yang menolak saat dia meminta ku ikut bersama nya "
" Terus kau percaya padanya ? "
" yah aku percaya lah " jawab ku sedikit ragu.
" ....emang nya kenapa sih Tar, kok km ngomong nya gini ? " Tanya ku yang heran melihat sikap Tara.
" Nothing....aku juga berharap dia tidak mengecewakan mu lagi " ucap Tara dengan tatapan dingin nya kearah lain.
" Kamu ini aneh yah, ngomong itu yang jelas "
" Aku ada kelas sebentar lagi, sebaiknya kamu cepat habiskan makanan mu!! aku pergi dulu "
" Loh Tar ....kok kamu pergi, kamu marah ? " ucap ku cemas.
" engga .....aku duluan yah " ucap Tara sembari melambai kearah ku sebelum leluar dari kafe.
" huh.....kenapa sih dia aneh banget "
Aku masih tak mengerti dengan ucapan Tara, kenapa Tara begitu emosi kepadaku? Aku juga merasa ada sesuatu yang ia sembunyikan padaku....
Dia seperti tau sekarang Nathan dimana dan akan berbuat sesuatu. Tapi aku ngga bisa begitu saja karna ucapan Tara, aku menjadi berfikiran negatif terhadap Nathan.
Aku memilih untuk mencintai Nathan, dan aku harus siap untuk percaya sepenuhnya padanya...
Aku menatap punggung tegap Tara yang berjalan menjauh dari kafe. Setelah kepergian Tara aku pun memutuskan untuk kembali juga kekampus.
Tak lupa aku untuk membayar tagihan dikasir sebelum aku keluar dari kafe. Setelah itu, aku berjalan lurus kedepan, fikiran ku masih sedikit tak tenang.
Saat aku menyeberang tiba-tiba saja seorang pengendara motor membunyikan klakson nya begitu nyaring.
Tit...tit...tit....Sshhhiiitttt.....
Motor itu mengerem dan berhenti tepat didepan ku, aku lun tersadar dari lamunanku. Hampir saja diriku tertabrak oleh sepeda motor itu....
" Woii....kalau cari mati jangan disini!! sana lompat disungai atau laut, dasar gila " Maki pengendara motor itu padaku. Aku hanya diam tak menjawab cacian dari pengendara itu....
Aku benar-benar terkejut, dada ku sampai berdetak dengan kuat nya. Kaki ku serasa beku tak bisa bergerak.
Seorang wanita paruh baya pun menghampiri dan menuntun ku kembali ketrotoar.
Keringat dingin kini membasahi seluruh tangan, kaki, dan tubuhku. Wanita itu lalu memberikan sebotol air mineral untuk ku minum.
Setelah meminum nya aku pun sedikit merasa agak legah dan tenang. Saat melihat ku sudah tenang wanita itu pun pergi meninggalkan ku sendiri disana.
Beberapa kali aku mengerjapkan kedua mataku, cahaya matahari seolah membuat pandangan ku kabur.
Aku pun memutus kan untuk menelpon Kevin. Seperti nya saat ini aku tidak bisa melanjutkan kelas.
" Ya tuhan.....terima kasih kau sudah menyelamat kan ku " Bathin Rens.
Tak berselang lama Kevin pun datang menjemput ku. Dia terlihat sedikit khawatir saat aku bercerita tentang kejadian miris tadi.
Bagaimana dia tidak khawatir, jika sampai terjadi sesuatu padaku pasti dirinya lah yang pertama kali dimarahi oleh Nathan.
Bersambung ~