
Sebulan kemudian.....
Nathan berhasil mengumpulkan bukti-bukti yang kuat, dan berhasil memenjarakan Sam beserta istrinya. Sangat disayang kan bukti tentang keterlibatan Jimmy atas kasus itu, tidak ada sama sekali yang berhasil didapat kan nya...
Alhasil Jimmy masih bisa berkeliaran diluar sana, meskipun orang tua nya kini berada didalam penjara.
Terakhir kalinya pasangan suami istri itu bertemu dengan Rens, mereka bersujud menciumi kakinya untuk memohon pengampunan. Tapi kebencian dan kekecewaan sudah begitu besar dirasakan nya...
Anak yatim piatu yang orang tua nya sengaja dicelaka kan itu, tak mau mendengar satu kata pun dari kedua manusia biadap itu. Dia meminta kepada hakim untuk menghukum mereka berdua seumur hidup dipenjara...
Sedangkan untuk Jimmy. Rens masih bisa memaafkan mengingat dia sudah menganggap Jimmy sebagai kakak nya sendiri. Jadi dia membiarkan saja, dan tidak menindak lanjuti kebenaran akan Jimmy....
Mau tidak mau Nathan harus mengikuti keputusan istrinya itu. Walaupun hatinya masih tidak tenang, bagaimana jika Jimmy mencoba untuk menyakiti Rens. Itulah ketakutan terbesar nya sekarang....
Dia hanya bisa memberi penjagaan ketat pada Rens secara diam-diam dibelakang nya. Dia juga tak mau jika Rens merasa tidak nyaman jika tahu dirinya diikuti oleh penjaga-penjaga yang dibayar Nathan.
***
Hubungan Kevin dan Mia semakin berkembang dan romantis dengan bertambah nya hari. Kini Mia tidak lagi bekerja paruh waktu dan Kevin meminta Mia untuk tinggal diapartemen yang dia beli....
Meskipun awalnya menolak, tetapi akhirnya Mia setuju. Bagaimana tidak jika Kevin terus-menerus rewel kepadanya. Dan mencoba membujuknya dengan hal-hal romantis sepanjang waktu...
.
.
.
Siang ini Mia berada diapartemen sendirian, karna tidak mungkin siang hari Kevin berkunjung kesana. Mengingat dia harus bekerja dan pulang sore...
Mia sedang duduk dibalkon kamarnya, sembari ia mengerjakan tugas kuliah nya. Dihirup nya dengan panjang udara siang hari yang tidak begitu terik saat itu...
Meskipun tidak sama dengan apartemen mewah milik Nathan, tetapi Apartemen Kevin yang saat ini ditempati nya juga tidak kalah mewah. Baginya sudah terasa begitu nyaman dari rumah kontrakan nya....
" Aku sangat bersyukur dicintai lelaki hebat seperti mu bee... "
" ....kita akan terus bersama selamanya kan, Honeybee ku yang tampan "
Mia berbicara sendiri sembari menatap layar ponsel depan nya. Sesekali ia mengelus-elus layar tersebut, yang nampak foto mereka berdua sedang berpelukan. Sengaja dipasang nya menjadi wallpaper depan nya, agar dia terus mengingat kekasih nya itu...
Tidak lama setelah itu, tiba-tiba saja Mia dikejutkan dengan suara bell pintu apartemen nya. Siang-siang begini siapa yang berkunjung? Sedangkan Kevin kan bekerja? Rens sedang dikampus....
Jadi siapa?
Mia mengerinyitkan dahinya, langsung saja dia beranjak dan hendak menghampiri nya. Belum saja dia sampai di depan pintu, bell kembali berbunyi beberapa kali. Seperti tidak sabaran...
" Apaan sih tuh orang....ngga saber banget " gerutu Mia.
Cklek....
Mia membuka kan pintu...
" Siapa.... "
Mia terbengong dan alisnya menjungkit satu. Merasa heran karna saat dia membuka pintu. Tidak ada sosok seorang pun disana.
" Mungkin hanya orang iseng aja kali yah....sudahlah "
Mia kembali hendak menutup pintu, namun tangan nya terhenti seketika. Pandangan nya tertuju pada sebuah kotak yang berada didepan sana...
Kotak apa itu?
Mia kembali menoleh kekanan kekiri nya, melihat tanda-tanda seseorang. Tetapi tetap tidak ada siapa pun dilorong lantai itu.
Karna merasa penasaran dia pun membawa kotak tersebut masuk kedalam unit. Tak lupa dia krmbali mengunci pintu, takutnya ada orang yang ingin macam-macam padanya..
Mia meletak kan kotak tersebut dimeja makan. Sebelum diletakan nya, Mia sempat mengguncang-guncang dan mendengarkan isi dalam kotak tersebut.
Setelah itu dia mengambil sebuah pisau yang ada disana. Lalu dia mulai merobek satu persatu perekat yang menyelimuti kotak tersebut.
" Apa ini? Berkas? Dari siapa? "
Dahinya mengerinyit kembali sembari beberapa pertanyaan keluar dari mulut nya. Dikeluarkan nya dua map yang berada didalam kotak itu.
Tak menunggu lama, karna sudah terlalu penasaran. Dia pun membuka map pertama. Ada beberapa kertas laporan dan sebuah foto yang sedikit usang.
Ditatap nya foto tersebut, foto dua orang anak laki-laki yang sedang bermain ditaman. Satu nya kisaran 4 tahun dan satu nya lagi sekitar 9 tahunan.
Mia mencoba mengingat-ingat kembali, dimana ia pernah melihat anak lelaki itu...
" Entahlah... "
Mia pun kembali membuka map yang satunya lagi. Tetapi kali ini betapa terkejutnya dirinya saat mengeluarkan selembar kertas.
Kertas tersebut bertuliskan hasil cek pencocokan DNA seseorang. Tetapi bukan itu yang membuat dia terkejut, melainkan nama seseorang yang dia kenal tertulis jelas dikertas itu.
" Kevin? Tara? "
Hanya dua kalimat itu yang keluar dari mulutnya. Dua nama itu juga yang tertulis dikertas tersebut. Membuatnya terheran-heran....
Perasaan nya mungkin kalut dan tidak karuan. Dia mencoba menenangkan diri dengan menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan...
Kembali ia membuka map tadi, ternyata ada dua buah foto pria didalam nya. Tangan nya bergetar dan berkeringat dingin. Matanya berkaca-kaca terasa panas.
" Apa ini? Kevin dan Tara? Kakak adik? Bagaimana bisa? Siapa yang mengirimnya? " ucap Mia terheran-heran dengan tatapan tak percaya.
Dua foto pria itu, yah tak lain adalah Kevin dan Tara. Begitu banyak pertanyaan demi pertanyaan bersarang didalam benak nya.
Kembali ia mengecek berkas-berkas tersebut dan foto-foto tadi beberapa kali. Sampai dia akhirnya yakin ini nyata bukan lah main-main.....
Dia juga sempat teringat saat, dia makan malam bersama dengan Kevin. Saat itu Kevin sempat mengatakan dia tidak bisa makan kacang, sama dengan Tara yang tak suka terhadap kacang. Hanya saja waktu itu dia tak sampai berpikir terlalu jauh, mungkin hanya kebetulan saja. Itulah yang ada dipikiran nya saat itu.....
" Benar...ini foto yang jelas terpajang diruang tamu rumah Tara "
" ....dia juga pernah bercerita jika dia memiliki kakak yang telah lama menghilang "
" ....tapi bagaimana bisa? Kevin? Apa ini sebuah takdir? "
Mia benar-benar tak percaya, pantas dikedua nya ada beberapa kemiripan.
Apa yang harus dia lakukan sekarang? Apakah dia harus memberi tahu Kevin? Apa beritahu Tara terlebih dulu? Atau hanya diam menunggu waktu yang tepat...
Akhhh.....
Mia mengacak-acak rambutnya karna putus asa, bingung harus seperti apa.
" Aku harus memberi tahu bee yang sebenarnya, dia berhak tahu atas keluarga nya "
" ....kasihan dia, dia merasa jika orang tuanya telah menelantarkan nya!! Tetapi kenyataan nya tidak seperti itu "
" ...terlebih Tara dan keluarga nya juga sangat berharap jika Derren kakak Tara kembali "
Mia pun sudah memutuskan pikihan apa yang harus dia lakukan. Dia akan memberitahukan Kevin saat dia pulang kerja nanti.
" Ponsel ku? Dimana ponselku? " Mia menoleh kesana kemari mencari keberadaan ponselnya.
" ....oh ini dia "
Ponselnya tergeletak dibawah tumpukan berkas tadi.
Langsung saja ia menelpon Kevin dan berpesan agar datang keapartemen saat pulang kerja. Karna biasa Kevin pulang kerumah utama untuk membersihkan diri dari seharian bekerja, baru mengunjungi Mia diapartemen.
Jadi siang itu hingga sore hari Mia hanya melototi berkas-berkas tadi, dan menyusun beberapa kata untuk memberitahu Kevin nanti nya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Lanjut malam yah readers🙏🤗