Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART 40


Tiba-tiba saja.........


"Auwwhh......Sakit sekali" Rens mengerang kesakitan Sembari memegangi perutnya.


"Perutku sangat sakit......Aghh sakit sekali" erangnya lagi.


Keringat mulai bercucuran dikeningnya, bibir nya memucat, pandangannya pun mulai kabur hingga akhirnya dia pingsan tidak sadarkan diri......


Nathan berjalan memasuki lift membawa beberapa paperbag berisi makanan. Ditempelkan nya Card Acses unitnya, lalu lift pun mulai menutup dan bergerak naik.


Sesampai diunitnya, Nathan melangkah keluar dari lift. Dia berjalan lurus kearah ruang santai. Sesekali pandangannya berputar menyapu sekeliling mencari-cari keberadaan Rens yang tak terlihat.


Saat dirinya sampai diruang santai, betapa terkejutnya Nathan melihat Rens yang terbaring dibawah lantai dekat meja. Dia pun menaruh paperbag yang dibawanya. Dirinya menjadi semakin panik, saat tidak ada reaksi Rens waktu dia menggerak-gerak kan tubuhnya.


"Rens....Rens sadar...Renesmee?" Nathan panik memanggil manggil nama Rens, namun tak ada jawaban dari Rens.


Nathan pun menggendong tubuh mungil Rens keatas sofa. Direbahkannya dengan perlahan. Setelah itu dia mulai merogoh saku kirinya untuk mengambil ponsel miliknya, lalu ditekannya contac milik Kevin.


Tut....tut.....tut....


"Kevin.....cepat kau keapartment ku sekarang, dan jangan lupa bawa Dokter Bryan kesini" ucap Nathan panik.


"Baik tuan....tapi siapa yang sakit? Apa kau sedang sakit tuan?" tanya Kevin yang juga mulai panik, dirinya sangat cemas ia sangka Nathan lah yang sakit.


"Tidak usah banyak tanya......cepat lakukan perintahku" Bentak Nathan pada Kevin.


Kevin pun sontak menjauhkan ponsel dari telinganya saat Nathan berteriak. "Baik tuan saya akan segera kesana" ucap Kevin.


Tut.....


Nathan memutuskan panggilannya.


Tak lama setelah dia selesai berbicara pada Kevin ditelpon, 15menit kemudian pun Kevin telah sampai diapartment milik Nathan tidak lupa juga dirinya membawa Dokter Bryan. Mereka pun menghampiri Nathan dan juga Rens diruang santai. Nampak Nathan sedang mondar mandir kekiri kekanan berulang-ulang, dirinya terlihat sangat panik.


"Sebenarnya apa yang membuatnya pingsan.......wajahnya juga terlihat pucat......" gumam Nathan.


"Tuan.....ini dia Dokter Bryan, apa yang terjadi " ucao Kevin yang melihat Nathan yang sedang mondar mandir kala itu.


Suara Kevin pun membuyarkan lamunan Nathan, dia pun menoleh kearah suara itu. "Kevin.......Dokter Bryan selamat datang!! Tolong cek mengapa dia bisa pingsan" ucap Nathan sembari menjabat tangan Dokter Bryan lalu menunjuk Rens yang terbaring lemah tidak sadarkan diri.


"Nona Rens.....Tuan apa yang terjadi padanya?" ucap Kevin yang terkejut melihat keadaan Rens yang lemah.


"hmm....kalau aku tau, untuk apa aku menyuruhmu datang bersama Dokter Bryan...huh" Nathan menghela nafas pelan, kesal dengan pertanyaan dari Kevin.


Dokter pun langsung memeriksa tubuh Rens, apa ada yang salah dengan nya hingga dirinya pingsan seperti itu. Setelah beberapa pemeriksaan dan penanganan, kemudian Dokter Bryan memasangkan Infus ketangan kanan Rens lalu mengatur derasnya tetesan air infus itu.


"Tuan Nathan.... Sepertinya istri anda mengalami keracunan makanan, tubuhnya tidak kuat menahan keram perut saat keracunan itu yang membuatnya pingsan" ucap Dokter Bryan menjelaskan.


Nathan dan juga Kevin terkejut mendengar penjelasan dari Dokter Bryan, yang menyatakan Rens keracunan makanan. Sontak keduanya pun memandang kearah meja yang berserakan bungkusan roti dan juga susu kotak instan. Mereka saling memandang, lalu dengan cepat Nathan mengambil salah satu bungkus roti itu, dan mengecek tanggal kadaluarsa nya. Ternyata benar, roti dan susu tersebut sudah kadaluarsa alias tidak layak dikomsumsi lagi.


"Kevin....bagaimana bisa kamu tidak membuang makanan yang sudah kadaluarsa dari lemari es ku.....Aghhh" bentak Nathan pada Kevin, sembari dia menyapu rambutnya kebelakang menggunakan jemarinya dengan kasar.


Mendengar teriakan Nathan membuat Rens tersadar, perlaha. Ia membuka kedua matanya. Kepalanya sangat pusing bahkan tubuhnya lemas susah untuk bergerak.


"Tu-tuan......ini bukan kesalahan Kevin,tapi ini adalah salah ku!! Aku yang tidak mengecek terlebih dahulu sebelum memakannya" ucap Rens lirih, suara nya yang masih terdengar lemah.