
Cklek.
Reghata masuk kedalam ruangan. Ia melihat sang suami nampak terkejut dengan kedatangan nya. Ia langsung melepaskan pelukan nya pada Araa seketika. Mungkin karena takut Reghata akan salah paham nantinya.
"Re? Ini tidak seperti yang kau lihat" Gavin berkata dengan terbata-bata.
"Benar yang dikatakan Gavin, ini tidak seperti apa yang kamu lihat Re....aku yang meminta nya untuk--" Araa mencoba untuk meyakinkan Reghata. Tapi perkataan nya terhenti ketika Reghata langsung memeluk nya.
"Aku tahu, Aku sudah mendengar percakapan kalian dari luar...." ucapnya seraya melepaskan pelukan nya.
"Aku minta maaf atas sikap kekanakan ku selama ini, aku akan kembali ke Seoul malam ini juga.....aku harap kalian berdua bisa langgeng selamanya" ucap Araa.
"...Kalau begitu aku pergi, lanjutkan aktivitas kalian" lanjutnya tersenyum sembari melangkah keluar dari ruangan itu.
***
Sepeninggal Araa. Reghata nampak canggung menghadapi Gavin. Begitu pun dengan sebaliknya. Kembali teringat dibenak Reghata mengenai ciuman mereka semalam.
"Kau--" ucap keduanya bersamaan.
Reghata terdiam dan langsung memalingkan wajah nya. "Kau duluan...." ucap nya.
"Kau saja duluan...." balas Gavin membuat Reghata menatap kearah nya.
"Baiklah, apa kau mau sarapan sesuatu?" tanya Reghata gugup.
"Hmm....bukan kah ini terlalu siang untuk namanya sarapan?" ucap Gavin, kemudian ia tertawa.
"Hah? Oh iya maksudku makan siang" Reghata tersenyum dengan kikuk.
"Boleh juga, tapi bisakah kau mengambilkan ponselku di dalam jas...." ucap Gavin, sembari menunjuk jas nya yang tergeletak diatas sofa.
"Ini apa?" tanya Reghata sembari mengeluarkan secarik kertas dari dalam saku Gavin. Sorot mata Reghata menyipit seperti sedang menyelidiki.
"Kertas" jawab Gavin sekenanya. Membuat Reghata mendengus kesal. Ia pun berjalan menghampiri suaminya itu. Lalu memberikan ponsel ke tangan Gavin yang menjulur meraih ponsel tersebut.
"Aku tahu ini kertas, tapi ini sebuah nota tanda terima pembelian Syal ? Kau membeli sebuah Syal dengan harga mahal sekali, buat apa? Dan dimana Syal itu?" Reghata melemparkan pertanyaan bertubi-tubi kepada pria yang tengah duduk diatas ranjang dan menatap nya sambil tersenyum.
"Sebentar lagi musim dingin kau tau itu? Dan apa salah nya jika aku membeli sebuah Syal? Apa ada yang aneh?" ucap Gavin.
Pria itu kemudian mengalihkan pandangan nya ke ponsel seperti sedang mengetik sesuatu. Lagi-lagi Reghata mendengus kesal. Menarik nafas panjang lalu membuangnya dengan kasar.
Tok tok tok.
Keduanya bersamaan menoleh kearah sumber suara. Masuklah seorang perawat yang membawa nampan berisi makanan ditangan nya.
"Tuan silahkan ini makan siang anda yang sudah disarankan oleh Dokter....." ucap perawat itu, seraya berjalan mendekati nakas samping ranjang Gavin.
"Baiklah taruh saja disitu, nanti saya akan memakan nya! Terima kasih...." ucap Gavin yang pandangan nya masih tertuju di layar ponsel.
Perawat itu pun segera keluar dari ruangan tersebut. Tak lupa dia menutup kembali pintu nya.
Reghata menatap sinis Gavin yang tengah bermain ponsel. Dengan gerakan cepat ia merampas ponsel tersebut kemudian memasukan nya ke dalam sakunya.
"Kembalikan ponsel ku Re, aku harus mengecek pekerjaan ku" ucap Gavin.
"Tidak mau, hari ini kau perlu istirahat Vin! Biarkan Rey yang menangani semua pekerjaan...." ucap Reghata sungguh-sungguh. Dia tidak ingin Gavin memikirkan masalah pekerjaan hari ini. Cukup istirahat saja.
Note : Jangan lupa like😉