
"Jika kau tidak mau meminum nya, yasudah!! Buat sendiri sana jus buah yang mau kamu minum....Aku ini suamimu, bukan asisten mu" ucap Gavin dengan percaya dirinya.
Reghata berdecak kesal. Wajah nya memerah menahan amarah. Mau tidak mau Reghata pun meminum susu yang sudah di siapkan oleh Gavin itu. "Sudah....Puas...." cetus nya menatap sinis Gavin.
Gavin tersenyum tipis. Tangan nya menjulur mengusap bekas susu yang tertinggal di ujung bibir Reghata. Membuat Reghata terdiam. Jantung Reghata berdetak dengan sangat keras. Mungkin Gavin bisa mendengar detakan jantung wanita cantik di hadapan nya itu.
Mata kedua nya bertemu, mereka saling menatap lama. Melamunkan sesuatu masing-masing didalam pikiran mereka. Sampai akhirnya tersadar ketika Rey berdehem. Pagi-pagi sudah mendapat pemandangan romantis kaya gini membuat jiwa Rey meronta-ronta. Cemburu sekali rasanya. Bahkan sempat terlintas dipikiran nya, jika saja dia memiliki kekasih yang nyata. Mengingat tidak ada wanita yang serius di dekatnya. Mereka semua hanya menjadi teman kencannya semalam.
Gavin dan Reghata menjadi panik dan gugup. Keduanya jadi salah tingkah sendiri. "Rey, cepat kau siapkan mobil...." titah Gavin kepada Rey.
"Siap Bos...." dengan sigap Rey menjawab. Ia pun segera pergi dari sana.
Sepeninggal Rey.
Gavin dan Reghata masih sama-sama diam.
"Ayo..." ajak Gavin seraya berdiri.
"Kemana?" tanya Reghata menatap Gavin tidak mengerti.
"Pagi ini aku akan mengantarmu ke kantor...." jawab Gavin menjulurkan tangan nya.
"Tidak perlu, aku bisa berangkat bersama Shina...." Reghata menolak.
"Jadilah istri yang penurut Re...." ucap Gavin dengan tegas. "Jangan terus-terusan membantah ucapan ku..."
Reghata tertegun, ada perasaan takut di dalam dirinya. Ketika Gavin sudah berucap dengan tegas seperti itu. Ia pun meraih tangan Gavin.
"Begitu dong, baru istri yang baik..." ucap Gavin tersenyum cerah. Secerah mentari pagi ini yang menerangi setiap sudut kota Beijing.
"Terserahlah...." ucap Reghata sembari memutar bola matanya malas.
Mereka berdua pun turun ke lobby. Sambil bergandengan layak nya sepasang suami istri yang romantis. Senyuman di wajah keduanya, tidak menampakan rasa canggung.
Sesampainya di lobby, ternyata Rey telah siap menunggu di mobil. Tak menunggu lama, Gavin dan Reghata masuk ke dalam mobil.
Lima belas menit kemudian sampailah mereka di lobby kantor Reghata. Ketika Reghata hendak keluar tangan nya di tahan oleh Gavin.
"Apa lagi?" tanya Reghata menyipitkan matanya menatap Gavin.
Gavin menunjuk pipi kanan nya. Reghata menaikan alis nya sebelah. Tak percaya dengan apa yang di maksud oleh Gavin. Dengan raut wajah datar tak berdosa nya.
"Jika kau tidak mau, hari ini kau tidak boleh bekerja...." ucap Gavin.
"....ini hukuman karena kau tadi sempat membantah ucapanku" lanjut Gavin.
"Yasudah, ayo Rey kita pergi" ucap Gavin lagi.
Reghata menatap tajam Gavin, dan melirik Rey dari kaca sepion tengah. Rey pun sadar dan tahu diri. Lelaki itu langsung menunduk pura-pura menyibukkan diri.
Cups.
Kecupan hangat dan lembut mendarat di pipi Gavin. Meskipun kesan nya terpaksa. Tapi berhasil membuat Reghata tersipu malu. Sedangkan Gavin malah tersenyum puas.
"Baiklah, kau boleh turun...." Gavin melepaskan tangan Reghata. Wanita itu turun dari mobil dengan grasah-grusuh karena kesal. Ia juga menutup pintu mobil dengan hempasan keras.
"Selamat bekerja istriku, sepulang kerja aku akan menjemput mu kembali...." ucap Gavin tersenyum lebar sambil melambaikan tangan kepada Reghata.
"Heh...." Reghata mendengus kesal, sambil berjalan dengan anggun menjauh dari mobil Gavin.
Pria itu selalu saja suka mengerjai dirinya. Tapi yang mengherankan kenapa Reghata ngikut saja? Semua yang dikatakan dan diperintahkan oleh Gavin.
"Nona, Silahkan masuk...." Shina berjalan menghampiri Reghata yang sudah berada di ambang pintu masuk.
"Periksa jadwalku hari ini? Apa tidak ada pertemuan penting malam ini?" ucap Reghata.
"Tidak ada Nona...." sahut Shina kebingungan.
"Kalau begitu, carikan aku pekerjaan yang membuatku lembur malam ini...."
"Hah? Baik Nona akan saya carikan"
Lagi-lagi Shina dibuat bingung oleh ucapan Reghata. Kenapa Nona nya itu bersikeras untuk lembur. Sangat aneh pikirnya. Ia pun menyusul Reghata yang berjalan masuk menuju pintu lift.
Aku harus menghindarinya malam ini, kenapa dia jadi seposesiv ini sih?
Akhh, Reghata carilah alasan untuk menghindarinya....
Pasti malam ini dia akan mengerjai mu lagi, ingin sekali rasanya aku menjambak rambut nya....
Gavin Louis, kenapa kau selalu membuatku tidak bisa berbuat apa-apa? Dan menuruti semua kemauan mu?
Sebenarnya aku ini kenapa sih? Apa aku sudah benar-benar jatuh cinta padamu?
TBC.
Note : Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar☺️☺️
Vote dan beri hadiah Author supaya Author nya semangat untuk up💪🏻💪🏻