Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART 37


Mereka pun kembali menyantap sarapan


Tap....tap.....tap


Kevin menghampiri mereka bertiga dimeja makan. Lalu duduk dihadapan Nathan dan juga Rens. Nathan menatap tajam kearah Kevin. Seakan-akan tatapan itu terasa menembus jantung kevin. Namun itu salah....Kevin hanya santai menghadapi Nathan. Sedangkan Rens terkejut melihat Kevin seorang sekertaris Nathan tinggal dirumah utama itu, bahkan duduk sarapan bareng dengan mereka.


"Apa sebenarnya hubungan mereka, mengapa Kevin bisa tinggal disini" Bathin Rens.


.


.


.


.


Kali ini para pelayan tidak menyiapkan sarapan Kevin, karna belum sempat mereka melakukannya Barbara sudah langsung menyiapkan sendiri sarapan untuk Kevin. Menambah rasa penasaran dihati Rens, melihat Barbara yang terlihat menyayangi Kevin seperti pada Nathan.


Dari dulu sampai sekarang tetaplah sama, Barbara tidak pernah membeda-bedakan kasih sayangnya untuk Nathan maupun Kevin. Dia sudah menanggap Kevin sebagai putranga sendiri, dengan ikhlas dia memberikan kasih sayang seorang ibu untuk anak yatim piatu itu. Bahkan terkadang Barbara terlihat lebih menyayangi Kevin, Namun semua itu tidak membuat Nathan cemburu atau marah kepada Kevin. Dia tidak pernah mempermasalahkan bagaimana sikap sang ibu yang menyayangi Kevin, dia malah senang seperti memiliki saudara laki-laki.


"Jam berapa kau pulang semalam?" tanya Nathan dengan tatapan tajamnya.


"Sekitar jam setengah dua pagi....." jawabnya santai, sembari menyantap sarapannya.


"hmm.....pantas saja kau baru bangun" ucap Nathan sembari meneguk susu hangatnya.


"Memangnya dari mana saja dirimu Nak? Bukan kah ada Alex yang telah mengambil alih untuk membersihkan sisa pesta?" tanya Barbara bingung.


"hmm....Kevin semalam mengantarkan Sahabat nona Rens pulang kerumahnya, bahaya jika wanita berjalan sendirian saat tengah malam" ucap Kevin sembari menyantap makanan nya.


"hmm....yah" ucap Kevin singkat, sedangkan Nathan hanya tersenyum kecil. Sepertinya dia bisa mengerti apa yang dirasakan Kevin.


"Yasudah lah, ayo lanjutkan sarapannya" ucap Barbara lagi.


Mereka pun kembali menyantao sarapan masing-masing. Setelah selesai sarapan Barbara mengajak Nathan dan juga Renesmee mengobrol disofa depan tv diruang keluarga. Sedangkan Kevin pamit untuk pergi kekantor, karna Nathan masih cuti menikah terpaksa Kevin lah yang mengatur semua urusan kantor.


Nathan duduk dengan santai bersandar disofa dengan Satu kaki ditumpu dikaki satunya. Sedangkan Barbara sengaja menabrak Rens yang sedang berjalan melewati Nathan, Rens pun terjatuh menimpa tubuh Nathan. Keduanya saling menatap diam, jantung Nathan berdetak dengan cepat begitu pun juga Rens. Wajahnya memerah seketika, saat keduanya kembali tersadar dengan cepat Rens bangun dari jatuhnya dan duduk tersipu malu disebelah Nathan. Sedangkan Nathan langsung memalingkan wajahnya kearah lain. Barbara yang melihat tingkah malu-malu sepasang pengantin baru itu hanya tersenyum kecil lalu ikut duduk disofa sebelah Rens.


"Apa-apaan tadi itu, apa dia tidak bisa melihat dengan jelas hingga tersandung seperti itu!! Ngga lama bisa mati jantungan aku dibuatnya" Gumam Nathan.


"Ya tuhan ......ini pasti Mamih sengaja menyenggol ku! Nathan pasti marah" bathin Rens.


"Nat.....Nathan" panggil Barbara, yang membuyarkan lamunan keduanya. Mereka pun sama-sama menoleh kearah Barbara. Barbara pun tak bisa menahan tawanya.....


"Hahaha....kalian ini kenapa harus malu-malu sih!! Kalian sudah menikah, Mamih berharap kalian cepat memberi Mamih cucu yang cantik/tampan" ucap Barbara yang blak-blakan membicarakan hal sensitif pada Nathan dan Rens.


Sadar akan perkataan Barbara Rens pun menunduk malu, sedangkan Nathan menatap Barbara dengan alis yang dinaikkan satu.


"Apaan sih Mih.....Nathan belum memikirkan sejauh itu" ucap Nathan yang kembali mengalihkan pandangannya.


"Maksudmu apa Nathan.....Mamih tidak mau tahu pokoknya kalian harus secepatnya memberi mamih cucu" Ucap Barbara sedikit marah mendengar ucapan Nathan tadi.


"Terserah mamih saja...."


Nathan memilih mengalah dari pada berdebat dengan Barbara yang tidak ada habisnya itu. Sedangkan Rens hanya diam menyimak percakapan tentang cepat-cepat memiliki seorang anak, dirinya pun sama seperti Nathan. Dia belum memikirkan hal sejauh itu.