Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART 32


Saat sudah berada tepat didekat ranjang, Nathan pun merebahkan kembali tubuhnya diatas ranjang. Matanya sangat mengantuk malam itu, dengan gampangnya dirinya langsung terlelap tertidur.


Jika biasanya dirinya membutuhkan segelas wine untuk membantu dirinya terlelap, namun malam ini dirinya tertidur begitu saja setelah pertengkaran kecilnya dengan Rens.


****


Tidak lama setelah Nathan terlelap, Rens pun keluar dari dalam kamar mandi. Dia melangkah keluar dengan perlahan, matanya berputar memandang sekeliling mencari keberadaan Nathan. Dia ragu-ragu dan sedikit takut untuk berhadapan dengan Nathan. Terlepas setelah menikah biasanya sepasang pengantin pasti melakukan malam pertama.


"Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus aku katakan? Apa aku harus berpura-pura mengantuk dan tertidur? Aku sama sekali belum siap untuk ini? Apa lagi dengan seorang Nathan yang gila itu" Bathin Renesmee.


Dia sangat bingung menghadapi Nathan, jantungnya berdegup kencang karna gugup. Memikirkan nya saja membuat dirinya merinding, apa lagi melakukan hal itu.


Namun semua perasaan gugup dan tidak tenang itu pun seketika hilang, saat dirinya mendapati Nathan sudah tertidur dengan lelap diatas ranjang.


Dia pun berjalan mendekat kearah ranjang. Setelah sampai didekat ranjang, Rens pun mulai merebahkan tubuhnya.


Dia berbaring menghadap kearah pinggir ranjang, membelakangi Nathan begitu pun Nathan yang tertidur membelakangin Renesmee.


Dia menatap lurus kedepan, perlahan pandangannya mulai kabur. Rens pun terlelap dengan nyaman, karna fikirannya menjadi tenang setelah mengetahui Nathan tertidur dan tak ada yang namanya kegiatan melelahkan malam ini.


****


"Aghhh....tau gini aku tadi langsung pulang aja sebelum para tamu undangan pulang, kalau ginikan akunya juga yang jadi repot....huh" ucap Mia menggerutu.


Dia pun mulai berjalan perlahan menyusuri jalan itu, mungkin aja kesananya akan ada taksi atau mobil yang bisa ditumpangi.


Setengah jam sudah berlalu setelah Mia memutuskan untuk menyusuri jalan tersebut dengan jalan kaki.


Setelah memastikan Alex datang dan mengambil alih untuk memimpin para anggotanya untuk mulai membersihkan tempat acara itu. Kevin pun bergegas keluar dari tempat itu dan berjalan kearah parkiran tempat mobilnya diparkir.


"Aku serahkan semuanya padamu Lex, aku capek banget ini" perintah Kevin pada Alex.


"Ok....tenang aja bro, pulang sana dan istirahat" jawab Alex santai.


Jabatan Alex memang dibawah Kevin, namun Kevin tidak pernah menganggap Alex sebagai bawahannya. Terlebih Kevin sudah menganggap Alex seperti saudara juga baginya tetapi beda seperti kepada Nathan, jadi tidak ada formalitas antar mereka jika tidak ada Nathan. Namun jika ada Nathan, mereka berdua harus berakting profesional kerja antara atasan dan bawahan. Bukan karna Nathan yang mengharuskan seperti itu, tetapi itu karna mau mereka sendiri. Mengingat mereka menghormati Nathan sebagai Boss mereka.


Sesampainya didalam mobil Kevin berdiam sejenak. Terlintas dikepala Kevin sosok wanita yang sangat menyebalkan baginya. Satu-satunya wanita yang pernah masuk difikirannya.


Sangat aneh bahkan wanita itu jauh berbeda dari wanita-wanita cantik dan sexy yang pernah mendekati dirinya. Karna walaupun banyak sekali wanita yang mendekati kevin, tetapi Kevin tidak pernah tertarik sekalipun kepada mereka semua.