Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART 35


*****


Setelah mandi Rens memakai handuk yang tadi malam sengaja ia letakan didalam kamar mandi, agar tidak susah mengambilnya. Dia berjalan kearah laci yang dimaksud oleh Nathan, dan mengambil salep tersebut. Rens menatap dirinya dicermin lalu ia membuka tutup salep tersebut kemudian dikeluarkan nya sebanyak ujung jari telunjuknya saja. Diolesnya perlahan dikelopak mata bawahnya.


"hmm.....dia menyimpan salep seperti ini untuk apa? Memangnya dia sering menangis?" gumam Rens seraya terus mengoles salep tersebut.


Setelah selesai, Rens pun bergegas berjalan keluar dari kamar mandi perlahan. Saat dirinya membuka pintu, dia kembali menengok sana-sini untuk memastikan sesuatu.


"Dimana baju yang harus kupakai yah? Pakaian dalam ku pun tidak ada disini? Coba aku cari didalam lemarinya, mungkin saja ada" ucapnya pelan.


Dia berjalan perlahan kearah lemari, dia tidak inginvNathan melihatnya setengah bugil seperti itu. Saat itu Nathan sedang berdiri menikmati udara pagi dibalkon kamar miliknya. Kesempatan untuk Rens selagi Nathan tidak berada dikamar. Karna akan sangat malu, fikirnya.


Dia membuka perlahan lemari tersebut. Benar sekali, baju dan pakaian dalam pun juga sudah disiapkan didalam lemari tersebut. Saat dia hendak mengambil baju tersebut tiba-tiba....


"Apa yang kau lakukan?" tanya Nathan, yang kini berdiri tepat dibelakang Rens.


Rens terkejut saat mendengar suara Nathan. Dirinya menjadi gugup dan sedikit panik. Dia pun dengan cepat membalikan tubuhnya sehingga menabrak Nathan yang berada dibelakang. Kaki Rens tergelincir saat menginjak beberapa tetesan air yang ada dilantai dari tubuhnya itu.


Nathan pun dengan sigap menangkap tubuh mungil Rens sebelum terjatuh kelantai. Dia menarik tubuh Rens hingga mendekap dipelukan nya.


Rens pun sontak mendorong tubuh Nathan menjauh darinya. Dia sangat malu saat ini, karna dirinya tidak mengenakan apapun hanya handuk saja.


"Cepat berbalik...."


"dasar kau itu tidak punya sopan santun yah! Sudah ditolongin juga" Nathan pun berbalik.


"Apa yang kau lakukan? Didalam lemariku?" tanya Nathan.


"terus kenapa kau menyuruhku berbalik?"


"Aku tidak ingin kau melihat tubuhku" ucap Rens pelan.


"Apa? Ngga salah dengar? Hahaha" tawa Nathan menggema diseluruh sudut kamarnya.


"kenapa kau tertawa?"


"Yah jelas lah aku tertawa" Nathan membalikan tubuhnya menatap kearah Rens, sedangkan Rens hanya memasang wajah bingung.


Namun jantung keduanya sama sekali tidak bisa dimengerti. Saat saling menatap jantung mereka berdua berdegup dengan sangat kencang.


"Te-tenang saja, aku tidak tertarik dengan tubuhmu itu" ucap Nathan seraya melangkah kearah kamar mandi.


Rens yang mendengar ucapan Nathan, hanya diam terpaku menatap kepergian Nathan. Saat Nathan sudah berada didalam kamar mandi, barulah dirinya mulai mengenakan pakaiannya dengan cepat.


Sedangkan Nathan yang berada didalam kamar mandi, berdiri menatap dirinya dikaca. Dilihatnya dengan seksama, apa sebenarnya yang salah padanya, mengapa akhir-akhir ini dia merasakan sesuatu yang aneh. Jantungnya sering kali berdetak sangat hebat saat berada didekat Rens. Bahkan dirinya seperti tidak bisa mengendalikan nya jika mereka saling bertatap.


"Apa yang terjadi padaku? Mengapa aku sama sekali tidak bisa mengendalikan diriku sendiri, akhir-akhir ini" ucapnya.


"Aghhh.....aku bisa saja kehilangan akal jika terus seperti ini!! Ingat Nathan dia bahkan bukanlah type wanita mu, tidak mungkin kan jika aku memiliki rasa padanya" lanjutnya sembari memukul pelan nakas yang ada didepan kaca tersebut.


Dia pun memilih untuk melupakan kejadian itu dan bergegas mandi.