
β
Sebulan setengah kemudian....
Kini keadaan Nathan semakin membaik, dia sudah bisa berjalan sendiri tanpa bantuan siapa pun. Tulang rusuk nya yang patah sudah pulih sepenuhnya.
Hanya saja pundak kanan nya, masih belum juga pulih. Kadang masih terasa nyeri dan perih jika sewaktu-waktu.
Dia juga sudah masuk kembali kekantor nya, tak mau jika istrinya harus terus bekerja dengan perut yang semakin membesar itu.
Sebenarnya Nathan sangat risih jika bekerja dengan asisten wanita. Tetapi mau tidak mau, itu adalah keinginan istri tercinta nya.
Rens merasa kasihan pada Viera jika harus memecat nya. Terlebih juga Viera begitu cekatan dan tak pernah salah dalam mekakukan pekerjaan nya.
Selama sebulan setengah ini juga kesehatan dan perkembangan Nathan masih dipantau oleh Daniel. Sesekali Daniel mengunjungi nya dirumah atau dikantornya.
*****
Siang itu Nathan beserta asisten nya, yang tak lain Viera. Sedang makan siang bersama dengan Kevin dan beberapa pemegang saham lain nya.
" Selamat Tuan Nathan atas kerja sama nya, dan juga untuk kembali nya anda diperusahaan. "
" Benar sekali....semoga kedepan nya perusahaan kita akan semakin berkembang "
" Ucapkan selamat untuk Tuan Nathan dan Tuan Kevin Louis, selamat "
Para pemegang saham berlomba-lomba memberi selamat atas kembali nya Nathan. Yang pasti dengan kehadiran Nathan, mereka tak perlu was-was akan kebangkrutan. Nathan pasti akan membawa perusahaan nya kembali bangkit...
Mendengar ucapan selamat yang beragam, Nathan dan Kevin hanya saling melempar senyuman.
Kevin benar-benar tak percaya dengan semua ini. Hal yang ia impikan, untuk bersanding dengan Nathan sebagai klien bukan sebagai sekertaris.
Lama sekali rasanya tidak melihat tawa bahagia Nathan. Fikir Kevin....
*****
Sore harinya.....
Diperjalanan pulang, suasana didalam mobil sangat sunyi hening tanpa obrolan. Nathan hanya diam saja bukan berarti dia marah. Tetapi dia lebih memilih berbicara yang seperlunya saja.
Sedangkan Viera diam karna tak berani mengganggu kenyamanan Nathan. Terlebih sikap dingin Nathan, membuatnya ngeri sendiri, bahkan menatap saja dia takut.
Saat ini Viera terlihat sangat gugup dan canggung. Dia berpikir keras sambil mengemudi. Sesekali dia melirik Nathan dikaca sepion tengah. Ingin berkata tapi tak bisa....Takut....
Nathan yang sadar jika sedari tadi Viera mencuri-curi pandang kearah nya. Akhirnya menghela nafas panjang-panjang.....
" Ada apa? katakan saja? "
Tanya nya jutek. Viera terkejut dan langsung panik.
" Eh....hmm....Be-begini Kak, apa boleh jika aku ikut bertemu Kak Renesmee? Sudah lama tidak melihatnya "
Viera dengan terbata-bata karna gugup pun, menyampaikan sesuatu yang sedari tadi ditahan nya.
Nathan melirik sinis kearah Viera dari kaca sepion tengah, Viera pun panik sekali langsung membuang muka kearah lurus depan.
" Kenapa tak bilang dari tadi, baiklah kali ini saja "
Ucap Nathan kembali berpaling.
" Benarkah? Terima kasih Kak "
Viera girang dan langsung semangat melaju kan mobil nya menuju Apartemen Nathan.
*****
Malam ini telah diadakan acara makan malam keluarga dikediaman Louis Wilton.....
Louis dan Maria tengah duduk bersantai diruang keluarga mengobrol santai, sembari menunggu kedatangan kedua putra kesayangan mereka. Kevin dan Tara....
Tak lama kemudian Tara pulang dari rumah sakit tempat dia bekerja. Begitu pun dengan Sheila yang mengekor dibelakang nya.....
" Pah....Mah..... "
Panggil Tara, Louis dan Maria pun menoleh bersamaan kesumber suara itu.
" Malam Tuan...Nyonya.... "
Sambung Sheila dengan sopan dan sedikit menunduk.
" Sheila.....sini sayang duduk sebelah Mamah "
Melihat sosok Sheila, Maria dengan semangat menarik tangan Sheila dan menyuruhnya duduk disebelahnya. Sedangkan kedua pria lain nya, hanya tersenyum menyaksikan kedua wanita tersebut.
" Bagaimana kabar mu? Bukan kah sudah pernah ku katakan panggil Mamah dan Papah, kami sudah menganggap mu sebagai anak sendiri sayang "
Ucap Maria sembari menggenggam tangan Sheila dan membelai lembut kepala wanita yatim piatu dihadapan nya.
" Terima kasih...Nyo....eh Mamah "
" ....Sheila baik baik saja!! bagaimana dengan Mamah dan Papah? "
" Lihat sendiri kan kami baik-baik saja, dan sangat bahagia sekarang karna keluarga kami sudah berkumpul lagi "
Maria dan Sheila melanjutkan percakapan mereka yang hanya dimengerti oleh sesama wanita. Sedangkan Tara melirik kanan dan kiri, mencari sosok kakak nya yang sedari tadi belum nampak batang hidung nya.
" Apa kak Kevin belum datang? "
Tanya Tara pada Louis.
" Jelas lah....dia sedang menjemput calon menantu Mamah mu.... "
Jawab Louis tersenyum, sembari melirik Maria. Maria pun terkekeh malu, dan langsung mencubit kecil perut suaminya....
" Jelas lah....Mamih udah ngga sabar, sudah sangat lama tidak bertemu dengan nya.... "
Ucap Maria, dengan wajah tersenyum sumringah.
Tara pun menggeleng dan tersenyum melihat tingkah wanita yang sangat disayangi nya itu.
Tak lama kemudian, hadirlah Kevin masuk kedalam ruang keluarga. Dengan gagah nya setelan casual celana training putih serta hoodie hitam kesukaan nya.
Dia melangkah masuk menggandeng seorang wanita cantik dengan rambut sebahu, memakai dress selutut berwarna putih. Riasan Natural diwajah Mia membuat aura nya keluar. Sangat lah serasi berdampingan dengan Kevin....
Suara Kevin menggelegar diruangan besar itu, membuat semuanya menoleh bersamaan. Mereka semua pun sama-sama beranjak berdiri menyambutnya...
Tara menatap sinis Kevin, sedangkan Kevin melirik nya dengan tatapan meledek.
" Pah...Mah...Kevin bawa Mia...katanya Kangen "
ucap Kevin mendekati Louis dan Maria. Mia pun mencubit kecil perut Kevin, karna merasa malu.
" Awwh...sakit bee... " Ringis nya pelan.
" Biarin abis nya percaya diri banget ngomongnya " Sahut Mia setengah berbisik. Sembari tersenyum kepada kedua calon menantu nya.
" Selamat malam Om....Tante.... "
Mia menyalami tangan kedua calon mertuanya itu.
Louis dan Maria menyambut nya Mia dengan ramah. Maria langsung menghambur memeluk erat Mia saat itu juga.
" Mia sayang....apa kabar? ngga nyangka yah, dulu kamu sudah sering kemari sebagai sahabat nya Tara!! Sedangkan saat ini kami menyambutmu sebagai calon istri Kevin kakanya Tara!! Sungguh takdir yang tidak bisa ditebak "
" Hehehe... Iya tante makasih "
Cups....
Kecupan hangat mendarat dikening Mia, dia begitu terharu dan terbuai oleh perlakuan Maria padanya. Mata Mia mulai berkaca-kaca, sudah sangat lama ia tidak merasakan kasih sayang seorang ibu. Yang kini dirasakan nya dari Maria.....
Setelah itu mulai lah dia menyalami Tara juga Sheila. Dia disambut dengan sangat baik dan ramah dirumah itu. Sudah tidak sabar rasanya ingin menjadi bagian dari keluarga hangat itu.
Sesaat kemudian mereka memulai acara makan malam bersama nya sekeluarga. Terdengar obrolan-obrolan kecil serta sentakan sendok dan garpu dipiring kaca bersautan.
.
.
.
Setelah selesai makan malam....
Louis dan Maria sengaja mengajak kedua putra dan putri yang sudah dianggap keluarga juga. Membicarakan sesuatu yang penting diruang keluarga.
Disana Tara duduk berdampingan dengan Louis, Sheila dan Maria, Kevin dan Mia. Dari sudut pandang masing-masing, Mia dan Kevin sangatlah cocok dan serasi.
Louis pun membuka suara...
" Kevin.... "
" Iya Pah.... "
Yang lain menyimak saja.
" Bukan kah Nathan sudah sadar dari komanya, dan sedang proses pemulihan? "
" Benar Pah....Sekarang dia sudah sepenuhnya pulih hanya pundak nya saja yang masih bermasalah "
" Kalau begitu sebaiknya Pernikahan kalian berdua, sebaiknya dilaksanakan secepatnya "
Kevin terdiam dan saling menatap dengan Mia. Tara yang melihatnya pun ikut membuka suara.
" Jawab saja, bukan kah ini yang kalian tunggu-tunggu!! Jangan hanya saling memandang saja "
Ucap Tara dengan nada meledek nya.
Kevin dan Mia pun tersadar dan kembali menatap kedepan. Wajah keduanya memerah merona. Benar yang dikatakan Louis, sebaiknya mereka segera menikah.
Bukan kah Nathan juga sudah sadar, jadi tidak ada lagi beban yang mereka pikirkan. Nathan dan Rens juga pasti sangat mengingin kan Kevin serta Mia hidup bahagia.
Lama berdiam dan memikirkan sesuatu Kevin pun berbicara...
" Baiklah Pah....Kevin dan Mia akan menikah diwaktu yang dekat, sesuai permintaan Papah "
ucap Kevin dengan mantap. Wajah Mia semakin merona.
Semua orang yang berada disana, ikut merasa bahagia mendengar ucapan Kevin. Terlebih Maria yang sudah tidak sabar menjadikan Mia sebagai menantunya.
" Selamat yah Mia.... " ucap Sheila menyalami Mia dan tersenyum.
" Terima kasih.... " sahut Mia membalas salaman Mia.
" Selamat yah....Kita bakal jadi ipar bukan sahabat lagi " Tara ikut menyelamati Mia.
Sedangkan Kevin tersenyum simpul, mengacak-acak rambut Tara.
" Kamu juga.....kapan dengan Sheila.... " ucap Kevin.
" Bener tuh....kata kakak kamu " sambung Maria.
Tara dan Sheila saling menatap, lalu kembali memalingkan wajah kearah lain. Suasana menjadi canggung...
" Apaan sih Mah....Ngga lucu " Tara menggaruk-garuk kepala nya yang tak gatal. Namun sesekali melirik Sheila yang menunduk malu.
" Loh emang salah yah perkataan Mamah? Atau jangan-jangan kamu belum menyatakan cinta pada Sheila? beneran Shei? "
Maria langsung melirik Sheila yang terus menunduk itu. Tak ada jawaban dari Sheila.
" Tara belum siap, belum juga mencapai matang untuk membina rumah tangga "
ucap Tara lancar tanpa hambatan. Dia tak sadar jika ucapan nya tersebut sedikit menyakiti hati Sheila. Dia tahu jika Tara masih belum sepenuhnya membuka hati untuk dia. Tetapi dia tetap tak patah semangat untuk mengejar cinta Tara....
Acara makan malam pun, sukses membuat keluarga itu merasa kan hangat. Kasih sayang satu sama lain, terlebih dengan kabar bahagia Kevin dan Mia.
Bagi Louis dan Maria, mereka begitu bersyukur. Tidak ada yang jauh membahagiakan jika satu keluarga bisa berkumpul seperti ini. Sangat lama didambakan mereka....
.
.
.
.
Jangan lupa like dan komen nya yah readers....terlebih untuk vote nya biar author makin semangat nihππππ Sedikit berharap gak papa kali yah heheheππππππ Thanyou happy readings